IPTEK dan Seni dalam Islam
Deffa Akbar Auila 2207036507
Aditya Alfarezi 2207036646
Indah Rachmita 2207036508
ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI DAN SENI DALAM ISLAM
Konsep Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan
Seni (Ipteks)
• Ilmu adalah pengetahuan yang sudah diklasifikasi,
diorganisasi, disistimatisasi, dan diinterpretasi,
menghasilkan kebenaran obyektif, sudah diuji
kebenarannya dan dapat diuji ulang secara ilmiah
(International Webster’s Dictionary)
2
Sumber Ilmu
• Sumber ilmu dalam Islam yaitu wahyu dan akal,
keduanya tidak boleh dipertentangkan.
Manusia bebas mengembangkan akalnya
dengan tetap terikat dengan wahyu dan tidak
bertentangan dengan syari’at. Atas dasar itu
ilmu terbagi menjadi 2:
• perennial knowledge yang bersumber pada
wahyu,tingkat kebenarannya mutlak.
• aquired knowledge yang bersumber dari akal
sehingga kebenarannya relative.
3
Pengembangan IpTeks
• Pengembangan Ipteks akan bernilai ibadah
apabila didasarkan pada nilai-nilai iman dan
taqwa,karena iman bagaikan akar sedang
ilmu adalah batang dan dahan sedang Ipteks
cabang-cabangnya, sehingga
pengembangan Ipteks berdasar nilai-nilai
iman menghasilkan amal shaleh bukan
kerusakan.
4
Keutamaan orang beriman dan berilmu
Orang berilmu yang membimbing dan memanfaatkan
ilmunya bagi orang lain bagaikan matahari yang
menerangi dan minyak kesturi nan harum (Al-Ghazali)
QS. Al-Mujadalah 11:
يرفع هللا الذين امنوامنكم والذين اوتوا العلم درجات
“Allah akan meninggikan orang-orang beriman di
antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu
pengetahuan beberapa derajat”
5
Seni Dalam Islam
Rasa seni adalah perasaan keindahan yang ada
pada setiap manusia normal yang dibawa sejak lahir.
Rasa seni merupakan hal mendasar yang menuntut
penyaluran dan pengawasan dalam melahirkannya
ataupun menikmatinya.
Seni Budaya Islam adalah keahlian
mengekspresikan ide dan pemikiran estetika dalam
penciptaan benda, suasana atau karya yang mampu
menimbulkan rasa indah dengan berdasar dan
merujuk pada al-Qur`an dan Hadits
6
Kemampuan Dasar Manusia
Seorang muslim memiliki 3 kemampuan dasar
Pertama: mengembangkan kebudayaan, yaitu:
rasa/imajinasi untuk mengembangkan estetika, kagum,
terharu, sehingga perperasaan tajam dan berdaya cipta.
Kedua: fikiran untuk mengembangkan ilmu dan teknologi.
ketiga: iman (ucapan dan perbuatan) yang mendasari
pengembangan rasa dan fikiran. Pengembangan ketiganya
menjadikan manusia sbg. Manusia paripurna (Ulil Albab).
Agama Islam mengakui ketiga potensi tsb sebagai fitrah
yang dapat dikembangkan bersama-sama untuk mencapai
kebenaran tertinggi yaitu kebenaran Allah swt.
7
Sumber Seni Islam
Kualitas seni Islam dan yang membedakannya dari seni lain
adalah seni Islam bersumber dari Al-Qur`an dan As-
Sunnah. Tanpa keduanya tidak ada seni Islam. Dalam
sejarah, seni Islam mengalami kemunduran dan hancur
sama sekali karena spiritualitas dan intelektualitas yang
memberi daya hidup seni Islam telah terabaikan.(Nasr)
Selain al-Qur`an dan Hadits seni Islam juga bersumber dari
berbagai wawasan estetis terutama yang berkait dengan
budaya lokal, sehingga dapat dikatakan estetika Islam tidak
hanya muncul dari sumber tunggal/agama akan tetapi
mengambil makna secara filosofis dari agama dan berpadu
dengan wawasan estetika yang melatari pemikiran dan
imajinasi sang seniman (Leaman)
Rambu-Rambu Berkesenian
Rambu-Rambu berkesenian: mencipta dan menikmati
karya seni hukumnya mubah (boleh) selama tidak
mengarah atau mengakibatkan fasad (kerusakan),
dlarar (bahaya), ‘ishyan (durhaka) dan bu’dun ‘anillah
(jauh dari Allah)
Seniman Muslim
Yaitu orang yang menghayati segala ciptaan Allah
dengan kemampuan olah rasa, akal dan iman
sehingga mampu mencipta suatu karya artistik
yang berguna bagi dirinya dan kemanusiaan.
Proses kreatif berkesenian termasuk dimensi
ibadah yang dapat menghantarkan seorang
muslim mencapai kualitas tertinggi sebagai ulul
albab (manusia cerdas),yaitu yang telah berhasil
mengolah rasa dengan kontemplatif, akal dengan
berfikir logis dan didasarkan pada keimanan
(tunduk, syukur).( QS. Ali Imran: 191)
Segi-Segi Proses Kreatif
1. Intuisi yang muncul karena adanya inspirasi/ilham
dari Allah Tuhan Maha Pemberi Ilham:
)8 فالهمها فجورها وتقواها (الشمس
2. merenung di depan karyanya, menggunakan
Sensasi yang muncul setelah olah rasa, akal dan
iman terhadap obyek ciptaan Allah.
3. Pengawasan/kontrol yaitu Masa jumud
(kemandegan) proses kreatif ketika seniman karya
analisanya lebih banyak daripada perasaannya.
Identitas Seniman
Kunci pokok pencarian identitas baik identitas
pribadi maupun identitas kolektif adalah
kewajaran dan kejujuran
Seni hakikatnya adalah keindahan, dan
keindahan itu adalah shifah Ilahiyyah.
Karenanya nilai-nilai yang diekspresikan
adalah nilai-nilai Ilahiyyah yang berkonotasi
kebaikan. Seniman Muslim yang berhasil
mengekspresikan keindahan Ilahiyah berarti
telah mendapatkan identitasnya sebagai
seniman muslim.
Dimensi Karya: Seni untuk Seni?
Semua ciptaan Allah itu indah (sumber seni) yang
mengandung bentuk, warna, proporsi, ruang,
suasana yang merupakan unsur keindahan.
Seniman yang mencoba mengungkap keindahan
ciptaan Allah berarti mengungkapkan keindahan
Allah
Tindak (act) ekspresi tsb. adalah tindak pengabdian
(ibadat mu’amalah) untuk mencari keridhaan dan
consent Ilahi, sehingga “seni untuk seni” itu asing
bagi seni Islam.
Jadi karya seni Islam adalah yang memberi manfaat,
rahmat bagi manusia demi keridhaan Allah.
Peran Seniman Muslim dalam Peradaban Modern
Spiritualisasi peradaban modern yaitu dengan
kembali kepada ajaran Islam yang otentik sebagai
rahmat diantaranya dengan menciptakan karya
yang memberi manfaat bagi manusia dan
kemanusiaan, mengungkap nilai-nilai Ilahiyyah dari
alam guna mencapai kearifan kepada Tuhannya.
Pengembangan seni Islam dimungkinkan dengan
pendekatan filosofis yang memberikan alternasi
pemikiran terhadap wawasan estetis yang
cenderung normatif ataupun terlalu historis.
TERIMA KASIH
SEMOGA MEMBEKAS
DIPRAKTEKKAN
DAN
BERMANFAAT
AMIN.....