0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan90 halaman

Ketetapan Pajak dalam UU KUP

Dokumen tersebut membahas mengenai Ketetapan Pajak (SKP) seperti Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB), Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN), dan sanksi yang diterapkan seperti sanksi bunga dan administrasi apabila terdapat pajak kurang bayar.

Diunggah oleh

Salahudin Alan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
89 tayangan90 halaman

Ketetapan Pajak dalam UU KUP

Dokumen tersebut membahas mengenai Ketetapan Pajak (SKP) seperti Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB), Surat Ketetapan Pajak Nihil (SKPN), dan sanksi yang diterapkan seperti sanksi bunga dan administrasi apabila terdapat pajak kurang bayar.

Diunggah oleh

Salahudin Alan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pengantar Perpajakan

Sesi 7 – KUP : Ketetapan Pajak


Siti Hartinah, SE., [Link].
Penetapan dan
Ketetapan Pajak

Landasan Hukum:
Pasal 12 s/ d Pasal 17E UU KUP

2
Surat Ketetapan Pajak (SKP)
Pasal 1 Angka (14), dan Pasal 12 Ayat (1)

Surat Ketetapan Surat Ketetapan


Pajak Kurang Pajak Kurang
Bayar (SKPKB) Bayar Tambahan
• Pasal 13 (SKPKBT)
• Pasal 15

Surat Ketetapan Surat Ketetapan


Pajak Nihil (SKPN) Pajak Lebih Bayar
• Pasal 17A (SKPLB)
• Pasal 17 dan 17B

WP wajib membayar pajak terutang tanpa


menggantungkan diri terhadap keberadaan SKP.
3
Jumlah Pajak Terutang
Pasal 12 Ayat (2), dan (3)
Jumlah pajak yang terutang menurut SPT yang
disampaikan WP dianggap telah sesuai dengan
peraturan perundangan
Kecuali Apabila

Dirjen Pajak mendapatkan bukti ketidakbenaran SPT.

Sedemikian Hingga

Dirjen Pajak menetapkan jumlah pajak terutang yang


semestinya.
4
Sebab Penerbitan dan Sanksi SKPKB (1)
Pasal 13 Ayat (1), dan (2)

SKPKB dapat diterbitkan dalam angka waktu 5 tahun,


apabila:

Pajak terutang tidak atau


WP memperoleh NPWP
kurang dibayar, berdasar
atau Pengukuhan PKP
hasil pemeriksaan atau
secara Jabatan.
keterangan lain.
Pajak kurang bayar dikenai tambahan sanksi bunga 2% per bulan,
maksimal selama 24 bulan sejak saat terutang hingga penerbitan
SKPKB.

5
Ilustrasi
Sanksi Bunga
Akibat SKPKB

CV. Fraternite memperoleh Pengukuhan sebagai PKP secara


jabatan pada November 2012. Perusahaan dikenai Pemeriksaan
dan ditetapkan bahwa nilai penyerahan BKP di Mei 2009 adalah Rp
[Link],00. SKPKB diterbitkan di bulan Desember 2012
untuk menagih PPN kurang bayar.

PPN Keluaran 235.000.000


PPN Masukan sebelum Pengukuhan 0
PPN Kurang Bayar 235.000.000
Sanksi Denda = 24 bulan x 2% x 235.000.000
= 112.800.000
(Mei 2009 hingga Desember 2012, maksimal 24 bulan)
Pajak yang harus dibayar = 235.000.000 + 112.800.000
= Rp 347.800.000,00 6
Sebab Penerbitan dan Sanksi SKPKB (2)
Pasal 13 Ayat (1), dan (3)

SPT disampaikan melebihi tanggal jatuh tempo umum


SKPKB dapat dan dispensasi sesuai Surat Teguran.
diterbitkan
Diketemukan kesalahan kompensasi selisih lebih pajak
dalam angka
dan pengenaan tarif 0% untuk PPN dan PPnBM.
waktu 5 tahun,
apabila: Pajak terutang tidak diketahui akibat WP tidak
memenuhi kewajiban terkait pembukuan dan
pemeriksaan.
50% atas PPh yang kurang atau tidak dibayar.
Sanksi
administrasi
100% atas PPh yang kurang atau tidak dipotong,
dapat berupa
dipungut, atau disetor.
kenaikan
sebesar: 100% atas PPN atau PPnBM yang kurang atau tidak
dibayar.

7
Jangka Waktu Penerbitan SKPKB
Pasal 13 Ayat (4), dan (5)

Ketika jangka waktu 5 tahun terlampaui.

Apabila WP tidak Apabila WP dikenai sanksi


dikenai sanksi pidana perpajakan.
pidana perpajakan
dan SKPKB tidak Sanksi
diterbitkan admnistrasi
SKPKB
dikenakan
Maka pajak dapat
sebesar 48%
terutang dalam diterbitkan.
dari pajak
SPT bersifat pasti. kurang bayar.
8
Dasar Penerbitan SKPKB
a

Pasal 13, dan PMK No. 23/ PMK.03/ 2008 Jo.


PMK No. 83/ PMK.03/ 2010

Dasar
Penerbitan

Hasil
Hasil
Hasil Pemeriksaan
Penelitian
Pemeriksaan bukti
keteranga
terhadap: permulaan
n lain.
terhadap:
WP Badan
Kewajiban WP yang alpa
tidak
perpajakan tidak atau
memenuhi
SPT WP, jika SPT salah
kewajiban
tidak menyampaika
Pemeriksaan
disampaikan. n SPT.
.
9
Sanksi Administrasi Kealpaan
Pasal 13A
Apabila WP akibat kealpaannya melakukan tindakan yang merugikan
keuangan negara berikut:
 Tidak menyampaikan SPT.
 Menyampaikan SPT secara tidak benar atau tidak lengkap.
 Melampirkan keterangan yang isinya tidak benar.

Tidak dikenai sanksi pidana, apabila kealpaan terjadi untuk pertama


kalinya.

WP wajib melunasi pajak kurang bayar, ditambah kenaikan 200% yang


ditetapkan melalui SKPKB. 10
Sebab Penerbitan dan Sanksi STP (1)
Pasal 14 Ayat (1), (2) dan (3)
WP wajib
melunasi pajak
Dirjen Pajak dapat menerbitkan STP kurang bayar
dalam kondisi: ditambah sanksi
bunga 2% per
bulan selama
maksimal 24
bulan, sejak saat
Penelitian terutang hingga
menemukan pajak penerbitan STP.
PPh tidak atau
kurang bayar
kurang dibayar. STP berkedudukan
akibat salah tulis
atau salah hitung. setara dengan
SKPKB.
11
Sebab Penerbitan dan Sanksi STP (2)
a

Pasal 14 Ayat (1), (4), (5), dan PMK No. 189/ PMK.03/ 2007 Jo.
PMK No. 84/ PMK.03/ 2010

Dirjen Pajak dapat STP dapat pula diterbitkan atas


menerbitkan STP PKP penerima restitusi PPN
dalam kondisi: Masukan yang gagal berpoduksi.
PKP dikenai sanksi denda 2%
per bulan dari pajak yang ditagih
WP wajib melunasi kembali, sejak penerbitan Surat
pajak terutang Keputusan terkait restitusi hingga
ditambah sanksi penerbitan STP.
denda 2% dari DPP.

PKP tidak mengisi faktur pajak


PKP melaporkan
secara lengkap, kecuali untuk
PKP terlambat atau faktur pajak dalam
unsur identitas pembeli.
tidak membuat faktur masa yang berbeda
Dikecualikan pula unsur nama,
pajak. dengan masa
dan tanda tangan untuk PKP
penerbitan.
Pedagang Eceran.

STP dapat diterbitkan atas WP yang dikenai sanksi denda atau bunga. 12
Ilustrasi
Sanksi Denda
Akibat STP

Koperasi Revolusi melakukan penyerahan JKP dengan nilai


penggantian Rp 682.500.000,00 di masa Februari 2012 dan tidak
melaporkannya dalam SPT Masa Februari. STP diterbitkan di bulan
Agustus 2012 untuk menagih pajak berdasar faktur yang belum
dilaporkan.

DPP 682.500.000
PPN Kurang Bayar 68.250.000
Sanksi Denda = 2% x 682.500.000
= 13.650.000
Pajak yang harus dibayar = 68.250.000 + 13.650.000
= Rp 81.900.000,00
13
Sebab Penerbitan dan Sanksi SKPKBT
Pasal 15 Ayat (1), (2), (3), dan (4)

SKPKBT
• Disebabkan penemuan data baru atau data yang
diterbitkan
semula belum terungkap, hingga menambah pajak
dalam terutang.
jangka 5 • WP dikenai kenaikan 100% dari pajak terutang jika
tahun sejak data ditemukan melalui pemeriksaan.
saat • WP tidak dikenai kenaikan jika data dilaporkan
terutang. sendiri sebelum pemeriksaan,
SKPKBT
dapat
• Disebabkan akibat WP dikenai pidana
diterbitkan
setelah perpajakan.
lewat • WP dikenai sanksi bunga 48% dari pajak
jangka 5 kurang bayar.
tahun.
14
Dasar Penerbitan SKPKBT
a

Pasal 15, dan PMK No. 23/ PMK.03/ 2008 Jo.


PMK No. 83/ PMK.03/ 2010

Hasil Pemeriksaan atau Pemeriksaan


Ulang data baru.

Hasil Penelitian atas


keterangan tertulis WP.

Hasil Penelitian
atas vonis pidana
perpajakan.

15
Pembetulan Ketetapan Pajak
Pasal 16
Dirjen Pajak dapat membetulkan SKP, STP, Surat Keputusan Pembetulan, Surat
Keputusan Keberatan, Surat Keputusan Pengurangan Sanksi Administrasi, Surat
Keputusan Penghapusan Sanksi Administrasi, Surat Keputusan Pengurangan
Ketetapan Pajak, Surat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak, Surat
Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak, atau Surat Keputusan
Pemberian Imbalan Bunga.

Diakibatkan salah tulis, salah hitung, atau kesalahan penerapan peraturan.

Diinisaisi oleh:
• Dirjen Pajak secara jabatan, atau
• Permohonan WP yang harus diputuskan dalam jangka 6 bulan, atau dianggap
dikabulkan jika melewati 6 bulan. Penjelasan dapat diberikan atas penolakan
permohonan seluruhnya atau sebagian.
16
Penerbitan SKPLB
Pasal 17
Awal Inisiasi
• SKPLB mensyaratkan adanya surat pemberitahuan oleh WP yang
menyatakan adanya pajak lebih bayar, tanpa permohonan restitusi.
Langkah Verifikasi
• Dirjen Pajak melakukan pemeriksaan atau penelitian kebenaran
pembayaran.
Penerbitan SKPLB
• Apabila diketemukan kredit pajak atau pajak yang telah dibayar melebihi
pajak terutang, atau terdapat pajak yang seharusnya tidak terutang,
seperti:
• Kredit PPh melebihi PPh terutang.
• PPN Masukan melebihi PPN Keluaran.
• PPnBM yang dibayar melebihi PPnBM terutang.
• SKPLB dapat diterbitkan lebih dari satu kali.
17
Dasar Penerbitan SKPLB
a

Pasal 17, dan PMK No. 23/ PMK.03/ 2008 Jo.


PMK No. 83/ PMK.03/ 2010

Hasil Pemeriksaan SPT.

Hasil Penelitian atas


kebenaran pembayaran pajak.
Hasil Pemeriksaan atas
permohonan pengembalian
kelebihan pembayaran pajak.

18
Penerbitan SKPN
a

Pasal 17A, dan PMK No. 23/ PMK.03/ 2008 Jo.


PMK No. 83/ PMK.03/ 2010

SKPN diterbitkan
Kredit pajak atau pajak
setelah
yang dibayar sama
pemeriksaan SPT
dengan pajak terutang.
apabila:

Atau kredit pajak, Secara riil meliputi:


pajak yang dibayar, • Kredit PPh sama dengan PPh
terutang.
dan pajak terutang • PPn Masukan sama dengan
bernilai nol. PPN Keluaran.
• PPnBM yang dibayar sama
dengan PPnBM terutang.
19
Ketentuan Umum Restitusi
Pasal 17B, dan PMK No. 191/ PMK 03/ 2007

WP mengajukan Ketentuan tidak berlaku bagi WP


permohonan yang dikenai pemeriksaan bukti Jika pemeriksaan
restitusi. permulaan pidana perpajakan. bukti permulaan
tidak berlanjut ke
penyidikan atau
Dirjen Pajak Keterlambatan penerbitan SKPLB penuntutan, atau
melakukan menyebabkan WP memperoleh WP divonis bebas,
pemeriksaan. imbalan bunga 2% per bulan WP memperoleh
imbalan bunga 2%
per bulan selama
Keputusan
maksimal 24 bulan
diterbitkan dalam
Jika melebihi jangka 12 bulan, sejak 12 bulan
jangka maksimal
permohonan dianggap diterima paska permohonan
12 bulan, dalam
dan SKPLB diterbitkan maksimal hingga penerbitan
bentuk SKPKB,
1 bulan setelahnya. SKPLB.
SKPN, atau
SKPLB.

20
Penerbitan SKPPKP (Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pembayaran)
Pasal 17C Ayat (1), (4), dan (5)

Alur Umum Kondisi Khusus

WP dengan kriteria tertentu Paska pengembalian pendahuluan,


mengajukan permohonan. pemeriksaan dapat dilakukan dalam
jangka 5 tahun.

Dirjen Pajak melakukan penelitian.


Jika diketemukan pajak kurang bayar,
diterbitkan SKPKB.
SKPPKP diterbitkan maksimal 3 bulan
untuk PPh dan 1 bulan untuk PPN,
sejak permohonan diterima. WP wajib melunasi, ditambah sanksi
kenaikan 100%.

21
Ilustrasi
Sanksi Kenaikan
Paska SKPPKP

PT. Proklamasi telah memperoleh pengembalian pendahuluan


Rp 110.000.000,00. WP dikenai Pemeriksaan dan dilakukan
penerbitan SKPB dengan penghitungan berikut.

PPh Terutang 315.000.000


Kredit PPh 22 (100.250.000)
Kredit PPh 23 (101.500.000)
Kredit PPh 24 (101.000.000)
Kredit PPh 25 (102.250.000)
PPh Lebih Bayar berdasar SKPKB 90.000.000
Sanksi Kenaikan = 100% x (110.000.000 - 90.000.000)
= 20.000.000
Pajak yang harus dibayar = 20.000.000 + 20.000.000
= Rp 40.000.000,00 22
WP Kriteria Tertentu Berhak Atas SKPPKP
Pasal 17C Ayat (2), (6), dan PMK No. 74/ PMK. 03/ 2012
Merupakan WP yang memenuhi Kecuali apabila WP
syarat berikut: menemui kondisi
• Tepat waktu menyampaikan SPT Tahunan berikut:
3 tahun terakhir. • WP dikenai penyidikan
• Tidak terlambat melaporkan SPT Masa pidana perpajakan.
lebih dari 3 kali dalam setahun terakhir. • WP terlambat melaporkan
Keterlambatan tidak melampaui batas SPT Masa pajak tertentu
penyampaian SPT Masa berikutnya dan selama 2 kali berturutan
tidak berturut - turut. atau 3 kali tidak berturutan
• Tidak memiliki tunggakan pajak, kecuali dalam 1 tahun.
angsuran atau penundaan yang diizinkan. • WP terlambat melaporkan
• Laporan keuangan diaudit, predikat WTP SPT Tahunan.
selama 3 tahun terakhir.
• Tidak pernah divonis atas pidana
perpajakan selama 5 tahun terakhir.
23
a
WP Persyaratan Tertentu Berhak Atas SKPPKP
Pasal 17D, dan PMK No. 193/ PMK. 03/ 2007 Jo.
PMK No. 54/ PMK. 03/ 2009

WP OP yang tidak melaksanakan usaha atau kegiatan bebas.

WP OP dengan peredaran usaha dan pajak lebih bayar tertentu.


• Peredaran usaha maksimal Rp [Link],00.
• Pajak lebih bayar maksimal Rp 1.000.000,00.
• Pajak lebih bayar maksimal 0,5% peredaran usaha.
WP Badan dengan peredaran usaha dan pajak lebih bayar tertentu.
• Peredaran usaha maksimal Rp [Link],00.
• Pajak lebih bayar maksimal Rp 10.000.000,00.
WP OP dengan jumlah penyerahan dan PPN lebih bayar tertentu.
• Penyerahan maksimal Rp 400.000.000,00.
• PPN lebih bayar maksimal Rp 28.000.000,00.
Jika pemeriksaan berujung pada SKPKB, WP dikenai kenaikan 100%.
24
Penagihan, Keberatan,
dan Banding

Landasan Hukum:
Pasal 18 s/ d Pasal 27A UU KUP

25
Dasar Penagihan Pajak
Pasal 18 Ayat (1)

ST
P
SKPKB
SKPKBT
SK Pembetulan
SK Keberatan
Putusan Banding
Putusan Peninjauan Kembali
26
Sebab Pengenaan Bunga Penagihan
Pasal 19
Pajak terutang berdasar SKPKB, SKPKBT, SK Pembetulan, SK Keberatan,
Putusan Banding, atau Putusan Peninjauan Kembali.
• Dikenakan sejak jatuh tempo pembayaran hingga saat pembayaran atau
penerbitan STP.

Pajak terutang akibat izin pengangsuran atau penundaan pembayaran.

Kekurangan pembayaran akibat izin penundaan pelaporan SPT Tahunan.


• Dikenakan sejak jatuh tempo pelaporan umum hingga saat pembayaran.

Nominal bunga adalah 2% per bulan.


Bagian bulan dihitung sebagai 1 bulan penuh. 27
Ilustrasi
Sanksi Bunga Penagihan

Fa. Deklarasi menerima SKPKBT di tanggal 13 September 2012 yang


menyatakan pajak yang masih harus dibayar sebesar Rp 57.500.000,00.
Hingga 12 September 2012, perusahaan telah membayar sebesar Rp
27.500.000,00, Rp 20.000.000,00 dibayar di tanggal 10 November 2012
dan ditagih dengan STP tertanggal 11 November 2012.

Pajak yang masih harus dibayar 57.500.000


Pajak dibayar sebelum jatuh tempo (27.500.000)
Pajak dibayar setelah jatuh tempo (20.000.000)
Sisa pajak yang masih terutang 10.000.000
Sanksi Bunga = 2 bulan x 2% x 30.000.000
= 1.200.000
Pajak yang harus dibayar = 10.000.000 + 1.200.000
= Rp 11.200.000,00
28
Ilustrasi
Sanksi Bunga Penagihan
Atas Angsuran atau Penundaan

CV. Aneksasi menerima SKPKBT tertanggal 21 Januari 2012


yang menyatakan pajak yang masih harus dibayar sebesar Rp
825.000.000,00. Batas akhir pelunasan tanggal 20 Februari 2012
dan WP diperbolehkan mengangsur selama 3 bulan dengan
angsuran tetap sebesar Rp 275.000.000,00.

Sanksi bunga angsuran I = 2% x 825.000.000 = 16.500.000


Sanksi bunga angsuran I = 2% x 550.000.000 = 11.000.000
Sanksi bunga angsuran I = 2% x 275.000.000 = 5.500.000
Total sanksi bunga Rp 33.000.000,00

Apabila WP diberikan izin penundaan hingga 20 Mei 2012, dan


bukan pengangsuran, maka:
Sanksi bunga = 3 x 2% x 825.000.000 = Rp
49.500.000,00. 29
Penagihan dengan Surat Paksa
Pasal 20
Surat Paksa diterbitkan untuk Penagihan seketika dan
menagih pajak akibat STP, Pengecualian sekaligus adalah tindakan
SKPKB, SKPKBT, SK diberikan penagihan pajak yang
Pembetulan, SK Keberatan, melalui dilaksanakan oleh juru sita
Putusan Banding, dan Putusan penagihan pajak kepada penanggung
Peninjauan Kembali yang tidak seketika dan pajak tanpa menunggu tanggal
dibayar sesuai jangka waktu. sekaligus jatuh tempo pembayaran .
apabila:

Penanggung Penanggung
pajak yang pajak Penanggung
Penanggung
berniat atau mengalihkan pajak disita
pajak Badan usaha
akan barang dimiliki hartanya oleh
menyiratkan dibubarkan
meninggalkan untuk pihak ketiga,
perubahan negara.
Indonesia mengecilkan atau terancam
bentuk usaha.
untuk kegiatan pailit.
selamanya. usaha.

30
Penanggung Pajak
Pasal 1 Angka (28) dan Pasal 32 Ayat (4)

Merupakan pihak yang bertanggung jawab


atas pembayaran pajak.

Meliputi:
• Orang Pribadi
• Badan
• Wakil yang menjalankan hak dan memenuhi
kewajiban WP.
• Orang yang secara nyata berwenang
menentukan kebijakan perusahaan, meskipun
bukan pengurus. 31
Hak Mendahulu
Pasal 21 Ayat (1), (2), dan (3)

Negara memiliki hak


mendahulu atas
barang milik Hak mendahulu tidak
penanggung pajak, berlaku atas:
akibat tagihan pajak
• Pokok pajak. • Biaya perkara semata
yang meliputi:
• Sanksi administrasi, mata akibat
meliputi: penghukuman melelang
• Bunga. barang.
• Denda. • Biaya yang telah
• Kenaikan. dikeluarkan untuk
• Biaya penagihan pajak. menyelamatkan barang
terlelang.
32
• Biaya perkara semata -
Penyebab Hilangnya Hak Mendahulu
Pasal 21 Ayat (4), dan (5)

Hak mendahulu hilang setelah


lewat batas 5 tahun sejak
penerbitan STP, SKPKB,
SKPKBT, SK Pembetulan, SK
Keberatan, Putusan Banding,
atau Putusan Peninjauan
Kembali.
Jangka waktu dihitung sejak:
• Penerbitan Surat Paksa.
• Pemberitahuan Surat Paksa, apabila
diberitahukan secara resmi.
• Batas akhir penundaan, apabila diberikan
penundan pembayaran.

33
Daluarsa Penagihan
Pasal 22

Hak penagihan pajak daluarsa setelah


melampaui 5 tahun sejak:
Saat terutang pajak.
Berakhirnya masa, bagian tahun, atau tahun pajak.
Tanggal pemberitahuan Surat Paksa.
Diterimanya permohonan angsuran atau penundaan
pembayaran.

Penerbitan Surat Perintah Penyidikan tindak pidana.

Penerbitan SKPKB atau SKPKBT yang mengikuti


vonis pidana.
34
Gugatan WP atau Penanggung Pajak
Pasal 23 Ayat (2)

WP dapat mengajukan gugatan kepada


badan peradilan pajak terhadap:
Pelaksanaan Surat Paksa, Surat Perintah
Melaksanakan Penyitaan, atau pengumuman Lelang.
Keputusan pencegahan terkait penagihan pajak.
Keputusan terkait pelasanaan keputusan perpajakan,
selain ditetapkan Pasal 25 Ayat (1) dan Pasal 26.
Ketidaksesuaian perosedur penerbitan Surat
Ketetapan Pajak atau Surat Keputusan Keberatan.

35
Penghapusan Piutang Pajak
Pasal 24, dan PMK No. 68/ PMK.03/ 2012

• Berlaku atas STP, SKPKB, SKPKBT, Surat


Asal Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT), Surat
Penghapusan Ketetapan Pajak (SKP), atau Surat Ketetapan
Pajak Tambahan (SKPT).
• WP tidak dapat diketemukan.
• Hak penagihan daluarsa.
• Dokumen dasar penagihan tidak diketemukan.
WP yang • Hak penagihan tak dapat dilaksanakan, atas
piutangnya pertimbangan Menkeu.
dihapuskan. • Khusus WP OP, WP meninggal dunia tanpa
warisan.
• Khusus WP Badan, WP bubar, terlikuidasi, atau
pailit.
36
Pengajuan Keberatan
Pasal 25 Ayat (1), (5), (7), dan PMK No. 194/ PMK.03/ 2007
WP dapat mengajukan keberatan hanya
kepada Dirjen Pajak atas:
• SKPKB
• SKPKBT
• SKPLB
• SKPN
• Pemotongan atau pemungutan oleh pihak ketiga.
Implikasi pengajuan keberatan meliputi:
• Ditangguhkannya jangka waktu pelunasan pajak yang
ditetapkan Surat Keputusan terkait selama 1 bulan.
• Jumlah pajak ditangguhkan tidak dianggap sebagai utang
pajak.
• WP akan menerima tanda bukti penerimaan Surat Keberatan
dalam bentuk:
• Tanda terima yang dibuat pegawai Ditjen Pajak.
• Resi pengiriman pos tercatat.
37
Syarat Pengajuan Surat Keberatan
Pasal 25 Ayat (2), (3), (4), dan PMK No. 194/ PMK.03/ 2007

Surat ditulis dalam Bahasa Indonesia.

Memuat jumlah pajak terutang atau dipotong atau


dipungut atau jumlah rugi menurut penghitungan WP.
Jika syarat
tidak Memuat alasan – alasan yang jelas.
dipenuhi, Diajukan dalam jangka waktu 3 bulan sejak pengiriman
Surat SKP atau tanggal pemotongan atau pemungutan,
Keberatan kecuali terdapat (force majeur).
tidak akan
dipertim- Satu Surat Keberatan untuk satu jenis pajak dan satu
bangkan. tahun pajak.
Khusus untuk keberatan atas SKP, WP wajib telah
membayar minimal sejumlah pajak terutang yang
disetujui dalam pembahasan akhir hasil pemeriksaan.

38
Hak WP Atas Pengajuan Keberatan
Pasal 25 Ayat (6), dan PMK No. 194/ PMK.03/ 2007

Dasar Pengenaan
Pajak.

WP berhak meminta
dan Dirjen Pajak wajib
memberikan
keterangan atas:
Dasar
Dasar
Pemotongan atau
Penghitungan
Pemungutan
Rugi.
Pajak.
39
Penyelesaian Surat Keberatan
Pasal 26 Ayat (1), (2), (3), dan (5)

Maksimal 12
bulan sejak
penerimaan Sebelum
Surat penerbitan Apabila jangka
Keberatan, keputusan, WP waktu terlewati,
Dirjen Pajak dapat Surat Keberatan
wajib membuat menyampaikan dianggap
keputusan, yang bukti tambahan diterima.
berupa: atau penjelasan.
• Menerima
seluruhnya.
• Menerima
sebagian.
• Menolak. 40
Sanksi Terkait Penyelesaian Keberatan
Pasal 25 Ayat (9), dan (10)

Sanksi tidak berlaku


jika WP mengajukan
permohonan banding.
Apabila pengajuan keberatan
ditolak atau diterima sebagian, WP
dikenai sanksi denda 50% dari
selisih pajak terutang berdasar
Keputusan Keberatan dan pajak
yang telah dibayar.

41
Ilustrasi
Sanksi Kenaikan
Atas Penyelesaian Keberatan

Koperasi Infiltrasi menerima SKPKB yang menyatakan pajak


yang masih harus dibayar sebesar Rp 48.500.000,00. Melalui
pembahasan akhir hasil Pemeriksaan, WP menyetujui pembayaran
sebesar Rp 23.500.000,00, melunasinya, kemudian mengajukan
keberatan. Dirjen Pajak menerima sebagian keberatan WP dan
menetapkan jumlah pajak yang masih terutang seharusnya sebesar
Rp 43.500.000,00.

Sanksi kenaikan= 50% x (43.500.000 – 23.500.000)


= 10.000.000
Jumlah masih harus dibayar
= 20.000.000 + 10.000.000
= Rp 30.000.000,00
42
Pembuktian Ketidakbenaran
SKP Secara Jabatan
Pasal 26 Ayat (4)

Apabila WP mengajukan Maka WP wajib


keberatan atas SKP membuktikan
yang ditetapkan secara ketidakbenaran
jabatan akibat: SKP.
• WP tidak menyampaikan
SPT Tahunan dan telah
ditegur. Jika
• WP tidak memenuhi
pembuktian
kewajiban pembukuan
• WP menghalangi tidak diberikan,
pemeriksa memasuki maka
tempat tertentu. keberatan
ditolak.
43
Pengajuan Banding
Pasal 27

WP hanya dapat mengajukan banding atas Keputusan Keberatan kepada badan peradilan
pajak di lingkungan PTUN, dengan
Diajukan syarat:
maksimal
Permohonan ditulis 3 bulan sejak Dilampiri salinan
Disertai alasan yang
dalam Bahasa penerimaan Surat Surat Keputusan
jelas.
Indonesia. Keputusan Keberatan.
Keberatan.

Sebagai implikasi banding:


Jangka waktu pelunasan pajak terkait
Jumlah pajak terutang bukan merupakan
ditangguhkan hingga 1 bulan setelah
utang pajak.
penerbitan Putusan Banding.

Apabila permohonan ditolak atau diterima sebagian, WP dikenai sanksi denda 100% dari
selisih pajak terutang menurut Putusan Banding dan pajak yang telah dibayar.

44
Ilustrasi
Sanksi Kenaikan
Atas Penyelesaian Banding

PT. Invasi menerima SKPKB yang menyatakan pajak yang


masih harus dibayar sebesar Rp 97.500.000,00 Melalui
pembahasan akhir hasil Pemeriksaan, WP menyetujui pembayaran
sebesar Rp 50.000.000,00, melunasinya, kemudian mengajukan
keberatan. Putusan Keberatan menetapkan pajak terutang
seharusnya sebesar Rp 73.250.000,00. WP mengajukan banding
dan Putusan Banding menetapkan pajak terutang seharusnya
sebesar Rp 61.500.000,00.

Sanksi kenaikan= 100% x (61.500.000 – 50.000.000)


= 11.500.000
Jumlah masih harus dibayar
= 11.500.000 + 11.500.000
= Rp 23.000.000,00 45
Imbalan Bunga Atas Keberatan, Banding, atau Peninjauan Kembali
Pasal 27A Ayat (1), dan PMK No. 40/ PMK.03/ 2005

Apabila keberatan, banding atau


Maka WP berhak atas pengembalian
peninjauan kembali diterima
kelebihan pembayaran, ditambah
sebagian atau seluruhnya,
bunga 2% per bulan selama
sedemikian hingga pajak yang telah
maksimal 24 bulan.
dibayar bersifat lebih bayar.

Jangka waktu dihitung hingga penerbitan Surat Keputusan Keberatan,


Banding, atau Peninjauan Kembali sejak:
• Pembayaran yang menyebabkan lebih bayar, untuk SKPKB dan
SKPKBT sebagai objek.
• Penerbitan SKPN dan SKPLB.

46
Imbalan Bunga Atas Surat Keputusan
Pasal 27A Ayat (1a)

Surat Keputusan Imbalan bunga dihitung


penyebab pajak lebih hingga penerbitan Surat
bayar meliputi: Keputusan, sejak:

• Surat Keputusan
Pembetulan • Saat pembayaran
• Surat Keputusan penyebab lebih bayar,
Pengurangan terkait SKPKB,
Ketetapan Pajak SKPKBT, atau STP.
• Surat Keputusan • Penerbitan SKPN
Pembatalan atau SKPLB.
Ketetapan Pajak

47
Imbalan Bunga Atas Sanksi Administrasi
Pasal 27A Ayat (2) dan (3), dan PMK No. 40/ PMK.03/ 2005
Imbalan didasarkan
• Denda (Pasal atas Surat Keputusan
yang mengikuti
14 Ayat (4)) Putusan Keberatan,
• Bunga (Pasal Banding, atau
19 Ayat (1)) Peninjauan Kembali
Imbalan bunga yang meliputi:
diberikan atas • Surat Keputusan
pembayaran lebih Pengurangan
sanksi administrasi Sanksi Administrasi.
berupa:
• Surat Keputusan
Penghapusan
Sanksi Administrasi.
48
Pembukuan,
Pemeriksaan,
& Ketentuan Khusus
Landasan Hukum:
Pasal 28 s/ d Pasal 37A UU KUP

49
Pembukuan
Pasal 1 Angka (27)

Pembukuan merupakan
proses pencatatan secara Pembukuan
teratur untuk mengumpulkan ditutup dengan
data dan informasi keuangan penyusunan
yang meliputi: laporan
• Harta. keuangan yang
• Kewajiban. meliputi:
• Modal. • Neraca.
• Penghasilan dan biaya. • Laporan laba
• Harga perolehan dan rugi.
penyerahan barang atau jasa.

50
Kewajiban Pembukuan
Pasal 28 Ayat (1) dan (2)

Subjek yang wajib melaksanakan pembukuan,


meliputi:
• WP OP yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas.
• WP Badan.

Subjek wajib melaksanakan pencatatan sebagai


pengganti pembukuan, meliputi:
• WP OP yang diizinkan menggunakan Norma Penghitungan
Penghasilan Netto (NPPN).
• WP OP yang tidak melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan
bebas.

51
Syarat Pembukuan
Pasal 28 Ayat (3), (4), (5) dan (7)

Mencerminkan
Harus
keadaan atau Diselenggarakan di
memperhatikan itikad
kegiatan usaha Indonesia.
baik.
sebenarnya.

Menggunakan huruf Menggunakan angka Menggunakan satuan


latin. arab. mata uang rupiah.

Minimal terdiri dari


Diselenggarakan catatan mengenai harta,
Menggunakan
dengan stelsel akrual kewajiban, modal,
Bahasa Indonesia
atau stelsel kas penghasilan dan biaya,
atau Bahasa Inggris. serta penjualan dan
secara taat asas.
pembelian.
52
Syarat Perubahan Tahun Buku
atau Metode Pembukuan
Pasal 28 Ayat (6)

Perubahan yang dapat Syarat yang harus


dilakukan meliputi: dipenuhi:

• Tahun buku. • Memperoleh persetujuan


• Metode pembukuan, Dirjen Pajak.
seperti: • Diajukan sebelum
• Pengakuan penghasilan dan dimulainya tahun buku
biaya. dengan disertai alasan
• Penyusutan aset tetap. perubahan.
• Penilaian persediaaan.

53
Pembukuan dalam Bahasa
dan Mata Uang Asing
Pasal 28 Ayat (8), dan PMK No. 24/ PMK.03/ 2012

• WP dalam rangka PMA.


Memerlukan
izin Menkeu, • BUT
apabila • WP terdaftar di bursa efek LN.
dilakukan oleh • KIK yang menerbitkan reksadana
WP sebagai berdenominasi dollar AS.
berikut: • WP yang berafiliasi dengan
perusahaan induk di luar negeri.
Memberitahukan
secara tertulis • WP dalam rangka kontrak karya.
kepada KPP • WP Kontraktor Kontrak Kerja Sama.
setempat, apabila
dilakukan oleh:
54
Pencatatan
Pasal 28 Ayat (9), PMK No. 197/ PMK.03/ 2007

Peredaran
atau
penerimaan
bruto usaha.

Pencatatan
Harta dan Penghasilan
merupakan bruto dari luar
Kewajiban pengumpulan usaha.
data secara
teratur tentang:
Pencatatan dipergunakan
Penghasilan Penghasilan
dikenai PPh bukan objek sebagai dasar penentuan
final. pajak. jumlah pajak terutang.

55
Syarat Pencatatan
a

Pasal 28 Ayat (12), dan PMK No. 197/ PMK.03/ 2007 Jo.
PER No. 4/ PJ./ 2009

Pencatatan dilaksanakan berdasar stelsel kas.


Jangka waktu pencatatan meliputi 12 bulan,
sejak tanggal 1 Januari hingga 31 Desember.
Pencatatan dilaksanakan secara kronologis
dan sistematis sesuai urutan tanggal.
Pencatatan dilaksanakan dalam Bahasa
Indonesia dan mata uang rupiah.
Didukung dengan dokumen yang menjadi
dasar penghitungan yang disimpan minimal
untuk jangka 10 tahun.
56
Penyimpanan Buku, Catatan, Dokumen
Pasal 28 Ayat (11)

Penyimpanan selama 10 tahun di Penyimpanan wajib


Indonesia wajib dilakukan atas dasar dilakukan oleh:
pembukuan, meliputi: • WP OP, di tempat kegiatan
• Buku usaha atau tempat tinggal.
• Catatan • WP Badan, di tempat
• Dokumen kedudukan.
• Hasil pengolahan data pembukuan yang dikelola
secara elektronik atau online.

57
Pemeriksaan
Pasal 1 Angka (25), dan Pasal 29 Ayat (1)

Merupakan serangkaian
kegiatan menghimpun dan
mengolah data, keterangan,
atau bukti secara objektif dan
profesional berdasar standar
tertentu, dengan tujuan:

Menguji
Melaksanakan
kepatuhan
tujuan lain sesuai
pemenuhan
peraturan
kewajiban
perundangan.
perpajakan.
58
Tujuan Lain Pemeriksaan
Penjelasan Pasal 29 Ayat (1)

Pengukuhan atau Apabila WP


Pemberian NPWP Penghapusan
pencabutan mengajukan
secara jabatan. NPWP.
pengukuhan PKP. keberatan.

Pengumpulan Pencocokan data


Penentuan WP di Penentuan tempat
bahan penyusunan dan alat
lokasi terpencil. terutang PPN.
NPPN. keteranga.

Pemenuhan
Pemeriksaan
Penentuan saat permintaan
terkait penagihan
mulai berproduksi. informasi negara
pajak.
mitra P3B.

59
Kewajiban WP Terperiksa
Pasal 29 Ayat (3), dan (4)

Kewajiban WP terperiksa meliputi:

Memberikan
Memperlihatkan
kesempatan
atau Memberikan
memasuki
meminjamkan keterangan yang
tempat atau
buku, catatan, diperlukan
ruangan yang
atau dokumen.
dipandang perlu.

Kewajiban WP untuk merahasiakan informasi terkait


pembukuan ditiadakan atas kepentingan pemeriksaan.
60
Pemeriksaan dan Penyegalan
Pasal 29 Ayat (2), Pasal 30, dan PMK No. 198/ PMK.03/ 2007

Pemeriksa harus
memiliki dan
memperlihatkan kepada Penyegelan dilakukan jika:
WP terperiksa: • WP tidak memberi kesempatan kepada
• Tanda pengenal pemeriksa. pemeriksa untuk memasuki objek
• Surat perintah pemeriksaan. penyegelan.
• WP atau pegawainya tidak memberi
bantuan guna kelancaran pemeriksaan.
• WP atau kuasa tidak berada di
tempat saat pemeriksaan.

61
Wakil Wajib Pajak
Pasal 32 Ayat (1), dan (4)

Pengurus, bagi WP Badan, atau:


• Kurator, khusus untuk WP dinyatakan pailit.
• Orang atau badan pelaksana pemberesan, khusus untuk WP
dalam pembubaran.
• Likuidator, khusus untuk WP dalam likuidasi.
Wakil Warisan Belum Terbagi
• Ahli waris.
• Pelaksana wasiat atau pengurus harta peninggalan.
Wali atau pengampu, bagi anak yang belum dewasa
atau orang dalam pengampuan.

Kuasa Wajib Pajak, bagi WP secara umum.

62
Tanggung Jawab Wakil Wajib Pajak
Pasal 32 Ayat (2)

Bertanggung jawab secara pribadi atau


secara renteng atas pembayaran pajak.

Tidak bertanggung jawab,


apabila dapat membuktikan
dan meyakinkan Dirjen Pajak
bahwa wakil wajib pajak tidak
mungkin dibebani tanggung
jawab.

63
Kuasa Wajib Pajak
Pasal 32 Ayat (3), (3A) dan PMK No. 22/ PMK.03/ 2008

WP OP atau Badan dapat Syarat bagi


menunjuk seorang Kuasa Kuasa:
untuk menjalankan hak • Memiliki NPWP.
dan memenuhi kewajiban • Telah melaporkan SPT
Tahunan PPh.
perpajakan, melalui Surat • Menguasai ketentuan
Kuasa Khusus. perpajakan.
• Memiliki Surat Kuasa
Khusus.
Suart Kuasa Khusus • Memiliki Surat Izin
bersifat tidak dapat Praktik, bagi Kuasa
konsultan pajak.
dilimpahkan. • Memiliki Brevet atau
ijazah pendidikan
formal, bagi Kuasa non 64
Pengungkapan Rahasia oleh Pejabat
Pasal 34

Pejabat atau tenaga ahli perpajakan dilarang


mengungkapkan rahasia WP, kecuali apabila:

Pejabat berperan sebagai saksi atau saksi ahli


dalam pengadilan.
Diberikan sebagai keterangan kepada pejabat
lebaga atau instansi pemeriksa keuangan
negara.
Atas izin tertulis Menkeu:
• Diberikan untuk kepentingan negara.
• Diberikan untuk pemeriksaan perkara pidana atau perdata
atas permintaan hakim.
65
Pihak Lain yang Berhak Atas Keterangan Pejabat atau Tenaga Ahli
Pasal 34 Ayat (2a), dan KMK No. 539/ KMK.04/ 2000

Pihak lain yang berhak


merupakan pejabat • Pejabat dari lembaga
yang berwenang negara (BPK).
melakukan • Pejabat dari instansi
pemeriksaan keuangan pemerintah (BPKP).
negara, meliputi:

Pihak lain bersangkutan • Nama Wajib Pajak.


wajib menunjukkan
• Keterangan yang
surat tugas yang
menyebutkan: hendak diketahui.

66
Lingkup Pejabat Pemberi Keterangan
Pasal 34, KMK No. 510/ KMK.03/ 2007

Dirj
en
Direktur DJP

Kepala Kanwil

Kepala KPP
Kepala Kantor Pemeriksaan dan
Penyidikan Pajak
Kepala Kantor Pelayanan PBB

Tenaga Ahli yang Ditunjuk Dirjen Pajak

67
Peniadaan Kewajiban Merahasiakan
oleh Pihak Ketiga
Pasal 35

Keterangan atau
bukti terkait WP • Permintaan tertulis Menkeu kepada bank.
• Permintaan tertulis Dirjen Pajak kepada:
yang dikenai • Akuntan publik.
pemeriksaan, • Notaris.
penagihan, atau • Konsultan pajak.
penyidikan • Kantor administrasi.
pidana • Pihak ketiga lain.
• Sebagai implikasi permintaan tersebut,
perpajakan wajib kewajiban merahasiakan oleh pihak ketiga
diberikan, ketika menjadi ditiadakan.
terdapat:

68
Pengurangan, Penghapusan, dan Pembatalan
Ketetapan Pajak
Pasal 36, dan PMK No. 21/ PMK.03/ 2008

Atas jabatan atau permohonan WP, Dirjen


Pajak berwenang.
Mengurangkan Membatalkan hasil
atau Mengurangkan pemeriksaan berikut Surat
menghapuskan atau membatalkan Ketetapan Pajaknya atas
sanksi administrasi Ketetapan Pajak pemeriksaan yang
akibat kekhilafan dan STP yang dilaksanakan tanpa:
atau bukan karena tidak benar. • Penyampaian Surat
Pemberitahuan Hasil
kesalahan WP. Pemeriksaan.
• Pembahasan akhir hasil
pemeriksaan bersama WP.
69
Permohonan WP Atas Pengurangan, Penghapusan, dan Pembatalan Ketetapan Pajak
Pasal 36, dan PMK No. 21/ PMK.03/ 2008

• Syarat pengajuan permohonan meliputi:


• WP tidak sedang mengajukan keberatan.
• Satu permohonan berlaku untuk satu Ketetapan Pajak.
• Diajukan secara tertulis dalam Bahasa Indonesia ke KPP setempat.
• WP telah melinasi pajak terutang.
• Surat permohonan ditandatangani sendiri atau oleh Kuasa.
• Menyebutkan jumlah pajak terutang menurut WP disertai alasan
yang jelas dan meyakinkan.
• Permohonan dapat diajukan 2 kali, kecuali untuk permohonan
pembatalan Surat Ketetapan Pajak akibat hasil pemeriksaan, yang
hanya dapat diajukan 1 kali.

• Dirjen Pajak memberikan putusan maksimal dalam jangka 6 bulan, atau


permohonan dianggap diterima.

70
Sanksi Bagi Petugas Pajak
Pasal 36A

Sanksi sesuai peraturan perundangan, apabila:


• Petugas menghitung atau menetapkan pajak tidak sesuai ketentuan, akibat
kelalaian atau kesengajaan.
Pengaduan ke unit internal Kemenkeu hingga sanksi pidana, apabila:
• Petugas bertindak di luar kewenangan secara sengaja.
Pidana Pasal 368 KUHP, apabila:
• Petugas mengancam atau memeras WP.
Pidana Pasal 12 UU Tipikor, apabila:
• Petugas memaksa orang lain memberikan atau mengerjakan sesuatu,
memberikan atau menerima pembayaran, bagi diri petugas.
Tidak dituntut secara pidana atau perdata, apabila:
• Pelaksanan tugas didasari iktikad baik dan sesuai peraturan perundangan.

71
Kode Etik Pegawai Pajak
Pasal 36B
Kode etik yang wajib dipatuhi pegawai Ditjen Pajak
berdasar kepada:
Peraturan Menkeu No. 1/ PM.3/ 2007

Pelanggaran kode etik dapat dikenai:


• Sanksi moral secara terbuka atau tertutup.
• Hukuman disiplin.

Pengawasan pelaksanaan dan penampungan


pengaduan pelanggaran dilaksanakan oleh Komite
Kode Etik
72
Ketentuan Pidana dan
Penyidikan

Landasan Hukum:
Pasal 38 s/ d Pasal 44B UU KUP

73
Lingkup Pidana Perpajakan

Pengulangan
Percobaan
Pidana Akibat Kealpaan
Pidana Akibat Kesengajaan
Pidana

74
Pidana Akibat Kealpaan WP
Pasal 38, dan Pasal 43 Ayat (1)

WP akibat kealpaannya Pidana dikenakan


dapat menimbulkan apabila perbuatan
kerugian negara melalui dilakukan bukan
perbuatan berikut: pertama kalinya, dalam
bentuk:
• Tidak menyampaikan • Denda, minimal 1
SPT. kali, maksimal 2 kali
• Menyampaikan SPT pajak yang kurang
secara tidak benar. atau tidak dibayar.
• Kurungan, minimal 3
bulan, maksimal 1
tahun.

75
Bentuk Pidana Akibat Kesengajaan WP (A)
Pasal 39 Ayat (1)
WP tidak mendaftar
WP
untuk memperoleh
menyalahgunakan WP tidak melaporkan
NPWP atau
NPWP atau status SPT.
dikukuhkan sebagai
PKP
PKP.
WP memperlihatkan
WP melaporkan SPT WP menolak buku, catatan atau
secara tidak benar dilakukannya dokumen palsu atau
atau tidak lengkap. pemeriksaan. tidak sesuai
kebenaran.
WP tidak WP tidak menyimpan
menyelenggarakan WP tidak
buku, catatan, dan
pembukuan atau menyetorkan pajak
dokumen dasar
pencatatan, atau tidak yang telah dipotong
memperlihatkan buku, pembukuan atau
atau dipungut.
catatan, dan dokumen. pencatatan.
76
Sanksi Pidana Akibat Kesengajaan WP,
Berikut Pengulangannya (A)
Pasal 39 Ayat (1), dan (2)

Sanksi berlaku pula bagi wakil, kuasa, dan pegawai WP, atau pihak lain yang
menyuruh, turut serta, mengajurkan, atau membantu tindak pidana.

Denda, minimal 2 kali,


Penjara, minimal 6
maksimal 4 kali pajak
bulan, maksimal 6
yang kurang atau
tahun.
tidak dibayar.

Pengulangan tindak pidana sebelum 1 tahun sejak selesainya sanksi terakhir,


pelanggar pengenaan sanksi pidana akan dilipatkan 2 kali.

77
Percobaan Tindak Pidana oleh WP
Pasal 39 Ayat (3)

Percobaan tindak pidana mungkin Pihak yang melakukan


dilakukan untuk tujuan percobaan akan dikenai
mengajukan permohonan sanksi pidana berupa:
restitusi, melakukan kompensasi, • Penjara, minimal 6 bulan,
atau mengkreditkan pajak, dalam maksimal 2 tahun.
bentuk: • Denda, minimal 2 kali,
maksimal 4 kali dari
• Penyalahgunaan atau penggunaan
jumlah restitusi
tanpa hak atas NPWP dan status PKP. termohonkan,
• Penyampaian SPT secara tidak benar kompensasi, atau
atau tidak lengkap. pengkreditan.
Sanksi berlaku pula bagi wakil, kuasa, dan pegawai WP, atau pihak lain yang
menyuruh, turut serta, mengajurkan, atau membantu percobaan pidana.
78
Pidana Akibat Kesengajaan WP (B)
Pasal 39A

Pihak yang dengan Dikenai sanksi pidana


sengaja melakukan dalam bentuk:
tindakan berikut: • Penjara, minimal 2
• Menerbitkan atau tahun, maksimal 6 tahun.
menggunakan faktur, • Denda, minimal 2 kali,
bukti potongan, atau maksimal 6 kali dari
pungutan, atau setoran jumlah pajak dalam
pajak, tidak berdasar faktur atau bukti terkait.
transaksi sebenarnya.
Sanksi berlaku pula bagi wakil,
• Menerbitkan faktur pajak
kuasa, dan pegawai WP, atau
tanpa dikukuhkan pihak lain yang menyuruh, turut
sebagai PKP. serta, mengajurkan, atau
membantu tindak pidana.
79
Daluarsa Pidana Perpajakan
Pasal 40

Tindak pidana perpajakan tidak dapat dituntut setelah


lampau 10 tahun sejak:

 Saat terutangnya pajak.


 Berakhirnya masa bagian tahun atau tahun pajak.

80
Pidana oleh Pejabat
Pasal 41

Akibat kealpaan, tidak


menjaga kerahasiaan Wajib
Pajak.
Atas aduan pihak • Dikenai pidana kurungan
yang dilanggar maksimal 1 tahun dan denda
kerahasiaannya, maksimal Rp 25.000.000,00.
pejabat
perpajakan dapat Secara sengaja, tidak
dikenai pidana menjaga kerahasiaan Wajib
apabila: Pajak.
• Dikenai pidana kurungan
maksimal 2 tahun dan denda
maksimal Rp 50.000.000,00.

81
Pidana Bagi Pihak Ketiga (A)
Pasal 41A, 41B, dan 43 Ayat (2)

Pihak ketiga yang sengaja tidak memberi


keterangan dan bukti terkait pemeriksaan, Pihak ketiga yang sengaja
penagihan, dan penyidikan pidana atas mempersulit atau menghalangi
suatu WP sesuai Pasal 35, atau memberi penyidikan pidana perpajakan.
keterangan dan bukti yang tidak benar.

Dikenai pidana kurungan


Dikenai pidana kurungan maksimal 1 tahun
maksimal 3 tahun dan denda
dan denda maksimal Rp 25.000.000,00.
maksimal Rp 75.000.000,00.

Sanksi berlaku pula bagi pihak yang menyuruh, mengajurkan, atau membantu
pidana oleh pihak ketiga.

82
Pidana Bagi Pihak Ketiga (B)
Pasal 41C
Instansi pemerintah, lembaga, asosiasi dan pihak lain yang sengaja tidak
memberi data dan informasi yang diminta Dirjen Pajak terkait
pemeriksaan, penagihan, dan penyidikan pidana suatu WP (Pasal 35A
Ayat (1)).
• Kurungan maksimal 1 tahun atau denda maksimal Rp [Link],00.

Pihak yang sengaja menyebabkan tidak terpenuhinya kewajiban Pasal


35A Ayat (1) oleh instansi pemerintah, lembaga, asosiasi dan pihak lain
tersebut.
• Kurungan maksimal 10 bulan atau denda maksimal Rp 800.000.000,00.

Pihak yang sengaja tidak memberi data dan informasi dalam proses
penghimpunan oleh Dirjen Pajak (Pasal 35A Ayat (2)).
• Kurungan maksimal 10 bulan atau denda maksimal Rp 800.000.000,00.

Pihak yang menyalahgunakan data dan informasi perpajakan sehingga


merugikan negara.
• Kurungan maksimal 1 tahun atau denda maksimal Rp 500.000.000,00.
83
Penyidikan Pidana Perpajakan
Pasal 1 Angka 31 dan Pasal 44 Ayat (1)

Penyidikan adalah
serangkaian tindakan yang
dilakukan penyidik untuk
mencari dan mengumpulkan
bukti yang dapat membuat
terang tindak pidana
perpajakan dan menemukan
tersangkanya.
Penyidik adalah Pejabat
PNS tertentu Ditjen Pajak
yang diberi kewenangan
khusus.
84
Wewenang Penyidik
Pasal 44 Ayat (2)
Menerima, mencari, Meneliti, mencari, dan
Meminta
mengumpulkan dan mengumpulkan
keterangan atau
keterangan terkait WP OP
meneliti keterangan atau Badan berikut
bukti dari WP OP
atau laporan. atau Badan.
perbuatannya.

Memeriksa Meminta Menghentikan atau


buku, bantuan meminta sesorang tinggal
Melakukan
catatan, atau saat pemeriksaan, serta
dokumen
penggeledahan. tenaga memeriksa identitas dan
lain. ahli. bawaannya.

Memanggil seseorang Melakukan


Memotret untuk didengar Menghentikan tindakan lain
seseorang. keterangannya sebagai penyidikan. yang dianggap
tersangka atau saksi. perlu.
85
Pelaksanaan Penyidikan
Pasal 44 Ayat (3), dan (4)

Penyidik Ditjen Pajak:


• Memberitahukan saat dimulainya penyidikan.
• Menyampaikan hasil penyidikan.

Pemberitahuan dan penyampaian


dilaksanakan melalui penyidik pejabat Polisi
Negara RI kepada Jaksa Penuntut Umum.

Penyidik Ditjen Pajak dapat meminta


bantuan oenegak hukum lain dalam
pelaksanaan kewenangan penyidikan.
86
Pihak Berhak Menghentikan Penyidikan
Pasal 44A, dan 44B

• Tidak cukup bukti.


Penyidik Ditjen • Peristiwa bukan merupakan tindak pidana.
Pajak, apabila • Dicapainya daluarsa.
ditemui kondisi: • Tersangka meninggal dunia.

Jaksa Agung, • WP telah melunasi jumlah pajak yang kurang


atau tidak dibayar, ditambah sanksi
atas administrasi sebesar 4 kali jumlah tersebut.
permintaan • Penghentian tersebut dilaksanakan untuk
Menkeu, kepentingan negara.
apabila: • Penghentian diputuskan maksimal 6 bulan
sejak penerimaan permintaan.

87
Hak dan kewajiban yang Belum Selesai
Pasal II

Setiap hak dan kewajiban perpajakan tahun pajak 2001


hingga tahun pajak 2007 yang belum diselesaikan

Dikenai ketentuan UU No. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan


Umum dan Tata Cara Perpajakan, sebagaimana telah
beberapa kali diubah terakhir dengan UU No. 16 Tahun 2000.

88
Referensi

Fitriandi, Primandita dkk. 2011. “Kompilasi Undang – Undang Perpajakan


Terlengkap” . Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Waluyo. 2011. “Perpajakan Indonesia”. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

89
Dr. Dwi Martani
Departemen Akuntansi FEUI
martani@[Link] atau
dwimartani@[Link]
081318227080/ 08161932935

Terima Kasih
http:/[Link]/martani/

90

Anda mungkin juga menyukai