Ketetapan Pajak dalam UU KUP
Ketetapan Pajak dalam UU KUP
Landasan Hukum:
Pasal 12 s/ d Pasal 17E UU KUP
2
Surat Ketetapan Pajak (SKP)
Pasal 1 Angka (14), dan Pasal 12 Ayat (1)
Sedemikian Hingga
5
Ilustrasi
Sanksi Bunga
Akibat SKPKB
7
Jangka Waktu Penerbitan SKPKB
Pasal 13 Ayat (4), dan (5)
Dasar
Penerbitan
Hasil
Hasil
Hasil Pemeriksaan
Penelitian
Pemeriksaan bukti
keteranga
terhadap: permulaan
n lain.
terhadap:
WP Badan
Kewajiban WP yang alpa
tidak
perpajakan tidak atau
memenuhi
SPT WP, jika SPT salah
kewajiban
tidak menyampaika
Pemeriksaan
disampaikan. n SPT.
.
9
Sanksi Administrasi Kealpaan
Pasal 13A
Apabila WP akibat kealpaannya melakukan tindakan yang merugikan
keuangan negara berikut:
Tidak menyampaikan SPT.
Menyampaikan SPT secara tidak benar atau tidak lengkap.
Melampirkan keterangan yang isinya tidak benar.
Pasal 14 Ayat (1), (4), (5), dan PMK No. 189/ PMK.03/ 2007 Jo.
PMK No. 84/ PMK.03/ 2010
STP dapat diterbitkan atas WP yang dikenai sanksi denda atau bunga. 12
Ilustrasi
Sanksi Denda
Akibat STP
DPP 682.500.000
PPN Kurang Bayar 68.250.000
Sanksi Denda = 2% x 682.500.000
= 13.650.000
Pajak yang harus dibayar = 68.250.000 + 13.650.000
= Rp 81.900.000,00
13
Sebab Penerbitan dan Sanksi SKPKBT
Pasal 15 Ayat (1), (2), (3), dan (4)
SKPKBT
• Disebabkan penemuan data baru atau data yang
diterbitkan
semula belum terungkap, hingga menambah pajak
dalam terutang.
jangka 5 • WP dikenai kenaikan 100% dari pajak terutang jika
tahun sejak data ditemukan melalui pemeriksaan.
saat • WP tidak dikenai kenaikan jika data dilaporkan
terutang. sendiri sebelum pemeriksaan,
SKPKBT
dapat
• Disebabkan akibat WP dikenai pidana
diterbitkan
setelah perpajakan.
lewat • WP dikenai sanksi bunga 48% dari pajak
jangka 5 kurang bayar.
tahun.
14
Dasar Penerbitan SKPKBT
a
Hasil Penelitian
atas vonis pidana
perpajakan.
15
Pembetulan Ketetapan Pajak
Pasal 16
Dirjen Pajak dapat membetulkan SKP, STP, Surat Keputusan Pembetulan, Surat
Keputusan Keberatan, Surat Keputusan Pengurangan Sanksi Administrasi, Surat
Keputusan Penghapusan Sanksi Administrasi, Surat Keputusan Pengurangan
Ketetapan Pajak, Surat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak, Surat
Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak, atau Surat Keputusan
Pemberian Imbalan Bunga.
Diinisaisi oleh:
• Dirjen Pajak secara jabatan, atau
• Permohonan WP yang harus diputuskan dalam jangka 6 bulan, atau dianggap
dikabulkan jika melewati 6 bulan. Penjelasan dapat diberikan atas penolakan
permohonan seluruhnya atau sebagian.
16
Penerbitan SKPLB
Pasal 17
Awal Inisiasi
• SKPLB mensyaratkan adanya surat pemberitahuan oleh WP yang
menyatakan adanya pajak lebih bayar, tanpa permohonan restitusi.
Langkah Verifikasi
• Dirjen Pajak melakukan pemeriksaan atau penelitian kebenaran
pembayaran.
Penerbitan SKPLB
• Apabila diketemukan kredit pajak atau pajak yang telah dibayar melebihi
pajak terutang, atau terdapat pajak yang seharusnya tidak terutang,
seperti:
• Kredit PPh melebihi PPh terutang.
• PPN Masukan melebihi PPN Keluaran.
• PPnBM yang dibayar melebihi PPnBM terutang.
• SKPLB dapat diterbitkan lebih dari satu kali.
17
Dasar Penerbitan SKPLB
a
18
Penerbitan SKPN
a
SKPN diterbitkan
Kredit pajak atau pajak
setelah
yang dibayar sama
pemeriksaan SPT
dengan pajak terutang.
apabila:
20
Penerbitan SKPPKP (Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran)
Pasal 17C Ayat (1), (4), dan (5)
21
Ilustrasi
Sanksi Kenaikan
Paska SKPPKP
Landasan Hukum:
Pasal 18 s/ d Pasal 27A UU KUP
25
Dasar Penagihan Pajak
Pasal 18 Ayat (1)
ST
P
SKPKB
SKPKBT
SK Pembetulan
SK Keberatan
Putusan Banding
Putusan Peninjauan Kembali
26
Sebab Pengenaan Bunga Penagihan
Pasal 19
Pajak terutang berdasar SKPKB, SKPKBT, SK Pembetulan, SK Keberatan,
Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali.
• Dikenakan sejak jatuh tempo pembayaran hingga saat pembayaran atau
penerbitan STP.
Penanggung Penanggung
pajak yang pajak Penanggung
Penanggung
berniat atau mengalihkan pajak disita
pajak Badan usaha
akan barang dimiliki hartanya oleh
menyiratkan dibubarkan
meninggalkan untuk pihak ketiga,
perubahan negara.
Indonesia mengecilkan atau terancam
bentuk usaha.
untuk kegiatan pailit.
selamanya. usaha.
30
Penanggung Pajak
Pasal 1 Angka (28) dan Pasal 32 Ayat (4)
Meliputi:
• Orang Pribadi
• Badan
• Wakil yang menjalankan hak dan memenuhi
kewajiban WP.
• Orang yang secara nyata berwenang
menentukan kebijakan perusahaan, meskipun
bukan pengurus. 31
Hak Mendahulu
Pasal 21 Ayat (1), (2), dan (3)
33
Daluarsa Penagihan
Pasal 22
35
Penghapusan Piutang Pajak
Pasal 24, dan PMK No. 68/ PMK.03/ 2012
38
Hak WP Atas Pengajuan Keberatan
Pasal 25 Ayat (6), dan PMK No. 194/ PMK.03/ 2007
Dasar Pengenaan
Pajak.
WP berhak meminta
dan Dirjen Pajak wajib
memberikan
keterangan atas:
Dasar
Dasar
Pemotongan atau
Penghitungan
Pemungutan
Rugi.
Pajak.
39
Penyelesaian Surat Keberatan
Pasal 26 Ayat (1), (2), (3), dan (5)
Maksimal 12
bulan sejak
penerimaan Sebelum
Surat penerbitan Apabila jangka
Keberatan, keputusan, WP waktu terlewati,
Dirjen Pajak dapat Surat Keberatan
wajib membuat menyampaikan dianggap
keputusan, yang bukti tambahan diterima.
berupa: atau penjelasan.
• Menerima
seluruhnya.
• Menerima
sebagian.
• Menolak. 40
Sanksi Terkait Penyelesaian Keberatan
Pasal 25 Ayat (9), dan (10)
41
Ilustrasi
Sanksi Kenaikan
Atas Penyelesaian Keberatan
WP hanya dapat mengajukan banding atas Keputusan Keberatan kepada badan peradilan
pajak di lingkungan PTUN, dengan
Diajukan syarat:
maksimal
Permohonan ditulis 3 bulan sejak Dilampiri salinan
Disertai alasan yang
dalam Bahasa penerimaan Surat Surat Keputusan
jelas.
Indonesia. Keputusan Keberatan.
Keberatan.
Apabila permohonan ditolak atau diterima sebagian, WP dikenai sanksi denda 100% dari
selisih pajak terutang menurut Putusan Banding dan pajak yang telah dibayar.
44
Ilustrasi
Sanksi Kenaikan
Atas Penyelesaian Banding
46
Imbalan Bunga Atas Surat Keputusan
Pasal 27A Ayat (1a)
• Surat Keputusan
Pembetulan • Saat pembayaran
• Surat Keputusan penyebab lebih bayar,
Pengurangan terkait SKPKB,
Ketetapan Pajak SKPKBT, atau STP.
• Surat Keputusan • Penerbitan SKPN
Pembatalan atau SKPLB.
Ketetapan Pajak
47
Imbalan Bunga Atas Sanksi Administrasi
Pasal 27A Ayat (2) dan (3), dan PMK No. 40/ PMK.03/ 2005
Imbalan didasarkan
• Denda (Pasal atas Surat Keputusan
yang mengikuti
14 Ayat (4)) Putusan Keberatan,
• Bunga (Pasal Banding, atau
19 Ayat (1)) Peninjauan Kembali
Imbalan bunga yang meliputi:
diberikan atas • Surat Keputusan
pembayaran lebih Pengurangan
sanksi administrasi Sanksi Administrasi.
berupa:
• Surat Keputusan
Penghapusan
Sanksi Administrasi.
48
Pembukuan,
Pemeriksaan,
& Ketentuan Khusus
Landasan Hukum:
Pasal 28 s/ d Pasal 37A UU KUP
49
Pembukuan
Pasal 1 Angka (27)
Pembukuan merupakan
proses pencatatan secara Pembukuan
teratur untuk mengumpulkan ditutup dengan
data dan informasi keuangan penyusunan
yang meliputi: laporan
• Harta. keuangan yang
• Kewajiban. meliputi:
• Modal. • Neraca.
• Penghasilan dan biaya. • Laporan laba
• Harga perolehan dan rugi.
penyerahan barang atau jasa.
50
Kewajiban Pembukuan
Pasal 28 Ayat (1) dan (2)
51
Syarat Pembukuan
Pasal 28 Ayat (3), (4), (5) dan (7)
Mencerminkan
Harus
keadaan atau Diselenggarakan di
memperhatikan itikad
kegiatan usaha Indonesia.
baik.
sebenarnya.
53
Pembukuan dalam Bahasa
dan Mata Uang Asing
Pasal 28 Ayat (8), dan PMK No. 24/ PMK.03/ 2012
Peredaran
atau
penerimaan
bruto usaha.
Pencatatan
Harta dan Penghasilan
merupakan bruto dari luar
Kewajiban pengumpulan usaha.
data secara
teratur tentang:
Pencatatan dipergunakan
Penghasilan Penghasilan
dikenai PPh bukan objek sebagai dasar penentuan
final. pajak. jumlah pajak terutang.
55
Syarat Pencatatan
a
Pasal 28 Ayat (12), dan PMK No. 197/ PMK.03/ 2007 Jo.
PER No. 4/ PJ./ 2009
57
Pemeriksaan
Pasal 1 Angka (25), dan Pasal 29 Ayat (1)
Merupakan serangkaian
kegiatan menghimpun dan
mengolah data, keterangan,
atau bukti secara objektif dan
profesional berdasar standar
tertentu, dengan tujuan:
Menguji
Melaksanakan
kepatuhan
tujuan lain sesuai
pemenuhan
peraturan
kewajiban
perundangan.
perpajakan.
58
Tujuan Lain Pemeriksaan
Penjelasan Pasal 29 Ayat (1)
Pemenuhan
Pemeriksaan
Penentuan saat permintaan
terkait penagihan
mulai berproduksi. informasi negara
pajak.
mitra P3B.
59
Kewajiban WP Terperiksa
Pasal 29 Ayat (3), dan (4)
Memberikan
Memperlihatkan
kesempatan
atau Memberikan
memasuki
meminjamkan keterangan yang
tempat atau
buku, catatan, diperlukan
ruangan yang
atau dokumen.
dipandang perlu.
Pemeriksa harus
memiliki dan
memperlihatkan kepada Penyegelan dilakukan jika:
WP terperiksa: • WP tidak memberi kesempatan kepada
• Tanda pengenal pemeriksa. pemeriksa untuk memasuki objek
• Surat perintah pemeriksaan. penyegelan.
• WP atau pegawainya tidak memberi
bantuan guna kelancaran pemeriksaan.
• WP atau kuasa tidak berada di
tempat saat pemeriksaan.
61
Wakil Wajib Pajak
Pasal 32 Ayat (1), dan (4)
62
Tanggung Jawab Wakil Wajib Pajak
Pasal 32 Ayat (2)
63
Kuasa Wajib Pajak
Pasal 32 Ayat (3), (3A) dan PMK No. 22/ PMK.03/ 2008
66
Lingkup Pejabat Pemberi Keterangan
Pasal 34, KMK No. 510/ KMK.03/ 2007
Dirj
en
Direktur DJP
Kepala Kanwil
Kepala KPP
Kepala Kantor Pemeriksaan dan
Penyidikan Pajak
Kepala Kantor Pelayanan PBB
67
Peniadaan Kewajiban Merahasiakan
oleh Pihak Ketiga
Pasal 35
Keterangan atau
bukti terkait WP • Permintaan tertulis Menkeu kepada bank.
• Permintaan tertulis Dirjen Pajak kepada:
yang dikenai • Akuntan publik.
pemeriksaan, • Notaris.
penagihan, atau • Konsultan pajak.
penyidikan • Kantor administrasi.
pidana • Pihak ketiga lain.
• Sebagai implikasi permintaan tersebut,
perpajakan wajib kewajiban merahasiakan oleh pihak ketiga
diberikan, ketika menjadi ditiadakan.
terdapat:
68
Pengurangan, Penghapusan, dan Pembatalan
Ketetapan Pajak
Pasal 36, dan PMK No. 21/ PMK.03/ 2008
70
Sanksi Bagi Petugas Pajak
Pasal 36A
71
Kode Etik Pegawai Pajak
Pasal 36B
Kode etik yang wajib dipatuhi pegawai Ditjen Pajak
berdasar kepada:
Peraturan Menkeu No. 1/ PM.3/ 2007
Landasan Hukum:
Pasal 38 s/ d Pasal 44B UU KUP
73
Lingkup Pidana Perpajakan
Pengulangan
Percobaan
Pidana Akibat Kealpaan
Pidana Akibat Kesengajaan
Pidana
74
Pidana Akibat Kealpaan WP
Pasal 38, dan Pasal 43 Ayat (1)
75
Bentuk Pidana Akibat Kesengajaan WP (A)
Pasal 39 Ayat (1)
WP tidak mendaftar
WP
untuk memperoleh
menyalahgunakan WP tidak melaporkan
NPWP atau
NPWP atau status SPT.
dikukuhkan sebagai
PKP
PKP.
WP memperlihatkan
WP melaporkan SPT WP menolak buku, catatan atau
secara tidak benar dilakukannya dokumen palsu atau
atau tidak lengkap. pemeriksaan. tidak sesuai
kebenaran.
WP tidak WP tidak menyimpan
menyelenggarakan WP tidak
buku, catatan, dan
pembukuan atau menyetorkan pajak
dokumen dasar
pencatatan, atau tidak yang telah dipotong
memperlihatkan buku, pembukuan atau
atau dipungut.
catatan, dan dokumen. pencatatan.
76
Sanksi Pidana Akibat Kesengajaan WP,
Berikut Pengulangannya (A)
Pasal 39 Ayat (1), dan (2)
Sanksi berlaku pula bagi wakil, kuasa, dan pegawai WP, atau pihak lain yang
menyuruh, turut serta, mengajurkan, atau membantu tindak pidana.
77
Percobaan Tindak Pidana oleh WP
Pasal 39 Ayat (3)
80
Pidana oleh Pejabat
Pasal 41
81
Pidana Bagi Pihak Ketiga (A)
Pasal 41A, 41B, dan 43 Ayat (2)
Sanksi berlaku pula bagi pihak yang menyuruh, mengajurkan, atau membantu
pidana oleh pihak ketiga.
82
Pidana Bagi Pihak Ketiga (B)
Pasal 41C
Instansi pemerintah, lembaga, asosiasi dan pihak lain yang sengaja tidak
memberi data dan informasi yang diminta Dirjen Pajak terkait
pemeriksaan, penagihan, dan penyidikan pidana suatu WP (Pasal 35A
Ayat (1)).
• Kurungan maksimal 1 tahun atau denda maksimal Rp [Link],00.
Pihak yang sengaja tidak memberi data dan informasi dalam proses
penghimpunan oleh Dirjen Pajak (Pasal 35A Ayat (2)).
• Kurungan maksimal 10 bulan atau denda maksimal Rp 800.000.000,00.
Penyidikan adalah
serangkaian tindakan yang
dilakukan penyidik untuk
mencari dan mengumpulkan
bukti yang dapat membuat
terang tindak pidana
perpajakan dan menemukan
tersangkanya.
Penyidik adalah Pejabat
PNS tertentu Ditjen Pajak
yang diberi kewenangan
khusus.
84
Wewenang Penyidik
Pasal 44 Ayat (2)
Menerima, mencari, Meneliti, mencari, dan
Meminta
mengumpulkan dan mengumpulkan
keterangan atau
keterangan terkait WP OP
meneliti keterangan atau Badan berikut
bukti dari WP OP
atau laporan. atau Badan.
perbuatannya.
87
Hak dan kewajiban yang Belum Selesai
Pasal II
88
Referensi
89
Dr. Dwi Martani
Departemen Akuntansi FEUI
martani@[Link] atau
dwimartani@[Link]
081318227080/ 08161932935
Terima Kasih
http:/[Link]/martani/
90