0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan18 halaman

Komponen RPP Kurikulum 2013

Rangkuman singkat dokumen tersebut adalah: 1. RPP merupakan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk satu pertemuan atau lebih yang menggambarkan prosedur pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar. 2. Komponen penting RPP meliputi identitas sekolah, mata pelajaran, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, materi, metode, dan langkah pembelajaran. 3. Penyusunan RPP harus memper

Diunggah oleh

Khaerunnisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan18 halaman

Komponen RPP Kurikulum 2013

Rangkuman singkat dokumen tersebut adalah: 1. RPP merupakan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk satu pertemuan atau lebih yang menggambarkan prosedur pembelajaran untuk mencapai kompetensi dasar. 2. Komponen penting RPP meliputi identitas sekolah, mata pelajaran, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, materi, metode, dan langkah pembelajaran. 3. Penyusunan RPP harus memper

Diunggah oleh

Khaerunnisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEORI PENYUSUNAN RPP K13

KELOMPOK 6
ANGGOTA
1. Markuna
2. Kurnia
Febriyani
3. Nurafinah
4. Nurhidayanti
5. Nia Purnasarai
6. Juliatul Iznillah
Pengertian RPP
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP menggambarkan tentang prosedur dan
(RPP) merupakan kegiatan perencanaan pengorganisasian pembelajaran dalam
kegiatan pembelajaran untuk satu mencapai sebuah Kompetensi Dasar (KD)
pertemuan atau lebih. Prinsip-Prinsip yang telah ditetapkan dalam Kompetensi Inti
Penyusunan RPP yang berasal dari (KI) dan dijabarkan dalam silabus. Rencana
silabus, agar mengarahkan kegiatan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) wajib dibuat
pembelajaran peserta didik dalam upaya oleh guru sebagai bagian dari perangkat
mencapai Kompetensi Dasar (KD). mengajar, dan menjadi pedoman dalam
melaksanakan pembelajaran sesuai dengan
rancangan yang telah dibuat.
Komponen-komponen kurikulum

Komponen komponen dalam pembuatan RPP K13 tercantum dalam


Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor
22 Tahun 2016. Proses pembelajaran yang mengacu pada kurikulum 2013
adalah kegiatan pembelajaran yang bersifat interaktif, menyenangkan,
menantang, dan memotivasi pesertadidik untuk berpartisipasi aktif,
sehingga mereka dapat meningkatkan kreativitas dan kemandirian sesuai
dengan bakat, minat, danperkembangan fisik dan psikologis peserta didik.
Komponen RPP harus memuat
1. dentitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan
2. Identitas mata pelajaran atau tema/subtema
3. kelas/semester
4. Materi pokok
5. Alokasi waktu ditentukan sesuai dengan keperluan untuk
pencapaian KD dan beban belajar dengan mempertimbangkan
jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang
harus dicapai
6. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan KD, dengan
menggunkana kata kerja operasional yang dapat diamati dan
diukur, yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan
7. Kompetensi dasar dan indikator pencapaian kompetensi
Lanjutan
8. Materi pembelajaran, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam
bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan idnikator ketercapaian kompetensi
9. Metode pembelajaran, digunakan oleh pendidik untuk mewujudkan
10. Susana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai KD yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai
11. Media pembelajaran, berupa alat bantu proses pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran
12. Sumber belajar, dapat berupa buku, media cetak dan elektronik, Alam sekitar, atau sumber belajar
lain yang relevan
14. Langkah-langkah pembelajaran dilakukan melalui tahapan pendahuluan, inti, dan penutup, dan
penilaian hasil pembelajaran
Prinsip Umum Penyusunan RPP

Mempertimbangkan perbedaan Memperhatikan partisipasi aktif siswa.


individual siswa, seperti Dalam menyusun RPP, guru perlu
kemampuan awal, tingkat memperhatikan bagaimana partisipasi
intelektual, bakat, potensi, minat, aktif siswa. Apakah keaktifan siswa dalam
motivasi belajar, kemampuan pembelajaran di satu kelas sangat kurang
sosial, emosi, gaya belajar, atau cenderung pasif? Jika demikian, guru
kebutuhan khusus, latar belakang perlu memperhatikan bagaimana strategi
budaya, norma, nilai, dan pembelajaran yang meningkatkan
lingkungan siswa. keaktifan siswa dan kemandirian siswa.
LANJUTAN

Penyusunan RPP pada langka-langkah Pengembangan budaya membaca dan menulis


pembelajaran harus berpusat pada siswa. yang dirancang untuk mengembangkan
Supaya mendorong semangat belajar, kegemaran membaca, pemahaman beragam
motivasi, minat, kreativitas, inspirasi, bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk
inovasi, dan kemandirian. tulisan. Penyusunan RPP perlu memasukan
budaya literasi, terlebih adanya program
Asesmen Kompetensi Umum (AKM) yang
menjadi salah satu bagian dari Asesmen
Nasional.
LANJUTAN
.
Mengakomodasi pembelajaran tematik
Pemberian umpan balik dan tindak lanjut,
memuat rancangan program pemberian terpadu, keterpaduan lintas mata pelajaran,
lintas aspek belajar, dan keragaman
umpan balik positif, penguatan, pengayaan,
budaya. Penyusunan RPP jenis ini
dan remidi. Dalam hal ini, penyusunan RPP
biasanya ditemui dalam jenjang PAUD dan
memuat bagaimana asesmen atau penilaian
SD, yang menggunakan pendekatan
terhadap hasil belajar siswa.
tematik. Jika guru akan menggunakan
tematik, guru harus dapat mengaitkan dan
memadukan isi dari mata pelajaran lain
dengan lainnya.
LANJUTAN

Penekanan pada keterkaitan dan Penerapan teknologi informasi dan


keterpaduan antara Kompetensi Dasar komunikasi secara terintegrasi, sistematis,
(KD), materi pembelajaran, kegiatan dan efektif sesuai dengan situasi dan
pembelajaran, indikator pencapaian kondisi. Dalam penyusunan RPP memuat
kompetensi, penilaian, dan sumber belajar. penggunaan teknologi, sederhananya
Maksudnya adalah penyusunan RPP harus seperti menampilkan video dari Youtube,
sinkron dari satu bagian ke bagian lainnya PPT, penggunaan Zoom lainnya.
dan saling berkaitan. .
Prinsip Khusus
Prinsip Khusus ini berdasarkan pertimbangan penyederhanaan RPP sesuai SE
Mendikbud Nomor 14 Tahun 2019

Pertama, penyusunan
RPP harus efisien. Ini Ketiga, penyusunan RPP harus
berarti penulisan RPP Kedua, penyususan RPP berorientasi pada peserta didik, yang
harus dilakukan dengan harus efektif. Maksudnya berarti penulisan RPP dilakukan dengan
tepat dan tidak banyak penulisan RPP dilakukan mempertimbangkan kesiapan,
menghabiskan waktu untuk mencapai tujuan ketertarikan, dan kebutuhan belajar
dan tenaga. pembelajaran pesertadidik di kelas, sehingga nantinya
dapat meningkatkan minat belajar peserta
didik.
Pelaksanaan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
a) Menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses
pembelajaran,
b) Memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan
aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan
perbandingan lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan
karakteristik dan jenjang peserta didiK
c) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya
dengan materi yang akan dipelajari
d) Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
e) Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
2. Kegiatan Inti
Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran, media
pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta
didik dan mata pelajaran. Pemilihan pendekatan tematik dan /atau tematik terpadu
dan/atau saintifik dan/atau inkuiri dan penyingkapan (discovery) dan/atau
pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based
learning) disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan.
Kegiatan Inti
a) Sikap
Sesuai dengan karakteristik sikap, maka salah satu alternatif yang dipilih adalah proses
afeksi mulai dari menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, hingga
mengamalkan.
b) Pengetahuan
Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, hingga
mencipta. Untuk mendorong peserta didik menghasika karyakreatif dan kontekstual, baik
individual maupun kelompok, disarankay yang menghasilkan karya berbasis
pemecahanmasalah (project based learning).
c) Keterampilan
Keterampilan diperoleh melalui kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar,
menyaji, dan mencipta. Untuk mewujudkan keterampilantersebut perlu melakukan
pembelajaran yang menerapkan modusbelajar berbasis penyingkapan/ penelitian
(discovery inguiry learning) dan pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis
pemecahan masalah (project based learning).
3. Kegiatan penutup
a) seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil yang diperoleh untuk
selanjutnya secara bersama menemukan manfaatlangsung maupun tidak langsung
dari hasil pembelajaran yang telah berlangsung
b) memberikan umpan balik terhadap proses dan basil pembelajaran
c) melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas, baik tugas
individual maupun kelompok, dan
d) menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya.
Penilaian Proses
Penilaian proses pembelajaran menggunakan pendekatan penilaian otentik (authentic assesment)
yang menilai kesiapan peserta didik, proses, dan hasil belajar secara utuh. Keterpaduan penilaian ketiga
komponen tersebut akan menggambarkan kapasitas, gaya, dan perolehan belajar peserta didik yang
mampu menghasilkan dampak instruksional (instructional effect) pada aspek pengetahuan dan dampak
pengiring (nurturant effect) pada aspek sikap.
Hasil penilaian otentik digunakan guru untuk merencanakan program perbaikan (remedial)
pembelajaran, pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Evaluasi proses pembelajaran
dilakukan saat proses pembelajaran dengan menggunakan alat: lembar pengamatan, angket sebaya,
rekaman, catatan anekdot, dan refleksi.
Evaluasi hasil pembelajaran dilakukan saat proses pembelajaran dan di akhir satuan pelajaran
dengan menggunakan metode dan alat: tes lisan/perbuatan, dan tes tulis. Hasil evaluasi akhir diperoleh
dari gabungan evaluasi proses dan evaluasi hasil pembelajaran.
“Tinggalkan pikiran yang membuatmu
lemah, dan peganglah pikiran yang
memberikan kekuatan bagimu.”
Thanks!

Anda mungkin juga menyukai