PENGARUH PEMBERIAN KODE PENYAKIT SESUAI
DENGAN ATURAN ICD-10 DAN ICD-9 TERHADAP
BIAYA KLAIM BPJS RAWAT JALAN DI RSUD OTTO
ISKANDAR DINATA
NAMA : AIDATUL KAMILAH
NPM : 20001070
Dosen Pembimbing: Dr. David Hadi Saputra, [Link]
NIDN : 893980020
Latar Identifikasi Batasan Rumusan
Tujuan
Belakang Masalah Masalah Masalah
Bab 1 Latar Belakang
Bab 2 Pembiayaan kesehatan merupakan bagian yang penting
dalam implementasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pola pembayaran yang diterapkan JKN di fasilitas
kesehatan lanjutan (Rumah Sakit) adalah pola
Bab 3 pembayaran prospektif.
Salah satu kompetensi utama yang harus dimiliki oleh
seorang perekam medis adalah harus mampu
menetapkan kode penyakit dan tindakan dengan tepat
sesuai klasifikasi yang diberlakukan di Indonesia (ICD-10)
Bab 4 tentang penyakit dan tindakan medis dalam pelayanan
dan manajemen kesehatan. Oleh karena itu, perekam
medis atau coder harus mengkode diagnosis seakurat
mungkin agar tidak terjadi kesalahan dalam
pengambilan keputusan.
Bab 5
Latar Rumusan
Belakang Tujuan
Masalah
Rumusan masalah dan Tujuan Penelitian
Bab 1
Rumusan
Bab 2 Masalah
Tujuan
Penelitian
Berdasarkan uraian latar
Untuk mengetahui apa
belakang diatas, perumusan
sajakah pengaruh dari
masalah yang diambil oleh
Bab 3 peneliti dalam Tugas Akhir
pemberian kode penyakit
sesuai dengan aturan ICD –
ini yaitu Apa Pengaruh
10 dan ICD – 9 terhadap
Pemberian Kode Penyakit
biaya klaim BPJS rawat jalan
Sesuai dengan Aturan ICD –
Bab 4 10 dan ICD - 9 Terhadap
di RSUD Otto Iskandar
Dinata.
Biaya Klaim BPJS Rawat
Jalan Di RSUD Otto Iskandar
Dinata.
Bab 5
Kajian Kerangka Hipotesis
Kajian Teori
Relevan Pikiran Penelitian
Kajian Teori
Bab 1
Bab 2
ICD 10 Rawat Jalan Hipotesis
International Statistical Classification Of
Diseases and Related Health Problems Rawat jalan adalah tempat Terdapat pengaruh antara
Bab 3 (ICD) mengenai penyakit dan masalah
yang terkait adalah suatu klasifikasi
pelayanan pasien yang berobat
rawat jalan sebagai pintu pertama
pemberian kode penyakit sesuai ICD
– 10 dan ICD – 9 CM terhadap klaim
dalah sistem kategori tempat jenis apakah pasien tersebut menginap biaya BPJS.
penyakit dikelompokkan sesuai dengan atau tidak, atau perlu dirujuk ke
kriteria yang telah ditentukan. Oleh tempat pelayanan kesehatan
karena itu ICD menyediakan tempat
Bab 4
lainnya. (Gunarti, 2019)
untuk gejala, tanda, serta, penemuan
klinis dan laboratorium yang abnormal
(Bab XVIII), dan faktor-faktor yang
mempengaruhi kesehatan dan kontak
dengan asuhan kesehatan (Bab XXI).
Bab 5
Kajian Kerangka Hipotesis
Kajian Teori
Relevan Pikiran Penelitian
Bab 1 Kerangka Pikiran
Bab 2
Bab 3 Pemberian kode penyakit
sesuai dengan aturan ICD - 10 Klaim BPJS Pengaruh
dan ICD – 9
Bab 4
Bab 5
Metode Populasi dan
Penelitian Sampel
Bab 1 Metode Penelitian
Teknik Pengumpulan data
Desain Penelitian dan Analis Data
Bab 2 Metode yang
digunakan pada penelitian ini
Instrumen atau alat penelitian
yang digunakan adalah formulir
adalah kuantitatif analitik penelitian yang harus diisi sesuai
dengan jenis penelitian non dengan kondisi atau keadaan hasil
intervensi dan desain Kedudian dianalis menggunakan Analis
penelitian adalah Univariat dan Bivariat
Bab 3 observasional dengan survei.
Bab 4 Populasi Sampel
populasi terjangkau dalam Untuk keperluan penelitian ini
penelitian ini adalah ini adalah selanjutnya dilakukan pemilihan
resume medis pada berkas klaim sampel dengan beberapa kriteria
rawat jalan pasien RSUD Otto inklusi yaitu file dengan diagnosis
Bab 5 Iskandar Dinata pada periode 1
Februari 2023 sampai 28 Februari
dan tindakan/operasi, keduanya
dikodekan dengan koder RS. Dalam
2023 sebanyak 30 sampel. penelitian ini peneliti mengambil 40
sampel.
Bab 1
Bab 2
Bab 3 Thank You
Bab 4
Bab 5