0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan58 halaman

Bagian-Bagian Control Valve

Dokumen tersebut membahas tentang control valve dan bagian-bagiannya. Secara ringkas, control valve adalah alat yang digunakan untuk mengontrol aliran cairan di sistem proses, terdiri dari actuator, body, dan aksesoris. Aktuator berfungsi untuk menggerakkan plug valve di dalam body berdasarkan sinyal kontrol.

Diunggah oleh

dony
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan58 halaman

Bagian-Bagian Control Valve

Dokumen tersebut membahas tentang control valve dan bagian-bagiannya. Secara ringkas, control valve adalah alat yang digunakan untuk mengontrol aliran cairan di sistem proses, terdiri dari actuator, body, dan aksesoris. Aktuator berfungsi untuk menggerakkan plug valve di dalam body berdasarkan sinyal kontrol.

Diunggah oleh

dony
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kami hadir dengan semangat Pioner

Kami kuat diterpa tantangan


Kami maju dengan karya bermutu

Control Valve
Har Instrument

[Link]
Pokok bahasan Control Valve Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

1. Apa itu control valve?


2. Bagian bagian control valve
3. Actuator
4. Body (basic design & internal body valve)
5. Accessories control valve
6. Unit Action ATO/ATC ( warna actuator )
7. Istilah – istilah ( nama komponen Control Valve )
8. PCV ( prinsip kerja )

[Link]
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

1. Apa itu Control Valve ??

[Link]
1. Apa itu Control Valve ? Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Definisi Control Valve adalah :

“sebuah alat yang dioperasikan dengan daya, yang


digunakan untuk memodifikasi / memanipulasi kecepatan
aliran fluida didalam sistem pengontrolan proses.

Alat ini terdiri dari valve yang dihubungkan dengan


mekanisme aktuator yang mampu merubah aliran pada
valve dalam rangka merespons sinyal yang berasal dari
sistem kontroler”

NB: Sesuai dengan standard The Instrumentation, Systems and Automation Society (ISA) (yang pertama kepanjanggannya adalah
Instrument Society of America)

[Link]
1. Apa itu Control Valve ? Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

• Dalam suatu sistem pengendalian secara otomatis, Control


Valve merupakan final control elemen yang mewujudkan signal
output dari controller menjadi suatu gerakan valve membuka
atau menutup aliran sehingga dapat mengembalikan variabel
proses ke harga yang telah ditentukan.  

• Control valve disebut final control element karena elemen


terakhir yang mengatur aliran proses.

[Link]
1. Apa itu Control Valve ? Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

FUNGSI CONTROL VALVE :

• Untuk membuka atau menutup aliran

• Mengatur besar kecilnya aliran

• Sebagai alat safety

[Link]
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

2. Bagian Bagian Control Valve

[Link]
2. Bagian - bagian Control Valve Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

1. ACTUATOR

3. ACCESORIES

2. BODY

[Link]
2. Bagian - bagian Control Valve Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Accesories

Actuator

Body

[Link]
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

3. Actuator

[Link]
3. Actuator Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Actuator

Aktuator adalah bagian dari control valve


yang diikat pada bodi valve yang dapat
mengatur posisi plug valve terhadap seatnya
yang ada dalam bodi valve. Aksi dari
pergerakan plug valve memungkinkan range
batas atas dan bawah yang lebar untuk
mengatur aliran yang melalui valve

[Link]
3. Actuator
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

3. Actuator ada 3 jenis :


3.1. Pneumatic ( pressure udara )
4.1.1 diaphragm
4.1.2 Piston
3.2. Electric
3.3. Hydraulic

[Link]
3. Actuator
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

3.1 Actuator pneumatic


Actuator yang menggunakan tekanan udara sebagai
power penggeraknya.

3.1.1. Spring – Diaphragm ( Single Action )


Design actuator yang memiliki failsafe, dimana udara signal
hanya diberikan pada satu sisi dari actuator dan jika terjadi
kegagalan pada supply udara ) maka pegas / spring
akan bergerak untuk free sehingga valve akan terbuka
(Fail Open) atau tertutup (Fail Close) tergantung design
actuator tsb.

Note : Actuator yang menggunakan diaphram biasanya bersifat spring return atau menggunakan
spring untuk mengembalikan valve ke posisi tanpa tekanan penggerak. Jika ada actuator
control valve yang menggunakan diaphram tetapi bersifat double action maka kemungkinan
besar valve tersebut sudah dimodifikasi, karena kerja spring return sudah tidak optimal lagi.

[Link]
3. Actuator
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

3.1.1. Spring diaphragm ( single action )

DIRECT ACTUATOR

DIMANA CONTROL SIGNAL MASUK DARI SEBELAH


ATAS DIAPHRAGMA, KENAIKAN SIGNAL AKAN
MENGGERAKKAN STEM KEBAWAH / MENEKAN
SPRING.

REVERSE ACTUATOR

DIMANA CONTROL SIGNAL MASUK DARI SEBELAH BAWAH


DIAPHRAGMA, KENAIKAN SIGNAL AKAN MENGGERAKKAN
STEM KEATAS. BIASANYA SPRING BERADA DIATAS
DIAPHRAGMA DAN AKAN TERTEKAN.

[Link]
3. Actuator
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

3.1. Actuator Pneumatic

3.1.2. PISTON ( Double Action )


Aktuator jenis ini terdiri dari suatu piston yan
dioperasikan pada silinder bertekanan tinggi hingga
pressure 150 psig. dimana udara signal diberikan pada
kedua sisi actuator, sehingga jika tidak ada udara signal
pada kedua sisi actuator maka actuator akan diam tidak
bergerak.
Note : Piston type double acting, mempunyai design gaya yang
memberikankekuatan maksimum di kedua arah dan dari design
tersebut dapat digunakan untuk fail-open atau fail-closed operation
(dengan Accessories tambahan). tetapi ada juga actuator model
piston yang menggunakan spring untuk posisi fail nya ( single action
sperti pada actuator model diaphragm ) .

[Link]
3. Actuator
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

3.1.2 PISTON ( Double Action )


Piston single action

Piston double action


[Link]
3. Actuator
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

3.2 Electric Actuator


Digunakan pada aplikasi dimana tidak tersedia air compressor. Komponen
utamanya adalah sebuah motor listrik yang memutar gear maju/mundur agar
stem bergerak. Dilengkapi dengan handwheel agar operator dapat
membuka/menutup valve secara manual.
Pada awalnya electric actuator hanya didesain untuk aplikasi on/off. Namun
saat ini sudah dilengkapi dengan kontrol motor yang  lebih maju, sehingga
dapat dipakai pada aplikasi throttling, serta dikombinasikan dengan spring
(pegas) hingga mempunyai fail-safe mode.

[Link]
3. Actuator
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

3.3 Hydraulic Actuator


Actuator jenis ini paling sedikit aplikasinya di lapangan; digunakan
untuk menggerakkan valve berukuran sangat besar yang
membutuhkan daya dorong besar (misal: valve pada main steam line
seperti pada governor valve compressor). Umumnya bekerja
menggunakan spring & piston seperti gambar berikut:

[Link]
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

4. Body Valve

[Link]
4. Body Valve Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Body : Bagian dari valve dimana terletak pembatas tekanan


sesungguhnya. Body juga tempat untuk penyambungan
dengan pipa, tempat lewatnya aliran fluida, dan sebagai
permukaan penyangga tempat dudukan dan penyangga
bagian-bagian valve yang lain.

Valve Body adalah bagian control valve yang berinteraksi


langsung dengan fluida, aksi buka tutup valve terjadi disini.

[Link]
4. Body Valve ( Basic design )
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

LINEAR CONTROL VALVE Diberi nama globe


valve karena bentuk
aliranya seperti globe

Flow Flow
Direction Direction

FTC FTO

GLOBE VALVE
FTC — Flow To Close FTO — Flow To Open
Flow
Direction
FTO
[Link]
4. Body Valve ( Basic design )
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

* Globe valve

Angle valve

FTC

Three - way Valve


globe valve

FTO
[Link]
4. Body Valve ( Basic design )
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

* Diaphragm Valve

[Link]
4. Body Valve ( Basic design ) Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

* Gate Valve

[Link]
4. Body Valve ( Basic design )
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

* Pinch Valve

[Link]
4. Body Valve ( Basic design )
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

 Ball Valve

Segmented ball

Full Ball
[Link]
4. Body Valve ( Basic design )
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

 Butterfly Valve

Control valve

Manual Valve

[Link]
4. Body Valve ( Basic design )
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

 Plug Valve ( Eccentric Plug ) Plug Valve

Eccentric
[Link]
4. Body ( internal Body Valve ) Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

• Trim :
istilah untuk komponen-komponen
internal valve yang mengalami kontak
dengan fluida
• Plug Valve :
bagian yang digunakan untuk
buka-tutup valve
• Seat
bagian yang digunakan memastikan
kerapatan penutupan valve
(dudukannya Plug Valve)
• Cage
pelindung dari Plug agar dapat
mengalami kontak dengan seat
secara tepat
• Bonnet Valve
sambungan antara actuator dan
body valve
Globe type
[Link]
4. Body ( internal Body Valve )
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

• Assembly Bonnet dari control valve adalah bagian dari body assembly
yang dilalui oleh valve plug stem atau shaft yang bergerak lurus. Bonnet
umumnya memberkan tempat pemasangan actuator pada body dan
sebagai tempat memasang “packing”.
Pada beberapa valve dengan sistem rotary-shaft packing ditempatkan pada
extention dari bodynya dan penyambungan biasanya menggunakan baut :

[Link]
4. Body ( internal Body Valve ) Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Packing :
Sebuah material yang berfungsi sebagai seal pada
asembly bonnet dari kebocoran disekitar stem valve,
agar fluida proses tidak bocor keluar dari body valve.

[Link]
4. Body ( internal Body Valve )
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Plug dan stem valve


Plug : Sebuah bagian yang berbentuk
silinder yang memberikan hambatan
terhadap fluida proses secara bervariasi,
sehingga flow fluida proses dapat
dikendalikan. Dibagian inilah pengaturan
fluida proses dilakukan sesuai dengan
kondisi operasional.

Stem : Sebuah batang atau poros yang


menghubungkan aktuator dengan closure
member / bagian penutupan valve .

[Link]
4. Body ( internal Body Valve )
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Cage : Bagian dalam sebuah globe valve yang mengelilingi closure member /
bagian penutupan valve ( bagian-bagian yang ada didalam valve) untuk
mengarahkan dan memudahkan pergerakan bagian-bagian trim valve.
Cage juga dapat mempunyai karakteristik aliran dan atau permukaan dudukan
untuk globe valve dan merupakan karakteristik aliran dari beberapa plug
valve.

[Link]
4. Body ( internal Body Valve )
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Seat : adalah bagian dari Trim yang akan melakukan kontak dengan
plug dan berfungsi untuk memastikan kerapatan penutupan internal
valve, sehingga saat plug dan seat full kontak diharapkan tidak ada
kebocoran (leak trough) fluida proses.

[Link]
4. Body ( internal Body Valve )
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Trim mempengaruhi karakteristik CV


karakteristik aliran (flow characteristic)
100% adalah hubungan antara persentase laju aliran
(flow rate) yang melalui control valve dengan
presentase pergerakan valve plug pada drop
75% g tekanan yang konstan.
enin
op
uic k
Q
ier
Flow

50% Lin
Setiap control valve mempunyai kurva
ge
flow karakteristik, yaitu kurva hubungan
ta
se
n antara flow rate vs persen bukaan valveyang
per
25% ue
l diamati pada kondisi test standard (pressure
Eq
ly
drop konstan).
ut terf Pada umumnya flowrate dinyatakan
B
dalam persen dari aliran maksimum, dan
0% 25% 50% 75% 100%
persen kenaikan opening valve menyatakan
% Valve openning persentase bukaan valve.
Flow Karakteristik CV

[Link]
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

5. Accessories Control Vlave

[Link]
5. Accessories Control Vlave
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Bagian bagian dari control valve yang berfungsi sebagai


pendukung dari kinerja CV tsb.
- Regulator air suply
- Positioner
- Boster relay
- Reverse relay
- Lock up valve
- Solenoid valve
- Hand Jack
[Link]
5. Accessories Control Vlave
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

• Regulator air suplay


Accessories control Valve yang berfungsi untuk
memberikan supply udara penggerak actuator yang sesuai
dengan range MWP (maksimum working pressure) dari
actuator tersebut
cara kerjanya adalah dengan menurunkan press I/A
( 5-7 kg/cm2 ) menjadi sesuai dengan kebutuhan.

Regulator Air Suply

[Link]
5. Accessories Control Vlave
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

• Positioner
accessories control valve yang berfungsi untuk memastikan
bahwa signal input yang diterima dari controller akan linear
dengan posisi bukaan valve.

ada beberapa jenis positioner :

- positioner pneumatic

- Electropneumatic positioner

- Smart Positioner

Note: pada positioner pneumatic, positioner juga bisa berfungsi sebagai penguat signal atau
volume signal low pressure dari controller akan dikuatkan menuju actuator agar posisi
valve membuka / menutup lebih presisi.
[Link]
5. Accessories Control Vlave
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

* Solenoid valve adalah


valve yang digerakan oleh energi listrik, mempunyai kumparan sebagai
penggeraknya yang berfungsi untuk menggerakan piston yang dapat
digerakan oleh arus AC maupun DC, solenoid valve atau katup (valve)
solenoida mempunyai lubang keluaran, lubang masukan dan lubang exhaust.

Solenoid valve
[Link]
5. Accessories Control Vlave
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

• Hand Jack
Perlengkapan control valve yang berfungsi untuk manual operate
dari pneumatic actuator apabila terjadi kegagalan udara instrument
atau untuk emergency selama ada perbaikan controller.

Ada 2 type yang sering digunakan yaitu :


Top Mounted Hand Wheel dan Side Mounted Hand Wheel.
[Link]
5. Accessories Control Vlave
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Side mounted
Top mounted
hand wheel
hand wheel

[Link]
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

6. Unit Action

[Link]
6. Unit Action
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Secara garis besar action control valve pada saat fail udara atau electrik dibagi menjadi
3 yaitu :
• Fail closed :
kondisi dimana bagian penutupan valve ( plug ) akan bergerak ke arah
menutup penuh ketika sumber energi penggerak actuator mengalami
kegagalan.
• Fail open
kondisi dimana bagian penutupan valve ( plug ) akan bergerak ke arah
membuka penuh ketika sumber energi penggerak actuator mengalami
kegagalan.
• Fail in place ( last position )
kondisi dimana bagian penutupan valve ( plug ) akan tetap pada posisi terakhir
ketika sumber energi penggerak actuator mengalami kegagalan.

[Link]
6. Unit Action
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Normal unit action control valve adalah :

[Link]
6. Unit Action
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Air to open ( fail – close )

•Air-to-Open / Fail-Close, yaitu


action control valve yang
berbanding lurus dengan input
sinyal. Semakin besar sinyal
yang masuk, maka bukaan valve
akan semakin besar pula.

[Link]
6. Unit Action
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Air to Close ( fail – open )

•Air to Closed / Fail-Open,


yaitu action control valve yang
berbanding terbalik dengan
input sinyal. jika tidak ada
sinyal masuk, maka valve dalam
kondisi membuka 100%.

[Link]
6. Unit Action
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

FAIL CLOSE / ATO FAIL OPEN / ATC

Namun ada
pengecualian jika
kita melihat bentuk
dari plug yang
terpasang
FAIL OPEN / ATC FAIL CLOSE /
ATO [Link]
6. Unit Action
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

• Di pupuk kaltim action valve biasanya ditandai dengan warna control valve tsb.

* merah untuk Air to Close / Failure Open

* kuning untuk Air To Open / Failure Close [Link]


Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

7. Istilah / nama kompenen CV

[Link]
7. Istilah / nama kompenen CV
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Name plate
•Tag no ( item )
• model
• Plug design
• Range operational
• Panjang stroke
• Maximum suply actuator
• serial no
• tanggal pembuatan

hampir Semua info tentang


CV ada di name plate.

[Link]
7. Istilah / nama kompenen CV
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

3.1.1. Spring diaphragm ( single action )

1 3 1. Upper Diaphragm Case


2. Lower Diaphragm Case
2
3. Diaphragm
8
4
4. Spring.
7 5. Yoke
5
6. Travel Indicator
6 7. Actuator Stem
8. Signal Air Pressure
Connection.

[Link]
Kami hadir dengan semangat Pioner

7. Pengenalan bagian control valve globe Kami kuat diterpa tantangan


Kami maju dengan karya bermutu

Actuator
piston kopling Travel indikasi

Hand wheel

Gear box
hand wheel

positioner Link positioner Glen packing

[Link]
Kami hadir dengan semangat Pioner

7. Pengenalan bagian control valve globe Kami kuat diterpa tantangan


Kami maju dengan karya bermutu

Actuator

Yoke

Bolt Flange bonet


Body bonet

Flange Body
Body Valve

[Link]
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

8. PCV ( Pressure Control Valve )

[Link]
8. PCV ( Pressure Control Valve ) Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

• PCV adalah salah satu jenis control valve yang


menggunakan / memanfaatkan pressure yang ada di dalam
line / pipa yang dicontrol sebagai power untuk menggerakan
valve dalam mengontrol pressure tersebut. ( Tanpa
menggunakan positioner )

prinsip kerja PCV hampir sama dengan pressure regulator..


Jika regulator membuang sebagian pressure inlet untuk
mendapatkan pressure yang diinginkan maka PCV
menggunakan pressure yang ada pada line untuk mendapatkan
pressure yang diinginkan ( sesuai setting PCV ).
[Link]
8. PCV ( Pressure Control Valve )
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Cara setting pressure outlet adalah dengan merubah bend set ( kekuatan )
spring yang melawan proses outlet ketika sedang online. Kita adjust bend
set sampai mendapat pressure outlet sesuai dengan yang diinginkan.

PG Inlet PG Outlet

Adjuster Bend set Spring


setting pressure
BV

7 kg/cm2 3 kg/cm2

Prsssure inlet Prsssure Outlet ( setting )

[Link]
Kami hadir dengan semangat Pioner
Kami kuat diterpa tantangan
Kami maju dengan karya bermutu

Terima Kasih
Atas Perhatianya

[Link]

Anda mungkin juga menyukai