MATA KULIAH :
AMDAL
OLEH :
Andi Besse Tenri Luwu, SKM., [Link]
Sejarah
Analisis Mengeniai Dampak Lingkungan Lingkungan Mulai
diperkenalkan di Amerika Serikat pada Tahun 1969 dan mulai di
terapkan pada tahun 1970. dan Indonesia menerapkan AMDAL pada
Tahun 1982.
Banyaknya pembangunan di berbagai wilayah pada suatu negara
sudah tak bisa dihindari lagi karena demi kemajuan dan
perkembangan untuk wilayah itu sendiri. Pembangunan yang
dilakukan biasanya berupa beberapa sektor, seperti industri, pabrik,
dan lain-lain. Dalam melakukan pembangunan sangat dibutuhkan
suatu pemahaman tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
(AMDAL). Hal ini perlu dilakukan karena AMDAL dapat mencegah
kerusakan lingkungan terjadi.
AMDAL merupakan perangkat penting untuk mengelola lingkungan
dalam melaksanakan kegiatan pembangunan. AMDAL harus
dilaksanakan untuk rencana kegiatan yang berpotensi menimbulkan
dampak penting.
AMDAL merupakan suatu sistem atau proses yang
melibatkan suatu kajian /studi dan menghasilkan
beberapa dokumen, seperti KA ANDAL, Dokumen ANDAL,
Dokumen RKL dan RPL. Di sisi lain terdapat dokumen UKL
dan UPL bagi kegiatan yang tidak wajibh AMDAL.
Dokumen AMDAL terdiri dari 3 (tiga) dokumen yaitu KA-
ANDAL, ANDAL, RKL-RPL
Analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL)
adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu
usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses
pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha
dan/atau kegiatan
Siapa saja yang wajib AMDAL?
Umumnya setiap pabrik yang memproduksi
limbah berbahaya diwajibkan lolos AMDAL.
Setiap rencana usaha atau kegiatan yang
hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan
alam, juga diwajibkan AMDAL, baik
pengaruhnya negatif maupun positif.
Kapan AMDAL harus dilakukan?
AMDAL sangat penting untuk dilakukan
sebelum melakukan pembangunan karena
untuk mencegah terjadinya kerusakan
lingkungan. Apabila terjadi kerusakan
lingkungan akan memberikan dampak buruk
bagi makhluk hidup, bahkan bisa
menggagalkan suatu pembangunan.
Siapa saja yang menyusun AMDAL?
Dokumen AMDAL harus disusun oleh
pemrakarsa suatu rencana usaha dan/atau
kegiatan. Dalam penyusunan studi AMDAL,
pemrakarsa dapat meminta jasa konsultan
untuk menyusunkan dokumen AMDAL.
Penyusun dokumen AMDAL harus telah
memiliki sertifikat Penyusun AMDAL dan ahli
di bidangnya.
Apa dasar hukum dari AMDAL?
Saat ini, peraturan atau dasar hukum
pelaksanaan Amdal atau landasan Amdal di
antaranya adalah UU PPLH dan perubahannya
dalam UU Cipta Kerja; PP 22/2021; dan
Permen KLHK 18/2021.
Prosedur AMDAL
Proses penapisan (screening) wajib AMDAL.
Proses pengumuman.
Proses pelingkupan (scoping)
Penyusunan dan penilaian KA-ANDAL.
Penyusunan dan penilaian ANDAL, RKL, dan
RPL.
Persetujuan Kelayakan Lingkungan.