0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan11 halaman

Hal yang Tidak Perlu Dibuktikan dalam Hukum

Dokumen tersebut membahas tentang beban pembuktian dalam peradilan perdata, yaitu bahwa pihak yang mengajukan tuntutan harus membuktikan peristiwa atau hubungan hukum yang dia klaim. Dokumen ini juga menjelaskan hal-hal yang tidak perlu dibuktikan, jenis-jenis alat bukti, dan perbedaan kekuatan pembuktian antara akta autentik dan akta di bawah tangan.

Diunggah oleh

Hana Wandari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan11 halaman

Hal yang Tidak Perlu Dibuktikan dalam Hukum

Dokumen tersebut membahas tentang beban pembuktian dalam peradilan perdata, yaitu bahwa pihak yang mengajukan tuntutan harus membuktikan peristiwa atau hubungan hukum yang dia klaim. Dokumen ini juga menjelaskan hal-hal yang tidak perlu dibuktikan, jenis-jenis alat bukti, dan perbedaan kekuatan pembuktian antara akta autentik dan akta di bawah tangan.

Diunggah oleh

Hana Wandari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Yang harus dibuktikan :

 Harus dibuktikan Peristiwa/hubungan hukumnya, bukan


aturannya.
Peran Hakim : lakukan pengkajian atas peristiwa, dipilah-pilah
mana yang relevan / tidak relevan.
• Tidak relevan = dalam perkara hutang piutang terkait
hukumnya (warna baju P/T).
• Relevan : Benarkah pd waktu & tempat tertentu membuat
perjanjian.
Hal-hal tidak perlu dibuktikan :
1. Hal yang sudah diakui pihak lawan
2. Sudah dilihat sendiri oleh hakim (dalam sidang)
3. Sudah diketahui umum (notoire feiten)
4. Diketahui hakim karena pengetahuannya sendiri.
Penjelasan :
1. hal yang sudah diakui pihak lawan
Bahwa fakta yang tidak dibantah, dianggap telah terbukti kebenarannya. Dengan syarat :
a. Diakui secara tegas (expressis verbis) dan dilakukan didepan sidang pengadilan dalam
jawaban replik atau duplik.
B. Sangkalan/bantahan yang diajukan tanpa dasar alasan.

2. Sudah dilihat oleh hakim (dalam sidang)


Fakta yang diketahui,dialami, didengar dan dilihat hakim.
Misal :
-T tidak hadir dalam sidang, mk P tidak perlu membuktikan krn hakim jg tahu.
-T menolak membuktikan dokumen asli, jd faktanya tidak perlu dibuktikan oleh P.
3. Sudah diketahui oleh Umum
Dasar menentukannya :
a. Didasarkan pengalaman umum, memang
demikian kejadian yang pasti ditemukan bila
berhadapan dengan mslh itu.
b. Faktanya mudah diketahui tanpa perlu pengkjian
yang konkrit.

4. Diketahui krn pengetahuannya sendiri


Doktrin : jus curia novit: hakim dianggap tahu akan
hukum (hukum positif & hukum tidak tertulis). Hakim
wajib menemukan hukumnya bila belum diatur dalam
UU.
BEBAN PEMBUKTIAN
Pasal 163 HIR & Pasal 1865 BW :
“Barang siapa yang mendalilkan mempunyai suatu
hak/mengemukakan suatu peristiwa untuk menegaskan
haknya /membantah adanya hak orang lain haruslah
membuktikan adanya hak itu/adanya peristiwa itu”

 Peran Hakim :
- membebani para pihak untuk melakukan pembuktian.
- harus benar-benar adil, jika tidak dianggap pelanggaran
hukum.
artinya : jadi alasan MA membatalkan putusan hakim ybs.
Pihak yang dibebani : Tidak dapat membuktikan =
dikalahkan.
Hukum pembuktian : Dalam BW
1. Pasal 533 : mengemukakan itikad buruk harus dibuktikan.
2. Pasal 1244 : Force majeur harus dibuktikan.
3. Pasal 1365 : Pengganti kerugian karena perbuatan
melawan hukum harus dibuktikan.

JENIS ALAT BUKTI


 Bagaimana harus membuktikan ?
Pengaturan : Pasal 164 HIR ; 1866 BW
4. Tulisan/surat
5. Saksi
6. Persangkaan
7. Pengakuan
8. sumpah
1. Tulisan/surat
Diatur : pasal 138,165 & 167 HIR ; pasal 1867 s/d 1894 BW.
Pengertian : segala sesuatu yang memuat tanda bacaan, bisa
dimengerti & mengandung suatu pikiran tertentu.
Tanda baca = latin, kanji, arab, ...

Jenis alat bukti surat/tulisan :


2. Akta : tulisan yang dibuat dengan sengaja untuk dijadikan
bukti ttg suatu peristiwa & ditandatangani pembuatnya.
-”sengaja” = kesengajaan membuat sbg bukti tulisan
-”peristiwa”= hubungan hukum antar para pihak
-”ditandatangani”= membubuhkan nama, tanda tangan/cap
jempol.
Cap jempol  St 1867 No 29 = dpt dikuatkan dgn surat ktrgn dari
notaris/pejabat yang ditunjuk.
Pembedaan akta akta :
 Akta autentik (psl 1868 BW) :
akta yang dibuat oleh atau dihadapan pejabat yang
berwenang untuk itu.
“Dibuat dihadapan” = para pihak yang membuat disaksikan pjbt
tersebut.
“Pejabat “ = notaris,camat, pegawai KUA/catatan sipil, panitera.

Ada 2 jenis akta autentik :


1. Acte Ambtelijk/Relaas = akta yg dibuat oleh pejabat
- BAP di persidangan, lelang, penyitaan
- Pelanggaran Lalin oleh polisi
- Akta catatan sipil
 Pejabat bertindak aktif dgn inisiatif sendiri membuat akta tsb.
2. acte Partij = akta autentik yang dibuat dihadapan pejabat
Akta dibuat dihadapan pejabat umum yang berwenang
berdasar keterangan para pihaknya.
 Pejabat tidak pernah memulai inisiatif .

Bagaimana Kekuatan pembuktiannya ?


- Dasar : 165 HIR dan 1870 BW
- Sempurna dan mengikat
“ Sempurna “ = dengan akta autentik tsb sudah cukup untuk
membuktikan suatu peristiwa/hak tanpa perlu pembuktian
dgn alat bukti lain.
“Mengikat” = apa yang tertuang didalamnya harus dipercaya
hakim sbg sesuatu yang benar, selama ketidakbenarannya
tidak dibuktikan.
Perbedaan
Acte Partij Acte ambtelijk
-Hanya berlaku pada ke2 belah - -Keterangan resmi dari
pihak saja dan ahli warisnya. pejabat dan berlaku terhadap
(psl 165 HIR, 1870 BW) setiap orang
- Terhadap orang lain tidak
mempunyai kekuatan bukti
sempurna.
Akta dibawah tangan
– Akta yang dibuat sendiri oleh para pihak yang
berkepentingan tanpa bantuan pejabat berwenang.
Dasar : psl 1 St 1867 No 29
Kekuatan pembuktiannya :
Bila diakui pihak lawan, ia mempunyai pembuktian yang
sempurna dan mengikat.
Perbedaan kekuatan pembuktian :
Akta autentik Akta dibwh tangan
- Formil : membuktikan bahwa - Dibuat antar para pihak
PP menerangkan apa yang - Bila diakui, mempunyai
tertulis dalam akta. materiil hingga mrpkan bukti
-Materiil : apa yang ditulis sempurna dan mengikat.
sungguh terjadi peristiwanya. - Pembuktian keluar thd pihak
-Lahir (keluar) : berlaku ke3 .
terhadap Pihak ke3 : apa
yang terjadi dibuat
dihadapan pjbt umum.
Aspek formil & materiil 
sempurna dan mengikat.

Anda mungkin juga menyukai