Reaksi inti atom
Mata Kuliah : Pendahuluan Fisika Inti
Pengampu :Dr. Eng Jubaidah, [Link]
Budiman Nasution , [Link]., [Link]
Kelas : PSPF 2020 C
KELOMPOK 4
Angeline Aulia Manalu (4203121068)
Christmadya Wanti L Br Sirait (4203321001)
Dara Anggita Lubis (4201121018)
Lestina M Lumban Tobing (4203121041)
Novita Rahmadani (4203121040)
Rahma (4202121003)
Sri Ulina Br Sembiring (4203121049)
Tera Andriani Gurusinga (4201121028)
Tri Ayuni Tyas Ningsih (4203121066)
3
TOPIK PEMBAHASAN
PARAMETER REAKSI INTI
TAMPANG LINTANG
COULOMB
TAMPANG LINTANG
NEUTRON
PARAMETER REAKSI INTI
Reaksi inti merupakan peristiwa perubahan suatu inti atom sehingga
berubah menjadi inti atom lain dengan disertai munculnya energi yang
sangat besar.
Terjadinya reaksi inti disebabkan oleh, partikel proton dan neutron .
Partikel proton atau neutron yang berenergi ditembakkan pada inti target
sehingga setelah reaksi terjadi, terbentuk inti atom yang baru disertai
terbentuknya partikel yang baru.
Tujuan reaksi inti mendapatkan isotop radioaktif yang berasal dari inti
stabil.
Inti target dapat merupakan inti atom yang stabil, sehingga setelah terjadi
reaksi menyebabkan inti atom menjadi inti yang tidak stabil yang kemudian
disebut dengan isotop radioaktif.
4
5
Skematik Reaksi Inti
Keterangan :
X : Inti awal
Y : Inti akhir
a : partikel penembak/datang
b : partikel yang dipancarkan
PARAMETER REAKSI INTI
Apabila suatu partikel α ditembakkan pada inti X, kemungkinan terjadi
hamburan elastik, hamburan inelastik dan reaksi inti.
Hukum yang berlaku pada reaksi inti :
1. Hukum kekekalan momentum
2. Hukum kekekalan energi
3. Hukum kekekalan no atom (R + S = T + U)
4. Hukum kekekalan no massa (M + N = O + P)
Contoh reaksi inti
14 N + 4 He→ 17 O + 1 H yaitu inti atom Nitrogen ditembak dengan partikel
(2He4) menjadi inti atom Oksigen dengan disertai timbulnya proton (1H1),
inti atom oksigen yang terbentuk bersifat radioaktif.
6
PARAMETER REAKSI INTI
Hukum Kekekalan dalam reaksi inti
1. Hukum kekekalan muatan (∑Z = tetap)
2. Hukum kekekalan massa dan energi
(MA.C2 + ma.C2 + Ka = MB.C2 + Mb.C2 + Kb + Kb MA.C2 + ma.C2 =
MB.C2 + Mb.C2 + Q)
3. Hukum kekekalan no massa (∑A = tetap)
4. Hukum kekekalan momentum sudut inti (∑I = tetap)
5. Hukum kekekalan paritas (∑∏ = tetap)
6. Hukum kekekalan momentum linear (∑P = tetap)
Partikel yang digunakan untuk menembaki inti-inti radioaktif agar terjadi
reaksi nuklir adalah partikel α, partikel β, sinar γ, netron, proton dan
deuteron
7
8
PENAMPANG LINTANG COULOMB
Penampang lintang adalah suatu besaran yang dapat diukur secara
eksperimental dan dapat dihitung
Penampang lintang disimbolkan dengan σ.
Jika inti dianggap dengan radius R cm dan partikel penembak sebagai
proyektil, maka tiap inti diberikan (secara kasar) oleh
Σ = π R² cm
R = 1,5 A⅓. 10 -13 cm
9
TAMPANG LINTANG COULOMB
Kerapatan permukaan inti = NT / A
Sebuah partikel secara normal melewati lempengan sampel tipis dengan luas
A yang berisi NT inti, mempunyai probabilitas : NTσ /A bertumbukan
dengan inti yang ada tanpa “overlap
Penampang lintang dari inti dirumuskan
1
0
TAMPANG LINTANG NEUTRON
Tampang lintang dari suatu inti disebut sebagai tampang lintang
mikroskopik sedang tampang lintang total dari suatu bahan disebut
tampang lintang makroskopik.
Fungsi tampang lintang ialah menggambarkan interaksi neutron dengan
partikel inti dalam materi.
Tampang lintang sering dinyatakan dalam satuan “barn” (1 b = 10 -24 cm2)
Untuk dapat menentukan tampang lintang mikroskopis, pengukuran
transmisi dilakukan terhadap plat material.
11
TAMPANG LINTANG NEUTRON
Anggap bahwa Io neutron per cm2 per sekon mengenai
plat secara tegak lurus. Plat tersebut mempunyai
densitas atom sebesar N inti per cm3 . Pada lapisan
setebal dx pada plat, densitas inti atom persatuan luas
adalah . Menurut defini tampang lintang mikroskopis,
laju reaksi per satuan luas adalah Nilai ini sama
dengan pengurangan intensitas pancaran, sehingga
1
2
TAMPANG LINTANG NEUTRON
Dengan mengintegralkan persamaan pada slide sebelumnya,
diperoleh :
Tampang lintang mikroskopis σ mengacu kepada satu inti atom.
Probabilitas P(x) bahwa neutron akan bergerak menempuh jarak x
pada material yang bersangkutan tanpa mengalami reaksi adalah
sebesar
P(x) = e−Σx
1
3
TAMPANG LINTANG NEUTRON
Kegayutan Tampang Lintang terhadap
Energi
Tingkat energi inti atom tidak berupa
“garis-garis” yang tajam, melainkan
menunjukkan lebar tertentu sebesar Γ,
yang menurut prinsip ketidakpastian
Heisenberg terkait dengan waktu rata-
rata sebelum inti pada keadaan
tereksitasi akan meluruh dengan
memancarkan foton atau partikel yang
lain
1
4
TAMPANG LINTANG NEUTRON
Jika energi eksitasi inti
gabungan sesuai dengan salah
Tampang lintang mikroskopis untuk
satu tingkat energi, probabilitas
interaksi di mana neutron diserap
terjadinya interaksi menjadi dalam inti dan partikel
besar. Karena energi eksitasi (dimungkinkan neutron yang sama)
tergantung kepada energi dipancarkan:
kinetik neutron, probabilitas
terjadinya interaksi dan dengan λ = adalah panjang
tampang lintang mikroskopis gelombang de Broglie dari neutron
bervariasi terhadap energi dan adalah energi resonansi
neutron.
1
5
TAMPANG LINTANG NEUTRON
Ketika energi neutron
meningkat, tinggi puncak
resonansi berkurang dan letak
resonansi satu sama lain
menjadi sangat berdekatan
sehingga mereka tidak dapat
dibedakan lagi
1
6
Daftar Pustaka
• Purba, Micheal. 2006. Kimia untuk SMA Kelas XII. Jakarta : Penerbit
Erlangga.
• Riyanto, nurdin dan yustisia nurdin. 2009. Super genius olimpiade
kimia. Yogyakarta : Pustaka Widyatama
• Wardhana, Wisnu Arya. 2007. Teknologi Nuklir Proteksi dan
Aplikasinya. Yogyakarta : Penerbit Andi.
• Mahardika,Jamal.2015. Pengantar fisika inti. Surabaya; Revka Petra
Media .
• Agung, A. (2017). DIKTAT KULIAH ANALISIS REAKTOR
NUKLIR. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
1
7
TERIMA KASIH
<33