0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan195 halaman

Pendanaan Perusahaan Melalui IPO

Ringkasan dokumen tersebut adalah agenda pertemuan Corporate Finance yang membahas tentang overview Corporate Finance, analisa laporan keuangan, pendanaan perusahaan, biaya modal, penganggaran modal, pendanaan melalui IPO, dan financial distress and restructuring."

Diunggah oleh

Wimbo Raksadigiri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan195 halaman

Pendanaan Perusahaan Melalui IPO

Ringkasan dokumen tersebut adalah agenda pertemuan Corporate Finance yang membahas tentang overview Corporate Finance, analisa laporan keuangan, pendanaan perusahaan, biaya modal, penganggaran modal, pendanaan melalui IPO, dan financial distress and restructuring."

Diunggah oleh

Wimbo Raksadigiri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Corporate Finance

Jakarta 13-14 Juli 2022


Agenda
• Overview Corporate Finance
• Analisa Laporan Keuangan
• Pendanaan Perusahaan
• Biaya Modal (Cost of capital)
• Penganggaran Modal (Capital Budgeting)
• Pendanaan Melalui IPO
• Financial Distress and Restructuring

2
Keuangan Perusahaan
Tujuan :Kegiatan yang berhubungan dengan membuat keputusan-
keputusan:
a. Investasi
b. Pendanaan
c. Dividen

Fungsi :Untuk memaksimumkan nilai bisnis /perusahaan. Oleh


karena itu setiap keputusan (investasi, pendanaan dan
deviden) yang optimal adalah keputusan yang dapat
menambah nilai perusahaan.

3
1. Keputusan Investasi
Keputusan investasi ditujukan untuk menghasilkan
kebijakan keuangan yang berhubungan dengan:

a. Kebijakan pengalokasian sumber dana secara optimal


b. Kebijakan modal kerja
c. Kebijakan investasi yang berdampak pada strategi perusahan
yang lebih luas (merger, akuisisi dll)

4
2. Keputusan Pendanaan
Keputusan pendanaan difokuskan kepada usaha
optimal dalam rangka mendapatkan dana atau
dan tambahan untuk mendukung kebijakan
investasi.

1. Sumber Internal (laba ditahan)


2. Sumber Eksternal
 Utang (penundaan pembayaran atau pinjaman)
 Menerbitkan saham (IPO atau right issue)

5
3. Keputusan Dividen
Jumlah keuntungan dalam bentuk uang tunai (kas) yang
harus dikembalikan perusahaan kepada pemilik
perusahaan (pemegang saham)

6
TUGAS MANAJER KEUANGAN
1. Forecasting and Planning

2. Investment and Financing Decision

3. Coordination and Control

4. Interaction with Capital Markets

Tiga keputusan utama: Investment, Operating, dan


Financing

7
Lingkungan Keuangan:
Aliran Dana dan Mekanisme Pasar Keuangan

8
Total Shareholder Return

9
Analisa Laporan Keuangan dan Rasio
Keuangan
Preview

Financial Statement Analysis


Basics of Horizontal and Ratio analysis
Financial vertical analysis • Liquidity
Statement • Balance sheet • Profitability
Analysis • Income statement • Solvency
• Perbandingan • Retained earnings • Summary
kinerja perusahaan statement
• Perangkat analisa
laporan keuangan

11
Tujuan Laporan Keuangan
• Menyediakan informasi yang menyangkut posisi
keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan
suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar
pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
• Untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar
pemakai.
• Menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen
(stewardship).

12
Pihak yang Memerlukan Informasi Keuangan

Pihak yang Memerlukan


Informasi Keuangan

Internal Eksternal

Petugas Pajak
Manajemen Pemberi

Supplier
Investor

Investor
Kredit

Calon
13
Teknik Analisis Laporan Keuangan
• Analisa laporan keuangan adalah suatu kegiatan
penilaian, penelahaan atas laporan keuangan perusahaan
dengan mendasarkan kepada beberapa metode dan teknik
penganalisaannya.
• Sehingga mereka yang berkepentingan terhadap
perusahaan dapat melakukan evaluasi dan tindakan lebih
lanjut pada perusahaan tersebut.

14
Teknik Analisis Laporan Keuangan
Terdapat beberapa teknik analisa yang biasa digunakan
dalam analisa laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1. Analisa perbandingan laporan keuangan
2. Analisa common size
3. Analisa sumber dan penggunaan kas (Cash flow
statement analysis)
4. Analisa rasio (Ratio analysis)
5. Analisis Nilai Tambah Ekonomis
6. Analisis Nilai Tambah Pasar
7. Analisis Kebangkrutan Z-Score

15
Financial Statements

Perusahaan menyediakan 4 (empat) laporan


keuangan :

Owner’s
Income Balance Statement of
Equity
Statement Sheet Cash Flows
Statement

16
Balance Sheet

+
Owner’s
Assets = Liabilities Equity

• Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan


perusahaan pada satu saat tertentu yang terdiri dari harta,
kewajiban dan modal yang dimiliki pemegang saham
• Menyediakan dan meringkas informasi mengenai kejadian ekonomi
• Aset yang diklaim oleh pemilik hutang atau modal
• Aset yang diklaim pemilik utang didahulukan ketimbang pemilik
modal

17
Balance Sheet (cont’d..)
Format neraca
Assets/Harta Liabilities (Debt) & Equity

Aktiva Lancar Kewajiban Jangka Pendek


Kas Hutang Dagang
Surat berharga Biaya yang masih harus
Piutang dibayar
Persediaan Short-term notes
Biaya dibayar di muka Kewajiban Jangka Panjang
Aktiva Tetap Long-term notes
Mesin dan Peralatan Mortgages
Bangunan dan Tanah Modal
Aktiva Lain-lain Saham Preferen
Investasi & patents Saham biasa (Par value)
Paid in Capital
Laba ditahan
18
Balance Sheet (cont’d..)

Assets
 Resources a business owns.
 Provide future services or benefits.
 Cash, Supplies, Equipment, etc.

+
Owner’s
Assets = Liabilities Equity

19
Balance Sheet (cont’d..)

Liabilities
 Claims against assets (debts and obligations).
 Creditors - party to whom money is owed.
 Accounts payable, Notes payable, etc.

+
Owner’s
Assets = Liabilities Equity

20
Balace Sheet (cont’d..)

Owner’s Equity
 Ownership claim on total assets.
 Referred to as residual equity.
 Investment by owners and revenues (+)
 Drawings and expenses (-).

+
Owner’s
Assets = Liabilities Equity

21
Balance Sheet (cont’d..)
Owner’s Equity Illustration 1-6

Revenues result from business activities entered into for the


purpose of earning income.
Common sources of revenue are: sales, fees, services,
commissions, interest, dividends, royalties, and rent.

22
Balance Sheet (cont’d..)
Owner’s Equity Illustration 1-6

Expenses are the cost of assets consumed or services used in


the process of earning revenue.
Common expenses are: salaries expense, rent expense,
utilities expense, tax expense, etc.

23
Net income is needed to determine
the ending balance in owner’s
Income Statement equity.

Illustration 1-9
Financial statements
and
their interrelationships

24
Saldo akhir nilai ekuitas dibutuhkan
Income Statement dalam menyusun neraca.

Illustration
1-9

25
Neraca dan laporan laba rugi yang diperlukan
Income Statement untuk menyusun laporan arus kas.

Illustration
1-9

26
Financial Statements

Laporan Aliran Arus Kas (Statement of Cash Flows)

 Memberikan informasi pada periode tertentu.


 Menjawab pertanyaan:

1. Dari mana aliran kas berasal?


2. Digunakan untuk apa kas yang ada?
3. Apa yang berubah dalam perhitungan kas?

27
Statement of cash flows
Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang
menyajikan perubahan posisi kas sebagai akibat dari
penerimaan (collections) dan pengeluaran kas (cash
outlays) selama periode tertentu.

Format Laporan arus kas:

28
Statement of Cash Flow (cont’d..)
 Arus Kas dari kegiatan Operasi terdiri atas:
 Pengumpulan kas dari konsumen, akibat transaksi
penjualan baik penjualan tunai maupun penjualan
kredit.
 Pembayaran ke supplier, sehubungan dengan
pembelian bahan baku dan lainnya.
 Arus kas keluar dari kegiatan operasi lainnya serta
pembayaran bunga, sehubungan dengan pembayaran
beban operasi dan beban bunga dalam laporan laba
rugi.
 Pembayaran tunai pajak.

29
Statement of Cash Flow (cont’d..)
• Arus Kas dari Kegiatan Investasi
• Berkaitan dengan kegiatan investasi, yaitu
pengeluaran pembelian investasi dan pemasukan dari
penjualan investasi.

• Arus Kas Dari Kegiatan Pendanaan


• Berkaitan dengan semua arus kas baik yang masuk
maupun yang keluar kepada ataupun dari para
investor perusahaan, baik pemberi pinjaman maupun
pemilik.

30
Statement of Cash Flow (cont’d..)
Kegunaan Laporan Arus Kas:
• Melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus
kas.
• Melihat kemampuan untuk membayar dividen dan
kewajiban lain.
• Melihat penyebab perbedaan antara laba bersih dengan
arus kas bersih yang dihasilkan aktivitas operasional.
• Melihat transaksi keuangan yang berhubungan dengan
investasi dan pendanaan.

31
Basics of Financial Statement Analysis

Analyzing financial statements involves:

Comparison Tools of
Characteristics
Bases Analysis

 Liquidity  Intracompany  Horizontal


 Profitability  Industry  Vertical
 Solvency averages  Ratio
 Intercompany

32
Horizontal Analysis

Horizontal analysis, juga disebut trend analysis,


adalah teknik untuk mengevaluasi data laporan keuangan
antar periode waktu.

 Tujuannya untuk melihat tren kenaikan atau


penurunan yang telah terjadi.

 Umumnya diterapkan pada neraca, laporan laba


rugi, dan laporan laba ditahan.

33
Horizontal Analysis (cont’d..)
Illustration 18-5
Horizontal analysis of
balance sheets

• Perubahan
menunjukkan bahwa
perusahaan
meningkatkan asetnya
selama tahun 2009.
• Peningkatan aset
dibiayai dengan laba
ditahan daripada
tambahan utang
jangka panjang.

34
Horizontal Analysis (cont’d..)

Illustration 18-7
Horizontal analysis of Dalam analisis horizontal dalam neraca, laba ditahan
retained earnings
statements meningkat 38,6%. Seperti yang ditunjukkan sebelumnya,
perusahaan mempertahankan sebagian besar dari laba
bersih untuk membiayai tambahan fasilitas pabrik.
35
Vertical Analysis

Vertical analysis, juga disebut analisis common-size, adalah


teknik yang menghitung setiap item laporan keuangan sebagai
persentase dari item yang dijadikan dasar perhitungan.
 Pada laporan neraca, diketahui aset lancar perusahaan lebih
dari 50%.

 Pada laporan laba rugi, kita bisa melihat bahwa beban


penjualan adalah 12% dari penjualan bersih.

 Analisis vertikal umumnya diterapkan pada neraca dan


laporan laba rugi.

36
Vertical Analysis (cont’d..)
Illustration 18-8
Vertical analysis of
balance sheets

Hasil disamping
memperkuat
pengamatan
sebelumnya bahwa
perusahaan
memilih untuk
membiayai
pertumbuhan aset
melalui laba
ditahan daripada
melalui penerbitan
hutang tambahan.

37
Vertical Analysis (cont’d..)
Illustration 18-9
Vertical analysis of
Income statements

Perusahaan yang
berkualitas akan
menghasilkan
keuntungan yang
besar.

38
Vertical Analysis (cont’d..)
Enables a comparison of companies of different sizes.

Illustration 18-10
Intercompany income
statement comparison
39
Ratio Analysis

Ratio analysis menghubungkan item-item yang ada


dilaporan keuangan.
Financial Ratio Classifications

Liquidity Profitability Solvency

Mengukur Menghitung Mengukur kemampuan


kemampuan keberhasilan
perusahaan untuk
perusahaan untuk kegiatan perusahaan
membayar kewajiban dalam memperoleh survive dalam jangka
jangka pendeknya keuntungan dalam panjang.
dan memenuhi periode tertentu.
kebutuhan yang tak
terduga.
40
Ratio Analysis (cont’d..)

A single ratio by itself is not very meaningful.

Pembahasan rasio akan mencakup


beberapa jenis perbandingan.

41
Ratio Analysis (cont’d..)

Liquidity Ratios

Mengukur kemampuan jangka pendek perusahaan untuk


membayar kewajiban jangka pendeknya dan memenuhi
kebutuhan yang tak terduga.

 Kreditur jangka pendek seperti bankir dan pemasok


sangat tertarik menilai rasio likuiditas.
 Ratios likuiditas terdiri dari current ratio, acid-test
ratio, receivables turnover, dan inventory
turnover. 42
Ratio Analysis (cont’d..) Liquidity Ratios

1. Current Ratio Illustration 18-12

• Mengukur kemampuan perusahaan melunasi utang jangka pendeknya.


• Rasio 2.96:1 berarti bahwa untuk setiap $1 dolar kewajiban lancar, memiliki $
2,96 dari aset lancar.
43
Ratio Analysis (cont’d..) Liquidity Ratios

2. Acid-Test Ratio (Quick ratio)


Illustration 18-13

44
Ratio Analysis (cont’d..) Liquidity Ratios

2. Acid-Test Ratio
Illustration 18-14

Acid-test ratio mengukur kemampuan peruhaan memenuhi


kewajiban jangka pendeknya tanpa mengandalkan
persediaan. 45
Ratio Analysis (cont’d..)

Solvency Ratios

Solvency ratios menghitung kemampuan perusahaan untuk


survive dalam jangka panjang.
 Debt to Total Assets (Total Debt Ratio) dan
 Times Interest Earned

Dua rasio yang memberikan informasi mengenai


kemampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya.

46
Ratio Analysis (cont’d..) Solvency Ratios

1. Debt to Total Assets Ratio


Illustration 18-25

Menghitung persentase dari total aset yang tersedia untuk para


kreditor (pemegang utang). 47
Ratio Analysis (cont’d..) Solvency Ratios

2. Times Interest Earned


Illustration 18-26

Memberi informasi kemampuan laba operasi perusahaan untuk


memenuhi kewajiban pembayaran bunga utang. 48
Ratio Analysis (cont’d..)

Profitability Ratios

Menghitung keberhasilan kegiatan perusahaan dalam memperoleh


keuntungan dalam periode tertentu.
 Kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan
akan berdampak terhadap kemudahan memperoleh
pendanaan (debt atau equity), kondisi likuiditas, dan
pertumbuhan perusahaan.
 Ratios terdiri dari profit margin, asset turnover, return
on assets, return on common stockholders’ equity,
earnings per share, price-earnings, dan payout ratio.
49
Ratio Analysis (cont’d..) Profitability Ratios

1. Profit Margin
Illustration 18-17

Mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba


dalam setiap dolar penjualannya.
50
Ratio Analysis (cont’d..) Profitability Ratios

2. Return on Asset
Illustration 18-19

Mengukur kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba atas


penggunaan seluruh aktivanya dalam kegiatan operasinya. 51
Ratio Analysis (cont’d..) Profitability Ratios

3. Return on Common Stockholders’ Equity


Illustration 18-20

Mengukur tingkat pengembalian atas investasi pemegang saham .


52
Ratio Analysis (cont’d..) Market Value Ratios

1. Earnings Per Share (EPS)


Illustration 18-22

Menghitung laba bersih yang dihasilkan dari setiap lembar saham


biasa.
53
Ratio Analysis (cont’d..) Market Value Ratios

2. Price-Earnings Ratio
Illustration 18-23

Membandingkan harga saham biasa saat ini (yang dibayarkan


investor) dengan laba bersih yang dihasilkan. 54
Ratio Analysis (cont’d..) Market Value Ratios

3. Market to Book Value Ratio


market value per share
Market - to - book ratio 
book value per share

• Menggambarkan peningkatan nilai saham perusahaan


dibandingkan dengan nilai buku modal sendiri.
• Rasio ini juga memberikan indikasi bagaimana pandangan
investor terhadap perusahaaan.

55
Ratio Analysis

Summary of Ratios

56
Summary of Ratios

57
Economic Value Added (EVA)
Economic Value Added (EVA) atau disebut juga dengan nilai tambah
ekonomis merupakan suatu konsep bahwa dalam pengukuran laba operasi
perusahaan harus mempertimbangkan harapan dari setiap penyedia dana
(kreditur dan pemegang saham).

EVA = {EBIT (1 - T )} – {(WACC X CAPITAL)}

Dimana:
EBIT (1 -T ) = Pendapatan sebelum beban bunga dan pajak x tarif pajak efektif
CAPITAL = modal (long term debt + equity)
WACC = Wd kd (1-T) + Weke

EVA positif : Perusahaan berhasil menciptakan nilai tambah ekonomis kepada


pemilik perusahaan atau kepada para investornya
EVA negatif : Sebaliknya.

58
Economic Value Added (EVA)
Quality Department Store Inc. 2009
Debt 497,500
Equity 1,003,000
EBIT 459,000
Interest 36,000
Tax 30%
Rf 7.50%
Beta 1.2
Premium (Rm-Rf) 6.00%
Kd 7.24%
Ke 14.70%

Weighted Average Cost of Capital

Wd 33.16% Kd * (1-T) 5.07%


We 66.84% Ke 14.70%

WACC = 11.51%

Economic Value Added (EVA)

EVA = EBIT - (Capital Invested x WACC)

EVA = 459,000 - 115,401

EVA = 343,599 59
Analisis Kebangkrutan Altman Z-Score
Pada tahun 1968, Edward. I Altman memberikan formula yang berfungsi untuk
memprediksi potensi kebangkrutan suatu perusahaan dengan data laporan
keuangan.

Z-Score = 6.56 X1 + 3.26X2 + 6.72X3 + 1.05X4

Dimana:
X1 = Working Capital/Total Assets
X2 = Retained Earning/Total Assets
X3 = EBIT/Total Assets
X4 = Net Worth/Total Liabilities

Z-Score > 2,60 = Berdasarkan laporan keuangan, perusahaan dianggap


aman
1,1 ≤ Z-Score <  2,60 = Terdapat kondisi keuangan di suatu bagian yang
membutuhkan perhatian khusus
Z < 1,1 = Perusahaan berpotensi kuat akan mengalami
kebangkrutan
60
61
Analisis Kebangkrutan Altman Z-Score
Quality Department Store Inc. 2009
Current Asset 1,020,000
Current Liabilities 344,500

Working Capital 675,500


Total Asset 1,835,000
Retained Earning 727,600
EBIT 459,000
Net Worth 1,003,000
Total Liabilities 832,000

Alman Z-Score

Z Score = 6,56 (X1) + 3,26 (X2) + 6,72 (X3) + 1,05 (X4)

X1 = Working Capital/Total Assets 0.368 x 6.56 = 2.4149


X2 = Retained Earnig/Total Assets 0.397 x 3.26 = 1.2926
X3 = EBIT/Total Assets 0.250 x 6.72 = 1.6809
X4 = Net Worth/Total Liabilities 1.206 x 1.05 = 1.2658
Z Score = 6.6542

Safe if greater than : 2.6 :


Bankrupt if less than : 1.1 :
62
63
Analisa Z-score dan Harga Saham

64
Pendanaan Perusahaan
Sources Financing
• Internal
• Retained Earnings
• External
• Spontaneous Financing
• Intended Financing
 Debt – Private and Public
 Equity

66
Berbagai Jenis Modal
Mengambang

Kredit Tetap

Penempatan Mengambang
Pinjaman
langsung
Berbunga
Obligasi Tetap
biasa Tanpa
Bunga
Obligasi
Modal konversi

Ekuitas
Preferen

Ekuitas
Ekuitas
biasa 67
Berbagai Sumber Modal
Jenis Modal Alternatif Sumber

Kredit Bank

Penempatan Pihak internal


Pinjaman Dalam
langsung
Negeri
Obligasi Pasar modal
biasa

Obligasi Pasar modal


Modal konversi
Pihak internal
Ekuitas
Preferen Luar
Pasar modal
Negeri
Ekuitas Pihak internal
Ekuitas
biasa Pasar modal
Teori Keuangan
• Untuk meningkatkan nilai perusahaan (value of firm)
perusahaan menerapkan kebijakan pendanaan
(financing decision) David Duran (1952)
• Pertama kali teori struktur modal oleh Franco
Modigliani dan Merton H. Miller (1958)
• Asumsi perfect capital market
• Stuktur modal tidak mempengaruhi nilai perusahaan
• Namun, jika terdapat pajak perusahaan menggunakan
utang sehingga nilai perusahaan meningkat

69
Pengembangan MM teori
• Teori Trade-off
• Teori Pecking Order

70
Teori Trade-off
• Teori Trade-off, Stigliz (1969), Haugen and Papas
(1971) dan Rubeinstein (1973)

• Terdapat suatu debt ratio yang optimal


• Struktur modal perusahaan ditentukan oleh manfaat
dari masing-masing pendanaan (utang atau modal
saham)
1. Keuntungan pajak (tax shields)
2. Financial distress (bankrupcy cost)
3. Agency cost (Jensen & Meckling 1976)

}
 Risk Shifting
 Under investment Harris & Raviv (1991)
 Free cashflow

71
Teori Capital Structure
Total Cost
Cost

Agency Cost of Agency Cost of Debt


Equity

0 B Debt
VL = VU + TCB
Value of
Value of Firm Under MM with
Firm (V)
Corporate Taxes and Debt
PV Financial Distress
Maximum
Firm V = Actual Value of Firm
Value Present of Value of Tax Shield on Debt

Vu = Value of Firm with No Debt

0 B Debt

72
Teori Pecking Order
• Teori Pecking Order, Donaldson (1961), Myers
& Manjluf (1984)
• Adanya biaya pendanaan
• Terdapat urutan pendanaan yang dimulai dari
pembiayaan internal (laba di tahan) dan eksternal
(utang dan modal saham)

73
Market Timing Capital Structure
• Dikembangkan Baker dan Wurgler (2002)
• Penerbitan sumber pendanaan tergantung pasar equity
• Lebih suka menerbitkan equity ketika pasar naik (nilai
saham tinggi)
• Bersamaan juga dapat menerbitkan hutang untuk
mengejar rasio keuangan sesuai target

74
Dynamic Capital Structure
• Awalnya dikemukan Kane, Marcus and McDonald (1984,
1985) – mengenai tax dan kemudian dikembangkan
Zwiebel (1986), selanjutnya Fischer, Heinkel dan
Zechner (1989) serta EBIT Based Model oleh Goldstein,
NengJiu and Leland (2001)
• Perusahaan menyesuaikan hutang sesuai dengan nilai
perusahaan

75
A Firm’s Choice CapStruc
• Ability to service debt
• Ability to use interest tax shield fully
• Protection against illiquidity
• Desired degree of access to capital markets
• Dynamic factors and debt management over time
Source: Emery and Finnerty (1997); Corporate Financial Management; pp. 501

76
Teori Asymetric Information of Capital
Structure
• Teori Asymetric Information, Donaldson (1961)
& Ross (1977)
• Manajer memiliki informasi yang lebih baik dibanding
investor
 Penerbitan utang dianggap sebagai signal positif tentang
prospek perusahaan
 Manajer akan berusaha menerbitkan saham ketika terjadi
overpriced

77
Teori Dividen
1. Teori Tidak Relevan (Irrelevance), Modigliani dan Miller (1961)
 Nilai suatu perusahaan tidak ditentukan oleh besar kecilnya Dividend
Payout Ratio, tapi ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak.

2. Teori The Bird in The Hand, Gordon dan Lintner (1963)


 Menyatakan bahwa biaya modal sendiri perusahaan (Ke) akan naik jika
Dividend Payout rendah, karena investor lebih suka menerima dividen
dari pada capital gain. Investor memandang dividend yield lebih pasti
dari pada capital gains yield. Dimana Ke adalah dividen yield + capital
gain.

3. Teori Perbedaan Pajak


 Menyatakan bahwa karena adanya pajak terhadap keuntungan dividen
dan capital gain, para investor lebih menyukai capital gain karena
dapat menunda pembayaran pajak. Oleh karena itu investor
mensyaratkan suatu tingkat keuntungan yang lebih tinggi pada saham
yang memberikan dividend yield tinggi dan capital gains yield rendah
pada saham dengan dividend yield rendah.
78
Teori Dividen
4. Teori Signaling Hypothesis
 Terdapat bukti empiris bahwa jika ada kenaikan dividen, sering diikuti dengan
kenaikan harga saham. Sebaliknya penurunan dividen pada umumnya
menyebabkan harga saham turun. Fenomena ini dapat dianggap sebagai bukti
bahwa para investor lebih menyukai dividen dari pada capital gain.
 Tapi MM berpendapat bahwa suatu kenaikan dividen yang diatas biasanya
merupakan suatu sinyal kepada para investor bahwa manajemen perusahaan
meramalkan suatu penghasilan yang baik dividen masa mendatang. Sebaliknya,
suatu penurunan dividen atau kenaikan dividen yang dibawah kenaikan normal
(biasanya) diyakini investor sebagai suatu sinyal bahwa perusahaan menghadapi
masa sulit dividen waktu mendatang.

5. Teori Clientele Effect


 Teori ini menyatakan bahwa kelompok (clientele) pemegang saham yang berbeda
akan memiliki preferensi yang berbeda terhadap kebijakan dividen perusahaan.
Kelompok pemegang saham yang membutuhkan penghasilan pada saat ini lebih
menyukai suatu Dividend Payout Ratio yang tinggi. Sebaliknya kelompok
pemegang saham yang tidak begitu membutuhkan uang saat ini lebih senang jika
perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan.

79
Teori Capital Structure
Value of Capital
the Firm Structure
Theory Theory
Marginal Tax

Trade-off
MM Theory Agency Theory
Theory
(1958)
Signal Capital
Structure Theory
Determinant Capital
Structure

Market Timing
Capital Structure
Optimum Capital
Structure Pecking
Order Theory
Dynamic Capital
Structure 80
Debt vs Equity
EPS
Debt

Equity

Advantage to debt

Break Event Point

Advantage to Equity

0
EBIT

81
Debt vs Equity Financing
Jumlah Saham 5.000.000 10.000
Tambahan 1.000.000 10.000
Interest loan 13%
Debts Equity
Revenue [Link] [Link]
COGS [Link] [Link]
Gross Profit [Link] [Link]
General Adm & Mkt [Link] [Link]
Operational Profit [Link] [Link]
Bunga [Link]
EBT [Link] [Link]
Tax [Link] [Link]
EAT [Link] [Link]
EPS 2.338 2.100
82
Manfaat Go Publik
• Akses mendapatkan Dana
• Greater Bargaining Power with Banks
• Liquidity and Portfolio Diversification
• Monitoring
• Investor Recognition
• Change of Control
• Windows of Opportunity

83
Advantages (dis) Borrowing
• Advantages Borrowing • Disadvantages Borrowing
• Tax Benefit: • Bankruptcy Cost:
 Higher Tax Rates -- higher tax  Higher business risk – higher cost
benefit • Agency Cost:
• Added Discipline:  Greater the separation between
 Greater the separation stockholder and lenders --- higher
cost
between managers and
stockholders – greater benefit • Loss of Future Financing
Flexibility:
 Greater the uncertainty about
future financing needs ---
higher cost

84
Saham vs Utang
Variabel Saham Obligasi
[Link] dan Kondisi:
Sifat Penyertaan modal Utang
Jangka Waktu Tidak terbatas Terbatas
Instrumen Terbatas Variatif
Biaya Modal Dividen Kupon
Struktur Biaya Persentase Laba Bersih Fixed/Floating
Rating Tidak Diperlukan Diharuskan
[Link] Hukum:
Tidak Punya Hak Suara dalam
  Hak Suara Hak Suara dalam RUPS
  RUPS
Hak Klaim paling akhir Hak Klaim lebih dahulu atas
Pailit
atas aset perusahaan aset perusahaan
Dividen yang dibayarkan Kupon/bunga yang dibayarkan
[Link] Pajak
tidak mengurangi pajak sebagai pengurang pajak
[Link] Aktiva Jangka panjang Jangka Menengah/Panjang
[Link] Bisnis Fluktuatif Stabil
[Link] aktiva Relatif Besar & Tidak Pasti Relatif Kecil
85
Financial Risk
Features for Provider Features for User
(the Investor) (the Company)
Interest is contractual Interest must be paid
Debt
 
 Repayment is contractual  Repayments must be made
 The Lender may require security  The Lender may have the right to
repossess assets

A LOW RISK INSTRUMENT A HIGH RISK INSTRUMENT

Dividends are at the discretion of Can Choose whether to pay


Equity
 
the company dividends
 No requirement to pay the capital  No repayment obligation

A HIGH RISK INSTRUMENT A LOW RISK INSTRUMENT

86
Net Cash Flow
High Growth Launch

Cash inflow Cash inflow


- from Sales High - from Sales Low
Cash outflow Cash outflow
- Marketing, fixed - R&D, launch
assets, working capital High marketing High

Net cash flow Neutral Net cash flow Negative

Rate of
Market Growth Maturity Decline

Cash inflow Cash inflow


- from Sales High - from Sales Low

Cash outflow Low Cash outflow Low

Net cash flow Positive Net cash flow Neutral

Low

High Relative Market Share Low


87
Changing of Sources Funding
Growth Launch
High

Business Risk High Business risk very high


Financial Risk Low Financial risk very low

Equity Equity
(Growth investors) (Venture capital)

Rate of
Market Growth Maturity Decline

Business risk medium Business risk low


Financial risk medium Financial risk high

Debt and Equity


(retained earnings) Debt
Low

High Low
Relative Market Share 88
Dividend Policy – Payout Ratio
Growth Launch
High

Business Risk High Business risk very high


Financial Risk Low Financial risk very low
Funding Equity Funding equity

Nominal dividend Nil dividend


payout ratio payout ratio

Rate of
Market Growth Maturity Decline

Business risk medium Business risk low


Financial risk medium Financial risk high
Funding Debt and Equity Funding Debt

High Dividend Total dividend


payout ratio payout ratio
Low

High Low
Relative Market Share 89
Private vs Publik
• Kontrol Rendah • Kontrol Tinggi
• Bisa tidak Comply • Comply with Rule
• Dana terbatas • Sesuai analisis
• Biaya rendah • Biaya tinggi
• Bunga Negoisasi • Bunga sesuai Ekspektasi
• Pemegang saham Pasar
terbatas • Pemegang saham >300
orang

90
Consideration in Capital Structure Decision
• Managerial Conservatism
• Control
• Business Risk
• Asset Structure
• Growth Rate
• Profitability
• Taxes
• Market Conditions
• Cost of capital
• Timing

91
Observed Capital Structure In Reality
Capital structure does differ by industries. Even for
firms in same industry, capital structures may vary
widely.
• Lowest levels of debt
• Drugs with 2.75% debt
• Computers with 6.91% debt
• Highest levels of debt
• Steel with 55.84% debt
• Department stores with 50.53% debt

92
Determinans of Optimal Debt Ratios
 Firm Specific Factors
1. Tax Rate
• Higher tax rates - - > Higher Optimal Debt Ratio
• Lower tax rates - - > Lower Optimal Debt Ratio
2. Pre-Tax Returns on Firm = (Operating Income) / MV of Firm
• Higher Pre-tax Returns - - > Higher Optimal Debt Ratio
• Lower Pre-tax Returns - - > Lower Optimal Debt Ratio
3. Variance in Earnings [ Shows up when you do 'what if' analysis]
• Higher Variance - - > Lower Optimal Debt Ratio
• Lower Variance - - > Higher Optimal Debt Ratio
 Macro-Economic Factors
1. Default Spreads
Higher - - > Lower Optimal Debt Ratio
Lower - - > Higher Optimal Debt Ratio

93
Biaya Modal (Cost of Capital)
Definisi
• Modal (Capital): dana yang digunakan untuk
membiayai pengadaan aset dan operasional
suatu perusahaan
• Modal dapat dilihat di neraca sisi kanan:
hutang, saham biasa, saham preferen dan laba
ditahan

95
Definisi
• Cost of Capital - The return the firm’s investors
could expect to earn if they invested in securities
with comparable degrees of risk.

• Return yang dapat diharapkan oleh investor suatu


perusahaan apabila mereka berinvestasi pada
sekuritas-sekuritas yang mempunyai tingkat risiko
yang sebanding.

96
Definisi
 Perhitungan biaya modal sangat penting karena:

1. Maksimalisasi nilai perusahaan mengharuskan biaya-


biaya (termasuk biaya modal) diminimumkan
2. Keputusan penganggaran modal (capital budgeting)
memerlukan estimasi biaya modal
3. Keputusan-keputasan penting lain seperti leasing
dan modal kerja juga memerlukan estimasi biaya
modal

97
Weighted Average Cost of Capital
(WACC)
• Untuk menghitung biaya modal kita menggunakan
WACC
• WACC adalah rata-rata tertimbang dari seluruh
komponen modal
• Komponen modal yangg sering dipakai adalah:
saham biasa, saham preferen, utang, laba ditahan
• Seluruh komponen modal (capital components)
mempunyai satu kesamaan yaitu investor yang
menyediakan dana berharap untuk mendapatkan
return dari investasi mereka.

98
WACC
WACC = [Link] (1-T)+[Link]+ws.( ks atau ke)

kd = biaya hutang
kps = biaya saham preferen
ks = biaya laba ditahan
ke = biaya saham biasa baru
T = pajak

99
WACC
Three Steps to Calculating Cost of Capital
1. Calculate the value of each security as a
proportion of the firm’s market value.
2. Determine the required rate of return on each
security.
3. Calculate a weighted average of these
required returns.

100
WACC
Contoh: Toko buah PT. Semua
Segar akan menerbitkan debt,
preferred stock and common
stock. Nilai pasar dari efek
tersebut adalah Rp4miliar,
Rp2miliar, dan Rp6miliar.
Required returns-nya 6%, 12%,
dan 18%.
Q: Hitunglah WACC untuk PT.
Semua Segar.

101
WACC
Contoh: continued

Step 1
Firm Value = 4 + 2 + 6 = Rp12 miliar
Step 2
Required returns are given
Step 3
WACC = [ 4
12 ] (
x(1-.35).06 + 2
12 ) (
x.12 + 6
12 x.18)
=.123 or 12.3%
102
Cara menentukan struktur modal: pendekatan pendapatan:
pendekatan minimalisasi Cost of Capital

• Maksimalisasi nilai
perusahaan: Cost of Equity

Cost
• Harga saham Cost of Capital
• PV perusahaan
• Value added

• Minimalisasi biaya modal


(Cost of Capital)
• Kadang-kadang:
• Maksimalisasi EPS Cost of Debt
• Maksimalisasi ROE

D/E Ratio
103
Cara menentukan struktur modal: pendekatan pendapatan:
pendekatan maksimalisasi EPS/ROE
Earnings Per Share

Debt-equity ratio: Pinjaman/Ekuitas


104
Cara menghitung Cost of Capital

105
Cost of Capital and Debt Ratios

106
Biaya Hutang (Cost of debt)
• Biaya hutang = Kd atau yield to maturity
Yaitu: tingkat keuntungan yang dinikmati oleh
pemegang/pembeli obligasi

• Dalam perhitungan WACC, kita memakai:


Biaya hutang setelah pajak = Kd (1-T)
Contoh: Kd=10%, Pajak=15%, Berapa biaya hutang
setelah pajak?
Kd =10%(1-15%) = 8.5%

107
Biaya Hutang
Berapakah estimasi
interest yang dibayarkan
perusahaan dengan rating
“A” bila menerbitkan
surat utang bertenor 5
tahun?

108
Biaya Saham Preferen(Kp)
• Biaya saham preferen = tingkat keuntungan yang
dinikmati pembeli saham preferen (Kp)


Kp = Dp
Pn
Dp: dividen saham preferen tahunan
Pn: harga saham preferen bersih yang diterima perusahaan
penerbit (setelah dikurangi biaya peluncuran saham atau
flotation cost)

• Dividen saham preferen tidak tax deductible,


perusahaan menanggung semua beban biaya. Tidak ada
penyesuaian/penghematan pajak seperti biaya hutang.109
Biaya Saham Preferen(Kp)
• PT Aksara menjual saham preferen yang
memberikan dividen Rp10 per tahun. Harga saham
Rp100 dengan flotation cost Rp2,5 per lembar
saham.
Kp= Dp/Pn = 10/97,5 = 10,26%

110
Biaya Laba Ditahan (ks)
• Perusahaan dapat memperoleh modal sendiri melalui dua
cara:
 Menahan sebagian laba (retained earnings)
 Menerbitkan saham biasa baru

• Apabila perusahaan menahan sebagian labanya untuk modal,


apakah ada biayanya? Ya, opportunity cost. Laba dapat
dibagikan berupa dividen dan investor dapat menginvestasikan
uang itu dengan membeli saham, obligasi, real estate, dll

• Oleh karena itu, perusahaan harus dapat memberikan


keuntungan paling tidak sama dengan keuntungan yang dapat
diperoleh oleh pemegang saham pada alternatif investasi yang
memiliki risiko yang sama dengan risiko perusahaan (ks)
111
Tiga Cara Menghitung ks
1. Pendekatan CAPM
2. Pendekatan Discounted Cash Flow (DCF)
3. Pendekatan Bond-Yield-Plus-Risk Premium

112
1. Pendekatan CAPM
Ke = Rf + ℬi (Rm-Rf)

Ke = tingkat keuntungan yang disyaratkan pada


saham perusahaan i
Rf = risk free rate/ bunga bebas risiko
Rm = tingkat keuntungan portfolio pasar
ℬi = beta saham perusahaan i (risiko sistematik)

113
1. Pendekatan CAPM
Ke = Rf + ℬi (Rm-Rf)

PT. Telkom tbk. memiliki risiko pasar (beta) sebesar 0,77*.


Tingkat return aset bebas risiko 6,48%** dan risk premium
sebesar 6,56%***, tentukanlah ekspektasi return untuk saham
Telkom tbk.?
Ke = 6,48% + 0,77 (6,56%)
= 11,53%

* [Link]
** [Link] 114
*** [Link]
2. Discounted Cash Flow (DCF) model

DivDiv Di
P
P

0
1
 2
...
H H

(1

ks
)
1
(
1
ks
)
2
(
1
ks
)H

 Jika
Dividen bertumbuh konstan, gunakan
Gordon model:
P0 =

115
2. Discounted Cash Flow (DCF) model
  .

116
3. Pendekatan Bond Yield + Risk Premium

Ks = tingkat keuntungan obligasi perusahaan +


premi resiko

• Membeli saham biasa pada umumnya lebih berisiko daripada


membeli obligasi yang memberikan penghasilan tetap dan
relatif pasti. Oleh karena itu, investor yang membeli saham
biasa mengharapkan suatu premi risiko diatas tingkat
keuntungan obligasi.

• Premi risiko besarnya tergantung pada kondisi perusahaan


dan kondisi perekonomian.
117
3. Pendekatan Bond Yield + Risk Premium
 PT Maju Bersama tbk. Memiliki rating AAA
dengan YTM sebesar 7,93% dan premi risiko
untuk saham biasa perusahaan tersebut adalah
6,56%. Maka biaya ekuitas perusahaan tersebut:
 Ks = 7,93% + 6,56% = 14,49%

118
Pendekatan mana yang digunakan?
• Semuanya dapat digunakan. Apabila dari ketiga
pendekatan itu hasilnya berbeda-beda, kita dapat
merata-rata ketiga hasil itu.

119
Biaya Saham Biasa Baru (Ke)
• Apabila saham biasa baru diterbitkan, berapa
tingkat pengembalian (rate of return) yang harus
perusahaan peroleh untuk menarik pemegang saham
baru? Ke, tapi perusahaan harus memperoleh
pendapatan lebih dari Ks karena adanya flotation
cost, biaya untuk menerbitkan saham.

120
Biaya Saham Biasa Baru(Ke)
• Hanya sebagian kecil perusahaan yang sudah matang
(mature) mengeluarkan saham biasa baru karena:
• Biaya flotation yang tinggi
• Investor menanggapi penerbitan saham biasa baru sebagai sinyal
negatif
• Biasanya manager perusahaan melakukan ini karena mereka
berpikiran bahwa harga saham sekarang lebih tinggi daripada
nilai sesungguhnya
• Supply saham naik, harga saham turun
• Flotation cost akan mengurangi penerimaan perusahaan
dari penjualan saham. Biaya ini terdiri dari: biaya
mencetak saham, komisi untuk phak penjamin emisi
saham, penawaran saham, dll.

121
Biaya Saham Biasa Baru (Ke)
 Gordon Model dengan memperhitungkan
flotation cost:
D1 + g
Ke =
P0(1-F)
Ke :Biaya saham biasa baru
P0 :Harga jual saham
F :Flotation cost
D0 :Dividen saham pd t=0
g :Dividen growth

122
Biaya Saham Biasa Baru (Ke)

 Saham baru perusahaan terjual dengan harga Rp1.000.


Flotation cost adalah 18% dari harga jual. Dividen
terakhir (D0) diperkirakan sebesar Rp100, dan dividen
diharapkan bertumbuh secara konstan dengan tingkat
pertumbuhan 5%.
Ke = 100*(1+5%) . + 5%
1000(1-0.18)
Ke = 17.80%

123
124
125
Contoh: WACC
• Eastman Chemical has 78.26 million shares of common
stock outstanding. The book value per share is $22.40
but the stock sells for $58. The market value of equity
is $4.54 billion. Eastman’s stock beta is .90. T-bills
yield 4.5%, and the market risk premium is assumed to
be 9.2%.

• The firm has four debt issues outstanding.


Coupon Book Value Market Value Yield-to-Maturity
6.375% $ 499m $ 501m 6.32%
7.250% 495m 463m 7.83%
7.635% 200m 221m 6.76%
7.600% 296m 289m 7.82%
Total $1,490m $1,474m 126
Contoh: WACC
• Cost of equity (SML approach):

RE = .045 + .90  (.092) = .045 + .0828 = 12.78 (12.8%)

• Cost of debt:
Multiply the proportion of total debt represented by each issue by its yield to
maturity; the weighted average cost of debt = 7.15%

• Capital structure weights:


%
Market value of equity = 78.26 million  $58 = $4.539 billion
Market value of debt = $501m + $463m + $221m + $289m = $1.474 billion

V = $4.539 billion + $1.474 billion = $6.013 billion

D/V = $1.474b/$6.013b = 24.51(25%) E/V = $4.539b/$6.013b = 75.49 (75%)

• WACC = .75 (.128) + .25  .0715(1 - .35) = 10.76%


127
Capital Budgeting
Penganggaran Modal (Capital Budgeting)
• Modal (Capital) menunjukkan aktiva tetap yang
digunakan untuk produksi

• Anggaran (budget) adalah sebuah rencana rinci yang


memproyeksikan aliran kas masuk dan aliran kas keluar
selama beberapa periode pada saat yang akan datang.

• Capital budget adalah garis besar rencana pengeluaran


aktiva tetap

• Penganggaran modal (capital budgeting) adalah proses


menyeluruh menganalisa proyek-proyek dan menentuan
mana saja yang dimasukkan ke dalam anggaran modal.
129
Pentingnya Penggangaran Modal
1. Keputusan penggaran modal akan berpengaruh pada
jangka waktu yang lama sehingga perusahaan
kehilangan fleksibilitasnya.
2. Penanggaran modal yang efektif akan menaikkan
ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva.
3. Pengeluaran modal sangatlah penting

130
Klasifikasi Proyek
1. Replacement: perawatan bisnis
mengganti peralatan yang rusak
2. Replacement: pengurangan biaya
mengganti peralatan yang sudah ketinggalan jaman
sehingga mengurangi biaya
3. Ekspansi produk atau pasar yang sudah ada
pengeluaran-pengeluaran untuk meningkatkan output
produk yang sudah ada atau menambah toko.
4. Ekspansi ke produk atau pasar yang baru
5. Proyek keamanan atau lingkungan
6. Penelitian dan pengembangan
7. Kontrak-Kontrak jangka panjang: kontrak untuk
menyediakan produk atau jasa pada kustomer tertentu
8. Lain-lain: bangunan kantor, tempat parkir, pesawat
terbang perusahaan. 131
Tahap-Tahap Penganggaran Modal
1. Biaya proyek harus ditentukan
2. Manajemen harus memperkirakan aliran kas yang
diharapkan dari proyek, termasuk nilai akhir aktiva
3. Risiko dari aliran kas proyek harus diestimasi. (memakai
distribusi probabilitas aliran kas)
4. Dengan mengetahui risiko dari proyek, manajemen
harus menentukan biaya modal (cost of capital) yang
tepat untuk mendiskon aliran kas proyek
5. Dengan menggunakan nilai waktu uang, aliran kas
masuk yang diharapkan digunakan untuk
memperkirakan nilai aktiva.
6. Terakhir, nilai sekarang dari aliran kas yang diharapkan
dibandingkan dengan biayanya.
132
Important Concepts
1. A capital budgeting decision represents a long-term
investment decision
2. Cash flow rather than earning is used in capital
budgeting decision
3. The three methods of ranking investments are the
payback method, the internal rate of return, and net
present value
4. The discount rate or cut-off rate is normally the cost of
capital
5. The tow primary cash inflows analyzed in a capital
budgeting decision are the after tax operating benefits
and the tax shield benefits of depreciation

133
Metode Keputusan Penganggaran Modal
1. Payback period
2. Net Present Value (NPV)
3. Internal Rate of Return (IRR)
4. Profitability Index

134
Payback Period (Periode Pengembalian)

Periode waktu yang menunjukkan berapa lama


dana yang diinvestasikan akan bisa kembali
Contoh:
Cash inflows of $10.000 investment
Year Project A Project B
1 5.000 1.500
2 5.000 2.000
3 2.000 2.500
4 - 5.000
5 - 5.000

135
• Rumus:
Payback = tahun sebelum balik modal +biaya yang
belum balik pada awal tahun/aliran kas pada tahun tsb
• Proyek A payback period = 2 tahun
Proyek B payback period = 3.8 tahun
• Makin pendek payback period makin baik.

136
Payback Period
• Jika payback period suatu investasi kurang dari
payback period yang disyaratkan, maka usulan
investasi layak diterima semua.

• Masalah-masalah dengan payback period:


1. Mengabaikan aliran kas masuk setelah periode cut-
off. Contoh: $2000 di tahun 3 untuk proyek A
diabaikan. Juga $5000 di tahun 5 untuk proyek B.
Walaupun $5.000 diganti dgn $50.000, itu tidak
mempengaruhi decision pada metode payback
period.

137
2. Metoda payback tidak mempertimbangkan
nilai waktu uang.
Investment of
$10.000
Early Late
Year Returns Returns
1 $9000 1000
2 1000 9000
3 1000 1000

• Proyek pertama lebih bagus karena


mendapatkan 9000 pada tahun pertama

138
2. Net Present Value (NPV)
Adalah metode penilaian investasi yang menggunakan
discounted cash flow. (mempertimbangkan nilai waktu
uang pada aliran kas yang terjadi)

Net Present Value - Present value of cash


flows minus initial investments.

Opportunity Cost of Capital - Expected rate


of return given up by investing in a project
139
Net Present Value
Example
Suppose we can invest $50 today and receive
$60 in one year. What is our increase in value
given a 10% expected return?

60
P
r
of
it
= -
50+ $
4.
55
1.
10
This is the definition of NPV $4.55 Added Value
$50 Initial Investment

140
Net Present Value
Rumus: NPV = PV - required investment

C
N
PVC
0 t t
(1
r)

C C C
N
P
V
C
01

1
2

2
.
.
.t
t
()
1
r()
1
r ()1

r

141
Net Present Value
Terminology
C = Cash Flow
t = time period of the investment
r = “opportunity cost of capital”

• The Cash Flow could be positive or negative at


any time period.

142
Net Present Value
Net Present Value Rule
Managers increase shareholders’ wealth by
accepting all projects that are worth more than
they cost.

Therefore, they should accept all projects with


a positive net present value.

143
Net Present Value
Example
Perusahaan anda mempunyai kesempatan untuk membeli
gedung kantor. Anda akan mempunyai penyewa yang
bersedia untuk membayar sebesar $16 ribu per tahun
selama 3 tahun. Pada akhir tahun ketiga anda
memperkirakan akan bisa menjual gedung kantor itu
senilai $450 ribu. Harga berapa yang anda mau bayar
untuk gedung kantor itu? Rate of return yang diharapkan
7%

144
Net Present Value $466,000

Example – continued (dalam ribuan) $450,000

$16,000 $16,000 $16,000

Present Value 0 1 2 3
14,953
13,975
380,395
$409,323
145
Apabila gedung kantor itu ditawarkan untuk dijual
dengan harga $350 ribu, apakah anda akan membelinya?
Dan berapa nilai tambah (added value) yang dihasilkan
oleh pembelian anda? (dalam ribuan)

16 ,000 16 ,000 466 ,000


NPV   350 ,000   
(1.07 ) (1.07 )
1 2
(1.07 ) 3
NPV  59 ,323

146
Internal Rate of Return (IRR)
• Adalah tingkat discount (discount rate) yang menyamakan nilai
sekarang dari aliran kas yang akan terjadi (PV inflows) dengan
nilai sekarang aliran kas keluar mula2 (PV investment cost)

• PV (inflows) = PV (investment costs)


Atau
• Internal Rate of Return (IRR) - Discount rate at which NPV = 0.

• Mencari IRR dilakukan dengan prosedur coba2 (trial dan error)

• Jadi, apabila present value terlalu rendah maka kita


merendahkan IRR nya. Sebaliknya apabila PV terlalu tinggi, kita
meninggikan IRRnya

147
Internal Rate of Return
Example
You can purchase a building for $350,000. The
investment will generate $16,000 in cash flows
(i.e. rent) during the first three years. At the
end of three years you will sell the building for
$450,000. What is the IRR on this investment?

148
Internal Rate of Return

16,000 16,000 466,000


0   350,000  1
 2

(1  IRR ) (1  IRR ) (1  IRR ) 3

IRR = 12.96%

149
IRR
Kriteria penerimaan:

• Apabila suatu proyek mempunyai IRR lebih besar


daripada biaya dana (cost of fund) maka proyek
diterima.
• Ini berarti proyek menguntungkan karena ada kelebihan
dana bagi shareholder setelah dana yang dihasilkan
proyek digunakan untuk membayar modal.
• IRR dibandingkan dengan cost of fund atau hurdle rate.

150
Perbandingan antara Metode NPV dan IRR
Apabila ada satu proyek yang independen maka NPV dan IRR akan
selalu memberikan rekomendasi yang sama untuk menerima atau
menolak usulan proyek tersebut.

Tapi apabila ada proyek-proyek yang mutually exclusive, NPV dan IRR
tidak selalu memberikan rekomendasi yang sama.

Ini disebabkan oleh dua kondisi:


1. Ukuran proyek berbeda. Yang satu lebih besar daripada yang lain.
2. Perbedaan waktu. Waktu dari aliran kas dari dua proyek berbeda.
Satu proyek aliran kasnya terjadi pada tahun-tahun awal
sementara proyek yang lain aliran kasnya terjadi pada tahun2 akhir

Intinya: untuk proyek-proyek yang mutually exclusive, pilih proyek


dengan NPV yang tertinggi.

151
Profitability Index
Rumus:
PI = PV dari aliran kas yang akan datang
Investasi awal
Profitability
Project PV Investment Index
L 4 3 4/3 = 1.33
M 6 5 6/5 = 1.20
N 10 7 10/7 = 1.43
O 8 6 8/6 = 1.33
P 5 4 5/4 = 1.25
Proyek yang diterima adalah proyek yang mempunyai PI
tertinggi
152
Pendanaan Melalui IPO
Sumber Pendanaan
• Internal
• Retained Earnings
• External
• Spontaneous Financing
• Intended Financing
 Debt – Private and Public
 Equity

154
155
156
157
Manfaat Go Public
• Pendanaan tanpa batas
• Go Public merupakan titik awal bagi perusahaan untuk mendapatkan akses yang lebih mudah kepada
pendanaan, antara lain melalui penawaran umum terbatas atau melalui secondary offering dan private
placement. Go Public membuat lebih mudah menarik strategic investor untuk ikut berinvestasi pada
saham perusahaan. Keterbukaan Informasi membuat perbankan atau institusi keuangan lainnya dapat
lebih percaya kepada perusahaan. Go Public juga mempermudah akses perusahaan untuk menerbitkan
surat utang, baik jangka pendek maupun jangka [Link] nilai perusahaan

•Meningkatkan nilai perusahaan


• Nilai atas sebuah Perusahaan Terbuka dapat terlihat dari harga saham dan kapitalisasi
pasar atas Perusahaan tersebut. Setiap peningkatan kinerja operasional dan kinerja
keuangan umumnya akan memiliki dampak terhadap harga saham di Bursa, hal ini yang
akan meningkatkan nilai perusahaan secara keseluruhan.

•Meningkatkan image perusahaan


• Setelah Go Public, informasi dan berita mengenai perusahaan akan sering diliput oleh
media, penyedia data dan analis di perusahaan sekuritas. Publikasi secara cuma-cuma
tersebut akan meningkatkan image perusahaan serta meningkatkan eksposur pengenalan
atas produk-produk yang dihasilkan perusahaan. Hal ini akan menciptakan peluang-
peluang baru dan pelanggan baru dalam bisnis perusahaan.
158
Manfaat Go Public
• Insentif pajak
• Perusahaan Terbuka yang tercatat di BEI dapat memperoleh penurunan tarif PPh
Badan (corporate income tax) sebesar 5% selama memenuhi persyaratan,
diantaranya dengan kepemilikan publik diatas 40% dan dimiliki minimal oleh 300
pemegang saham yang kepemilikannya tidak melebihi 5%. Selain Perusahaan, para
pemegang saham juga dapat melakukan jual-beli atas sahamnya di BEI dengan
tarif pajak hanya 0,1% selama memenuhi ketentuan yang berlaku.

• Menjaga kelangsungan family business


• Dengan menjadi perusahaan publik, setiap pihak dalam keluarga dapat memiliki
saham perusahaan dalam porsinya masing-masing dan sewaktu-waktu dapat
melakukan penjualan atau pembelian melalui Bursa, harga saham pun terbentuk
secara wajar bedasarkan supply-and-demand pada pasar. Pemegang saham pendiri
juga dapat mempercayakan pengelolaan perusahaan kepada pihak profesional
yang kompeten dan dapat dengan mudah mengawasi perusahaan melalui laporan
keuangan atau keterbukaan informasi perusahaan yang diwajibkan oleh otoritas.
159
1. Persyaratan
• BEI & OJK mengatur persyaratan untuk perusahaan penerbit efek
baik bersifat ekuitas dan/atau bersifat utang atau sukuk, dengan
memperhatikan kepentingan publik.
• Perusahaan dapat mencatatkan sahamnya di Papan Utama, Papan
Pengembangan atau Papan Akselerasi. Berikut persyaratan untuk
dapat mencatatkan saham dan obligasi/sukuk di Bursa Efek
Indonesia.

160
Persyaratan

161
2. Persiapan
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dipersiapkan
sebelum melakukan IPO, diantaranya adalah pembentukan tim IPO
yang solid merupakan hal yang penting.

1. Memilih Tim IPO Internal


Membentuk Tim Internal Perusahaan yang berdedikasi untuk IPO dibentuk dengan
tujuan untuk memperlancar dan mensukseskan IPO, khususnya penyampaian dokumen
dan informasi yang dibutuhkan oleh para Lembaga & Profesi Penunjang Pasar Modal.

2. Menunjuk Penjamin Emisi Efek, Lembaga &Profesi Penunjang


Penjamin Emisi Efek, Lembaga & Profesi Penunjang Pasar Modal yang telah
berpengalaman diperlukan dalam persiapan dokumen dan persiapan IPO akan
membantu perusahaan dalam proses IPO.

162
Persiapan
3. Melakukan Restrukturisasi Internal & Diskusi Permodalan
Hal ini untuk membuka potential peningkatan nilai/value perseroan agar mendapatkan
harga saham yang optimal.

4. Memenuhi Persyaratan BEI & OJK


Meyakinkan Perseroan telah memenuhi persyaratan menjadi Perusahaan Publik dan
Perusahaan Terbuka yang diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek
Indonesia (BEI), agar proses IPO dapat berjalan lancar, dan tetap patuh pada peraturan
industri bisnis yang berlaku.

5. Menetapkan Struktur IPO


Memperhatikan struktur IPO dan potensial dilusi saham dari para pemilik (owner).

163
Persiapan
6. Melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)
Dalam rangka memperoleh persetujuan IPO dari Pemegang Saham.

7. Melengkapi Dokumentasi
Meyakinkan bahwa seluruh dokumen melengkapi persyaratan Otoritas Jasa Keuangan
(OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

164
3. Penunjukan Penjamin Emisi Efek, Lembaga &
Profesi Penunjang serta Persiapan Dokumen

Pada tahap awal, perusahaan perlu membentuk tim internal, menunjuk


Penjamin Emisi Efek dan lembaga serta profesi penunjang pasar modal yang
akan membantu perusahaan melakukan persiapan go public, meminta
persetujuan RUPS dan merubah Anggaran Dasar serta mempersiapkan
dokumen-dokumen yang diperlukan untuk disampaikan kepada Bursa Efek
Indonesia dan OJK serta KSEI.

(estimasi 3 hari kerja)

165
Penyampaian Permohonan Pencatatan Saham ke
Bursa Efek Indonesia & Penyampaian Pernyataan
Pendaftaran Efektif ke OJK
 Untuk menjadi perusahaan publik yang sahamnya dicatatkan dan
diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, perusahaan perlu mengajukan
permohonan untuk mencatatkan saham, dilengkapi dengan dokumen-
dokumen yang dipersyaratkan, antara lain profil perusahaan, laporan
keuangan, opini hukum, proyeksi keuangan dan lain-lain
 Perusahaan juga perlu menyampaikan permohonan pendaftaran saham
untuk dititipkan secara kolektif (scriptless) di Kustodian Sentral Efek
Indonesia (KSEI).

166
Penyampaian Permohonan Pencatatan Saham ke
Bursa Efek Indonesia & Penyampaian Pernyataan
Pendaftaran Efektif ke OJK
• Bursa Efek Indonesia akan melakukan penelaahan atas permohonan yang
diajukan perusahaan dan akan mengundang perusahaan dalam mini
expose beserta penjamin emisi efek, lembaga dan profesi penunjang untuk
mempresentasikan profil perusahaan, rencana bisnis dan rencana penawaran
umum yang akan dilakukan. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang kegiatan
usaha perusahaan, Bursa Efek Indonesia juga akan melakukan kunjungan (site
visit) ke perusahaan serta meminta penjelasan lainnya yang relevan dengan
rencana IPO perusahaan. Apabila perusahaan telah memenuhi persyaratan yang
ditentukan, dalam waktu maksimal 10 (sepuluh) Hari Bursa setelah dokumen
lengkap, Bursa Efek Indonesia akan memberikan Persetujuan Prinsip kepada
perusahaan.
• Bersamaan dengan pengajuan permohonan untuk mencatatkan saham di Bursa
Efek Indonesia, perusahaan juga menyampaikan Pernyataan  Pendaftaran Efektif
dan dokumen pendukungnya kepada OJK untuk melakukan penawaran umum
saham. Dokumen pendukung yang diperlukan antara lain adalah prospektus.

167
Penyampaian Permohonan Pencatatan Saham ke
Bursa Efek Indonesia & Penyampaian Pernyataan
Pendaftaran Efektif ke OJK
• Dalam melakukan penelaahan, OJK dapat meminta perubahan atau tambahan
informasi kepada perusahaan untuk memastikan bahwa semua fakta material
tentang penawaran saham, kondisi keuangan dan kegiatan usaha perusahaan
diungkapkan kepada publik melalui prospektus. OJK akan menyampaikan surat
Pra-Efektif dan ijin publikasi, untuk kemudian Perusahaan dapat
mempublikasikan prospektus ringkas di surat kabar atau melakukan penawaran
awal (bookbuilding) serta public expose.
• Setelah perusahaan menyampaikan informasi mengenai harga penawaran umum
saham dan keterbukaan informasi lainnya dan apabila penelaahan oleh OJK telah
selesai, maka OJK akan menerbitkan Surat Efektif. Dengan demikian, perusahaan
dapat mempublikasikan perbaikan/tambahan informasi prospektus ringkas di
surat kabar serta menyediakan prospektus bagi publik atau calon pembeli saham,
serta melakukan penawaran umum (Initial Public Offering).

(estimasi 10-12 minggu)


168
Penawaran Umum Saham kepada
Publik
• Masa penawaran umum saham kepada publik dapat dilakukan selama 1-5
hari kerja. Dalam hal permintaan saham dari investor melebihi jumlah
saham yang ditawarkan (over-subscribed), maka perlu dilakukan
penjatahan. Uang pesanan investor yang pesanan sahamnya tidak
dipenuhi harus dikembalikan (refund) kepada investor setelah
penjatahan. Distribusi saham akan dilakukan kepada investor pembeli
saham secara elektronik melalui KSEI (tidak dalam bentuk
sertifikat/warkat).

(estimasi 1-5 hari kerja)

169
Pencatatan dan Perdagangan Saham
Perusahaan di Bursa Efek Indonesia
• Perusahaan menyampaikan permohonan pencatatan saham kepada Bursa disertai dengan
bukti surat bahwa Pernyataan Pendaftaran telah dinyatakan efektif oleh OJK, dokumen
prospektus, dan laporan komposisi pemegang saham perusahaan.
• Bursa Efek Indonesia akan memberikan persetujuan dan mengumumkan pencatatan
saham perusahaan dan kode saham (ticker code) perusahaan untuk keperluan
perdagangan saham di Bursa. Kode saham ini akan dikenal investor secara luas dalam
melakukan transaksi saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia.
• Setelah saham tercatat di Bursa, investor akan dapat memperjualbelikan saham
perusahaan kepada investor lain melaui broker atau Perusahaan Efek yang menjadi
Anggota Bursa terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

(Estimasi 5-7 hari kerja)

170
4. Peraturan
• Persyaratan dan Mekanisme Penawaran Umum serta Pencatatan diatur
oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI),
perusahaan dapat mempelajari lebih lanjut ketentuan dan peraturan yang
berlaku. Perusahaan juga perlu memperhatikan peraturan yang berlaku
terkait permodalan untuk setiap Industri kegiatan bisnis.

171
Peraturan OJK Terkait Penawaran
Umum Saham
 IX.A.1 Tentang Ketentuan Umum Pengajuan Pernyataan Pendaftaran
[Link]
 IX.A.2 Tentang Tata Cara Pendaftaran Dalam Rangka Penawaran Umum

[Link]
• IX.A.5 Tentang Penawaran Yang Bukan Merupakan Penawaran Umum

[Link]
[Link]
 IX.A.7 Tentang Tanggung Jawab Manajer Penjatahan Dalam Rangka Pemesanan
Dan Penjatahan Efek Dalam Penawaran Umum
[Link]
[Link]

 IX.A.9 Tentang Promosi Pemasaran Efek Termasuk Iklan, Brosur, Atau Komunikasi
Lainnya Kepada Publik
[Link]
[Link] 172
Peraturan OJK Terkait Penawaran
Umum Saham
 IX.A.12 Tentang Penawaran Umum Oleh Pemegang Saham
[Link]
 POJK.04: 2015 Tentang Keterbukaan Informasi atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik

[Link]
ukaan-atas-informasi-fakta-material-oleh-emiten-perusahaan-publik/SALINAN-POJK%20Keterbukaan%20In
formasi%[Link]

• POJK.04:2016 Tentang Tata Cara Untuk Meminta Perubahan Dan:Atau Tambahan Informasi Atas
Pernyataan Pendaftaran

[Link]
[Link]
• POJK Nomor 7/POJK.04/2017 - POJK tentang Dokumen Pernyataan Pendaftaran Dalam Rangka
Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas, Efek Bersifat Utang, dan/atau Sukuk
[Link]
• POJK.04:2017 Tentang Bentuk Dan Isi Prospektus Dan Prospektus Ringkas Dalam Rangka Penawaran
Umum Efek Bersifat Ekuitas

[Link]
[Link] 173
Peraturan OJK Terkait Penawaran
Umum Saham
 POJK.04:2017 Tentang Prospektus Awal Dan Info Memo

[Link]
[Link]
 POJK.04:2017 Tentang Pembatasan Atas Saham Yang Diterbitkan Sebelum Penawaran
Umum
[Link]
[Link]
 POJK.04:2017 Tentang Penyampaian Pernyataan Pendaftaran Atau Pengajuan Aksi
Korporasi Secara Elektronik

[Link]
[Link]

 POJK.04:2019 Tentang Stabilisasi Harga Untuk Mempermudah Penawaran Umum


[Link]
dah-Penawaran-Umum/pojk%[Link]

174
Peraturan BEI terkait Persyaratan dan
Prosedur Pencatatan Saham
 I-VKep-00059:BEI:07-2019 Ketentuan Khusus Pencatatan Saham dan Efek Bersifat
Ekuitas Selain Saham di Papan Akselerasi yang Diterbitkan oleh Perusahaan
Tercatat.
[Link]
n_akselerasi.pdf
 Peraturan Pencatatan I-A Kep-00183/BEI/12-2018 - Pencatatan Saham dan Efek
Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan oleh Perusahaan Tercatat
[Link]
ek_bersifat_ekuitas.pdf

175
Peraturan BEI terkait Persyaratan dan Prosedur
Pencatatan Obligasi

 Pencatatan Sukuk
[Link]
 Pencatatan Efek Bersifat Utang
[Link]
 Pencatatan Obligasi Daerah

[Link]
 Pencatatan Surat Utang Negara (SUN)

[Link]
 Pembatalan Pencatatan Efek (Untuk Emiten Obligasi & Sukuk)

[Link]
df

 Sanksi (Untuk Emiten Obligasi & Sukuk)


[Link]
 Peraturan Bursa Efek Indonesia yang terkait dengan pencatatan efek lainnya dapat diakses
melalui link ini: Peraturan Pencatatan BEI

176
Proses Penawaran Umum

177
Proses Penawaran Umum

178
5. Program Road to IPO
• IDX Incubator adalah inisiatif dari Bursa Efek Indonesia untuk
memfasilitasi startup dan perusahaan aset skala kecil dan
menengah untuk dapat mengembangkan bisnisnya dengan
memberikan pelatihan dan menjembatani akses ke investor
dan Perusahaan Tercatat

• Road to IPO merupakan program pelatihan khusus untuk


Perusahaan dengan Aset Kecil dan Menengah menuju
Perusahaan Terbuka. Pelatihan diantaranya peraturan
terkait IPO, persiapan roadshow kepada para investor, dan
pemahaman aspek keuangan serta hukum.

• Informasi dapat diakses pada [Link]


179
Financial Distress and
Restructuring
What is Financial Distress?
• A situation where a firm’s operating cash flows are
not sufficient to satisfy current obligations and the
firm is forced to take corrective action.
• Financial distress may lead a firm to default on a
contract, and it may involve financial restructuring
between the firm, its creditors, and its equity
investors.

181
Definition of Terms
• Default • Financial Distress
• Failure to meet an • Includes default and
interest payment, or bankruptcy, but also
• Violation of debt • Threat of default or
agreement bankruptcy and its effect
• Bankruptcy on the company
• Formal procedure for • Defined to capture the
working out default costs and benefits of using
• Does not automatically large amounts of debt
follow from default. finance

182
Insolvency
 Stock-baseinsolvency; the value of the firm’s assets is less
than the value of the debt.
Solvent firm Insolvent firm

Debt Debt
Assets Assets Equity

Equity Debt

Note the negative equity


183
Insolvency
• The steps of integral corporate financial distress beginning of early
impairment when revenue decreased more than 20% as a symptom
companies will be financial distress.
• Deterioration when the profit decreased more than 20%, and
• Cash flow problem when operational cash flow negative.
• Flow-base insolvency occurs when the firms cash flows are insufficient to
cover contractually required payments.
$

Cash flow
shortfall
Contractual
obligations
Firm cash flow

Insolvency time
184
Reasons for Negative Earnings

185
What Happens in Financial Distress?
Financial distress does not usually result in the firm’s
death.
• Think of the two sides of the balance sheet.
• Asset Restructuring:
• Selling major assets.
• Merging with another firm.
• Reducing capital spending and R&D spending.
• Financial Restructuring:
• Issuing new securities.
• Negotiating with banks and other creditors.
• Exchanging debt for equity.
• Filing for bankruptcy.

186
What Happens in Financial Distress
No financial
restructuring
49%

Financial Private
distress workout
47%
51%
Financial Reorganize
restructuring and emerge
83%
53%
Legal bankruptcy 7% Merge with
Chapter 11 another firm

10%
Liquidation
187
Memprediksi Financial Distress
Altman tahun 1968 menemukan persamaan multi variabel untuk memprediksi
tingkat kebangkrutan (Z-Score). Sampel diambil dari 66 perusahaan manufaktur
publik di Amerika terdiri dari 33 perusahaan bangkrut dan 33 perusahaan tidak
bangkrut. Variabel yang digunakan adalah 22 buah, kemudian menghasilkan 5
variabel yang sangat kuat untuk memprediksi kebangkrutan.

Z = 1,2X Working capital/ Total asset


+ 1,4X Retained earning/ Total asset
+ 3,3X EBIT/Total asset
+ 0,6X Market value of equity/ Book value of debt
+ 1,0X Sales/Total Asset

Score Kondisi
>2,99 Tidak bangkrut
1,81 – 2,99 Daerah kelabu
< 1,81 Bangkrut

188
Memprediksi Financial Distress
• Karena keterbatasan dari penggunaan Z-Score yang hanya dapat digunakan
untuk perusahaan publik dan manufaktur, kemudian Altman
mengembangkan dua varian dari Z-Score, yaitu Z’-Score dan Z”-Score.
• Z’-Score ditujukan untuk perusahaan non publik (private) dengan cara
merumuskan kembali variabel yang digunakan, yaitu menghilangkan market
value of equity dan menggantinya dengan book value of equity. Sehingga
perumusan dan variabel Z’-Score berubah menjadi:

Z’ = 0,717X Working capital/ Total asset


+ 0,847X Retained earning/ Total asset
+ 3,107X EBIT/Total asset
+ 0,420X Book value of equity/ Book value of debt
+ 0,998X Sales/Total Asset

Score Kondisi
>2,90 Tidak bangkrut
1,23 – 2,90 Daerah kelabu
< 1,23 Bangkrut
189
Memprediksi Financial Distress
Varian terakhir adalah Z”-Score. Pada model terakhir ini rasio sales to total
asset dihilangkan dengan harapan industry effect, dalam pengertian ukuran
perusahaan terkait dengan aset atau penjualan dapat dihilangkan. Sampel
yang digunakan juga diganti dengan perusahaan negara berkembang.

Z” = 6,56X Working capital/ Total asset


+ 3,26X Retained earning/ Total asset
+ 6,72X EBIT/Total asset
+ 1,05X Book value of equity/ Book value of debt

Score Kondisi
>2,60 Tidak bangkrut
1,1 – 2,60 Daerah kelabu
< 1,1 Bangkrut

Z”-Score ini relatif serbaguna dan paling memadai untuk digunakan di


negara Indonesia dibandingkan Z-Score dan Z’-Score.
190
Penelitian di Indonesia

Source: Determinant of Corporate Financial Distress in an Emerging Market Economy: Empirical


Evidence from the Indonesian Stock Exchange 2004-2008. International Research Journal of Finance
and Economics
191
Penelitian di Indonesia
In evaluation, used Debt Service Coverage (DSC) 1,2 is a proxy of Corporate
Financial Distress (Jeff Ruster, 1996). This means fund availability divided
by due date all of company’s liabilities. The computation of DSC can be
explained at equation below.

DSC = (EAT + Depc + Amort) + Interest or Coupon) –Tax)/(Principal + Interest or


Coupon)

EAT : Earning After Tax is the bottom line of profitability


Depreciation : Allocation investment cost of fixed assets for the economical life time
Amortization : Allocation investment cost of intagible assets for the economical life time
Interest : Interest expenses per annum from bank loan
Coupon : Interest of corporate bond per annum
Principal : Installment payment of loan or repayment of corporate bond
Tax : Corporate tax per annum
Source: Determinant of Corporate Financial Distress in an Emerging Market Economy: Empirical
Evidence from the Indonesian Stock Exchange 2004-2008. International Research Journal of Finance
and Economics 192
Penelitian di Indonesia

We found that financial variables which significantly influence the corporate financial distress are:

(1) Current ratio : Current Assets to current liabilities


(2) Efficiency : EBITDA to total assets
(3) Leverage : Due date account payable to fund availability
(4) Equity : Paid in capital (capital at book value)

The result suggests that management of public companies should monitor financial variables
which affect to financial distress, from in the beginning at the stage of early impairment as a
symptom of financial distress, deterioration and cash flow problem, when operational cash flow is
negative.

Source: Determinant of Corporate Financial Distress in an Emerging Market Economy: Empirical Evidence from the Indonesian Stock Exchange
2004-2008. International Research Journal of Finance and Economics
193
Responses to Financial Distress

194
Terima Kasih
daksanayamanagement@[Link]

+62 812 9073 5576 (Vita)

DaksaNaya
@daksanaya
DaksaNaya
[Link] 195

Anda mungkin juga menyukai