0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan63 halaman

Kumparan Pembangkit Tegangan Generator

Dokumen tersebut membahas tentang kumparan pembangkit tegangan pada generator AC, yang terletak pada stator atau rotor. Kumparan tersebut berfungsi untuk membangkitkan tegangan listrik melalui proses induksi elektromagnetik dengan memotong garis gaya magnet yang dihasilkan oleh kutub-kutub magnet. Dokumen juga menjelaskan beberapa hal penting terkait kumparan pembangkit tegangan seperti derajat listrik, jumlah alur, langkah

Diunggah oleh

Azarin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
34 tayangan63 halaman

Kumparan Pembangkit Tegangan Generator

Dokumen tersebut membahas tentang kumparan pembangkit tegangan pada generator AC, yang terletak pada stator atau rotor. Kumparan tersebut berfungsi untuk membangkitkan tegangan listrik melalui proses induksi elektromagnetik dengan memotong garis gaya magnet yang dihasilkan oleh kutub-kutub magnet. Dokumen juga menjelaskan beberapa hal penting terkait kumparan pembangkit tegangan seperti derajat listrik, jumlah alur, langkah

Diunggah oleh

Azarin
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KUMPARAN PEMBANGKIT TEGANGAN

Kumparan Pembangkit tegangan pada Generator AC kutub dalam diletakkan pada


Stator

Kumparan Pembangkit tegangan pada Generator AC kutub luar diletakkan pada


Rotor.

Antara keduanya mempunyai prinsip kerja yang sama, yaitu untuk membangkitkan
tegangan listrik (GGL induksi ) dan harus terjadi perpotongan antara kawat kawat
kumparan dengan garis garis gaya magnet ( Flux magnet ) yang dikeluarkan oleh
kutub kutub magnet.

Generator Kutub dalam


Flux magnet dari kutub kutub magnet yang dipasang pada rotor berputar dan
memotong kawat kawat kumparan yang dipasang pada stator.

Generator Kutub luar


Kumparan pembangkit tegangan yang dipasang pada rotor berputar dan memotong
flux magnet yang dikeluarkan oleh kutub kutub magnet yang dipasang pada stator.
Kumparan Pembangkit Tegangan pada Stator
Kumparan pembangkit medan magnet pada Stator
HAL PENTING YANG BERKAITAN DENGAN KUMPARAN PEMBANGKIT TEGANGAN
( KUMPARAN FASE )

1. Derajat Listrik

Derajat listrik dalam hal ini disebut Pole Pitch adalah jarak antara dua kutub
magnet tak senama, yaitu kutub U dan S yang berdekatan dan dinyatakan sama
dengan 180 0 Listrik.

• Generator 2 Kutub, 1 Pole Pitch = ½ lingkaran


• Generator 4 Kutub, 1 Pole Pitch = ¼ lingkaran
• Generator P Kutub, 1 Pole Pitch = 1/P lingkaran
2. Jumlah Alur

Jumlah alur pada generator AC biasanya merupakan kelipatan tiga. Hal ini
dimaksudkan untuk mengantisipasi kemungkinan diadakannya perubahan
kumparan. Misalnya dari kumparan satu fase menjadi kumparan tiga fase atau
sebaliknya.

Secara umum jumlah alur dapat dituliskan dengan suatu persamaan:

G=P.q.m

Keterangan:

G = Jumlah alur
P = Jumlah kutub magnet
q = Jumlah alur/kutub/fase
m = Jumlah fase
3. Langkah Alur
Langkah alur yang diberi simbol Yg

dirumuskan sebagai berikut.

Yg =
Keterangan:
G = Jumlah alur
P = Jumlah kutub magnet

Dalam hal ini apabila langkah alur = 180° listrik atau Yg =

langkah tersebut dinamakan langkah penuh ( Full pitch)

Gambar 4.4 Langkah penuh


Jika langkah alur < 180° listrik atau

Yg <

langkah tersebut dinamakan langkah Diperpendek (fractional pitch )

<180 0 L

Gambar 4.5 Langkah diperpendek


4. Langkah Fase

Langkah fase yaitu hitungan jumlah alur untuk memulai lilitan fase berikutnya,

Dirumuskan sebagai berikut :

Jarak antarfase (° listrik)


Langkah fase = x Jumlah alur/kutub
Jarak antarkutub (° listrik)

120° listrik
Langkah fase = x Jumlah alur/kutub
180° listrik
5. Bentuk Kumparan

Untuk kumparan Fase dikenal dua macam bentuk kumparan

a. Kumparan Penuh (Full Coll)


Pada kumparan penuh terdapat dua arah putaran kumparan dalam satu
kumparan fase.
Misalnya, kumparan yang pertama mempunyai arah searah dengan putaran
jarum jam, kumparan berikutnya merupakan kebalikan dari arah kumparan
pertama.
Bentangan kumparan ini dilukiskan seperti gambar berikut

Gambar 4.6 Bentangan kumparan penuh (full coil)


Gambar 4.7 Bentuk kumparan penuh (full coil)

Gambar 4.8 Kumparan penuh (full coil) pada stator


Dari gambar 4.6 dapat kita lihat bahwa :

Pada kumparan dengan ujung-ujung U—X, sisi kumparan 1-4,7-10, mempunyai arah
putaran kumparan searah dengan putaran jarum jam/ke kanan, sedangkan sisi
kumparan lainnya, yaitu 7-4,1-10, mempunyai arah sebaliknya/ke kiri.

Pada kumparan dengan ujung-ujung V—Y, sisi kumparan 3-6,9-12, mempunyai arah
putaran kumparan scarab dengan putaran jarum jam/ ke kanan, sisi kumparan
lainnya, yaitu 9-6,3-12, mempunyai arah sebaliknya/ke kiri.

Pada kumparan dengan ujung-ujung W—Z, sisi kumparan 5-8,11-2, mempunyai arah
putaran kumparan searah dengan putaran jarum jam/ke kanan, sisi kumparan
lainnya, yaitu 11-8,5-2, mempunyai arah sebaliknya/ke kiri .
b. Kumparan Setengah Penuh (Half Coil)
Pada kumparan setengah penuh hanya mempunyai satu arah putaran kumparan.
Gambar berikut adalah bentangan dari kumparan setengah penuh.

Gambar 4.9 Bentangan [Link] setengah penuh (half coil)


Gambar 4.10 Bentuk kumparan setengah penuh (half coil)

Gambar 4.11 Kumparan setengah Penuh (half coil) pada stator


Dari gambar 4.9 dapat kita lihat bahwa :

Pada kumparan dengan ujung-ujung U – X , yaitu sisi kumparan 1-4, 7-10,


Pada kumparan dengan ujung-ujung V – Y , yaitu sisi kumparan 3-6,9-12,
Pada kumparan dengan ujung-ujung W – Z , yaitu sisi kumparan 5-8, 11-2,

semuanya mempunyai arah putaran kumparan searah dengan putaran jarum


jam/ke kanan
6. Tipe Kumparan

Untuk kumparan fase dikenal dua tipe kumparan sebagai berikut.

a. Tipe Distribusi

1) Kumparan Gelung (Lap Winding)


Kumparan gelung atau disebut dengan kumparan bergeser, yaitu kumparan
yang memiliki langkah kumparan tetap. Adapun bentangan dari kumparan
gelung atau kumparan bergeser dapat dilihat pada gambar berikut.

Ujung Awal Ujung Akhir

Gambar 4.12 Kumparan gelung


2) Kumparan Gelombang (Wave Winding)

Disebut kumparan bergelombang karena langkah kumparannya menyerupai


bentuk gelombang.
Bentuk bentangan kumparan gelombang seperti gambar berikut ini :

Ujung Awal Ujung Akhir

Gambar 4.13 Kumparan gelombang


b. Tipe Spiral atau Kumparan Memusat (Centrated Winding)

Pada kumparan memusat langkah kumparannya ke dalam membentuk spiral


(memusat). Bentuk kumparan dengan kumparan memusat dapat dilukiskan
berikut ini.

Gambar 4.14 Kumparan tipe spiral (memusat)


Kumparan Generator AC Satu Fase
Jumlah alur pada stator biasanya merupakan kelipatan tiga, yaitu 12, 24, 36, dan
seterusnya.
Untuk stator generator satu fase jumlah alur yang dililit hanya 2/3 dari jumlah alur
seluruhnya.
Ujung awal dari kumparan adalah U dan ujung akhirnya adalah X

Contoh:
Generator AC satu fase (m = 1), jumlah Kutub (P) = 4, jumlah alur/kutub (q)= 6,
langkah penuh (full pitch); Bentuk kumparan setengah penuh (half coil), bergeseran.
Oleh karena itu, dapat dibuat daftar kumparan dan gambar bentangannya sebagai
berikut.

Penyelesaian:
Jumlah alur: G = P • q • m
G=4•6•1
G = 24 alur
Langkah alur Yg = G/P = 24/4 = 6 alur

Jumlah alur yang dililit adalah 2/3 dari alur seluruhnya = 2/3 x 24 = 16 alur sehingga
jumlah alur tiap kutub = G/P = 16/4 = 4 alur.
Gambar 4.15 Bentangan kumparan generator AC satu fase, P = 4, langkah penuh
(full pitch), kumparan setengah penuh (half coil), bergeseran
Kumparan Generator AC Tiga Fase
Untuk generator tiga fase kumparan-kumparan fase satu dengan lainnya masing-
masing berjarak 1200 listrik.
Jadi, ujung-ujung awal atau ujung-ujung akhir dari kumparan fase I, II, dan III masing-
masing berjarak 120° listrik. Pada generator tiga fase terdapat enam ujung kumparan
fase, yang masing masing diberi notasi sebagai berikut.

Menurut ketentuan VEMET :

Ujung kumparan fase I : U — X


Ujung kumparan fase II : V — Y
Ujung kumparan fase III : W — Z

Menurut ketentuan Amerika : Menurut ketentuan Rusia

Ujung kumparan fase I : a — a' Ujung kumparan fase I : el — e4


Ujung kumparan fase II : b — b' Ujung kumparan fase II : e2 — e5
Ujung kumparan fase Ill : c — c' Ujung kumparan fase III : e3 — e6
Ujung kumparan fase I : a1 — a2 Ujung kumparan fase I :A—X
Ujung kumparan fase II : b1 — b2 Ujung kumparan fase II :B—Y
Ujung kumparan fase III : c1 — c2 Ujung kumparan fase III :C—Z
Gambar 4.17 Bentangan kumparan tiga fase
Gambar 4.16 Kumparan tiga fase full pitch, half coil
Contoh:
1. Generator tiga fase, jumlah kutub = 4, jumlah alur = 24, kumparan setengah
penuh (half coil); langkah penuh (full pitch), bergeseran, dapat diselesaikan
perhitungannya sebagai berikut.

Penyelesaian:
G = 24, m = 3, P = 4
G = P•q•m

sehingga
Jumlah alur/kutub/fase q = G/P • m = 24/4 • 3 = 2 4/12 = 2 alur
Jumlah alur/kutub = G/P = 24/4 = 6 alur
Langkah alur Yg = G/P = 24/4 = 6 alur
Langkah fase = 1200 listrik/ 1800 listrik X jumlah alur/kutub
= 2/3 x 6 = 4 alur.
Makna hasil-hasil hitungan tersebut sebagai berikut.

Jumlah alur/kutub/fase q = 2 alur.


Artinya, ada 2 alur untuk tiap kutub tiap fase.
Dengan demikian, ada 2 alur yang disediakan di awal kelompok kumparan dan 2 alur
di akhir kelompok kumparan. Dengan kata lain, ada dua kumparan untuk tiap-tiap
kelompok kumparan.

Langkah alur Yg = 6 alur.


Artinya, apabila ujung awal dari satu kumparan diletakkan pada alur nomor 1, ujung
akhir dari kumparan tersebut harus diletakkan pada alur nomor 7 atau (1+Yg).
Demikian juga untuk kumparan kedua, apabila kumparan adalah tipe gelung
(bergeseran) ujung kumparan kedua diletakkan pada alur nomor 2 sehingga ujung
akhir dari kumparan kedua hams diletakkan pada alur nomor 8 atau (2+Yg).

Langkah fase = 4 alur.


Apabila ujung awal kumparan fase I terletak pada alur nomor 1, ujung awal untuk
kumparan fase II terletak pada alur 1+4 = alur nomor 5 atau dari alur nomor 1 maju
empat langkah/empat alur. Adapun ujung mula kumparan fase ke III terletak pada alur
5+4 = alur nomor 9 atau dari alur nomor 5 maju empat langkah/ empat alur.
Dan i hasil-hasil perhitungan tersebut dapat kita buat daftar kumparan dan gambar
bentangannya sebagai berikut.

Tabel 4.2 Daftar Kumparan Generator Tiga Fase G = 24, m = 3, P = 4 Kumparan


Setengah Penuh, Langkah Penuh, dan Bergeseran
Gambar 4.18 Bentangan kumparan generator tiga fase G = 24, m = 3, P = 4 kumparan
setengah penuh, langkah penuh, dan bergeseran
2. Generator tiga fase, jumlah kutub = 4, jumlah alur = 36, kumparan setengah
penuh (half coil), langkah penuh (full pitch), dan bergeseran (gelung), hitungan
penyelesaiannya sebagai berikut.

Penyelesaian:
G = 36, m = 3, P = 4
G=P•q•m
sehingga

Jumlah alur/kutub/fase q = G/P • m = 36/ 4 • 3 = 36/12 = 3 alur


Jumlah alur/lcutub = G/P = 36/4 = 9 alur
Langkah alur Yg = G/P = 36/4 = 9 alur
Langkah fase = 1200 listrik/1800 listrik x jumlah alur/kutub
= 2/3 x 9 = 6 alur.

Dari hasil-hasil perhitungan tersebut dapat kita buat daftar kumparan dan gambar
bentangannya sebagai berikut.
Tabel 4.3 Daftar Kumparan Generator Tiga Fase G = 36, m = 3, P = 4 Kumparan Setengah
Penuh, Langkah Penuh, dan Bergeseran
Gambar 4.19 Bentangan kumparan generator tiga fase G = 36, m = 3, P = 4 kumparan
setengah penuh, Langkah penuh, dan bergeseran
3. Generator tiga fase, jumlah kutub = 4, jumlah alur = 12, kumparan penuh (full
coil) dan langkah penuh (full pitch), hitungan penyelesaiannya sebagai berikut.

Penyelesaian:
G = 12, m = 3, P = 4
G=P•q•m
sehingga
Jumlah alur/kutub/fase q = G/P • m = 12/4 • 3 = 12/12 = 1 alur
Jumlah alur/kutub = G/P = 12/4 = 3 alur
Langkah alur Yg = G/P = 12/4 = 3 alur
Langkah fase = 1200 listrik/1800 listrik x jumlah alur/kutub
= 2/3 x 3 = 2 alur.

Untuk kumparan penuh, arah putaran kurnparan ada dua macam, yaitu putar
kanan dan putar kiri.

Dari hasil-hasil perhitungan tersebut dapat kita buat daftar kumparan dan
gambar bentangannya sebagai berikut
Tabel 4.4 Daftar Kumparan Generator Tiga Fase G = 12, m = 3, P = 4
Kumparan Penuh dan Langkah Penuh

Keterangan:

• Nomor dengan indeks a artinya sisi


kumparan atas.
• Nomor dengan indeks b artinya sisi
kumparan bawah.
Gambar 4.20 Bentangan kumparan generator tiga fase
G = 12, m = 3, P = 4 kumparan penuh dan langkah penuh
Jenis Sambungan Ujung -Ujung Kumparan
Kumparan stator memiliki ujung-ujung yang diletakkan pada kotak terminal sambungan
dan antara kumparan satu dengan kumparan yang lain sebelumnya telah disambung di
dalam stator.
Penyambungan ujung-ujung kumparan juga dilakukan pada kotak terminal sambungan.
Misalnya untuk generator AC satu fase dengan dua macam tegangan keluaran (110 volt /
220 volt), atau generator AC tiga fase, yaitu untuk sambungan bintang ataupun
sambungan segitiga.

Gambar 4.21 Terminal sambungan Gambar 4.22 Terminal sambungan


generator AC satu fase generator AC tiga fase
Ada berbagai jenis sambungan, baik yang berada di dalam stator maupun yang
berada pada kotak terminal sambungan sebagai berikut.

1. Sambungan pada Generator AC Satu Fase


Pada generator AC satu fase ada tiga jenis sambungan kumparan yang meliputi
sebagai berikut.

a. Sambungan Seri

Kumparan-kumparan yang disambung seri dimaksudkan untuk mendapatkan


tegangan keluaran yang besar, yaitu ujung akhir dari kumparan satu disambung
dengan ujung awal kumparan berikutnya.

Gambar 4.23 Kumparan-kumparan disambung seri


Gambar 4.24 Sambungan seri pada kotak terminal
b. Sambungan Paralel

Kumparan-kumparan yang disambung paralel dimaksudkan untuk mendapatkan arus


keluaran yang besar, yaitu ujung-ujung awal dan i tiap-tiap kumparan dihubungkan
menjadi satu, dan ujung-ujung akhir dari tiap-tiap kumparan juga dihubungkan
menjadi satu.

Gambar 4.25 Kumparan-kumparan disambung paralel


Gambar 4.26 Sambungan paralel pada kotak terminal
c. Sambungan Seri Paralel

Kumparan yang disambungkan seri paralel dimaksudkan untuk mendapatkan


tegangan dan arus keluaran sesuai yang diinginkan, yaitu kelompok kumparan yang
telah disambung seri. Selanjutnya, ujung- ujung awal dan i kelompok-kelompok
kumparan dihubungkan menjadi satu, dan ujung-ujung akhir dari kelompok-kelompok
kumparan juga dihubungkan menjadi satu

Gambar 4.27 Kumparan-kumparan disambung seri nparalel


2. Sambungan pada Generator AC Tiga Fase

Pada generator AC tiga fase ada dua jenis sambungan kumparan yang meliputi
sebagai berikut.

A. Sambungan Bintang (Star)


Kumparan-kumparan fase yang disambung bintang, yaitu ujung-ujung aKhir dari
kumparan fase I, fase II, dan fase III (X, Y, Z) disambung menjadi satu.

Ujung-ujung awal dan kumparan fase I, fase II, dan fase III (U, V, W) sebagai ujung-
ujung untuk tegangan keluaran.

Pada sambungan bintang sistem tiga kawat, ujung kumparan U sebagai ujung keluar
tegangan fase I (R). ujung kumparan V sebagai ujung keluar tegangan fase II (S), clan
ujung kumparan W sebagai ujung keluar tegangan fase III (T).

Pada sambungan bintang sistem 4 kawat, selain ujung-ujung keluaran R, S, T


ditambah satu sambungan lagi sebagai kawat netral (N) yang dihubungkan dengan
simpul ujung-ujung alchir kumparan XYZ (titik bintang).
Gambar 4.28 Kumparan-kumparan dalam sambungan bintang
Gambar 4.29 Sambungan bintang pada kotak terminal
Apabila pada tiap-tiap fase terdiri atas dua kelompok kumparan, fase-fase
itu dapat disambung baik secara seri maupun paralel.

Jika dalam sambungan bintang kedua kelompok kumparan dari tiap-tiap


fase disambung secara seri disebut sambungan seri bintang.

Sebliknya, jika kedua kelompok kumparan dari tiap-tiap fase disambung


secara paralel, sambungan tersebut disebut sambungan paralel bintang.

Gambar 4.30 Sambungan seri bintang Gambar 4.31 Sambungan paratel bintang
Pada sambungan bintang dimaksudkan untuk mendapatkan tegangan jaring- jaring
(tegangan line) yang besar. Hal ini diperoleh dari tegangan-tegangan fase yang
tersambung secara seri sehingga besamya tegangan jaring-jaring (U line) merupakan
penjumlahan secara vektoris dari tegangan-tegangan fase tersebut.

Persamaan untuk tegangan dan arus pada sambungan bintang sebagai berikut.

UL = Uf . dan IL = If

Gambar 4.32 Tegangan dan arus pada Gambar 4.33 Tegangan dan arus pada
sambungan bintang tiga kawat sambungan bintang empat kawat
b. Sambungan Segitiga (Delta)

Kumparan-kumparan fase yang disambung segitiga yaitu ujung akhir dari kumparan
fase I (X) disambung dengan ujung awal dari kumparan fase II (V), ujung akhir dari
kumparan fase II (Y) disambung dengan ujung awal dari kumparan fase III (W), dan
ujung akhir dari kumparan fase III (Z) disambung dengan ujung awal dan i kumparan
fase I (U).
Tegangan keluaran generator diambil dari titik-titik sambungan segitiga, yaitu
sambungan U—Z sebagai keluaran untuk tegangan fase I (R), sambungan V—X
sebagai keluaran untuk tegangan fase II (S), dan sambungan W—Y sebagai keluaran
untuk tegangan fase III (T).

Gambar 4.34 Kumparan-kumparan datam sambungan segitiga (delta)


Gambar 4.35 Sambungan segitiga pada kotak terminal
Sama halnya seperti pada sambungan segitiga, apabi la pada tiap-tiap fase terdiri atas
dua kelompok kumparan, hal tersebut dapat disambung, baik secara seri maupun
paralel.
Jika dalam sambungan segitiga kedua kelompok kumparan dari tiap-tiap fase
disambung secara seri, sambungan tersebut disebut sambungan seri segitiga.

Jika kedua kelompok kumparan dari tiap-tiap fase disambung secara paralel,
sambungan tersebut disebut sambungan paralel segitiga.

Gambar 4.37 Sambungan paralel


Gambar 4.36 Sambungan seri segitiga
segitiga
Sambungan segitiga dimaksudkan untuk mendapatkan arus jaring-jaring (arus
line) yang besar.
Hal ini diperoleh dari kumparan-kumparan fase yang tersambung secara paralel
sehingga besarnya arus jaring-jaring ( I line) merupakan Penjumlahan Secara
vektoris dari arus-arus fase tersebut.

Persamaan untuk tegangan dan arus pada sambungan segitiga Sebagai berikut.

IL = If . dan UL = Uf

Gambar 4.38 Tegangan dan arus pada sambungan segitiga

Anda mungkin juga menyukai