0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan13 halaman

Gizi Optimal untuk Balita dan Anak-anak

Dokumen tersebut membahas tentang gizi yang penting untuk balita dan anak-anak, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhinya, mitos dan fakta tentang masalah kesehatan, serta dampak stunting bagi perkembangan anak.

Diunggah oleh

Ledia Amanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan13 halaman

Gizi Optimal untuk Balita dan Anak-anak

Dokumen tersebut membahas tentang gizi yang penting untuk balita dan anak-anak, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhinya, mitos dan fakta tentang masalah kesehatan, serta dampak stunting bagi perkembangan anak.

Diunggah oleh

Ledia Amanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Gizi pada Balita dan

Anak-Anak
Dosen Pengampu : Ibu An`nisaa Heriyati,
[Link].,Ners.,[Link]
Teoritis Gizi Pada Balita dan Anak-anak
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional. Tujuan pembangunan bagian
kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat
kesehatan masyarakat yang optimal (Depkes RI, 2011).

Menurut Notoatmodjo (2003), masalah gizi masyarakat bukan menyangkut aspek kesehatan saja, melainkan aspek-aspek
terkait yang lain, seperti ekonomi, sosial budaya, pendidikan, kependudukan, dan sebagainya. Oleh sebab itu, penanganan
atau perbaikan gizi sebagai upaya terapi tidak hanya di arahkan kepada gangguan gizi atau kesehatan saja, melainkan juga
kearah bidang-bidang yang lain. Kurang gizi akan berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia yang lebih
lanjut dapat berakibat pada kegagalan pertumbuhan fisik ,perkembangan mental, dan kecerdasan, menurunnya produktivitas,
meningkatnya kesakitan serta kematian. Visi pembangunan gizi adalah “mewujudkan keluarga sadar gizi untuk mencapai
status gizi masyarakat / keluarga yang optimal” (Adisasmito, 2007).

Perawatan atau pola pengasuhan ibu terhadap anak yang baik merupakan hal yang sangat penting, karena akan
mempengaruhi proses tumbuh kembang balita. Pola pengasuhan ibu terhadap anak nya berkaitan erat dengan keadaan ibu
terutama kesehatan, pendidikan, pengetahuan, dan keterampilan tentang pengasuhan anak (WHO, 2007).
Dalam pedoman umum gizi seimbang terdapat
13 pesan yang perlu diperhatikan yaitu :

● Makanlah aneka ragam makanan, ● Berikan ASI saja kepada bayi sampai umur 4 bulan
dan tambahkan MP-ASI sesudahnya
● Makanlah makanan yang memenuhi
kebutuhan energi, ● Biasakan makan pagi
● Makanlah makanan sumber karbohidrat ● Minumlah air bersih dan aman yang cukup
setengah dari kebutuhan energi jumlahnya
● Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai ● Lakukan aktifitas fisik secara teratur
seperempat dari kecukupan energi,
● Hindari minuman yang beralkohol
● Gunakan garam beryodium, M
● Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan
● Makanlah makanan sumber zat besi
● Bacalah label pada makanan yang dikemas
Menurut Syafrudin (2010).Faktor-faktor yang
mempengaruhi kesehatan antara lain :

Faktor lingkungan, Faktor Faktor perilaku Faktor budaya setempat

01 02
lingkungan sosial yaitu interaksi dan pengetahuan sendiri serta sistem nilai
masyarakat, adat sangat berpengaruh terhadap keputusan
istiadat,pendidikan dan tingkat yang diambil oleh pasien dan keluarga.
ekonomi.

Faktor pelayanan Kesehatan, Faktor keturunan Faktor keturunan

03 04
Faktor tingkat pelayanan merupakan faktor yang telah ada
kesehatan merupakan faktor dalam diri manusia yang dibawa sejak
ketiga yang mempengaruhi lahir.
kesehatan masyarakat.
Mitos atau Fakta Masalah Kesehatan pada Balita
dan Anak-anak

1. Anak perlu mendapatkan 4. Anak tidak boleh


nutrisi tambahan mengonsumsi makanan
yang digoreng
2. Gula memicu sugar 5. Makanan yang
rush teksturnya tidak sesuai
dengan usia akan
3. Ayam untuk MPASI
berdampak pada bayi
harus ayam kampung
1. Anak perlu mendapatkan
nutrisi tambahan
Fakta: Sesungguhnya Si Kecil tidak memerlukan
nutrisi tambahan dalam bentuk vitamin atau suplemen
selama kebutuhan gizinya terpenuhi dalam bentuk
makronutrien (karbohidrat, lemak, dan protein)
maupun mikronutrien. Namun apabila makanannya
dirasa belum mencukupi kebutuhan gizi anak, maka
sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu
sebelum memberikan ia suplemen tambahan.
2. Gula memicu sugar
rush
Fakta: Tidak benar anak akan kelebihan energi apabila
Moms memberikan makanan manis atau mengandung
gula kepadanya. Anggapan bahwa gula bisa
menimbulkan sugar rush muncul pada 1970-an saat
seorang dokter melakukan sebuah penelitian. Dokter
tersebut meniadakan gula dalam menu diet seorang
anak. Nah, menurut orang tuanya, perilaku anak tersebut
membaik setelah tidak mendapatkan asupan gula. Akan
tetapi penelitian itu hanya dilakukan pada satu orang
anak saja dan hasilnya tidak mewakili efek terhadap
anak pada umumnya
3. Ayam untuk MPASI harus 4. Anak tidak boleh
ayam kampung mengonsumsi makanan
yang digoreng
Mitos: Bisa menggunakan jenis ayam Fakta: Boleh saja. Makanan yang digoreng
apa saja, bukan hanya ayam kampung, mengandung lemak tinggi dan lemak tinggi
sebagai bahan baku membuat menu inilah yang sangat dibutuhkan bagi
MPASI bagi Si Kecil. perkembangan otak anak. Bukan hanya
makanan yang digoreng, Si Kecil juga boleh
mengonsumsi makanan mengandung santan.
5. Makanan yang teksturnya
tidak sesuai dengan usia akan
berdampak pada bayi

Fakta: Hal itu benar sekali. Pertama karena hal itu


akan berpengaruh terhadap densitas atau kandungan
gizinya. Satu mangkuk bubur dengan satu mangkuk
nasi tentu berbeda kandungan gizinya. Jika tekstur
makanan Si Kecil tidak naik level, tentu kebutuhan
nutrisinya tidak terpenuhi.
Jurnal
• Stunting adalah masalah gizi utama yang masih banyak terjadi di Indonesia. Data Riset
Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukkan prevalensi nasional anak balita
pendek (stunted) dan anak balita sangat pendek (severe stunted) berdasarkan indeks tinggi
badan menurut umur (TB/U) adalah 37.2% (terdiri dari 18.0% sangat pendek dan 19.2%
pendek). Hasil ini memperlihatkan bahwa lebih dari sepertiga anak balita Indonesia adalah
stunting. Sementara prevalensi anak balita stunted di Jawa Barat tahun 2010 sebesar 33.6%.
• Stunting sangat berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat karena sangat
berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan kemampuan anak. Penelitian Hizni et
al. (2009) menemukan bahwa stunting pada anak balita berhubungan signifikan dengan
perkembangan kemampuan berbahasa. Walker et al. (2005) menyatakan stunting dapat
menyebabkan gangguan perkembangan kognitif. Hal ini juga dibuktikan dalam penelitian
Solihin et al. (2013) di Bogor bahwa secara signifikan penurunan skor tes kognitif
berhubungan dengan status gizi (TB/U) balita
● Berbagai faktor dapat memengaruhi terjadinya stunting. Status gizi orangtua, terutama status gizi
ibu sangat berkaitan dengan kejadian anak pendek. Penelitian Zottarelli et al. (2007) di Mesir
menunjukkan bahwa tinggi badan ibu.
● Ditinjau dari masalah kesehatan dan gizi, balita adalah periode emas dalam kehidupan anak yang
dicirikan oleh pertumbuhan dan perkembangan berlangsung pesat serta rentan terhadap
kekurangan gizi. Berdasarkan penelitian Ramli et al. (2009) yang dilakukan di Provinsi Maluku,
prevalensi stunting anak usia 12—59 bulan adalah 38.4% sedangkan untuk anak usia 6—11
bulan prevalensi stunting adalah 29%. Anak usia balita membutuhkan asupan gizi per kilogram
berat badan relatif lebih banyak dan memadai dibandingkan usia lain guna mendukung
optimalnya pertumbuhan. Berdasarkan uraian tersebut di atas, penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis hubungan tinggi badan ibu, asupan gizi, dan status gizi anak balita.
Disusun Oleh Kelompok 3 :

● INTAN ROSMALINA MASYWIR


● ADINDA RABBIYATUNNISA
● MILA FAUZIA PATIMAH
● ANANDA RAIHAN MAULIDIA
● NADYA
● ELZA APRILIANA
● NENG NURUL HIKMAWATI
● ENJILITA MERTHA BERLINCA
● NUR AZIZAH AZHAR
● DEA ZAHRA NABILA
● RENI TANIA SARI
● FAHDA REZANA
● RESSA NURCAHYANI
● FARAH MEIDA MULYAWATI
● REZKI DEINI PEBRI OSAKA
● SALSABELA MAYANG AZAHRA
● RISMAYANTI
● SICILIA NINGRUM
● NURUL AFNI DINDA JULYANTI
● FIRNI FAUZIAH
Terima Kasih 

Anda mungkin juga menyukai