Pendanaan Perusahaan Melalui IPO
Pendanaan Perusahaan Melalui IPO
2
Keuangan Perusahaan
Tujuan :Kegiatan yang berhubungan dengan membuat keputusan-
keputusan:
a. Investasi
b. Pendanaan
c. Dividen
3
1. Keputusan Investasi
Keputusan investasi ditujukan untuk menghasilkan
kebijakan keuangan yang berhubungan dengan:
4
2. Keputusan Pendanaan
Keputusan pendanaan difokuskan kepada usaha
optimal dalam rangka mendapatkan dana atau
dan tambahan untuk mendukung kebijakan
investasi.
5
3. Keputusan Dividen
Jumlah keuntungan dalam bentuk uang tunai (kas) yang
harus dikembalikan perusahaan kepada pemilik
perusahaan (pemegang saham)
6
TUGAS MANAJER KEUANGAN
1. Forecasting and Planning
7
Lingkungan Keuangan:
Aliran Dana dan Mekanisme Pasar Keuangan
8
Total Shareholder Return
9
Analisa Laporan Keuangan dan Rasio
Keuangan
Preview
11
Tujuan Laporan Keuangan
• Menyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan
suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar
pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
• Untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar
pemakai.
• Menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen
(stewardship).
12
Pihak yang Memerlukan Informasi Keuangan
Internal Eksternal
Petugas Pajak
Manajemen Pemberi
Supplier
Investor
Investor
Kredit
Calon
13
Teknik Analisis Laporan Keuangan
• Analisa laporan keuangan adalah suatu kegiatan
penilaian, penelahaan atas laporan keuangan perusahaan
dengan mendasarkan kepada beberapa metode dan teknik
penganalisaannya.
• Sehingga mereka yang berkepentingan terhadap
perusahaan dapat melakukan evaluasi dan tindakan lebih
lanjut pada perusahaan tersebut.
14
Teknik Analisis Laporan Keuangan
Terdapat beberapa teknik analisa yang biasa digunakan
dalam analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Analisa perbandingan laporan keuangan
2. Analisa common size
3. Analisa sumber dan penggunaan kas (Cash flow
statement analysis)
4. Analisa rasio (Ratio analysis)
5. Analisis Nilai Tambah Ekonomis
6. Analisis Nilai Tambah Pasar
7. Analisis Kebangkrutan Z-Score
15
Financial Statements
Owner’s
Income Balance Statement of
Equity
Statement Sheet Cash Flows
Statement
16
Balance Sheet
+
Owner’s
Assets = Liabilities Equity
17
Balance Sheet (cont’d..)
Format neraca
Assets/Harta Liabilities (Debt) & Equity
Assets
Resources a business owns.
Provide future services or benefits.
Cash, Supplies, Equipment, etc.
+
Owner’s
Assets = Liabilities Equity
19
Balance Sheet (cont’d..)
Liabilities
Claims against assets (debts and obligations).
Creditors - party to whom money is owed.
Accounts payable, Notes payable, etc.
+
Owner’s
Assets = Liabilities Equity
20
Balace Sheet (cont’d..)
Owner’s Equity
Ownership claim on total assets.
Referred to as residual equity.
Investment by owners and revenues (+)
Drawings and expenses (-).
+
Owner’s
Assets = Liabilities Equity
21
Balance Sheet (cont’d..)
Owner’s Equity Illustration 1-6
22
Balance Sheet (cont’d..)
Owner’s Equity Illustration 1-6
23
Net income is needed to determine
the ending balance in owner’s
Income Statement equity.
Illustration 1-9
Financial statements
and
their interrelationships
24
Saldo akhir nilai ekuitas dibutuhkan
Income Statement dalam menyusun neraca.
Illustration
1-9
25
Neraca dan laporan laba rugi yang diperlukan
Income Statement untuk menyusun laporan arus kas.
Illustration
1-9
26
Financial Statements
27
Statement of cash flows
Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang
menyajikan perubahan posisi kas sebagai akibat dari
penerimaan (collections) dan pengeluaran kas (cash
outlays) selama periode tertentu.
28
Statement of Cash Flow (cont’d..)
Arus Kas dari kegiatan Operasi terdiri atas:
Pengumpulan kas dari konsumen, akibat transaksi
penjualan baik penjualan tunai maupun penjualan
kredit.
Pembayaran ke supplier, sehubungan dengan
pembelian bahan baku dan lainnya.
Arus kas keluar dari kegiatan operasi lainnya serta
pembayaran bunga, sehubungan dengan pembayaran
beban operasi dan beban bunga dalam laporan laba
rugi.
Pembayaran tunai pajak.
29
Statement of Cash Flow (cont’d..)
• Arus Kas dari Kegiatan Investasi
• Berkaitan dengan kegiatan investasi, yaitu
pengeluaran pembelian investasi dan pemasukan dari
penjualan investasi.
30
Statement of Cash Flow (cont’d..)
Kegunaan Laporan Arus Kas:
• Melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus
kas.
• Melihat kemampuan untuk membayar dividen dan
kewajiban lain.
• Melihat penyebab perbedaan antara laba bersih dengan
arus kas bersih yang dihasilkan aktivitas operasional.
• Melihat transaksi keuangan yang berhubungan dengan
investasi dan pendanaan.
31
Basics of Financial Statement Analysis
Comparison Tools of
Characteristics
Bases Analysis
32
Horizontal Analysis
33
Horizontal Analysis (cont’d..)
Illustration 18-5
Horizontal analysis of
balance sheets
• Perubahan
menunjukkan bahwa
perusahaan
meningkatkan asetnya
selama tahun 2009.
• Peningkatan aset
dibiayai dengan laba
ditahan daripada
tambahan utang
jangka panjang.
34
Horizontal Analysis (cont’d..)
Illustration 18-7
Horizontal analysis of Dalam analisis horizontal dalam neraca, laba ditahan
retained earnings
statements meningkat 38,6%. Seperti yang ditunjukkan sebelumnya,
perusahaan mempertahankan sebagian besar dari laba
bersih untuk membiayai tambahan fasilitas pabrik.
35
Vertical Analysis
36
Vertical Analysis (cont’d..)
Illustration 18-8
Vertical analysis of
balance sheets
Hasil disamping
memperkuat
pengamatan
sebelumnya bahwa
perusahaan
memilih untuk
membiayai
pertumbuhan aset
melalui laba
ditahan daripada
melalui penerbitan
hutang tambahan.
37
Vertical Analysis (cont’d..)
Illustration 18-9
Vertical analysis of
Income statements
Perusahaan yang
berkualitas akan
menghasilkan
keuntungan yang
besar.
38
Vertical Analysis (cont’d..)
Enables a comparison of companies of different sizes.
Illustration 18-10
Intercompany income
statement comparison
39
Ratio Analysis
41
Ratio Analysis (cont’d..)
Liquidity Ratios
44
Ratio Analysis (cont’d..) Liquidity Ratios
2. Acid-Test Ratio
Illustration 18-14
Solvency Ratios
46
Ratio Analysis (cont’d..) Solvency Ratios
Profitability Ratios
1. Profit Margin
Illustration 18-17
2. Return on Asset
Illustration 18-19
2. Price-Earnings Ratio
Illustration 18-23
55
Ratio Analysis
Summary of Ratios
56
Summary of Ratios
57
Economic Value Added (EVA)
Economic Value Added (EVA) atau disebut juga dengan nilai tambah
ekonomis merupakan suatu konsep bahwa dalam pengukuran laba operasi
perusahaan harus mempertimbangkan harapan dari setiap penyedia dana
(kreditur dan pemegang saham).
Dimana:
EBIT (1 -T ) = Pendapatan sebelum beban bunga dan pajak x tarif pajak efektif
CAPITAL = modal (long term debt + equity)
WACC = Wd kd (1-T) + Weke
58
Economic Value Added (EVA)
Quality Department Store Inc. 2009
Debt 497,500
Equity 1,003,000
EBIT 459,000
Interest 36,000
Tax 30%
Rf 7.50%
Beta 1.2
Premium (Rm-Rf) 6.00%
Kd 7.24%
Ke 14.70%
WACC = 11.51%
EVA = 343,599 59
Analisis Kebangkrutan Altman Z-Score
Pada tahun 1968, Edward. I Altman memberikan formula yang berfungsi untuk
memprediksi potensi kebangkrutan suatu perusahaan dengan data laporan
keuangan.
Dimana:
X1 = Working Capital/Total Assets
X2 = Retained Earning/Total Assets
X3 = EBIT/Total Assets
X4 = Net Worth/Total Liabilities
Alman Z-Score
64
Pendanaan Perusahaan
Sources Financing
• Internal
• Retained Earnings
• External
• Spontaneous Financing
• Intended Financing
Debt – Private and Public
Equity
66
Berbagai Jenis Modal
Mengambang
Kredit Tetap
Penempatan Mengambang
Pinjaman
langsung
Berbunga
Obligasi Tetap
biasa Tanpa
Bunga
Obligasi
Modal konversi
Ekuitas
Preferen
Ekuitas
Ekuitas
biasa 67
Berbagai Sumber Modal
Jenis Modal Alternatif Sumber
Kredit Bank
69
Pengembangan MM teori
• Teori Trade-off
• Teori Pecking Order
70
Teori Trade-off
• Teori Trade-off, Stigliz (1969), Haugen and Papas
(1971) dan Rubeinstein (1973)
}
Risk Shifting
Under investment Harris & Raviv (1991)
Free cashflow
71
Teori Capital Structure
Total Cost
Cost
0 B Debt
VL = VU + TCB
Value of
Value of Firm Under MM with
Firm (V)
Corporate Taxes and Debt
PV Financial Distress
Maximum
Firm V = Actual Value of Firm
Value Present of Value of Tax Shield on Debt
0 B Debt
72
Teori Pecking Order
• Teori Pecking Order, Donaldson (1961), Myers
& Manjluf (1984)
• Adanya biaya pendanaan
• Terdapat urutan pendanaan yang dimulai dari
pembiayaan internal (laba di tahan) dan eksternal
(utang dan modal saham)
73
Market Timing Capital Structure
• Dikembangkan Baker dan Wurgler (2002)
• Penerbitan sumber pendanaan tergantung pasar equity
• Lebih suka menerbitkan equity ketika pasar naik (nilai
saham tinggi)
• Bersamaan juga dapat menerbitkan hutang untuk
mengejar rasio keuangan sesuai target
74
Dynamic Capital Structure
• Awalnya dikemukan Kane, Marcus and McDonald (1984,
1985) – mengenai tax dan kemudian dikembangkan
Zwiebel (1986), selanjutnya Fischer, Heinkel dan
Zechner (1989) serta EBIT Based Model oleh Goldstein,
NengJiu and Leland (2001)
• Perusahaan menyesuaikan hutang sesuai dengan nilai
perusahaan
75
A Firm’s Choice CapStruc
• Ability to service debt
• Ability to use interest tax shield fully
• Protection against illiquidity
• Desired degree of access to capital markets
• Dynamic factors and debt management over time
Source: Emery and Finnerty (1997); Corporate Financial Management; pp. 501
76
Teori Asymetric Information of Capital
Structure
• Teori Asymetric Information, Donaldson (1961)
& Ross (1977)
• Manajer memiliki informasi yang lebih baik dibanding
investor
Penerbitan utang dianggap sebagai signal positif tentang
prospek perusahaan
Manajer akan berusaha menerbitkan saham ketika terjadi
overpriced
77
Teori Dividen
1. Teori Tidak Relevan (Irrelevance), Modigliani dan Miller (1961)
Nilai suatu perusahaan tidak ditentukan oleh besar kecilnya Dividend
Payout Ratio, tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak.
79
Teori Capital Structure
Value of Capital
the Firm Structure
Theory Theory
Marginal Tax
Trade-off
MM Theory Agency Theory
Theory
(1958)
Signal Capital
Structure Theory
Determinant Capital
Structure
Market Timing
Capital Structure
Optimum Capital
Structure Pecking
Order Theory
Dynamic Capital
Structure 80
Debt vs Equity
EPS
Debt
Equity
Advantage to debt
Advantage to Equity
0
EBIT
81
Debt vs Equity Financing
Jumlah Saham 5.000.000 10.000
Tambahan 1.000.000 10.000
Interest loan 13%
Debts Equity
Revenue [Link] [Link]
COGS [Link] [Link]
Gross Profit [Link] [Link]
General Adm & Mkt [Link] [Link]
Operational Profit [Link] [Link]
Bunga [Link]
EBT [Link] [Link]
Tax [Link] [Link]
EAT [Link] [Link]
EPS 2.338 2.100
82
Manfaat Go Publik
• Akses mendapatkan Dana
• Greater Bargaining Power with Banks
• Liquidity and Portfolio Diversification
• Monitoring
• Investor Recognition
• Change of Control
• Windows of Opportunity
83
Advantages (dis) Borrowing
• Advantages Borrowing • Disadvantages Borrowing
• Tax Benefit: • Bankruptcy Cost:
Higher Tax Rates -- higher tax Higher business risk – higher cost
benefit • Agency Cost:
• Added Discipline: Greater the separation between
Greater the separation stockholder and lenders --- higher
cost
between managers and
stockholders – greater benefit • Loss of Future Financing
Flexibility:
Greater the uncertainty about
future financing needs ---
higher cost
84
Saham vs Utang
Variabel Saham Obligasi
[Link] dan Kondisi:
Sifat Penyertaan modal Utang
Jangka Waktu Tidak terbatas Terbatas
Instrumen Terbatas Variatif
Biaya Modal Dividen Kupon
Struktur Biaya Persentase Laba Bersih Fixed/Floating
Rating Tidak Diperlukan Diharuskan
[Link] Hukum:
Tidak Punya Hak Suara dalam
Hak Suara Hak Suara dalam RUPS
RUPS
Hak Klaim paling akhir Hak Klaim lebih dahulu atas
Pailit
atas aset perusahaan aset perusahaan
Dividen yang dibayarkan Kupon/bunga yang dibayarkan
[Link] Pajak
tidak mengurangi pajak sebagai pengurang pajak
[Link] Aktiva Jangka panjang Jangka Menengah/Panjang
[Link] Bisnis Fluktuatif Stabil
[Link] aktiva Relatif Besar & Tidak Pasti Relatif Kecil
85
Financial Risk
Features for Provider Features for User
(the Investor) (the Company)
Interest is contractual Interest must be paid
Debt
Repayment is contractual Repayments must be made
The Lender may require security The Lender may have the right to
repossess assets
86
Net Cash Flow
High Growth Launch
Rate of
Market Growth Maturity Decline
Low
Equity Equity
(Growth investors) (Venture capital)
Rate of
Market Growth Maturity Decline
High Low
Relative Market Share 88
Dividend Policy – Payout Ratio
Growth Launch
High
Rate of
Market Growth Maturity Decline
High Low
Relative Market Share 89
Private vs Publik
• Kontrol Rendah • Kontrol Tinggi
• Bisa tidak Comply • Comply with Rule
• Dana terbatas • Sesuai analisis
• Biaya rendah • Biaya tinggi
• Bunga Negoisasi • Bunga sesuai Ekspektasi
• Pemegang saham Pasar
terbatas • Pemegang saham >300
orang
90
Consideration in Capital Structure Decision
• Managerial Conservatism
• Control
• Business Risk
• Asset Structure
• Growth Rate
• Profitability
• Taxes
• Market Conditions
• Cost of capital
• Timing
91
Observed Capital Structure In Reality
Capital structure does differ by industries. Even for
firms in same industry, capital structures may vary
widely.
• Lowest levels of debt
• Drugs with 2.75% debt
• Computers with 6.91% debt
• Highest levels of debt
• Steel with 55.84% debt
• Department stores with 50.53% debt
92
Determinans of Optimal Debt Ratios
Firm Specific Factors
1. Tax Rate
• Higher tax rates - - > Higher Optimal Debt Ratio
• Lower tax rates - - > Lower Optimal Debt Ratio
2. Pre-Tax Returns on Firm = (Operating Income) / MV of Firm
• Higher Pre-tax Returns - - > Higher Optimal Debt Ratio
• Lower Pre-tax Returns - - > Lower Optimal Debt Ratio
3. Variance in Earnings [ Shows up when you do 'what if' analysis]
• Higher Variance - - > Lower Optimal Debt Ratio
• Lower Variance - - > Higher Optimal Debt Ratio
Macro-Economic Factors
1. Default Spreads
Higher - - > Lower Optimal Debt Ratio
Lower - - > Higher Optimal Debt Ratio
93
Biaya Modal (Cost of Capital)
Definisi
• Modal (Capital): dana yang digunakan untuk
membiayai pengadaan aset dan operasional
suatu perusahaan
• Modal dapat dilihat di neraca sisi kanan:
hutang, saham biasa, saham preferen dan laba
ditahan
95
Definisi
• Cost of Capital - The return the firm’s investors
could expect to earn if they invested in securities
with comparable degrees of risk.
96
Definisi
Perhitungan biaya modal sangat penting karena:
97
Weighted Average Cost of Capital
(WACC)
• Untuk menghitung biaya modal kita menggunakan
WACC
• WACC adalah rata-rata tertimbang dari seluruh
komponen modal
• Komponen modal yangg sering dipakai adalah:
saham biasa, saham preferen, utang, laba ditahan
• Seluruh komponen modal (capital components)
mempunyai satu kesamaan yaitu investor yang
menyediakan dana berharap untuk mendapatkan
return dari investasi mereka.
98
WACC
WACC = [Link] (1-T)+[Link]+ws.( ks atau ke)
kd = biaya hutang
kps = biaya saham preferen
ks = biaya laba ditahan
ke = biaya saham biasa baru
T = pajak
99
WACC
Three Steps to Calculating Cost of Capital
1. Calculate the value of each security as a
proportion of the firm’s market value.
2. Determine the required rate of return on each
security.
3. Calculate a weighted average of these
required returns.
100
WACC
Contoh: Toko buah PT. Semua
Segar akan menerbitkan debt,
preferred stock and common
stock. Nilai pasar dari efek
tersebut adalah Rp4miliar,
Rp2miliar, dan Rp6miliar.
Required returns-nya 6%, 12%,
dan 18%.
Q: Hitunglah WACC untuk PT.
Semua Segar.
101
WACC
Contoh: continued
Step 1
Firm Value = 4 + 2 + 6 = Rp12 miliar
Step 2
Required returns are given
Step 3
WACC = [ 4
12 ] (
x(1-.35).06 + 2
12 ) (
x.12 + 6
12 x.18)
=.123 or 12.3%
102
Cara menentukan struktur modal: pendekatan pendapatan:
pendekatan minimalisasi Cost of Capital
• Maksimalisasi nilai
perusahaan: Cost of Equity
Cost
• Harga saham Cost of Capital
• PV perusahaan
• Value added
D/E Ratio
103
Cara menentukan struktur modal: pendekatan pendapatan:
pendekatan maksimalisasi EPS/ROE
Earnings Per Share
105
Cost of Capital and Debt Ratios
106
Biaya Hutang (Cost of debt)
• Biaya hutang = Kd atau yield to maturity
Yaitu: tingkat keuntungan yang dinikmati oleh
pemegang/pembeli obligasi
107
Biaya Hutang
Berapakah estimasi
interest yang dibayarkan
perusahaan dengan rating
“A” bila menerbitkan
surat utang bertenor 5
tahun?
108
Biaya Saham Preferen(Kp)
• Biaya saham preferen = tingkat keuntungan yang
dinikmati pembeli saham preferen (Kp)
•
Kp = Dp
Pn
Dp: dividen saham preferen tahunan
Pn: harga saham preferen bersih yang diterima perusahaan
penerbit (setelah dikurangi biaya peluncuran saham atau
flotation cost)
110
Biaya Laba Ditahan (ks)
• Perusahaan dapat memperoleh modal sendiri melalui dua
cara:
Menahan sebagian laba (retained earnings)
Menerbitkan saham biasa baru
112
1. Pendekatan CAPM
Ke = Rf + ℬi (Rm-Rf)
113
1. Pendekatan CAPM
Ke = Rf + ℬi (Rm-Rf)
* [Link]
** [Link] 114
*** [Link]
2. Discounted Cash Flow (DCF) model
DivDiv Di
P
P
0
1
2
...
H H
(1
ks
)
1
(
1
ks
)
2
(
1
ks
)H
Jika
Dividen bertumbuh konstan, gunakan
Gordon model:
P0 =
115
2. Discounted Cash Flow (DCF) model
.
116
3. Pendekatan Bond Yield + Risk Premium
118
Pendekatan mana yang digunakan?
• Semuanya dapat digunakan. Apabila dari ketiga
pendekatan itu hasilnya berbeda-beda, kita dapat
merata-rata ketiga hasil itu.
119
Biaya Saham Biasa Baru (Ke)
• Apabila saham biasa baru diterbitkan, berapa
tingkat pengembalian (rate of return) yang harus
perusahaan peroleh untuk menarik pemegang saham
baru? Ke, tapi perusahaan harus memperoleh
pendapatan lebih dari Ks karena adanya flotation
cost, biaya untuk menerbitkan saham.
120
Biaya Saham Biasa Baru(Ke)
• Hanya sebagian kecil perusahaan yang sudah matang
(mature) mengeluarkan saham biasa baru karena:
• Biaya flotation yang tinggi
• Investor menanggapi penerbitan saham biasa baru sebagai sinyal
negatif
• Biasanya manager perusahaan melakukan ini karena mereka
berpikiran bahwa harga saham sekarang lebih tinggi daripada
nilai sesungguhnya
• Supply saham naik, harga saham turun
• Flotation cost akan mengurangi penerimaan perusahaan
dari penjualan saham. Biaya ini terdiri dari: biaya
mencetak saham, komisi untuk phak penjamin emisi
saham, penawaran saham, dll.
121
Biaya Saham Biasa Baru (Ke)
Gordon Model dengan memperhitungkan
flotation cost:
D1 + g
Ke =
P0(1-F)
Ke :Biaya saham biasa baru
P0 :Harga jual saham
F :Flotation cost
D0 :Dividen saham pd t=0
g :Dividen growth
122
Biaya Saham Biasa Baru (Ke)
123
124
125
Contoh: WACC
• Eastman Chemical has 78.26 million shares of common
stock outstanding. The book value per share is $22.40
but the stock sells for $58. The market value of equity
is $4.54 billion. Eastman’s stock beta is .90. T-bills
yield 4.5%, and the market risk premium is assumed to
be 9.2%.
• Cost of debt:
Multiply the proportion of total debt represented by each issue by its yield to
maturity; the weighted average cost of debt = 7.15%
130
Klasifikasi Proyek
1. Replacement: perawatan bisnis
mengganti peralatan yang rusak
2. Replacement: pengurangan biaya
mengganti peralatan yang sudah ketinggalan jaman
sehingga mengurangi biaya
3. Ekspansi produk atau pasar yang sudah ada
pengeluaran-pengeluaran untuk meningkatkan output
produk yang sudah ada atau menambah toko.
4. Ekspansi ke produk atau pasar yang baru
5. Proyek keamanan atau lingkungan
6. Penelitian dan pengembangan
7. Kontrak-Kontrak jangka panjang: kontrak untuk
menyediakan produk atau jasa pada kustomer tertentu
8. Lain-lain: bangunan kantor, tempat parkir, pesawat
terbang perusahaan. 131
Tahap-Tahap Penganggaran Modal
1. Biaya proyek harus ditentukan
2. Manajemen harus memperkirakan aliran kas yang
diharapkan dari proyek, termasuk nilai akhir aktiva
3. Risiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai
distribusi probabilitas aliran kas)
4. Dengan mengetahui risiko dari proyek, manajemen
harus menentukan biaya modal (cost of capital) yang
tepat untuk mendiskon aliran kas proyek
5. Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas
masuk yang diharapkan digunakan untuk
memperkirakan nilai aktiva.
6. Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yang diharapkan
dibandingkan dengan biayanya.
132
Important Concepts
1. A capital budgeting decision represents a long-term
investment decision
2. Cash flow rather than earning is used in capital
budgeting decision
3. The three methods of ranking investments are the
payback method, the internal rate of return, and net
present value
4. The discount rate or cut-off rate is normally the cost of
capital
5. The tow primary cash inflows analyzed in a capital
budgeting decision are the after tax operating benefits
and the tax shield benefits of depreciation
133
Metode Keputusan Penganggaran Modal
1. Payback period
2. Net Present Value (NPV)
3. Internal Rate of Return (IRR)
4. Profitability Index
134
Payback Period (Periode Pengembalian)
135
• Rumus:
Payback = tahun sebelum balik modal +biaya yang
belum balik pada awal tahun/aliran kas pada tahun tsb
• Proyek A payback period = 2 tahun
Proyek B payback period = 3.8 tahun
• Makin pendek payback period makin baik.
136
Payback Period
• Jika payback period suatu investasi kurang dari
payback period yang disyaratkan, maka usulan
investasi layak diterima semua.
137
2. Metoda payback tidak mempertimbangkan
nilai waktu uang.
Investment of
$10.000
Early Late
Year Returns Returns
1 $9000 1000
2 1000 9000
3 1000 1000
138
2. Net Present Value (NPV)
Adalah metode penilaian investasi yang menggunakan
discounted cash flow. (mempertimbangkan nilai waktu
uang pada aliran kas yang terjadi)
60
P
r
of
it
= -
50+ $
4.
55
1.
10
This is the definition of NPV $4.55 Added Value
$50 Initial Investment
140
Net Present Value
Rumus: NPV = PV - required investment
C
N
PVC
0 t t
(1
r)
C C C
N
P
V
C
01
1
2
2
.
.
.t
t
()
1
r()
1
r ()1
r
141
Net Present Value
Terminology
C = Cash Flow
t = time period of the investment
r = “opportunity cost of capital”
142
Net Present Value
Net Present Value Rule
Managers increase shareholders’ wealth by
accepting all projects that are worth more than
they cost.
143
Net Present Value
Example
Perusahaan anda mempunyai kesempatan untuk membeli
gedung kantor. Anda akan mempunyai penyewa yang
bersedia untuk membayar sebesar $16 ribu per tahun
selama 3 tahun. Pada akhir tahun ketiga anda
memperkirakan akan bisa menjual gedung kantor itu
senilai $450 ribu. Harga berapa yang anda mau bayar
untuk gedung kantor itu? Rate of return yang diharapkan
7%
144
Net Present Value $466,000
Present Value 0 1 2 3
14,953
13,975
380,395
$409,323
145
Apabila gedung kantor itu ditawarkan untuk dijual
dengan harga $350 ribu, apakah anda akan membelinya?
Dan berapa nilai tambah (added value) yang dihasilkan
oleh pembelian anda? (dalam ribuan)
146
Internal Rate of Return (IRR)
• Adalah tingkat discount (discount rate) yang menyamakan nilai
sekarang dari aliran kas yang akan terjadi (PV inflows) dengan
nilai sekarang aliran kas keluar mula2 (PV investment cost)
147
Internal Rate of Return
Example
You can purchase a building for $350,000. The
investment will generate $16,000 in cash flows
(i.e. rent) during the first three years. At the
end of three years you will sell the building for
$450,000. What is the IRR on this investment?
148
Internal Rate of Return
IRR = 12.96%
149
IRR
Kriteria penerimaan:
150
Perbandingan antara Metode NPV dan IRR
Apabila ada satu proyek yang independen maka NPV dan IRR akan
selalu memberikan rekomendasi yang sama untuk menerima atau
menolak usulan proyek tersebut.
Tapi apabila ada proyek-proyek yang mutually exclusive, NPV dan IRR
tidak selalu memberikan rekomendasi yang sama.
151
Profitability Index
Rumus:
PI = PV dari aliran kas yang akan datang
Investasi awal
Profitability
Project PV Investment Index
L 4 3 4/3 = 1.33
M 6 5 6/5 = 1.20
N 10 7 10/7 = 1.43
O 8 6 8/6 = 1.33
P 5 4 5/4 = 1.25
Proyek yang diterima adalah proyek yang mempunyai PI
tertinggi
152
Pendanaan Melalui IPO
Sumber Pendanaan
• Internal
• Retained Earnings
• External
• Spontaneous Financing
• Intended Financing
Debt – Private and Public
Equity
154
155
156
157
Manfaat Go Public
• Pendanaan tanpa batas
• Go Public merupakan titik awal bagi perusahaan untuk mendapatkan akses yang lebih mudah kepada
pendanaan, antara lain melalui penawaran umum terbatas atau melalui secondary offering dan private
placement. Go Public membuat lebih mudah menarik strategic investor untuk ikut berinvestasi pada
saham perusahaan. Keterbukaan Informasi membuat perbankan atau institusi keuangan lainnya dapat
lebih percaya kepada perusahaan. Go Public juga mempermudah akses perusahaan untuk menerbitkan
surat utang, baik jangka pendek maupun jangka [Link] nilai perusahaan
160
Persyaratan
161
2. Persiapan
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan
sebelum melakukan IPO, diantaranya adalah pembentukan tim IPO
yang solid merupakan hal yang penting.
162
Persiapan
3. Melakukan Restrukturisasi Internal & Diskusi Permodalan
Hal ini untuk membuka potential peningkatan nilai/value perseroan agar mendapatkan
harga saham yang optimal.
163
Persiapan
6. Melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
Dalam rangka memperoleh persetujuan IPO dari Pemegang Saham.
7. Melengkapi Dokumentasi
Meyakinkan bahwa seluruh dokumen melengkapi persyaratan Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
164
3. Penunjukan Penjamin Emisi Efek, Lembaga &
Profesi Penunjang serta Persiapan Dokumen
165
Penyampaian Permohonan Pencatatan Saham ke
Bursa Efek Indonesia & Penyampaian Pernyataan
Pendaftaran Efektif ke OJK
Untuk menjadi perusahaan publik yang sahamnya dicatatkan dan
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, perusahaan perlu mengajukan
permohonan untuk mencatatkan saham, dilengkapi dengan dokumen-
dokumen yang dipersyaratkan, antara lain profil perusahaan, laporan
keuangan, opini hukum, proyeksi keuangan dan lain-lain
Perusahaan juga perlu menyampaikan permohonan pendaftaran saham
untuk dititipkan secara kolektif (scriptless) di Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI).
166
Penyampaian Permohonan Pencatatan Saham ke
Bursa Efek Indonesia & Penyampaian Pernyataan
Pendaftaran Efektif ke OJK
• Bursa Efek Indonesia akan melakukan penelaahan atas permohonan yang
diajukan perusahaan dan akan mengundang perusahaan dalam mini
expose beserta penjamin emisi efek, lembaga dan profesi penunjang untuk
mempresentasikan profil perusahaan, rencana bisnis dan rencana penawaran
umum yang akan dilakukan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kegiatan
usaha perusahaan, Bursa Efek Indonesia juga akan melakukan kunjungan (site
visit) ke perusahaan serta meminta penjelasan lainnya yang relevan dengan
rencana IPO perusahaan. Apabila perusahaan telah memenuhi persyaratan yang
ditentukan, dalam waktu maksimal 10 (sepuluh) Hari Bursa setelah dokumen
lengkap, Bursa Efek Indonesia akan memberikan Persetujuan Prinsip kepada
perusahaan.
• Bersamaan dengan pengajuan permohonan untuk mencatatkan saham di Bursa
Efek Indonesia, perusahaan juga menyampaikan Pernyataan Pendaftaran Efektif
dan dokumen pendukungnya kepada OJK untuk melakukan penawaran umum
saham. Dokumen pendukung yang diperlukan antara lain adalah prospektus.
167
Penyampaian Permohonan Pencatatan Saham ke
Bursa Efek Indonesia & Penyampaian Pernyataan
Pendaftaran Efektif ke OJK
• Dalam melakukan penelaahan, OJK dapat meminta perubahan atau tambahan
informasi kepada perusahaan untuk memastikan bahwa semua fakta material
tentang penawaran saham, kondisi keuangan dan kegiatan usaha perusahaan
diungkapkan kepada publik melalui prospektus. OJK akan menyampaikan surat
Pra-Efektif dan ijin publikasi, untuk kemudian Perusahaan dapat
mempublikasikan prospektus ringkas di surat kabar atau melakukan penawaran
awal (bookbuilding) serta public expose.
• Setelah perusahaan menyampaikan informasi mengenai harga penawaran umum
saham dan keterbukaan informasi lainnya dan apabila penelaahan oleh OJK telah
selesai, maka OJK akan menerbitkan Surat Efektif. Dengan demikian, perusahaan
dapat mempublikasikan perbaikan/tambahan informasi prospektus ringkas di
surat kabar serta menyediakan prospektus bagi publik atau calon pembeli saham,
serta melakukan penawaran umum (Initial Public Offering).
169
Pencatatan dan Perdagangan Saham
Perusahaan di Bursa Efek Indonesia
• Perusahaan menyampaikan permohonan pencatatan saham kepada Bursa disertai dengan
bukti surat bahwa Pernyataan Pendaftaran telah dinyatakan efektif oleh OJK, dokumen
prospektus, dan laporan komposisi pemegang saham perusahaan.
• Bursa Efek Indonesia akan memberikan persetujuan dan mengumumkan pencatatan
saham perusahaan dan kode saham (ticker code) perusahaan untuk keperluan
perdagangan saham di Bursa. Kode saham ini akan dikenal investor secara luas dalam
melakukan transaksi saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia.
• Setelah saham tercatat di Bursa, investor akan dapat memperjualbelikan saham
perusahaan kepada investor lain melaui broker atau Perusahaan Efek yang menjadi
Anggota Bursa terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
170
4. Peraturan
• Persyaratan dan Mekanisme Penawaran Umum serta Pencatatan diatur
oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI),
perusahaan dapat mempelajari lebih lanjut ketentuan dan peraturan yang
berlaku. Perusahaan juga perlu memperhatikan peraturan yang berlaku
terkait permodalan untuk setiap Industri kegiatan bisnis.
171
Peraturan OJK Terkait Penawaran
Umum Saham
IX.A.1 Tentang Ketentuan Umum Pengajuan Pernyataan Pendaftaran
[Link]
IX.A.2 Tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum
[Link]
• IX.A.5 Tentang Penawaran Yang Bukan Merupakan Penawaran Umum
[Link]
[Link]
IX.A.7 Tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan
Dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum
[Link]
[Link]
IX.A.9 Tentang Promosi Pemasaran Efek Termasuk Iklan, Brosur, Atau Komunikasi
Lainnya Kepada Publik
[Link]
[Link] 172
Peraturan OJK Terkait Penawaran
Umum Saham
IX.A.12 Tentang Penawaran Umum Oleh Pemegang Saham
[Link]
POJK.04: 2015 Tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik
[Link]
ukaan-atas-informasi-fakta-material-oleh-emiten-perusahaan-publik/SALINAN-POJK%20Keterbukaan%20In
formasi%[Link]
• POJK.04:2016 Tentang Tata Cara Untuk Meminta Perubahan Dan:Atau Tambahan Informasi Atas
Pernyataan Pendaftaran
[Link]
[Link]
• POJK Nomor 7/POJK.04/2017 - POJK tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka
Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk
[Link]
• POJK.04:2017 Tentang Bentuk Dan Isi Prospektus Dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran
Umum Efek Bersifat Ekuitas
[Link]
[Link] 173
Peraturan OJK Terkait Penawaran
Umum Saham
POJK.04:2017 Tentang Prospektus Awal Dan Info Memo
[Link]
[Link]
POJK.04:2017 Tentang Pembatasan Atas Saham Yang Diterbitkan Sebelum Penawaran
Umum
[Link]
[Link]
POJK.04:2017 Tentang Penyampaian Pernyataan Pendaftaran Atau Pengajuan Aksi
Korporasi Secara Elektronik
[Link]
[Link]
174
Peraturan BEI terkait Persyaratan dan
Prosedur Pencatatan Saham
I-VKep-00059:BEI:07-2019 Ketentuan Khusus Pencatatan Saham dan Efek Bersifat
Ekuitas Selain Saham di Papan Akselerasi yang Diterbitkan oleh Perusahaan
Tercatat.
[Link]
n_akselerasi.pdf
Peraturan Pencatatan I-A Kep-00183/BEI/12-2018 - Pencatatan Saham dan Efek
Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat
[Link]
ek_bersifat_ekuitas.pdf
175
Peraturan BEI terkait Persyaratan dan Prosedur
Pencatatan Obligasi
Pencatatan Sukuk
[Link]
Pencatatan Efek Bersifat Utang
[Link]
Pencatatan Obligasi Daerah
[Link]
Pencatatan Surat Utang Negara (SUN)
[Link]
Pembatalan Pencatatan Efek (Untuk Emiten Obligasi & Sukuk)
[Link]
df
176
Proses Penawaran Umum
177
Proses Penawaran Umum
178
5. Program Road to IPO
• IDX Incubator adalah inisiatif dari Bursa Efek Indonesia untuk
memfasilitasi startup dan perusahaan aset skala kecil dan
menengah untuk dapat mengembangkan bisnisnya dengan
memberikan pelatihan dan menjembatani akses ke investor
dan Perusahaan Tercatat
181
Definition of Terms
• Default • Financial Distress
• Failure to meet an • Includes default and
interest payment, or bankruptcy, but also
• Violation of debt • Threat of default or
agreement bankruptcy and its effect
• Bankruptcy on the company
• Formal procedure for • Defined to capture the
working out default costs and benefits of using
• Does not automatically large amounts of debt
follow from default. finance
182
Insolvency
Stock-baseinsolvency; the value of the firm’s assets is less
than the value of the debt.
Solvent firm Insolvent firm
Debt Debt
Assets Assets Equity
Equity Debt
Cash flow
shortfall
Contractual
obligations
Firm cash flow
Insolvency time
184
Reasons for Negative Earnings
185
What Happens in Financial Distress?
Financial distress does not usually result in the firm’s
death.
• Think of the two sides of the balance sheet.
• Asset Restructuring:
• Selling major assets.
• Merging with another firm.
• Reducing capital spending and R&D spending.
• Financial Restructuring:
• Issuing new securities.
• Negotiating with banks and other creditors.
• Exchanging debt for equity.
• Filing for bankruptcy.
186
What Happens in Financial Distress
No financial
restructuring
49%
Financial Private
distress workout
47%
51%
Financial Reorganize
restructuring and emerge
83%
53%
Legal bankruptcy 7% Merge with
Chapter 11 another firm
10%
Liquidation
187
Memprediksi Financial Distress
Altman tahun 1968 menemukan persamaan multi variabel untuk memprediksi
tingkat kebangkrutan (Z-Score). Sampel diambil dari 66 perusahaan manufaktur
publik di Amerika terdiri dari 33 perusahaan bangkrut dan 33 perusahaan tidak
bangkrut. Variabel yang digunakan adalah 22 buah, kemudian menghasilkan 5
variabel yang sangat kuat untuk memprediksi kebangkrutan.
Score Kondisi
>2,99 Tidak bangkrut
1,81 – 2,99 Daerah kelabu
< 1,81 Bangkrut
188
Memprediksi Financial Distress
• Karena keterbatasan dari penggunaan Z-Score yang hanya dapat digunakan
untuk perusahaan publik dan manufaktur, kemudian Altman
mengembangkan dua varian dari Z-Score, yaitu Z’-Score dan Z”-Score.
• Z’-Score ditujukan untuk perusahaan non publik (private) dengan cara
merumuskan kembali variabel yang digunakan, yaitu menghilangkan market
value of equity dan menggantinya dengan book value of equity. Sehingga
perumusan dan variabel Z’-Score berubah menjadi:
Score Kondisi
>2,90 Tidak bangkrut
1,23 – 2,90 Daerah kelabu
< 1,23 Bangkrut
189
Memprediksi Financial Distress
Varian terakhir adalah Z”-Score. Pada model terakhir ini rasio sales to total
asset dihilangkan dengan harapan industry effect, dalam pengertian ukuran
perusahaan terkait dengan aset atau penjualan dapat dihilangkan. Sampel
yang digunakan juga diganti dengan perusahaan negara berkembang.
Score Kondisi
>2,60 Tidak bangkrut
1,1 – 2,60 Daerah kelabu
< 1,1 Bangkrut
We found that financial variables which significantly influence the corporate financial distress are:
The result suggests that management of public companies should monitor financial variables
which affect to financial distress, from in the beginning at the stage of early impairment as a
symptom of financial distress, deterioration and cash flow problem, when operational cash flow is
negative.
Source: Determinant of Corporate Financial Distress in an Emerging Market Economy: Empirical Evidence from the Indonesian Stock Exchange
2004-2008. International Research Journal of Finance and Economics
193
Responses to Financial Distress
194
Terima Kasih
daksanayamanagement@[Link]
DaksaNaya
@daksanaya
DaksaNaya
[Link] 195