Jarlokaf
Jaringan Lokal Akses Fiber (Jarlokaf)
Jenis Jasa Jarlokaf
AKSES OPTIK
Struktur Jaringan Berdasarkan Teknologi :
• Digital Loop Carrier (DLC)
• Passive Optical Network (PON)
• Active Optical Network (AON)
Tipe Jenis
No Teknologi Konfigurasi Dasar Keterangan
Jasa
1 Digital Loop Point to Point
Carrier (DLC)
•DLC konvensional IS-A Banyak digunakan di dunia
•Next Generation IS-A dan Relatif baru
DLC IS-B
2 Passive Optical Point to Multipoint IS-A dan Mulai dioperasikan secara komersial th
Network (PON) IS-B 74
Pencabangan sinyal DS Konfigurasi sama, perangkat berbeda
optik pasif
3 Active Optical Point to multipoint IS-A dan Belum banyak digunakan
Network (AON) melalui perangkat IS-B
pencabangan aktif
Konfigurasi DLC
CAS, V5.x
LE CT RT
Keterangan :
LE = Local Exchange
CT = Central Terminal
RT = Remote Terminal
Fungsi bagian penyusun DLC
Konfigurasi PON/AON
CAS, V5.x
PS / AS ONU
subscriber
OLT
ONU
LE
FIBER
Keterangan : subscriber
LE = Local Exchange
OLT = Optical Line Terminal
ONU= Optical Network Unit
PON = Passive Optical
Network
AON= Active Optical Network
PS = Passive Splitter
Passive Optical Network
Fungsi bagian penyusun PON
Teknologi Transmisi Jasa Norrowband
Jarlokaf
Struktur Jaringan Berdasarkan Modus Distribusi (Letak TKO) :
Modus Aplikasi FTTB (2)
LE
2f
OLT ONU
PS
Konfigurasi (3) PON
2f 2f
ONU ONU
2f 2f
ONU ONU
LE
2f 4f
OLT
PS
Konfigurasi (4)
PON
Modus Aplikasi FTTB (3)
2f ONU 2f ONU
2f ONU
2f
ONU
LE path protection
OLT 4f
PS
Konfigurasi (5) PON
2f 2f ONU
2/4f ONU
2/4f
ADM
LE 2f 2f ONU
ONU
ADM
2/4f ADM OLT 2f
2/4f PS PS
ADM
Konfigurasi (6) PON/SDH
Modus Aplikasi FTTZ
Modus Aplikasi FTTC
curb
LE
2f terminal
2f
OLT ONU pelanggan
PS
2f
curb
LE
2f terminal
OLT ONU pelanggan
2f PS
Modus Aplikasi FTTH
LE
2f 2f
OLT ONU
PS
2f
LE
2f
OLT ONU
2f
PS
Konfigurasi single star (P to P)
Jarlokaf yang memiliki satu buah titik star kabel yaitu
pada perangkat Jarlokaf di sisi sentral.
LE FDF
CT1
RT
CTn
Konfigurasi Multiple Star
Adalah jarlokaf yang memiliki lebih dari satu buah titik star kabel
serat optik (P to P dan P to M)
FDF
LE
ONU
RT1 RT2
CT1
ONU
CT2
PS
OLT
KONFIGURASI RING KABEL
MEMBENTUK JARINGAN MELINGKAR.
UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN JARINGAN.
UNTUK PROTEKSI TERHADAP POINT-TO-POINT LINK.
Rt1 Rt2
LOCAL FDF
EXCHANGE
CT ONU
ONU
CT
PS
OLT
KONFIGURASI RING SDH (1)
MEMBENTUK JARINGAN MELINGKAR.
UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN JARINGAN.
UNTUK PROTEKSI TERHADAP POINT-TO-POINT LINK.
DENGAN RING SDH (ADM) MENGHEMAT KABEL SERAT OPTIK.
ONU
OLT
ONU
ADM
LE SDH ADM ONU
ADM
CT RT
KONFIGURASI RING SDH (2)
MEMBENTUK JARINGAN MELINGKAR.
UNTUK MENINGKATKAN KEANDALAN JARINGAN.
UNTUK PROTEKSI TERHADAP POINT-TO-POINT LINK.
DENGAN RING SDH (ADM) MENGHEMAT KABEL SERAT OPTIK.
ONU
ADM
LE OLT SDH ADM ONU
ADM
ONU
Perbandingan Jarlokab-Jarlokaf
Secara umum arsitektur jaringan FTTH mulai
dari pusat layanan sampai dengan pelanggan
1. OLT (Optical Line Terminal )
Fungsi
• Titik Hubung dengan provider layanan Telepon, Internet/Data dan TV/
IP TV
• Pusat penyambungan dan distribusi layanan yang dikirim ke
pelanggan.
• Pengaturan dan monitoring jaringan pelanggan.
• Mengkonversi sinyal layanan ke dalam bentuk sinyal optik
2. ODF (Optical Distribution Frame)
Fungsi
• Tempat Spliter untuk mendistribusikan Fiber Optik ke ODC untuk
melayani beberapa area.
• Tempat melakukan pengukuran dan monitoring Jaringan Fiber Optik.
• Tempat terminasi fisik jaringan luar Fiber Optik.
Feeder Cables = Kabel Fiber Optik
Fungsi
• Kabel Fiber Optik Penghubung Utama dari ODF ke ODC
• Ada tiga jenis kabel Fiber Optik yang digunakan, yaitu
Kabel Duct yang menggunakan pelindung pipa PVC dengan lapisan
cor beton
Kabel Tanah Tanam Langsung ( Burried Cables) dengan pelindung pipa
HDPE.
Kabel Udara atau aireal cable yang ditambatkan pada tiang besi atau
beton.
ODC (Optical Distribuion Cabinet)
Fungsi
• titik sambung untuk
penyebaran layanan ke
beberapa area yang
lebih kecil
• tempat splitter untuk yaitu
dari satu Fiber optik ke
beberapa fiber optik.
• tempat koneksi dari Kabel
Feeder ke Kabel
Distribution
Kabel Distribution
Kabel Fiber Optik yang mendistribusikan layanan ke area
yang lebih kecil
• Menggunakan kabel tipe Single Core Single Tube atau SCST
• Sebagai penghubung antara ODC dengan ODP
ODP (Optical Distribution Point)
Fungsi
• Sebagai titik terminasi kabel dropp optik ke
arah pelanggan.
• Sebagai titik distribusi kabel distribusi
menjadi beberapa saluran
dropp optik dengan menggunakan splitter.
• Ada 3 (tiga) jenis ODP , yaitu ;
ODP Pedestal ODP yang ditempatkan pada
permukaan tanah
ODP Pole/ Wall ODP yang ditempatkan pada
tembok atau
tiang.
ODP Closure, ODP yang ditempatkan pada kabel diantara
dua tiang
Dropp Optic (Saluran penanggal)
• Penghubung antara ODP dengan instalasi Rumah.
• Menggunakan jenis insensitive bending, atau tahan dengan
tekukan.
• Kapasitas 1, 2 dan 4 core.
• Panjang maksimum 250 meter
• Kedua ujungnya dipasang konektor
• Antar kedua ujung konektor tidak boleh terdapat sambungan
atau lecet.
OTP (Optical Termination Premises)
perangkat pasive yang ditempatkan pada instalasi rumah pelanggan.
Fungsi dari OTP
• Titik terminasi atau titik tambat akhir drop optik di sisi pelanggan.
• Tempat koneksi kabel drop optik dengan kabel indooor optik
(patchcord)
Indoor Fiber Optic Cables
Kabel Fiber Optik yang diinstalasi untuk dalam rumah, pada umumnya
disebut juga patchcord, dimana kedua ujungnya sudah tersambung
dengan konektor.
Roset Optic atau kotak tempat penghubung antara indoor optik cables
dengan kabel optik arah CPE ( Customer Premises Equipment)
dalam bentuk ONT/ONU
ONT/ ONU = Optical Network Terminal
atau Optical Network Unit
Fungsinya adalah :
• Melakukan konversi layanan dalam sinyal optik menjadi
sinyal elektrik
• Sebagai alat demultiplexer layanan
• Output layanan ONT/ONU adalah Voice, Video/ IP TV
dan Data Internet
Perbedaan antara ONT dan ONU
• ONT hanya
melayani satu
pelanggan saja.
• ONU dapat
melayani
beberapa
pelanggan
dalam satu
kluster, misal
untuk
Pertokoan, Mall
dan Apartemen.
Teknologi GPON
• Teknologi G-PON adalah teknologi yang digunakan untuk mengatur
trafik layanan pada jaringan FTTH. Disebut dengan GPON karena
mempunyai bitrate informasi yang lebih dari 1 Giga bit perdetik,
disamping itu sifat pendistribusian layanan pada jaringan tidak
memerlukan catuan daya listrik atau bersifat passive, sehinggga disebut
dengan Pasive Optical Network.
• ekologi ini merupakan penggabungan dari teknologi
a. Penyambungan / Switching
b. Penggabungan / Multiplexer
c. Pendistribusian akses pelanggan melalui FTTH
d. Jaringan IP
Arsitektur G-PON
• Arsitektur G-PON sangat
sederhana yaitu hanya
terdiri komponen
a. OLT Optical Line
Terminal yang ditempatkan
pada pusat layanan
b. Splitter yang
ditempatkan pada ODC
maupun pada ODP.
c. ONT atau ONU yang
ditempatkan pada sisi
pelanggan.
• OLT merupakan komponen pusat penggabungan layanan triple play
dari beberapa operator jaringan
Setiap layanan dapat dihubungkan dengan bit rate 10 Gigabit perdetik
sedangkan pada sisi distribusi pelanggan mulai dari 1 Gbps - 2,5 Gbps
• Fungsi dari OLT jika pada jaringan Internet adalah merupakan layer -2
yaitu Data Network
yang berfungsi sebagai Switch, yang fungsinya adalah untuk
a. Penyambungan dengan Pusat Layanan ( Softswitch, ISP dan TV-Server)
b. Titik Distribusi awal ke beberapa area pelanggan.
c. Tempat pengaturan bandwidth, pengontrolan, monitor dan kendali
jaringan pelanggan.
Splitter
• Yaitu dapat dianalogikan
dengan Multiplexer, yang
berfungsi
mendistribusikan layanan
dari satu fiber ke
beberapa fiber dengan
kapasitas, 1:2, 1:4, 1:8,
1:16, 1:32 dan 1:64
Kelemahan dari Splitter
ini adalah menimbulkan
Loss dimana semakin
besar kapasitasnya
loss yang timbul semakin
besar
ONT Optical Network Terminal
ONT ditempatkan pada sisi pelanggan, dimana sebagai interface atau
titik penghubung dengan CPE (Customer Premises Equipment) yang
berupa :
• a. PABX
• b. Telepon
• c. Faxmile
• d. WIFI Internet
• e. MODEM Internet
• f. IP-TV
Cara Kerja G-PON
Teknologi GPON dalam menyalurkan trafik layanan ke pelanggan
menggunakan dua metode yaitu
• WDM Wavelenght Division Multiplexer = atau penggabungan panjang
gelombang sinyal optik yang berbeda menjadi satu berkas sinyal optic
untuk memisahkan jenis layanan dari OLT menuju ke ONT.
• TDM Time Division Multiplexer, yaitu setiap pelanggan arah up stream
dialokasikan time slot yang berbeda untuk memisahkan antar
identitas pelanggan dari ONT menuju ke OLT
Pada teknologi G-
PON terdiri dari
dua tipe perangkat,
yaitu ;
a. Perangkat Aktive
terdiri dari : OLT ,
ONT dan ONU
b. Perangkat Pasive
terdiri dari Kabel
Feeder, Kabel
Distribution,
Splitter, Patch Cord
Keistimewaan teknologi G-PON
• Beroperasi dengan line rates pada 2.488 Gbps downstream dan 1.244
Gbps upstream dengan menggunakan single fiber, G-PON system harus
sesuai dengan ITU-T G.984.x series (G.984.1/2/3/4).
• Modul GPON dapat diekspansi, yang memungkinkan terbentuknya sistem
perangkat yang fleksible.
• Sistem arsitektur GPON harus dalam satu rak yang terintegrasi untuk
semua layanan.
• Semua layanan di-manage/dikontrol oleh sebuah EMS (Element
Management Services)
• Interface backplane perangkat GPON harus berbasis arsitektur IP.
• Kemampuan switching bersifat non-blocked matrix atau tidak terjadi
kegagalan hubungan.
Kelemahan G-PON.
• Instalasi fisik Fiber Optik harus bebas dari tekukan dan gulungan pada
Fiber Optik.(tidak terjadi bending)
• Teknisi harus menguasai teknologi jaringan IP.
• Kapasitas Splitter yang semakin besar akan menimbulkan Loss dan
menurunnya kecepatan informasi pada User, oleh sebab itu
perencanaan QoS harus akurat.
Panjang Gelombang Downstream ada dua jenis yaitu
• 1490 nm untuk menyalurkan informasi Internet dan VoIP
• 1550 nm untuk menyalurkan IP TV Panjang gelombang Up Stream yang
digunakan adalah,
• 1.310 digunakan untuk layanan Triple Play
Trafik dari OLT
ke ONT atau
downstream
semua dikirim
keseluruh user
yang
tersambung
dengan port
OLT. Namun
user hanya akan
menerima
informasi yang
mempunyai IP
address
yang sama dan
untuk layanan
sesuai tag/
label.
Arsitektur PON
Standar PON