HUBUNGAN ANTARA
KUALITAS PAKAN
TERHADAP
PERKEMBANGAN
HAMA
Tim Asisten Ilmu Hama Tumbuhan 2022
TUJUAN PRAKTIKUM
Untuk mengetahui hubungan
antara kualitas pakan
terhadap perkembangan
hama, meliputi siklus hidup,
keperidian, fertilitas,
pertumbuhan populasi dan
perkembangan.
MANFAAT PRAKTIKUM
Informasi mengenai perkembangan suatu hama pada berbagai
jenis/varietas tanaman inang dapat digunakan untuk:
Informasi dasar Mengevaluasi Memilih tanaman
mengenai Pengelolaan ketahanan tanaman inang terbaik untuk
Hama Terpadu (PHT). yang diuji. rearing (perbanyakan
serangga hama).
1 22 3
PENDAHULUAN
Makanan merupakan unsur utama dan sangat
menentukan bagi hidup dan matinya mahluk,
juga kelangsungan hidup jenisnya (Sunjaya,
1970).
Dalam konsep PHT, pengendalian OPT
dilakukan dengan berbagai cara yang
dipadukan secara serasi untuk menurunkan
populasi, kemudian mempertahankannya pada
tingkat yang dapat ditoleransi. Karena status
OPT ditentukan oleh OPT dan tanaman, maka
strategi pengendalian OPT ditekankan pada
modifikasi salah satu atau keduanya
● Strategi Tanpa Pengendalian (Pengendalian Alami)
Faktor Tergantung Kepadatan (FTK) /
(density-dependent factor) Faktor mortalitas yang daya penekannya
terhadap populasi organisme tidak tergantung
pada kepadatan populasi organisme tersebut.
Faktor pengendali alami yang mempunyai sifat
K Faktor yang intensitas bekerjanya tidak
penekanan terhadap populasi organisme yang FB bergantung pada kepadatan populasi OPT.
semakin meningkat pada waktu populasi
semakin tinggi dan juga sebaliknya.
Faktor yang intensitas bekerjanya berubah- K
FT Contoh FBK seperti ketahanan varietas
ubah menurut kepadatan populasi OPT.
tanaman, iklim, dan pestisida dapat bertindak
sebagai pengendali populasi OPT apabila
Contoh FTK seperti musuh alami (parasitoid, musuh alami tidak dapat menurunkan populasi
predator, patogen serangga, dan mikroba K
FB OPT ke keadaan seimbang.
antagonis) dan sifat kompetisi di antara FBK meliputi faktor abiotik seperti suhu,
individu OPT untuk mendapatkan pakan, kebasahan, angin dsb (Untung, 1996).
ruang, dan pasangan. K
FTK terbagi lagi menjadi 2 yaitu FTK yang FT
timbal balik dan FTK yang tidak timbal balik.
Pakan merupakan FTK yang tidak timbal Faktor Bebas Kepadatan (FBK) /
balik terhadap hama. (density-independent factor)
PENGENDALIAN
ALAMI
FAKTOR
FAKTOR BEBAS
TERGANTUNG
KEPADATAN
KEPADATAN
TIMBAL TIDAK BIOLOGI
FISIK
BALIK TIMBAL - Ketersediaan
- Tanah
Musuh alami BALIK inang
- Suhu
- Parasitoid - Makanan - Kualitas
- Kebasahan
- Predator - Ruang makanan
- Pergerakan air
- Patogen - Teritorial
- Herbivora
Grafik FTK dan FBK
Grafik FTK Timbal Balik
Grafik FTK Tidak Timbal Balik
Serangga akan memutuskan
untuk memilih sebagai tanaman
inang adalah karena dua alasan,
yaitu faktor nutrisi dan non
nutrisi.
Faktor nutrisi yaitu protein,
karbohidrat, lemak, mineral, dan
air sedangkan faktor non nutrisi
meliputi allelokimia dan morfologi
tanaman (Parrella, 1987).
ANALISIS
PROKSIMAT
Kandungan nutrisi pangan atau pakan dapat
diketahui dengan mengurai (menganalisis) komponen
pangan dan pakan secara kimia. Teknik analisis yang
umum untuk megetahui kadar nutrisi dalam pangan atau
pakan adalah Analisis Proksimat (Proximate analysis) atau
metode Weende. Menurut Afrianto dan Liviawaty
(2005), analisis proksimat ditunjukkan
Analisis Proksimat ditemukan sekitar 100 tahun untuk mengetahui persentase nutrisi
yang lalu di pusat eksperimen Weende (Weende dalam pakan berdasarkan sifat kimianya di
Experiment Station) Jerman oleh ilmuwan Hennerberg dan antaranya karbohidrat, kadar air, protein,
Stohmann. Metode ini tidak menguraian kandungan nutrisi lemak, serat, dan abu. Analisis proksimat
secara rinci namun berupa nilai perkiraan sehingga banyak digunakan untuk menentukan
disebut analisis proksimat (Hernawati, 2010). kualitas pakan buatan karena prosedurnya
mudah dan relatif lebih murah.
KETAHANAN
TANAMAN
Ketahanan dapat bervariasi antara sangat tahan
dan sangat rentan. Tanaman imun (tahan) tidak
akan menjadi tanaman inang bagi pemakan
tumbuhan (herbivora) dan biasanya berada di
luar kisaran tanaman inang untuk serangga.
Ketahanan tanaman dibedakan menjadi
ketahanan genetik dan ketahanan lingkungan.
Ketahanan
Genetik
Ketahanan genetik yang sifat ketahanannya
dikendalikan terutama oleh faktor genetik.
Faktor yang menentukan ketahanan tanaman
inang terhadap serangga termasuk adanya
pembatas dari stuktur tanaman, allelokimia,
dan nutrisi yang tidak seimbang. Kualitas
ketahanan adalah sifat yang diwariskan yang
bekerja cenderung memberikan ketidak
cocokan tanaman untuk digunakan
serangga. Ketahanan genetik terdiri dari
antixenosis, antibiosis, dan toleran.
Ketahanan Genetik
1. Antixenosis
Antixenosis merupakan
proses penolakan tanaman
terhadap serangga ketika proses
pemilihan inang karena terhalang
oleh adanya struktur morfologi Antixenosis
tanaman seperti trikoma pada
batang, daun, dan kulit yang tebal
dan keras yang bertindak sebagai
barier mekanis bagi serangga
hama. Namun beberapa kasus Antibiosis Toleran
antixenosis juga dipengaruhi oleh
senyawa kimia yang mampu
menolak serangga (Untung, 2006).
Contoh
Antixenosis
Trikoma pada polong kedelai dengan karakternya
(panjang dan rapat) berperan sebagai faktor ketahanan
morfologis terhadap hama pengisap dan penggerek
polong kedelai (Suharsono, 2006)
Gejala serangan Etiella zinckenella
pada polong kedelai
Ketahanan Genetik
2. Antibiosis
Antibiosis adalah semua pengaruh
fisiologi pada serangga yang merugikan,
bersifat sementara atau tetap, sebagai
akibat kegiatan serangga memakan dan
mencerna jaringan atau cairan tanaman Antixenosis
tertentu.
Antibiosis adalah mekanisme
ketahanan yang bekerja setelah
serangga berkolonisasi dan telah mulai Antibiosis Toleran
menggunakan tanaman untuk
kehidupannya. Bila satu serangga
makan pada tanaman yang mumpunyai
antibiotik maka tanaman tersebut dapat
mempengaruhi serangga dalam hal
pertumbuhan,perkembangan,
reproduksi, dan kelangsungan hidup.
Contoh
Antibiosis
Serealia secara umum memiliki beberapa senyawa
biokimia yang bersifat antibiosis terhadap hama
gudang, antara lain asam hydroxycinnamic, protein
inhibitor, dan enzim peroksidase (Bergvinson dan
Garcia-Lara, 2004)
Ketahanan Genetik
3. Toleran
Toleran adalah sifat genetik dari
tanaman yang dapat melindungi diri dari
serangan populasi serangga, sehingga
tidak ada kehilangan hasil secara
ekonomi atau hasil yang dicapai Antixenosis
memberikan kualitas yang dapat
diperdagangkan.
Mekanisme resistensi toleran
terjadi karena adanya kemampuan Antibiosis Toleran
tanaman tertentu untuk sembuh dari luka
yang diderita karena serangan hama
atau mampu tumbuh lebih cepat
sehingga serangan hama kurang
mempengaruhi hasil, dibandingkan
dengan tanaman lain yang lebih peka.
Contoh Toleran
Tanaman jagung yang memiliki volume perakaran yang
lebih besar lebih tahan terhadap kumbang akar jagung
Diabrotica virgifera
KETAHANAN
LINGKUNGAN
Ketahanan lingkungan yang sifat ketahanannya
dikendalikan terutama oleh lingkungan.
Ketahanan ekologi merupakan sifat ketahanan
tanaman yang tidak dikendalikan oleh faktor genetik
tetapi sepenuhnya disebabkan oleh faktor lingkungan
yang memungkinkan kenampakan sifat ketahanan
tanaman terhadap hama tertentu.
Sifat ketahanan ini biasanya merupakan sifat
sementara dan dapat terjadi pada tanaman yang
sebenarnya peka terhadap serangan hama tertentu.
Ketahanan Lingkungan (Ekologi)
Ada 3 bentuk ketahanan ekologi yaitu pengelakan inang (host evasion), ketahanan dorongan (induced
resistance) dan inang luput dari serangan (host escape).
Sering dialami pada suatu tempat tertentu
Sifat ketahanan ini timbul dan didorong
ada suatu kelompok tanaman yang
oleh adanya keadaan lingkungan tertentu
sebenarnya memiliki sifat peka terhadap
sehingga tanaman mampu bertahan Ketahanan suatu jenis hama, tetapi pada suatu saat
terhadap serangan hama. Ketahanan Dorongan tanaman tersebut tidak terserang
dorongan ini terjadi antara lain akibat
adanya pemupukan dan irigasi serta
(Induced meskipun populasi hama disekitarnya
Resictance) pada waktu itu cukup tinggi. Hal tersebut
teknik budidaya yang lain.
tidak berarti bahwa tanaman tersebut
tahan terhadap serangan hama tetapi
Inang Luput tanaman tersebut sedang dalam keadaan
Pengelakan dari luput dari serangan hama.
Inang (Host Serangan
Evasion) (Host
Pengelakan inang terjadi bila Escape)
waktu pemunculan fase tumbuh
tanaman tertentu tidak
bersamaan dengan waktu
pemunculan stadia hama yang
aktif mengkonsumsi kan
tanaman.
Video Hubungan Antara Kualitas
Pakan Terhadap Perkembangan
Hama
Link: [Link]
v=_fTIv0PpHUQ
Project
1. Satu kelas dibagi menjadi dua kelompok kecil (A1-1; A1-2, dst)
2. Setiap kelompok kecil disediakan
a. Tiga vial (Total 48 vial)
b. Tepung protein tinggi, rendah protein, dedak
c. Tiga pasang Tribolium castaneum (Total 48 pasang T. castaneum)
3. Pengamatan dilakukan setiap minggu dengan menghitung jumlah telur, larva, pupa, dan
imago
4. Pengamatan dilakukan oleh praktikan dengan membuat janji dengan Asisten Praktikum
untuk meminjam mikroskop di HT4
5. Tabel sesuai dengan modul IHT halaman 19
6. Hasil dipresentasikan dengan menunjukkan hasil dan membahas pertanyaan di modul
halaman 20
TERIMA
KASIH