TUGAS 8
TEKNOLOGI
BAHAN
NAMA : GILANG NURCAHYO
[Link]
NIM : 213013
[Link]
PRODI : TKBG
SOAL N0 2
●Rancanglah Beton Mutu Tinggi (Cukup Sampai Langkah 9) nilai-nilai yang diketahui yaitu:
• Kuat tekan yang disyaratkan f’c = 62,1 MPa pada umur 28 hari,. Pasir yang digunakan pasir alam, dengan karakteristik sebagai berikut : modulus kehalusan =
2,9 ; berat jenis relatif (kering oven) = 2,53 ; kapasitas absorpsi = 4,3% ; berat isi padat kering oven = 1653 kg/m3.
• Kadar air pasir 4,13 %. Bahan tambahan pelambat pengikatan dan superplasticizer. Semen portland Tipe dengan berat jenis relatif 3,15. Abu Terbang kelas C
dengan berat jenis relatif 2,64.
• Agregat kasar yang digunakan adalah batu pecah, ukuran maksimum agregat dibatasi 15 mm dengan karakteristik sebagai berikut: Berat jenis relatif (kering
oven) = 2,71 ; kapasitas absorpsi = 0,7%, berat isi padat kering oven = 1613 kg/m3. kadar air agregat kasar = 0,51% Agregat kasar memenuhi daerah gradasi
[Link]
No. 7 pada ASTM C 33.
●Hitunglah Rancangan untuk
[Link]
●a). Campuran 1 : Campuran dasar ( dengan semen Portland saja)
●b). Campuran 2 : Fly Ash dengan porsi 23 %
PEMBAHASAN
1. Menentukan slump dan kuat tekan rata-rata yang ditargetkan
Persamaan (3) digunakan untuk menentukan kuat tekan rata –rata yang ditargetkan ( f’cr )
Pada umur 28 hari
2. menentukan ukuran agregat maksimum
Kuat tekan rata – rata yang ditargetkan 79.73 Mpa > 65 Mpa , maka digunakan agregat kasar batu pecah dengan ukuran maksimum 15 mm.
[Link]
[Link]
PEMBAHASAN
3. Menentukan Kadar Agregat Kasar Optimum
Karena ukuran agregat kasar maksimum 15 mm, maka dari tabel (1), didapat fraksi agregat kasar optimum = 0.68. Kadar agregat kasar pada kering oven = 0.68 x
1613 kg/m3 = 1096.84 kg/m3
4. Estimasi kadar air pencampuran dan kadar
Berdasarkan slump awal sebesar 25-50 mm dan ukuran agregat kasar maksimum 15 mm, dari tabel 2.
Didapat estimasi pertama kebutuhan air = 175 liter/m3 dan kadar udara untuk beton kekuatan tinggi dengan superplasticizer = 2,0 % Kadar rongga udara dihitung
dengan persamaan
Maka kebutuhan air total
= 175 + 0.1900 lt/m3 = 175.1900 lt/m3
Koreksi KA = ( V-35 ) x 4.75 --- ( 5)
[Link]
Koreksi kadar air dihitung dengan persamaan (5) :
Koreksi kadar air, liter /m3
= ( 34,6 – 35 ) x 4.75 = 0,190 lt/m3
[Link]
PEMBAHASAN
5. PENENTUAN RASIO (W/c+p)
● Untuk beton kekuatan tinggi dengan superplasticizer dan ukuran agregat maksimum 15 mm. Kuat tekan rata-rata yang ditargetkan untuk kondisi laboratorium
pada umur 28 hari adalah f’cr = 79,73 MPa, maka kekuatan lapangan f’cr = 0,90 x 79,73 = 71,76 MPa .
● Setelah diinterpolasi, maka nilai Rasio (W/c+p)= 0,308
6. Menghitung kadar bahan bersifat semen
● Kadar bahan bersifat semen : (c + p) = 175.1900 : 0,308 = 568.79 kg/m3 beton. pada ketentuan
● tidak dipersyaratkan nilai kadar minimum bahan bersifat semen, maka kadar bahan bersifat
● semen yang digunakan 568.79 kg/m3 beton
[Link]
Interpolasi 71,76
[Link]
PEMBAHASAN
7. PROPORSI CAMPURAN DASAR DENGAN SEMEN PORTLAND
o Volume semua bahan kecuali pasir per m3 campuran beton adalah sebagai berikut :
o Semen Portland = 568,79 kg/m3 : 3.15 = 180.56 liter
o Agregat Kasar = 1096.84 : 2,71 = 404,73 liter
o Air = 175,1900 = 175.1900 liter
o Kadar Udara = 0,02 x 1000 = 20,00 liter
o Sub Total = 780,48 liter
o Maka kebutuhan volume pasir per m3 beton = 1000 – 780,48 = 219.52 liter.
o Dikonversi menjadi berat pasir kering oven = 0,21952 x 2,53 x 1000 = 555,38 kg.
o Proporsi Campuran dasar : (berat kering)
[Link]
o Air = 175 kg
o Semen Portland = 569 kg
o Agregat Kasar = 1097 kg (kering oven)
[Link]
o Pasir = 555 kg (kering oven)
PEMBAHASAN
8. Proporsi variasi campuran dengan abu terbang
● A.) Abu terbang yang digunakan sesuai dengan pd M-09-1997-03 yang terkait, termasuk kelas C dengan berat jenis relatif 2,64.
● b.) Persentase penggantian kadar semen portland dengan abu terbang kelas C yang disarankan adalah 20% , 25%, 30%-35%. Karena itu dapat
dibuat dengan kadar abu terbang (fly ash) 22 % dari kadar semen portland pada campuran dasar.
● c). Bahan bersifat semen untuk keempat macam varian campuran:
● Campuran # 1 : 450,08 kg pc+ 118,92 kg Fly Ash = 569 kg
● Campuran # 2 : 426,75 kg pc + 142,25 kg Fly Ash = 569 kg
● Campuran # 3 : 398,3 kg pc + 170,7 kg Fly Ash = 569 kg
● Campuran # 4 : 369,85 kg pc + 199,15 kg Fly Ash = 569 kg
● d).Volume Bahan bersifat semen untuk keempat macam varian campuran:
[Link]
● Campuran # 1 : 142,88 ltr pc + 45,04ltr Fly Ash = 187,92 ltr
● Campuran # 2 : 135,47 ltr pc + 53,88 ltr Fly Ash = 189,35 ltr
● Campuran # 3 : 126,44 ltr pc + 64,65 ltr Fly Ash = 191,09 ltr
● Campuran # 4 : 117,41 ltr pc + 75,43 ltr Fly Ash = 19284 ltr
[Link]
PEMBAHASAN
8. Proporsi variasi campuran dengan abu terbang
e.) untuk semua varian campuran per m3, volume air, agregat kasar dan udara tetap sama dengan campuran dasar. Yang berubah adalah volume total
bahan bersifat semen. Karena itu, volume pasir untuk campuran # 1 sampai dengan # 4 perlu dikoreksi .
Untuk Campuran #2
Air (+Pelambat) = 175,00 liter
Semen Portland = 189,35 liter
Agregat Kasar = 404,73 liter
Kadar Udara = 20,00 liter
Sub Total = 789,08 liter
Maka kebutuhan volume pasir per m3 beton = 1000 – 789,08 = 210,92 liter.
Berat pasir kering oven = 0,21092 x 2,53 x 1000 = 533,62 kg. Dengan cara yang sama, ditentukan proporsi campuran # 2, # 3 dan # 4 (dalam
[Link]
berat). Maka :
Air (+Pelambat) = 175,00 kg
Semen Portland = 450,08 kg
Abu Terbang = 118,92 kg
[Link]
Agregat Kasar = 1097,00 kg (kering oven)
Pasir = 533,62 kg (kering oven)
PEMBAHASAN
Proporsi campuran m3 campuran ( berat kering )
Banyaknya pengalaman dalam menggunakan bahan campuran tambahan akan membantu koreksi jumlah bahan tambahan yang dapat
digunakan agar biaya produksi beton lebih ekonomis.
Tipe Campuran Dasar #2
Air (+ pelambat ) (kg ) 175 175
Semen ( kg ) 569 450,08
Abu Terbang ( kg ) - 118,92
[Link]
Agregat Kasar ( kg ) 1097 1097
Pasir ( kg ) 555 533,62
[Link]
PEMBAHASAN
9. Campuran Coba
Dibuat lima macam campuran coba sesuai proporsi campuran dasar dan empat varian campuran, yang harus disesuaikan dengan kondisi kebasahan agregat
saat perencanaan campuran. Pada saat perencanaan campuran kadar air pasir 4,15% dan kadar air agregat kasar 0,51%, diukur terhadap berat kering oven,
maka harus dilakukan koreksi.
Untuk Campuran Dasar (Keadaan Basah):
Agregat Kasar (basah) = 1097 x (1 + 0,0051) = 1102.5 kg
Pasir (basah) = 555 x (1 + 0,0413) = 577,92 kg
Air = 175 ,0 – (0,0051 x 1097 ) – (0,0412 x 555) = 146,53 kg
Dengan cara yang sama, proporsi varian campuran # 1, # 2, # 3 dan # 4 dikoreksi.
Proporsi per m3 campuran (sesuai Kondisi kebasahan agregat)
Untuk Campuran #2 (Keadaan Basah):
[Link]
Agregat Kasar (basah) = 1097 x (1 + 0,0051) = 1102,5 kg
Pasir (basah) = 533,62 x (1 + 0,0413) = 555,65 kg
Air = 175 ,0 – (0,0051 x 1097) – (0,0413 x 533,62) = 147,36= 149.13 kg
.
[Link]
PEMBAHASAN
9. Proporsi campuran m3 campurang ( berat basah ) Proporsi u/ per campuran coba 0.085
Tipe
Tipe Campuran Dasar #2 Campuran Dasar #2
Air (+ pelambat ) Air (+
(kg ) 146,53 147,36 pelambat ) (kg ) 12,45 12.52
Semen Semen
( kg ) 577,92 450,08 ( kg ) 49,12 38,25
Abu Terbang Abu Terbang
( kg ) - 118,92 ( kg ) - 10,10
Agregat Kasar Agregat Kasar
[Link]
( kg ) 1102.5 1102.5 ( kg ) 93,71 93.,71
Pasir Pasir
( kg ) 577.92 555,65 ( kg ) 49,12 47,23
[Link]
TERIMA KASIH
[Link]