ISU SEKOLAH JAM 5 PAGI
DITINJAU DARI DAMPAK
PSIKOLOGIS
CICILIA LESNAHAN
APRILYA ARYANI
ASTI A. HELA LAGA
BETRINA J. P. MADA
DERVINA YOVITA
AYATUN EMA
LATAR BELAKANG
Kebijakan masuk sekolah jam 5 pagi mulai diterapkan di sejumlah sekolah di Nusa
Tenggara Timur (NTT). Kebijakan tersebut diketahui ditetapkan oleh Gubernur
NTT Viktor Laiskodat. Sementara latar belakang di balik kebijakan masuk sekolah
jam 5 pagi ada sejumlah faktor. Menurut Viktor, pertama terkait minimnya lulusan
SMA sederajat di NTT yang bisa diterima di perguruan tinggi ternama, khususnya
di Pulau Jawa. Idenya menuai berbagai reaksi. Victor Laiskodat Gubernur NTT
sebagai penggagas kebijakan mengatakan, alasan dimajukannya jam masuk
sekolah itu itu untuk membentuk karakter siswa/remaja lebih disiplin. Selain itu,
Viktor mengungkapkan tujuan lain kebijakan itu diberlakukan agar remaja/siswa
yang ingin melanjutkan ke jenjang seperti kuliah di PTN, hingga mendaftar
Akpol/Akmil mentalnya lebih siap.
TINJAUAN KASUS DARI
SUDUT PANDANG BK
1. Dampak psikologis juga rentan dialami siswa yang masuk sekolah
jam 5 pagi. Dampak psikologis ini berkaitan dengan kurangnya
waktu istirahat siswa yang kemudian memengaruhi emosi dan
mentalnya
2. Dampak positifnya
Situasi pagi yang damai
Otak yang masih fresh
Hati yang senang
TINJAUAN KASUS DARI
SUDUT PANDANG BK
3. - Menurunnya prestasi akademik dalam hal konsentrasi pemecahan
masalah,
-Mempengaruhi masalah perilaku
-Kemudian faktor kedisiplinan
[Link] Psikologis
[Link] Guru BK
-Masuk sekolah lebih pagi bisa mengasah kedesiplinan anak
- Melatih etos kerja anak yang sesungguhnya harusnya dirumah
Solusi Yang ditawarkan
Mengubah sistem Mempertimbangkan Mengetahui dampak
sekolah kembali aturan aturan
Peningkatan Peningkatan Kualita as Peran & Solusi guru
presentase pendidikan BK
TERIMAKASIH