0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan16 halaman

Sejarah dan Prinsip Manajemen Mutu

Sistem Manajemen Mutu membahas sejarah manajemen mutu dari era tanpa mutu hingga era manajemen mutu modern, pengertian dan prinsip mutu, tujuan dan manfaat manajemen mutu, komponen quality management seperti perencanaan mutu, pengendalian mutu, jaminan mutu, dan peningkatan mutu, serta karakteristik manajemen mutu menurut ISO 9001:2015 seperti customer focus, leadership, dan improvement.

Diunggah oleh

m.kahfi ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan16 halaman

Sejarah dan Prinsip Manajemen Mutu

Sistem Manajemen Mutu membahas sejarah manajemen mutu dari era tanpa mutu hingga era manajemen mutu modern, pengertian dan prinsip mutu, tujuan dan manfaat manajemen mutu, komponen quality management seperti perencanaan mutu, pengendalian mutu, jaminan mutu, dan peningkatan mutu, serta karakteristik manajemen mutu menurut ISO 9001:2015 seperti customer focus, leadership, dan improvement.

Diunggah oleh

m.kahfi ramadhan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Sistem Manajemen Mutu

(SMM)
M. Kahfi Ramadhan
Raina Khoirunisa zain
5KID
Dosen:
I r. R o b e r t j u n a i d i , M . T
D w i i n d a h l e s t a r i , s . t r. t . m . e n g
1 Sejarah mutu

Pengertian&prinsi
2 p mutu
Contents 3 Tu j u a n & m a n f a a t
mutu
Komponen quality
4 management

5 Karakteristik/
dimensi mutu
Sejarah Manajemen
Mutu

Era Tanpa Mutu Era Inspeksi Mutu (1920) Era Pengendalian Mutu /
(Abad 18) 1. Sudah ada persaingan Statistical Quality Control
antar produsen dan hanya (1940)
1. Belum adanya sebatas pengawasan pada 1. Deteksi dan koreksi oleh
persaingan. hasil produksi. karyawan (self inspection)
2. Menyelamatkan(salvage) 2. Pengetesan produk
2. Lembaga pelayanan
mensortir(shorting),
public dikelola 3. Perencanaan kualitas dasar
Tindakan korektif,
pemerintah. mengidentifikasi
4. Pemeriksaan kertas kerja
3. Kualitas belum ketidaksesuaian. 5. Menggunakan statistik
menjadi penilaian. 3. Belum ada perhatian dasar.
terhadap kualitas proses. 6. Masih ada produk akhir
yang tidak memenuhi
standar.
Sejarah Manajemen
Mutu
Era Sistem Penjaminan Mutu / Era Manajemen Mutu / Total Quality
Quality Assurance (1960) Management (TQM) (1980)
1. Adanya konsep Total Quality “W. Edwards Deming”
Control (TQC) :Armand 1. Kebutuhan pelanggan sebagai
Feigenbaum (1950). acuan perancanaan mutu
2. Perencanaan kualitas lanjut 2. Menerapkan sistem perbaikan
3. Adanya alokasi dana untuk mutu berkelanjutan / terus menerus
yang memadai. untuk meningkatkan mutu.
4. Adanya control proses mutu 3. Melibatkan pemasok dan konsumen
5. Menganalisis penyebab dan akibat. 4. Adanya Kerjasama tim
6. Diterapkan pada industry (teamwork)
manufaktur hingga industry jasa. 5. Melibatkan semua pekerja
Pengertian Mutu
• J.M Juran (1974)
Kualitas atau mutu adalah kesesuaian dengan keperluan (kegunaan)
bukan kebagusan.

• Phillip B. Crosby (1979)


Kualitas atau mutu adalah kesusuaian terhadap persyaratan atau
keunggulan yang dipublikasikan.

• H.D. Seghezzi (1979)


Kualitas atau mutu merupakan derajat kesesuaian suatu produk
atau jasa dengan penggunaannya yang bersifat spesifik.
Pengertian Mutu
• K. Ishikawa
Mutu adalah kepuasan pelanggan internal akan menyebabkan kepuasan pelanggan
organisasi.

• [Link] (1983)
Kualitas atau mutu adalah gabungan dari semua factor pada produk dan jasa,
baik pada pemasaran, peralatan yang digunakan, proses pengolahan dan pemeliharaan
yang diharapkan dapat memenuhi keinginan konsumen.

• Inernational Standart ISO


kualitas atau mutu adalah keseluruhan atau karakteristik pada suatu produk
yang menunjukkan kemampuan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan yang
sesuai dengan tujuan produk.
Pengertian Manajemen Mutu
• Gaspersz
Manajemen mutu adalah sebuah pendekatan manajemen yang sistematik
berpusat pada organisasi, pelanggan, dan pasar melalui kombinasi antara pencarian
fakta dan penyelesaian masalah.

• Ishikawa
Manajemen mutu merupakan gabungan dari seluruh fungsi manajemen
perusahaan berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, dan kepuasan
pelanggan.

• Purnama
manajemen mutu merupakan sebuah sistem yang terstruktur dengan
serangkaian alat, Teknik, dan filosofi yang dibuat sedemikian rupa agar tercipta
sebuah budaya perusahaan.

• Manajemen mutu yaitu gabungan dari semua fungsi manajemen yang dibangun
dengan konsep kualitas upaya meningkatkan kepuasan pelanggan.
Tujuan Manajemen Mutu
1. Menetapkan Visi dan standar kerja bagi para anggota suatu
organisasi atau badan usaha
2. Membangun motivasi dan budaya kerja didalam organisasi maupun
badan usaha.
3. Membantu meningkatkan kepercayaan terhadap produk yang
dihasilkan perusahaan baik dari anggota maupun pelanggan klien.
4. memberikan inovasi atau pengembangan lebih lanjut dari
perusahaan atau organisasi itu sendiri.
Manfaat Manajemen Mutu
Harga yang lebih
Memperbaiki Tinggi
posisi persaingan Meningkatkan
penghasilan
P
E
R Meningkatkan
B harga pasar
A
I
K
A
N
Meningkatkan
M Laba
U
T Meningkatkan
U keluaran yang Mengurangi biaya
bebas dari operasi
kerusakan
Manfaat Manajemen Mutu
Memberikan kepuasan kepada para
pelanggan sehingga menjaga Manfaat 1
kepercayaan terhadap perusahaan.

Meningkatkan standar kerja


Manfaat 2 didalam perusahaan dan menjaga
nama baik perusahaan

Menumbuhkan rasa motivasi dan


semangat di dalam diri karyawan. Manfaat 3
4. Process Approach : Hasil yang dapat diprediksi dan
konsisten akan tercapai lebih efektif dan efisien jika
aktifitas-aktifitas dapat dimengerti dan dikelola sebagai
3. Engagement of People. Kompeten, proses-proses yang saling berkaitan serta berfungsi
mampu diberdayakan, dan keterlibatan sebagai suatu sistem yang utuh.
orang-orang di semua tingkatan, adalah hal
yang penting untuk menambah kapabilitas 5. Improvement : Organisasi-
organisasi dalam menciptakan dan organisasi yang sukses selalu fokus
memberikan nilai. terhadap perbaikan.

2. Leadership. Pemimpin untuk 6. Evidence-Based Decision Making :


semua tingkatan, menetapkan Pengambilan keputusan berdasarkan
serta menyatukan tujuan dan analisis dan evaluasi data dan
arahan, serta mencapai sasaran informasi memiliki kemungkinan yang
organisasi. lebih besar untuk mencapai hasil yang
diharapkan.
1. Customer Focus. Dilakukan
agar dapat selalu berusaha 7. Relationship Management : Untuk
untuk memenuhi selera mempertahankan kesuksesan,
pelanggan atau bahkan organisasi harus mengelola
melampaui harapan mereka. hubungannya dengan pihak-pihak yang
berkepentingan diantaranya adalah
Prinsip Manajemen Mutu para pemasoknya.

Menurut ISO 9001:2015


Komponen Manajemen Mutu
1. Perencanaan kualitas (quality planning) adalah penetapan dan
pengembangan tujuan dan kebutuhan untuk kualitas serta penerapan
sistem kualitas.
2. Pengendalian kualitas (quality control) adalah teknik-teknik dan aktivitas
operasional yang digunakan untuk memenuhi peryaratan kualitas.
3. Jaminan kualitas (quality assurance) adalah semua tindakan terencana
dan sistematik yang diimplementasikan dan didemonstrasikan guna
memberikan kepercayaan yang cukup bahwa produk akan memuaskan
kebutuhan untuk kualitas tertentu.
4. Peningkatkan kualitas (quality improvement) adalah tindakan-tindakan
yang diambil guna meningkatkan nilai produk untuk pelanggan melalui
peningkatkan efektivitas dan efesiensi dari proses dan aktivitas melalui
struktur organisasi.
Perbedaan Quality Control dan
Quality Assurance
1. Kontrol Mutu (quality control) adalah proses pasca produksi yang
melacak dan menolak item-item yang cacat, digunakan secara luas dalam
pendidikan untuk memeriksa apakah standard-standard telah dipenuhi
atau belum. Kemudian mengembangkan dan menguji prosess agar tidak
ada kesalahan setelah produk di kembangkan.

2. Jaminan Mutu (quality assurance) adalah dalam istilah Philip B. Crosby,


adalah menciptakan produk tanpa cacat (zero defects). Jaminan mutu
adalah pemenuhan spesifikasi produk secara konsisten atau menghasilkan
produk yang “selalu baik sejak awal (right first time every time)”.
jaminan mutu juga mengembangkan dan menguji produk ketika selesai
dikembangkan.
Dimensi Manajemen


Mutu
Kinerja (performance), dimensi mutu tentang funngsi utama dari produk/jasa yang dimilikinya

Keistimewaan tambahan (features), tentang tambahan fungsi fungsi dasar sehingga produk/jasa
tersebut menjadi lebih nyaman, praktis, dan ekonomis.

• Kehandalan (reliability), tentang tetap berfungsinya produk/jasa walau dalam keadaan sulit.

• Kesesuaian dengan spesifikasi (conformance to spesifications), sejauh mana karakteristik desain


dan operasi memenuhi standar-standar yang telah ditetapkan sebelumnya.

• Daya tahan (durability),berhubungan dengan lamanya masa bertahan suatu produk/jasa.

• Kemampuan pelayan (service ability), meliputi kecepatan, kompetensi, kenyamanan, mudah


direparasi; penanganan keluhan yang memuaskan.

• Estetika (aesthetics), produk/jasa dalam hal keindahan, keanggunan, seni.

• Mutu yang di perpsepsikan (perceived quality), citra dan reputasi produk serta tanggung jawab
perusahaan terhadapnya.
Dimensi Manajemen
Terdapat 5 Mutu
kelompok karakteristik yang digunakan oleh pelanggan dalam
mengevaluasi kualitas jasa, yaitu:
a) Bukti langsung (tangibles), meliputi fasilitas fisik, perlengkapan,
pegawai, dan sarana komunikasi.
b) Kehandalan (reliability), yakni kemampuan memberikan pelayanan yang
dijanjikan dengan segera dan memuaskan.
c) Daya tanggap (responsiveness), yaitu keinginan para staf untuk
membantu para pelanggan dan memberikan pelayanan dengan tanggap.
d) Jaminan (assurance), mencakup kemampuan, kesopanan, dan sifat
dipercaya yang dimiliki para staf; bebas dari bahaya risiko atau
keraguan-taguan.
e) Empati, meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan komunikasi yang
baik, dan memahami kabutuhan para pelanggan
Thank You
Any
question?

Anda mungkin juga menyukai