0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan29 halaman

Hernia Inguinalis Reponibilis pada Pria

Dokumen tersebut membahas tentang hernia inguinalis lateralis pada seorang pria berusia 38 tahun yang dirujuk ke rumah sakit karena benjolan di lipat paha kanannya yang semakin membesar. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya benjolan inguinal yang dapat direduksi."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan29 halaman

Hernia Inguinalis Reponibilis pada Pria

Dokumen tersebut membahas tentang hernia inguinalis lateralis pada seorang pria berusia 38 tahun yang dirujuk ke rumah sakit karena benjolan di lipat paha kanannya yang semakin membesar. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya benjolan inguinal yang dapat direduksi."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

HERNIA

oleh :
Nona Rofika

RSUD CURUP
I. Identitas
 Nama : Tn. T
 Kelamin : Laki-laki
 Umur : 38 tahun
 Alamat : Air Meles bawah
 Status perkawinan : menikah
 Pekerjaan : Buruh
 Tanggal Masuk RS : 11 Agustus 2018
 Waktu : 10.10 WIB
II. Anamnesis
Dilakukan pada tanggal 11 Agustus 2018 jam 10.30 WIB.

B. Riwayat penyakit sekarang:


Pasien merasakan adanya benjolan di selangkangan sebelah kiri
sejak 1 tahun yang lalu. Awalnya benjolan kecil sebesar bola
kelereng namun makin lama makin membesar. Benjolan hilang
A. Keluhan Utama: timbul. Benjolan timbul saat pasien lama berdiri, batuk, saat
mengangkat beban berat dan berjalan jauh. Pasien mengaku
benjolan pada lipat benjolan menghilang sendiri jika os dalam posisi berbaring dan
tidak perlu dimasukkan dengan tangan. Benjolan tidak terasa
paha kanan nyeri. Pasien tidak mengeluh pusing, mual, muntah, demam, nyeri
saat BAK dan BAB, tidak terdapat darah saat BAK dan BAB, BAK
tidak tersendat-sendat, tidak menunggu saat BAK, BAK lancar,
tidak terdapat batu saat BAK. BAK dan BAB tidak terdapat
gangguan. .
• DM (-)
• HT (-)

RPD • maag (-)


• Alergi (-)
• Penyakit jantung (-)

• DM (-)
• HT (-)

RPK • Penyakit serupa (-)


• Alergi (-)

Kebiasaan pasien : Penderita bekerja sebagai


buruh sehingga sering mengangkat beban yang
berat.
III. Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Vital sign :
Tekanan darah : 110/70 mmHg
Nadi : 84x/menit
Respirasi : 18x/menit
Suhu : 36,0°
Status Generalis :
Kepala : Bentuk simetris, deformitas (-)
Mata:
◦ Palpebra : Oedema -/-
◦ Konjungtiva : Anemis -/-
◦ Sklera : ikterus -/-
Telinga: Dalam batas normal
Hidung: Dalam batas normal
Mulut: Dalam batas normal
Gigi: Dalam batas normal
Leher: Pembesaran KGB (-), Peningkatan JVP (-)
 Thoraks

◦ Paru
 Inspeksi: Simetris, tidak ada retraksi, tidak ada ketinggalan gerak
 Palpasi: Fokal fremitus paru kanan sama dengaan paru kiri
 Perkusi: Sonor di seluruh lapang paru
 Auskultasi: Suara nafas vesikuler, rhonki -/-,wheezing -/-
 Jantung

◦ Inspeksi: Iktus kordis tidak tampak


◦ Palpasi: iktus kordis teraba di ICS IV MCL
◦ Perkusi: tidak ada pembesaran jantung
◦ Auskultasi: Suara jantung S1-S2 tunggal,[Link] (-), Gallop
(-)
Abdomen:
Inspeksi: Distensi (-), tidak ada tanda trauma, supel, datar, simetris
Palpasi: Nyeri tekan (-), defans muscular (-), hepar dan lien tidak
teraba
Perkusi: Timpani
Auslultasi: Bising usus normal

Ekstremitas:
Atas
 Akral: hangat
 Sianosis: tidak sianosis
 Perfusi: baik
Bawah
◦Akral: hangat
◦Sianosis: tidak sianosis
◦Perfusi: baik
Genetalia
(keterangan pada status lokalis)
Status lokalis
 Regio : Inguinalis Dextra (posisi berdiri)
 Inspeksi : Terlihat benjolan di daerah inguinal dekstra
dengan ukuran 5x4 cm,tanda-tanda radang tidak
didapatkan.
 Palpasi : Teraba benjolan di daerah inguinal sinistra :
bentuk bulat, konsistensi kenyal, batas tegas, mobile,
permukaan licin dengan ukuran 5x4cm nyeri tekan (-).
 Finger test (+) teraba benjolan pada ujung jari pemeriksa
 Thumb test (-) tidak teraba benjolan pada proyeksi
annulus inguinalis internus
 Zimmen test : teraba benjolan pada proyeksi annulus
inguinalis internus
Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium
Haemoglobin 15,3
Leukosit 6.300
LED 19
DIFF. COUNT 2/-/6/43/47/2
PCV Hematokrit 46
Trombosit 170.000
PTT 38,4
TT 13,4
Gula darah acak sewaktu 116
HbsAg Negatif (-)
BUN15,8
Kreatinin 0,9
V. Resume/ Daftar Masalah
A. Anamnesis  Palpasi : Teraba benjolan di
-laki-laki 30 tahun daerah inguinal sinistra :
-Pekerjaan sebagai buruh bentuk bulat, konsistensi
-benjolan di inguinal kanan sejak kenyal, batas tegas, mobile,
satu tahun yang lalu, makin permukaan licin dengan
membesar dan hilang timbul,
ukuran 5x4cm nyeri tekan (-).
benjolan hilang saat berbaring
 Finger test (+) teraba benjolan
tidak ada riwayat penyakit lain
sebelumnya pada ujung jari pemeriksa
B. Pmx Fisik  Thumb test (-) tidak teraba
 Regio : Inguinalis Dextra (posisi benjolan pada proyeksi
berdiri) annulus inguinalis internus
 Inspeksi : Terlihat benjolan di  Zimmen test : teraba benjolan
daerah inguinal dekstra dengan pada proyeksi annulus
ukuran 5x4 cm,tanda-tanda inguinalis internus
radang tidak didapatkan.
 DIAGNOSIS :
1. HERNIA INGUINALIS LATERALIS DEKSTRA
REPONIBEL.
 USULAN PEMERIKSAAN :
 Lab :

DL, BT, CT,


 Persiapan operasi :

Rontgen thorak PA, EKG


 RENCANA TERAPI :
 Hernia inguinalis lateralis sinistra reponibel : herniotomi
 Pre-operasi:
o Puasa ± 6-8 jam sebelum operasi
o Ivfd RL 20 gtt/I
o Inj. Cefuroxime 2x750mg
o Inj. Dexketoprofen 3x1amp
o Inj. Pantomex 1x40mg

Prognosis
 dubia ad bonam
FOLLOW UP
Post Operasi H-1 TERAPI
Keadaan Umum : Baik o Ivfd RL 20 gtt/i
TD : 130/90 mmHg o Inj. Cefuroxime
Pulse : 82x/i 2x750mg
Pernapasan : 22x/i o Inj. Dexketoprofen
Temperature : 37,5ºC 3x1amp
Keluhan : Nyeri Luka o Inj. Pantomex 1x40mg
Post Operasi

Dx : Post Herniotomi
FOLLOW UP
Post Operasi H-2 TERAPI
Keadaan Umum : Baik o Ivfd RL 20 gtt/i
TD : 120/70 mmHg o Inj. Cefuroxime
Pulse : 72x/i 2x750mg
Pernapasan : 20x/i o Inj. Dexketoprofen
Temperature : 37,5ºC 3x1amp
Keluhan : Nyeri Luka o Inj. Pantomex 1x40mg
Post Operasi

Dx : Post Herniotomi
FOLLOW UP
Post Operasi H-3 TERAPI
Keadaan Umum : Baik o Rawat jalan
TD : 110/70 mmHg o p/o:
Pulse : 72x/i o Cefixime 2x100mg
Pernapasan : 20x/i o Dexketoprofen 3x1
Temperature : 37,1ºC o Ranitidin 2x150mg
Keluhan : Nyeri Luka
Post Operasi

Dx : Post Herniotomi
Hernia inguinalis lateralis
Tinjauan pustaka
 Hernia adalah suatu keadaan keluarnya jaringan organ
tubuh dari suatu ruangan melalui suatu celah atau
lubang keluar di bawah kulit atau menuju ke rongga
lain, dapat kongenital ataupun aquisita (didapat)
 Hernia inguinalis lateralis merupakan suatu hernia yang
melalui annulus inguinalis yang terletak disebelah vasa
epigastrika inferior, menyusuri kanalis inguinalis dan
keluar dari rongga abdomen melalui kanalis inguinalis
eksternus
 Hernia ingunalis dibagi menjadi dua yaitu Hernia
Ingunalis Lateralis (HIL) dan Hernia Ingunalis Medialis.
DHernia inguinalis lateralis mempunyai nama lain yaitu
hernia indirecta yang artinya keluarnya tidak langsung
menembus dinding abdomen
klasifikasi
 Berdasarkan terlihat atau tidaknya
 Hernia internal
 Hernia eksternal
 Berdasarkan terjadinya
 Hernia kongenital
 Hernia akuisita
 Berdasarkan sifat
 Hernia reponibel
 Hernia Irreponibel
 Hernia Inkarserata atau strangulata
 Berdasarkan lokasinya
 Hernia opigastrika
 Hernia umbilikalis
 Hernia inguinalis
 Hernia skrotalis
 Hernia femoralis
Bagian-bagian dari hernia

1. Kantung hernia.
2. Isi hernia
Berupa organ atau jaringan yang keluar melalui
kantong hernia, misalnya usus, ovarium dan
jaringan penyangga usus.
3. Pintu hernia
1. Leher hernia/cincin hernia
2. Locus minoris resistence (LMR)
Penyebab hernia
 Kongenital
◦ Hernia kongenital sempurna
◦ Hernia kongenital tidak sempurna
 Aquisital (didapat) : Adalah hernia yang bukan disebabkan karena adanya

defek bawaan tetapi disebabkan oleh faktor lain yang dialami manusia selama
hidupnya, antara lain :
[Link] tekanan intra abdomen yang berulang.
 Overweight

 Mengangkat barang yang berat yang tidak sesuai dengan ukuran badan

 Sering mengedan karena adanya gangguan konstipasi atau gangguan saluran

kencing
 Adanya tumor yang mengakibatkan sumbatan usus

 Batuk yang kronis disebabkan infeksi, bronkitis, asma, emfisema, alergi

 Kehamilan

 Ascites

2. Adanya kelemahan jaringan /otot.


3. Tersedianya kantong.
Patofisiologi
 Secara patofisiologi hernia inguinalis peningkatan
tekanan intra abdomen akan mendorong annulus
inguinalis internus terdesak. Hernia inguinalis
dapat terjadi karena anomaly kongenital atau
didapat factor yang dipandang berperan kausal
adalah prosesus vaginalis yang terbuka. Dan
kelemahan otot dinding perut karena usia.
Tabel.1. Perbedaan HIL dan HIM
Hubungan Dibungkus oleh Onset biasanya
Tipe Deskripsi
dengan vasa fascia spermatica pada waktu

epigastrica interna

inferior

Hernia ingunalis Penojolan melewati Lateral Ya Congenital

lateralis cincin inguinal dan dan bisa pada

biasanya waktu dewasa.

merupakan

kegagalan

penutupan cincin

ingunalis interna

pada waktu embrio

setelah penurunan

testis

Hernia ingunalis Keluarnya langsung Medial Tidak Dewasa


Gambaran klinis dan dx.
 Hernia inguinalis lateralis = berbentuk ellips
tidak mudah tereduksi terkasang mencapai
scrotum susah menghilang saat berbaring
 Hernia inguinalis medialis = bentuk sirkular,

simetris, terletak dekat cincin externa


(trigonum hasselbach) menghilang saat
berbaring
Finger Test
Tes Ziemen
Tumb tes
Diagnosis banding

 Hidrokel testis/funikuli.
 Varikokel
 Limfadenopati inguinal
 Abses inguinal
Komplikasi

Hernia yang reponibilis dapat tertahan pada


kantong hernia dan menjadi hernia
ireponibilis dan bila terjadi perforasi akan
menimbulkan abses local, fistel atau bahkan
peritonitis.
Penatalaksanaan
 Terapi konservatif
 Terapi operatif
Prognosis
Prognosis pada kasus hernia inguinalis
reponibilis adalah baik namun bila
berkembang menjadi ireponibilis yang
memiliki kemungkinan terjadi inkarserata dan
strangulasi maka prognosisnya menjadi dubia
dan membutuhkan penanganan segera.

Anda mungkin juga menyukai