PENDEKATAN PENGUKURAN KINERJA
SEKTOR PUBLIK
DISUSUN OLEH :
AFRINA ZAHARA, SE.,[Link]
PENDEKATAN PENGUKURAN KINERJA SEKTOR PUBLIK
OPTION
01 ANALISIS ANGGARAN
ANALISIS RASIO
OPTION
02 LAPORAN KEUANGAN
OPTION
03 BALANCED SCORECARD
AUDIT KINERJA
OPTION 04 (VALUE FOR MONEY)
Sumber : Mahsun (2009)
01 ANALISIS ANGGARAN
• Analisis Anggaran adalah pengukuran kinerja yang dilakukan dengan cara
membandingkan anggaran pengeluaran dengan realisasinya.
• Teknik ini berfokus pada kinerja input yang bersifat finansial dan data
• kinerja instansi pemerintah dikatakan :
- Baik = realisasi pengeluaran anggaran < anggarannya
- Tidak baik = realisasi pengeluaran anggaran > anggarannya
02 ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN
• Definisi analisis laporan keuangan menurut para ahli :
1. Menurut Bernstein (1983), analisis laporan keuangan mencakup penerapan metode
dan analisis atas laporan keuangan dan data lainnya untuk melihat laporan itu dari
ukuran-ukuran dan hubungan tertentu yang sangat berguna dalam proses pengambilan
keputusan.
2. Menurut Foster (1986), analisis laporan keuangan adalah mempelajari hubungan-
hubungan dalam satu set laporan keuangan pada waktu tertentu dan kecendrungan-
kecendrungan dari hubungan ini sepanjang waktu.
3. Menurut Helfert (1982), analisis laporan keuangan merupakan alat yang digunakan
dalam memahami masalah dan peluang yang terdapat dalam laporan keuangan.
• Kesimpulannya bahwa laporan keuangan merupakan alat yang digunakan untuk memahami
masalah dan peluang yang terdapat dalam laporan keuangan pada suatu periode tertentu.
Next 02 ANALISIS RASIO LAPORAN KEUANGAN
• Analisis Laporan Keuangan cocok digunakan untuk ukuran penilaian kinerja bagi organisasi
publik yang non profit .
• Rasio keuangan terbagi dua :
1. Rasio Likuiditas
2. Rasio Solvabilitas
03 BALANCED SCORECARD
• Balanced Scorecard adalah pengukuran kinerja organisasi sektor publik yang berbasis pada aspek
finansial dan non finasial.
• Balance merupakan metode untuk menerjemahkan visi dan strategi ke dalam berbagai tujuan
dan ukuran dalam perangkat perspektif yang seimbang. Scorecard terdiri dari berbagai ukuran
hasil yang diinginkan organisasi dan juga berbagai proses yang akan mendorong tercapainya
hasil masa depan yang diinginkan.
• Manfaat dari pendekatan dengan Balance Scorecard, yaitu :
1. Dapat membantu organisasi publik dalam mengontrol keuangan dan mengukur kinerja
organisasi.
2. Dapat memelihara keseimbangan antara ukuran-ukuran strategis yang berbeda demi
mencapai cita-cita yang selaras, sehingga akan mendorong pegawai/karyawan untuk
bertindak sesuai dengan kepentingan terbaik dari organisasi.
3. Merupakan alat yang membantu organisasi publik itu menjadi fokus dengan tujuan,
memperbaiki komunikasi, menetapkan tujuan organisasi dan menciptakan strategi.
NEXT 03 BALANCED SCORECARD
• Balanced Scorecard yang berbasis pada aspek finansial dan non finasial, memiliki 4 (empat)
perspektif kinerja, yaitu :
1. Perspektif finansial;
2. Perspektif kepuasan pelanggan;
3. Perspektif bisnis internal; dan
4. Perspektif pertumbuhan/pembelajaran.
• Balance Scorecard terdiri dari 2 (dua) keseimbangan, yaitu : Perspektif proses bisnis internal
Process Centric
1. Pemusatan ke dalam (internal focus) Perspektif keuangan
Sasaran Strategi
2. Pemusatan ke luar ( eksternal focus) Perspektif pertumbuhan dan
pembelajaran
People Centric
Perspektif pelanggan
NEXT 03 BALANCED SCORECARD
A. Perspektif Finansial
• Perspektif keuangan menjelaskan apa yang diharapkan oleh penyedia sumber daya terhadap kinerja keuangan
organisasi sektor publik, dalam hal ini adalah masyarakat pembayar pajak, sehingga uang yang telah
dibayarkan dapat digunakan oleh pemerintah secara ekonomi, efisien, efektif, transparasi dan akuntabilitas.
B. Perspektif Kepuasan Pelanggan
• Fokus utama organisasi sektor publik pada perspektif ini adalah penyediaan barang dan jasa publik yang
berkualitas dengan harga yang terjangkau. Karena pemerintah ingin memberikan kepuasan yang maksimal
kepada masyarakat yang membayar pajak.
• Kepuasan pelanggan diukur dengan 5 (lima) dimensi, yaitu :
wujud fisik : sarana dan prasarana / tempat pelayanan
Keandalan : memberikan pelayanan tepat waktu dan memuaskan
Daya Tanggap : mambantu dan melayani pelanggan dengan tanggap
Jaminan : kepercayaan pelanggan pada organisasi publik karena pengetauan dan keramahan pegawai
Empati : peduli, perhatian dan memberikan kenyamanan kepada pelanggan
NEXT 03 BALANCED SCORECARD
C. Perspektif Bisnis Internal
• Perspektif bisnis internal adalah membangun keunggulan organisasi melalui perbaikan proses internal
organisasi yang berkelanjutan, dan perspektif ini harus mampu menjawab pertanyaan kita harus unggul
dibidang apa? serta bagaimana kita membangun keunggulan
• 3 (Tiga) Aspek dalam mengukur kinerja perspektif bisnis, yaitu :
Sarana dan Prasarana
Proses
Kepuasan bekerja
D. Perspektif Pertumbuhan/Pembelajaran
• Perspektif ini menjawab pertanyaan bagaimana organisasi terus melakukan perbaikan dan menambah nilai
bagi pelanggan dan stakeholdersnya?. Dengan demikian organisasi sektor publik harus terus berinovasi,
berkreasi dan belajar untuk melakukan perbaikan secara terus menerus dan menciptakan pertumbuhan yang
berkelanjutan.
• Indikator kinerja pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, yaitu :
Motivasi (rewards and punishment)
Kesempatan mengembangkan diri
Inovasi
Suasana dalam bekerja
AUDIT KINERJA
0104 ANALISIS
(VALUEANGGARAN
FOR MONEY)
• Audit Kinerja adalah pengukuran kinerja yang didasarkan pada konsep value for money yang
merupakan perluasan ruang lingkup dari audit finansial.
• Indikator pengukuran kinerja terdiri dari :
a. Ekonomi
Pengukuran kinerja ekonomi berkaitan dengan pengukuran seberapa hemat pengeluaran yang
dilakukan dengan cara membandingkan realisasi pengeluaran dengan anggarannya
b. Efisiensi
Efisiensi berhubungan dengan pengukuran seberapa besar daya guna anggaran dengan cara
membandingkan realisasi pengeluaran untuk memperoleh pendapatan dengan realisasi
pendapatan
c. Efektifitas
Efektifitas berkaitan dengan seberapa tepat dalam pencapaian target dengan cara
membandingkan outcome dengan output