0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan44 halaman

Studi Kelayakan Bisnis: Aspek Teknis dan Lokasi

Studi kelayakan bisnis membahas aspek-aspek teknis seperti pemilihan lokasi, luas produksi, dan kapasitas produksi dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti bahan baku, tenaga kerja, dan pasar."

Diunggah oleh

Zaky Hafizh Aldani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan44 halaman

Studi Kelayakan Bisnis: Aspek Teknis dan Lokasi

Studi kelayakan bisnis membahas aspek-aspek teknis seperti pemilihan lokasi, luas produksi, dan kapasitas produksi dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti bahan baku, tenaga kerja, dan pasar."

Diunggah oleh

Zaky Hafizh Aldani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

STUDI KELAYAKAN BISNIS

ASPEK TEKNIS
ASPEK2 SKB
 Pasar Konsumen dan Produsen
 Pemasaran
 Teknik dan teknologi
 Manajemen
 Sumber Daya Manusia
 Sumber Daya Alam
 Keuangan
 Risiko Bisnis
 Politik, Ekonomi dan Sosial
 Lingkungan hidup
 Lingkungan Industri
 Yuridis (legal)
Pra-Syarat Aspek Teknis dan Teknologi

 Hasil analisis Aspek Pasar dan Pemasaran menjadi dasar untuk


melanjutkan Study Kelayakan ke aspek-aspek selanjutnya.

 Pertimbangan utama dari Aspek Pasar dan Pemasaran :


 Sisi Penawaran, proyek/ bisnis tidak/ belum jenuh.
 Sisi Permintaan, proyek/ bisnis masih relatif tinggi dan cenderung
meningkat di masa depan.
 Sisi Pasar, proyek/ bisnis memiliki pasar potensial yang relatif besar
dan pangsa pasar yang menjanjikan.
 Sisi Strategis, produk, harga, sistem distribusi, promosi, dan
pelayanan memiliki keunggulan dibandingkan dengan usaha sejenis
yang sudah ada.
 Sisi Perencanaan Strategis, proyek/ bisnis ini mendukung strategi
keseluruhan perusahaan.

 Jika keseluruhan pertimbangan diatas terpenuhi, maka Studi


Kelayakan dapat dilanjutkan ke Aspek Teknis Produksi dan
Teknologis.
Penilaian Aspek Teknis
ASPEK TEKNIS

 Aspek teknis adalah untuk menilai


kesiapan suatu usaha dalam
menjalankan kegiatannya dengan
menilai ketepatan lokasi, luas produksi,
dan layout serta kesiapan mesin dan
teknologi.
Pemilihan Lokasi
PENENTUAN LOKASI USAHA

Dalam memilih lokasi tergantung dari jenis


usaha yang akan dijalankan.
Terdapat beberapa lokasi yang perlu
dipertimbangkan, yaitu :
• Lokasi untuk kantor
• Lokasi Pabrik
• Lokasi gudang.
LOKASI PABRIK

Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan


lokasi pabrik:
Faktor utama (primer):
• Ketersedian bahan mentah
• Letak pasar yang dituju
• Tenaga listrik dan air
• Supply tenaga kerja
• Fasilitas transportasi.
DEKAT DENGAN PASAR

Ditinjau dari segi biaya pengangkutan, apabila


biaya pengangkutan barang jadi lebih besar dari
biaya pengangkutan bahan mentah dalam
ukuran yang sama, selayaknya lokasi
usaha/proyek yang dekat dengan pasar lebih
menguntungkan dari pada dekat dengan bahan
baku. Seperti pabrik minuman, pabrik yang hasil
produksinya lebih cepat rusak/pecah, dan lain
sebagainya.
LETAK SUMBER BAHAN BAKU

Dilihat dari ongkos angkut bahan mentah, apabila jumlah


bahan mentah yang diangkut jauh lebih besar dari pada
bahan jadi sebagai akibat proses produsi, lokasi
usaha/proyek yang dekat dengan bahan baku lebih
menguntungkan dalam jangka panjang.
Contoh: apabila lokasi pabrik kertas yang berorientasi
pada pasar, keadaan ini bisa menyulitkan usaha/proyek
tersebut bila dilihat dari biaya transportasi maupun
kelancaran supply bahan baku yang diangkut jauh lebih
besar dari pada jumlah barang. 
TENAGA KERJA

Apabila usaha/ proyek yang didirikan


membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang
relatif besar (padat karya) sebaiknya lokasi
usaha yang dididrikan dekat dengan pemukiman
penduduk. Demikian pula dengan usaha-usaha
yang memanfaatkan keahlian penduduk
setempat, seperti kerajinan kayu, kerajinan ukir,
kerajinan logam, dan lain sebagainya.
FASILITAS PENGANKUTAN

Pendirian usaha/proyek yang tidak mempunyai


fasilitas angkutan terpaksa membangun jalan-
jalan baru yang memerlukan investasi yang
cukup besar dan kesemuanya ini merupakan
beban dari proyek/kegiatan usaha yang
direncanakan. Besarnya biaya transportasi yang
dikeluarkanakan berpengaruh terhadap harga
pokok produksi dan keadaan ini bisa
menyebabkan gagasan usaha/proyek yang
direncanakan tidak feasible untuk dikerjakan.
FASILITAS LISTRIK DAN AIR

Tenaga lisrik yang telah ada seperti PLN


biayanya lebih murah disbanding dengan
membangun tenaga listrik tersendiri. Kalau di
lokasi proyek tidak tersedia fasilitas listrik,
usahakan lokasi proyek yang didirikan dekat
dengan pembangkit tenaga listrik seperti adanya
air tejun yang memungkinkan pembangunan
tenaga listrik ditempat tersebut.
LOKASI PABRIK

Faktor pendukung (sekunder):


[Link] dan peraturan yang berlaku
[Link], keadaan tanah
[Link] masyarakat setempat (adat istiadat)
[Link] masa depan perusahaan,
dalam kaitannya dengan perluasan lokasi.
LOKASI KANTOR

Pertimbangan dalam menentukan lokasi kantor:


[Link] pemerintah
[Link] lembaga keuangan
[Link] dengan pasar
[Link] sarana dan prasarana.
LOKASI GUDANG

Pertimbangan dalam menentukan lokasi gudang:


[Link] kawasan industri
[Link] dengan pasar
[Link] dengan bahan baku
[Link] sarana dan prasarana.
METODE PENILAIAN LOKASI

 Metode Kualitatif:
Metode ini mendasarkan penilaian tim yang dibentuk
terhadap faktor-faktor yang dipertimbangkan dari berbagai
alternatif lokasi yang tersedia.
• Metode Transportasi
Metode ini digunakan oleh perusahaan yang telah memiliki
beberapa pabrik atau gudang bermaksud menambah
kapasitas satu pabrik atau penambahan pabrik atau
gudang baru.
 Metode Analisis Biaya
Metode ini memanfaatkan biaya tetap dan biaya variabel
untuk membantu pemilihan alternatif lokasi
METODE KUALITATIF

Kebutuhan Nilai Lokasi A Lokasi B Lokasi C


Pabrik Lokasi
Ideal
Pasar 20 19 20 18
Pengangkutan 25 24 20 23
Bahan Baku 25 23 21 22
Tenaga Kerja 10 7 9 8
Fasilitas Listrik 15 12 15 10
Iklim 5 4 3 5
Jumlah 100 80 88 86
METODE TRANSPORTASI
Suatu metode yang digunakan untuk mengatur distribusi penyedia produk
ketempat yang lebih optimal. Pengaturan distribusi ini harus diperhitungkan
dengan signifikan, karena adanya perbedaan biaya kirim antar suatu tempat
dengan tempat lainnya. Bila biaya angkut dari sumber ke pasar telah
diindentifikasi, serta kapasitas pabrik dan permintaan pasar pun diketahui
maka masalah pengalokasian suatu barang/komponen dapat diselesaikan.

Penerapan metode transportasi ini diantaranya adalah untuk :


Pembelanjaan modal.
Alokasi dana untuk investasi.
Pengiklanan.
Analisis lokasi.
Menjaga keseimbangan perencanaan dan perakitan.
METODE TRANSPORTASI
Metode transportasi terdiri atas 2 langkah utama, yaitu pencarian
solusi awal dan pencarian solusi optimal. Adapun 2 langkah tersebut
dapat dilakukan dengan berbagai cara.
a. Pencarian solusi awal, metode yang digunakan adalah :
North West Corner
Least Cost
Russell Approximation
b. Pencarian solusi optimal, metode yang digunakan adalah :
Metode Stepping Stone
Medotde Modified Distribution (MODI)
Vogel's Approximation Method (VAM)

(SECARA TEKNIS ada pada materi Manajemen Operasional)


METODE ANALISIS BIAYA

Alternatif Lokasi Biaya Tetap Biaya Variabel/Satuan


A 30.000.000 1.000
B 60.000.000 500
C 90.000.000 300
Contoh:

Tabel diatas pemilihan lokasi untukpabrik baru perusahaan Kecap


Angsa. Pabrik tersebu takan memproduksi sebanyak 100.000 botol
per tahun.
Lokasi A = 30.000.000 + 1.000 (100.000) = Rp 130.000.000
Lokasi B = 60.000.000 + 500 (100.000) = Rp 110.000.000
Lokasi C = 90.000.000 + 300 (100.000) = Rp 120.000.000
LUAS PRODUKSI

 Luas produksi adalah jumlah produk


yang seharusnya diproduksi untuk
mencapai keuntungan yang optimal.
 Luas produksi dapat berarti penentuan
kombinasi dari berbagai macam produk
yang dihasilkan untuk mencapai
keuntungan yang optimal, jika
menghasilkan lebih satu macam produk.
LUAS PRODUKSI
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam
menentukan luas produksi:
[Link] permintaan, yang telah diketahui dalam aspek
pasar
[Link] teknologi, mesin-mesin yang dalam hal ini
dibatasi kapasitas teknis atau ekonomis
[Link] dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses
produksi
[Link] finansial dan manajemen
[Link] adanya perubahan teknologi produksi
dimasa yang akan datang.
LUAS PRODUKSI

Metode dalam menentukan luas produksi:


[Link] konsep marginal cost dan
marginal revenue
[Link] break event point
3. Metode linear programming.
Kapasitas produksi

 kapasitas produksi adalah kapasitas


atau kekuatan perusahaan memproduksi
barang dan jasa dalam suatu jangka
tertentu dan dapat dibatasi lagi pada
suatu lokasi produksi.
Contoh
Kapasitas produksi sebuah kedai kopi. Andaikata ada
kedai kopi di mall yang menjual sebuah kopi susu
seharga 20.000 . 
Kedai kopi ini memiliki sebuah outlet di mall dengan
seorang pegawai yang melayani pada setiap shift.
Pegawai ini dapat membuat kopi dengan waktu mulai
dari pelanggan datang, meracik, membayar dan
memberikan kembalian selama total 6 menit.  Dengan
demikian maka pegawai tersebut dapat membuat kopi
satu jam sejumlah 60 menit/6 = 10 kopi perjam.
Contoh

Misal kedai kopi ini membuka outlet pada jam


10.00 dan tutup pada jam 22.00 maka kapasitas
produksinya adalah 10 kopi x 12 = 120 kopi .
Kemudian kapasitas produksi outlet itu dalam 1
bulan atau 30 hari adalah 120 x 30 = 3600 kopi.
Jika harga setiap kopi adalah 20.000 maka
maksimum peluang penghasilan perbulan
adalah Rp 20.000 x 3600 = 72.000.000.
Contoh

Kita juga dapat menghitung omset per hari,


kemudian dibuat satu bulan.
Jika dalam satu jam bisa menghasilkan 10 kopi,
maka dalam satu jam bisa menghasilkan Rp
200.000. Dalam satu hari bisa menghasilkan
omset Rp 200.000 x 12 = Rp 2.400.000 atau 2,4
juta per hari.
Dalam sebulan maka omset bisa 2,4 juta x 30 =
72 juta.
METODE MARGINAL COST

• Pendekatan konsep Marginal Cost (MC)


dan Marginal Revenue (MR).
Luas produksi optimal tercapai pada saat
MC = MR.
• Dimana :
• MC merupakan differensial TC (TC’)
• MR merupakan differensial TR (TR’)
METODE MARGINAL COST
 Secara keseluruhan analisis marginal dapat disimpulkan sebagai
sebuah upaya menganalisa untuk menemukan nilai optimal dari
sasaran yang telah ditetapkan dan apakah sasaran tersebut
memiliki batasan-batasan untuk dapat mengambil keputusan
yang paling tepat dari berbagai alternatif situasi yang berada di
sekeliling kita.

 Analisis marginal mencakup memperhitungkan marginal


benefit atau keuntungan marginal cost.
METODE MARGINAL COST
Fungsi Analisis Marginal dalam Pengambilan Keputusan

Selama produksi tambahan dan biaya marginalnya tidak


mempengaruhi satuan-satuan yang ada dan harga-harga, maka
produksi itu diperlukan karena mendatangkan laba, hanya jika harga
jualnya melebihi biaya marginal.
Biaya tetap akan mengalami perubahan, selama produksi
tambahan masih dalam batas kapasitas yang ada.
Tambahan biaya tetap dari biaya tetap pada kapasitas semula
menjadi biaya marginal pada keputusan berikut.
METODE MARGINAL COST
Analisis Marginal memiliki manfaat ketika  menghadapi masalah-
masalah khusus dalam menentukan keputusan seperti, sebagai
berikut:

Penutupan suatu departemen,


Divisi atau bagian,
Penutupan suatu unit produksi,
Memproduksi sendiri atau membeli suku cadang atau bahan baku
tidak langsung,
Perluasan pabrik atau unit usaha, dan
Menerima atau menolak suatu tawaran khusus.
METODE BEP
Break Even Point adalah suatu analisis yang bertujuan
untuk menemukan satu titik, dalam unit atau rupiah,
yang menunjukkan biaya sama dengan pendapatan.
Dengan mengetahui break even ini diharapkan pada
volume penjualan berapa perusahaan mencapai titik
impasnya, yaitu tidak rugi ataupun tidak untung.
Analisis ini memerlukan estimasi mengenai biaya tetap,
biaya variabel, dan penjualan.
METODE BEP

Contoh: Persuahaan sandal Jepitmerek Anti Pedot akan


membangun pabrik baru dengan rincian sbb:
• Biaya persiapan = Rp. 10.000.000
• Biaya Tanah dan bangunan = Rp. 75.000.000
• Biaya Mesin dan peralatan = Rp. 25.000.000
• Harga jual sandal jepit adalah Rp. 10.000 dan biaya
membuat sandal jepit sebesar RP. 5.000. maka besar
luas produksi agar mencapai titik impas adalah sbb:
• BEP = Biaya tetap / (harga perunit – biaya variable per unit) •
BEP = 110.000.000 /(10.000-5.000) = 22.000 Pasang sandal
Linear Programming

Linear programming ialah metode ataupun teknik


matematis yang digunakan untuk dapat
membantu manajer dalam pengambilan
keputusan.
Ciri khusus dalam penggunaan metode
matematis ini ialah berusaha untuk
mendapatkan maksimisasi atau juga minimisasi.
Linear Programming
Contoh Perusahaan Konveksi Duta memproduksi jaket dan kemeja, persoalan yang perlu
diperhatikan adalah:
a. Untuk memproduksi kemeja dibutuhkan: 20 menit mesin I
10 menit mesin II
40 menit penghalusan
20 menit finishing
sedangkan untuk memproduksi jaket diperlukan: 50 menit menis I
30 menit mesin II
10 menit penghalusan
20 menit finishing
b. Kapasitas maksimum masing-masing mesin adalah:
Mesin I 1.000 menit
Mesin II 600 menit
Proses penghalusan 800 menit
Proses finishing 800 menit
c. Potensi keuntungan yang diperoleh adalah Rp 300,- untuk kemeja dan Rp 400,- u/. jaket

Berapa kombinasi produksi yang paling optimal dan jumlah keuntungan yang akan
diperoleh?
Linear Programming
Misal produksoi kemeja = X dan
Produksi jaket =Y
Fungsi batasan yang adalah
Mesin I 20X + 50Y = 1.000
Mesin II 10X + 30Y = 600
Proses penghalusan 40X + 10Y = 800
Proses finishing 20X + 20Y = 800
 
Fungsi tujuan: Z = Rp 300,-(X) + Rp 400,-(Y)
40x + 10Y = 800 x (1)  40X + 10Y = 800
20X + 50Y = 1.000 x (2)  40X + 100Y = 2.000
-90Y = - 1.200
Y = 13,33 = 13 (dibulatkan ke bawah)
Jadi kombinasi produksi yang optimal:
 40X + 10Y = 800
Kemeja = 17 unit
40X + 130 = 800
Jaket = 13 unit
40X = 670
 Keuntungan = 17 (Rp 300) + 13 (Rp 400)
X = 16.75 = 17 (dibulatkan ke atas)
= Rp 5.100 + Rp 5.200
 
= Rp 10.300
TATA LETAK (LAYOUT)

 Layout merupakan keseluruhan proses


penentuan bentuk dan penempatan
fasilitas-fasilitas yang dimiliki.
 Layout mencakup layout site (layout
lahan lokasi), layout pabrik, layout
kantor, dan layout gudang.
JENIS-JENIS LAYOUT

1. Tata LetakPosisiTetap (Fixed Position Layout)


• Layout ini ditujukan pada usaha yang karena ukuran,
bentuk dan hal-hal lain yang menyebabkan tak mungkin
memindahkan produknya.
• Jadiproduk tetap ditempat, peralatan dan tenaga kerja
yang mendatangi produk. Contohnya Pembuatan Kapal
l Tata LetakProduk (Product Layout)
• Dalam layout ini mesin-mesin dan peralatan disusun
berdasarkan urutan dari operasi proses pembuatan
produk. Setiap produk akan melewati tahapan produksi
yang sama dari awal sampai akhir • Layout ini tidak
terdapat arus balik. • Contohnya : perakitan mobil
JENIS-JENIS LAYOUT
3. Tata LetakProses (Layout Process)
• Mesin-mesin dan peralatan yang mempunyai fungsi
yang sama dikelompokkan atau ditempatkan dalam
suatu ruangan/tempat tertentu.
• Contohnya untuk industry tekstil semua mesin
pemotong dikelompokkan dalam satu area atau semua
mesin jahit dikelompokkan dalm satu area.
4. Tata Letak Kantor (Office Layout)
• Layout ini berkaitan dengan posisi kerja, peralatan
kerja, tempat yang diperuntukkan perpindahan
informasi.
JENIS LAYOUT

Tata Letak Pedagang Eceran/Pelayanan


(Retail and Service Layout)
• Layout yang berhubungan dengan
pengaturan dan alokasi tempat serta arus
produk agar lebih banyak barang yang
dapat dipajang.
PEMILIHAN TEKNOLOGI DAN PERALATAN

• Pemilihan jenis teknologi adalah seberapa jauh


derajat mekanisasi yang diinginkan dan manfaat
ekonomis yang dikerjakan.
• Kreteria dalam pemilihan jenis teknologi :
1. Ketepatan teknologi yang dipilih dengan bahan
mentah yang digunakan
2. Keberhasilan penggunaan teknologi tersebut ditempat
lain
3. Pertimbangan kemungkinan adanya teknologi lanjutan
PEMILIHAN TEKNOLOGI DAN
PERALATAN
 Besarnya biaya pemeliharaan dan
investasi pada teknologi
 Kemampuan tenaga kerja dan
kemungkinan pengembangannya dalam
penggunaan teknologi
 Pertimbangan pemerintah dalam hal
tenagakerja.
SEKIAN TERIMA KASIH

SAMPAI
MINGGU DEPAN

Anda mungkin juga menyukai