BIBIT SAMSURI
Pancasila
Apakah Pancasila itu?
Untuk apa Pancasila itu bagi negara dan bangsa
Indonesia ?
Apa manfaat yang kita dapatkan dengan belajar
Pancasila ?
Pancasila
Ketuhanan Yang Maha Esa
Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Persatuan Indonesia
Kerakyatan Yang dipimpin oleh Hikmat
Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/
Perwakilan
Keadilan Sosial bagi seluruh Indonesia
TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN
KEWARGANEGARAAN
Pendidikan Pancasila mengarahkan perhatian pada moral yang
diharapkan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
1. Perilaku yang memancarkan iman dan takwa terhadap
Tuhan Yang Maha Esa;
2. Perilaku yang bersifat kemanusiaan yang adil beradab;
3. Perilaku kebudayaan, dan
4. Beraneka kepentingan perilaku yang mendukung
kerakyatan yang mengutamakan kepentingan bersama di
atas kepentingan perorangan dan golongan.
Subpokok Bahasan
LANDASAN PENDIDIKAN PANCASILA:
LANDASAN HISTORIS
LANDASAN KULTURAL
LANDASAN YURIDIS
LANDASAN FILOSOFIS
TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA:
TUJUAN NASIONAL
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
TUJUAN PENDIDIKAN PANCASILA
LANDASAN PENDIDIKAN
PANCASILA
1. Berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang
diejawantahkan dalam Peraturan Pemerintah No. 19 tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menetapkan
kurikulum tingkat Satuan Pendidikan Tinggi wajib memuat
mata kulian pendidikan agama, pendidikan Kewarganegaraan
dan Bahasa Indonesia serta Bahasa Inggris.
2. Berdasarkan pertimbangan di atas, Direktorat Jendral
Pendidikan Tinggi (DIKTI) memutuskan dengan SK No.
43/DIKTI/Kep/2006 tentang rambu-rambu Pelaksanaan
Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di
Perguruan Tinggi.
LANDASAN HISTORIS
Nilai-nilai Pancasila digali dari bangsa
Indonesia sendiri, seperti nilai-nilai ketuhanan
(kepercayaan kepada Tuhan telah berkembang
dan sikap toleransi sudah lahir), dan nilai
kemanusiaan yang adil dan beradab dan sila-
sila lainnya.
Nilai-nilai Pancasila menjadi dasar negara
Indonesia oleh para tokoh bangsa saat akan
melahirkan negara RI.
Nilai-nilai Pancasila tetap tercantum dalam pembukaan
UUD 1945, biarpun perjalanan ketata-negaraan mengalami
perubahan dan pergantian undang-undang: dari UUD 45,
Konstitusi RIS, UUD Sementara, sampai kembali keUUD
45.
Kebenaran Nilai-nilai Pancasila diyakini tinggi. Penafsiran
Pancasila berbeda-beda:
Masa Orla:
Pancasila ditafsirkan dengan nasakom (nasionalis –
agama – komunis) yang disebut trisila – kemudian
diperas menjadi ekasila (gotong royong);
Masa Orba:
Pancasila harus dihayati dan diamalkan dengan
berpedoman kepada butir-butir yang ditetapkan oleh
MPR melalui Tap MPR [Link]/MPR/1978 tentang P4;
Masa Reformasi:
MPR melalui Tap MPR [Link]/MPR/1998 tentang
Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara, yang
mengandung makna ideologi nasional sebagai cita-cita
dan tujuan negara.
LANDASAN KULTURAL
Pancasila sebagai kepribadian dan jati diri bangsa
Indonesia merupakan pencerminan nilai-nilai yang
tumbuh dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Nilai-nilai yang dirumuskan dalam Pancasila
merupakan hasil pemikiran konseptual dari tokoh
bangsa Indonesia seperti: Soekarno, Drs.
Mohammad. Hatta, Mr. Muhammad Yamin, Prof.
Mr. Dr. Supomo, dan tokoh lainnya.
Nilai-nilai Pancasila itu digali dari budaya bangsa
Indonesia.
Pancasila mengandung nilai-nilai yang terbuka
untuk masuknya nilai-nilai baru yang positip, baik
dari dalam maupun dari luar negeri.
LANDASAN YURIDIS
UU No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, ps 39 ayat 2
yang menyebutkan tentang isi kurikulum, jalur, dan jenjang pendidikan
wajib yang memuat:
a) Pendidikan Pancasila;
b) Pendidikan Agama; dan
c) Pendidikan Kewarganegaraan
UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang
menetapkan kurikulum pendidikan tinggi wajib memuat Pendidikan agama,
pendidikan kewarganegaraan dan bahasa.
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan no. 30 tahun 1990,
menetapkan status pendidikan Pancasila dalam kurikulum pendidikan
tinggi sebagai mata kuliah wajib untuk setiap program studi dan bersifat
nasional.
PP no. 60 tahun 1999
Sejak 1983—1999 silabus pendidikan Pancasila banyak mengalami
perubahan sesuai dengan perubahan yang berlaku dalam masyarakat.
Keputusan Dirjen Dikti No. 265/Dikti/Kep/2000 tentang
penyempurnaan Kurikukum Inti Mata Kuliah Pengembangan
Kepribadian Pendidikan Pancasila pada PT di Indonesia.
Kep Mendiknas no. 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan
Kurikulum Pendidikan Tinggi, dan Nomor 45/U2002 tentang
Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi telah menetapkan Pendidikan
Agama, Pendidikan Pancasila, dan Pendidikan Kewarganegaraan
menjadi kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian yang
wajib diberikan dalam kurikulum setiap program studi.
Pelaksanaannya sesuai dengan SK Dirjen Dikti no.
38/Dikti/Kep/2002 tentang Rambu-rambu
Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan
Kepribadian (MPK) di Perguruan Tinggi.
Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas RI No.
43/DIKTI/Kep/2006 tentang Rambu-rambu
Pelaksanaan Kelompok Matakuliah Pengembangan
Kepribadian di PT.
LANDASAN FILOSOFIS
Nilai-nilai yang tertuang dalam sila-sila Pancasila merupakan
filosofi bangsa Indonesia sebelum mendirikan negara
Republik Indonesia.
Nilai-nilai itu:
bangsa Indonesia adalah bangsa yang berketuhanan,
berkemanusiaan yang adil dan beradab,
selalu berusaha mempertahankan persatuan dan mewujudkan
keadilan
Pancasila sebagai dasar filsafat negara menjadi
sumber bagi segala tindakan para penyelenggara
negara, menjadi jiwa dari perundang-undangan.
Pancasila sebagai sumber nilai dalam
pelaksanaan kenegaraan yang menjiwai
pembangunan nasional dalam bidang politik,
ekonomi, sosial-budaya, pertahanan keamanan.
TUJUAN PENDIDIKAN
PANCASILA
TUJUAN NASIONAL
Dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat,
menyatakan:
…”melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tum-pah darah Indonesia, …
memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa dam ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdama-ian abadi
dan keadilan sosial …”
Tujuan di atas diwujudkan melalui penyelenggaraan
negara yang bekerdaulatan rakyat dan demokratris
dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan
bangsa, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Penyelenggaraan negara dilaksanakan melalui
pembangunan nasional oleh penyelenggara negara,
yaitu lembaga tertinggi dan lembaga tinggi negara
bersama rakyat.
Dalam Tap. MPR no. IV/MPR/1999 tentang Garis-Garis Besar
Haluan Negara tahun 1999-2004, dinyatakan:
Pembangunan nasional merupakan usaha peningkatan kualitas
manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara
berkelanjutan, berlandaskan kemampuan nasional dengan
memanfaatkan kemajuan iptek, serta memperhatikan tantangan
perkembangan global.
Pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa
dan nilai-nilai luhur yang universal untuk
mewujudkan kehidupan bangsa yang berdaulat,
mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju, dan kukuh
kekuatan moral dan etikanya.
TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL
UU No. 20 Th 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, pasal 4, dinyatakan tujuan pendidikan
nasional, yaitu:
“Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan
kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia
Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman
dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan
berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan
ketrampilan, kesehatan jasmani, dan rohani,
kepribadian mantap dan mandiri, serta tanggung
jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.”
Hal di atas sesuai dengan UUD 1945 pasal 31 ayat 3:
“Pemerintah mengusahakan dan
menyelenggarakan satu sistem pendidikan
nasional, yang meningkatkan keimanan dan
ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, yang
diatur dengan undang-undang.”
Dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional dan
pengamalan Pancasila di bidang pendidikan, maka
pendidikan nasional mengusahakan:
1. Pembentukan manusia Pancasila sebagai manusia
pembangunan yang tinggi kualitasnya dan mampu
mandiri
2. Pemberian dukungan bagi perkembangan
masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia yang
terwujud dalam ketahanan nasional yang tangguh
(mampu menangkal setiap ajaran, paham, dan
ideologi yang bertentangan dengan Pancasila)
BUKU REFERENSI
Syarbaini, Syahrial. (2003). Pendidikan Pancasila di
Perguruan Tinggi. Jakarta: Ghalia.
_______________ Dkk. (2006). Membangnun Karakter
dan Kepribadian Melalui Pendidikan Kewarganegaraan.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Undang-Undang No. 2 Tahun 1989 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional.
Kansil C.S. T. Pendidikan kewarganegaraan di
Perguruan Tinggi. Jakarta: Pradnya Paramita, 2003. Hlm.
1—17
• Srijanti, A. Rahman H.I., Purwanto S.K. (2006). Etika
Berwarga Negara. Jakarta: Salemba Empat
• Sumarsono, S [et al]. Pendidikan kewarganegaraan.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2000. Hlm. 1—7
• Winarno (2007). Paradigma Baru Pendidikan
Kewarganegaraan: Panduan Kuliah di Perguruan
Tinggi. Jakarta: Bumi Aksara.
• Kaelan, H dan H. Achmad Zubaidi. (2007). Pendidikan
Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi.
Yogyakarta: Paradigma.
Thank you