0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan28 halaman

Desain Biophilic untuk Rental Office Semarang

Rental Office merupakan bangunan kantor sewa yang dirancang dengan menggunakan konsep Biophilic dan sustainable building. Konsep Biophilic bertujuan untuk mendekatkan pengguna dengan alam melalui stimulus lingkungan, sedangkan sustainable building berfokus pada efisiensi sumber daya dan ramah lingkungan. Rental Office ini akan dibangun di Kawasan Industri Candi Semarang untuk memenuhi kebutuhan perkantoran perusahaan baru di kawasan tersebut.

Diunggah oleh

ulya lativa j
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan28 halaman

Desain Biophilic untuk Rental Office Semarang

Rental Office merupakan bangunan kantor sewa yang dirancang dengan menggunakan konsep Biophilic dan sustainable building. Konsep Biophilic bertujuan untuk mendekatkan pengguna dengan alam melalui stimulus lingkungan, sedangkan sustainable building berfokus pada efisiensi sumber daya dan ramah lingkungan. Rental Office ini akan dibangun di Kawasan Industri Candi Semarang untuk memenuhi kebutuhan perkantoran perusahaan baru di kawasan tersebut.

Diunggah oleh

ulya lativa j
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Studio Seni

Arsitektur 5
Dosen Pembimbing : Ahmad Mahbub Hamdani, S. Ars, [Link].

Nama : Ulya Lativa Junaidi


NIM : 2004056054
Kelas : ISAI B6
Bangunan Rental Office pada
Kawasan Industri Candi
Semarang
Dengan pendekatan Konsep Biophilic
dan sustainable building
Pengertian Rental Office Kantor sewa atau Rental Office
berasal dari kata “kantor” dan “sewa” yang masing-masing memiliki pengertian, yaitu:

Kantor :

Bangunan yang dipakai untuk bekerja yang berkenaan dengan urusan administrasi(Santoso, 2002:297). Wadah segala sesuatu tentang
penerimaan(receiving). Pendokumentasian(recording), dan fasilitas informasi serta perlindungan aset perusahaan yangmenjamin bahwa bisnis
atau usaha perusahaan itu dapat dipantau dan diperhitungkan (receiving). (Guedes, 1979, hal 107

Sewa :

Menurut W.J.S Poerwodarminto dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah pemakaian sesuatu dengan membayar uang. Pemakaian,
peminjaman sesuatu dengan membayar uang, yang boleh dipakai(Santoso, 2002:526).

Dari definisi suku kata diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian dari kantor sewa adalah ruang atau bangunan/gedung sebagai tempat
untuk melaksanakan kegiatan administrasi bagi setiap perusahaan atau pemakai,

Yang pengadaannya dimaksudkan untuk disewakan kepada perusahaan/pemakai dalam jangka waktu tertentu pula sesuai kesepakatan
bersama antara pemakai (penyewa) dengan pemilik (pengelola).
-Konsep Biophilic adalah

praktik untuk menciptakan hubungan yang lebih intim dengan alam lewat bangunan dan lanskap yang dibangun manusia. Konsep desain satu
ini berfokus untuk memberikan stimulus kepada manusia, agar dapat merasakan kehadiran alam di suatu bangunan. Tentunya, hal ini bisa
dicapai dengan keberadaan tiga elemen utama di dalam ruang, baik dalam skala bangunan maupun kota. Ketiga elemen tersebut adalah direct
nature, natural pattern, serta place and culture. Singkatnya, arsitektur biofilik tak melulu soal tumbuhan hijau. Konsep ini juga mendorong kita
untuk tetap terkoneksi dengan tempat serta budaya di mana bangunan itu didirikan. Meskipun terdengar modern, ternyata desain biofilik telah
ditemukan dalam arsitektur kuno seperti Taman Gantung Babilonia dan Alhambra of Granada

-Sustainable Building

Arsitektur berkelanjutan atau Sustainable architecture juga dikenal Green architecture [1] adalah arsitektur yang berusaha untuk


meminimalkan dampak negatif lingkungan bangunan dengan efisiensi dan moderasi dalam penggunaan bahan, energi, dan ruang
pengembangan dan ekosistem secara luas. Arsitektur berkelanjutan menggunakan pendekatan sadar untuk konservasi energi dan
ekologis dalam desain lingkungan binaan[2] atau teori, sains dan gaya bangunan yang dirancang dan dibangun sesuai dengan prinsip-
prinsip ramah lingkungan.

Ide keberlanjutan, atau desain ekologis, adalah untuk memastikan bahwa tindakan dan keputusan kita saat ini tidak menghalangi
peluang generasi mendatang[4] Dalam hal kelayakan arsitektur berkelanjutan atau Green building,[1] tiga prinsip harus dipertimbangkan:
1. Lingkungan 2. Ekonomi dan 3. Sosial.[5]
Latar Belakang
Kota Semarang sebagai ibu kota profinsi Jawa Tengah, sekaligus menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian dari Provinsi Jawa Tengah. Yang memiliki
jumlah penduduk sekitar 1,6 juta jiwa. Dan dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Semarang yang signifikan ditandai pula dengan munculnya
beberapa gedung pencakar langit yang tersebar di penjuru kota. Perkembangan regional ini menunjukkan peran strategis Kota Semarang terhadap roda
perekonomian nasional.

perkembangan yang begitu pesat di bidang pembangunan dan terus berupaya meningkatkan fasilitas infrastuktur untuk meningkatkan perekonomian daerah
demi mencapai kehidupan yang lebih baik dengan melakukan pembangunan yang kompleks dari sektor perumahan, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel dan
gedung perkantoran.

Gedung perkantoran merupakan tempat untuk melaksanakan aktivitas di bidang perekonomian. Pekerjaan dalam perkantoran yang utama adalah dalam segi
kegiatan penanganan informasi dan kegiatan manajemen maupun pengambilan keputusan berdasarkan informasi. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya
variasi ukuran kantor berdasarkan manajemen, struktur organisasi dan teknologinya. Oleh karena itu dalam merencanakan gedung perkantoran perlu
perencanaan yang matang ditinjau dari segi keamanan, biaya, kegunaan, bentuk, arsitektur, struktur maupun jasa yang tersedia. Kantor sewa merupakan salah
satu dari banyaknya fasilitas bangunan perkantoran dari instansi lainnya yang ada di kota Semarang. Lokasi yang berada Bambakerep, Kec. Ngaliyan Kota
Semarang, Jawa Tengah ini. Merupakan pusat gudang yg dibuat -tujuan investor baik yg beli maupun untuk disewa dan salah satu kawasan Berikat di
Semarang. Banyak perusahaan-perusahaan terkini & ternama dilokasi ini. Sebagai salah satu langkah dalam perbaikan lingkungan kawasan digunakanlah
tema Biophilic Design sebagai konsep pembangunan. Serta mementingkan konsep banguna berkelanjutan (sustainable Building)

Biophilic merupakan konsep desain yang memadukan unsur alam kedalam bangunan yang bertujuan untuk mendekatkan pengguna (manusia) dengan
lingkungannya. Biophilic Design cocok di implementasikan ke berbagai jenis bangunan salah satunya yaitu bangunan kantor. Biophilic terdiri atas dua unsur
kata, yaitu alam dan makhluk hidup (bio) dan hubungan dengan kecintaan dengan alam (philia). Biofilia adalah naluri untuk mencintai alam yang dirasakan
oleh manusia secara universal [1]. Biophilic design adalah merancang untuk manusia sebagai organisme biologis, menghormati sistem tubuh-pikiran sebagai
indikator kesehatan dan kesejahteraan dalam konteks yang sesuai dan responsif [2]. Biophilic Design ini dikelompokan menjadi tiga jenis yaitu Pola alam dalam
ruang (Nature in the Space), Pola analogi alam (Nature Natural Analogies Paterns), dan pola sifat ruang (Nature of the Space). Dalam perancangan kantor
pemerintahan ini, berdasarkan 14 prinsip desain yaitu lebih difokuskan dalam Visual Connection With Nature, Biomorphic Form & Patterns dan Material
Connection With Nature [2].
Teori
Konsep Arsitektur Biophilic
Istilah Biofilia pertama kali digunakan oleh psikolog dan filsuf Amerika Erich Fromm pada tahun 1973 dalam bukunya “The Anatomy of Human
Destructiveness” yang menggambarkanya sebagai orientasi psikologis manusia yang terttarik pada semua yang hidup dan vital. Namun beberapa peneliti
berpendapat bahwa biofilia adalah ide yang jauh lebih tua yang berasal dari Yunani kuno dan terutama filsuf antik Aristoteles yang mengembangkan konsep
yang mungkin secara singkat diringkas sebagai ‘cinta hidup’ dan kemudian cinta bentuk yang hidup dan alami. “Biofilia adalah istilah yang diciptakan oleh
naturalis Havard [Link] O. Wilson untuk menggambarkan apa yang dia lihat sebagai” kecenderungan bawaan manusia untuk fokus pada kehidupan
dan proses seperti kehidupan”, dan untuk ditarik ke alam, untuk merasakan suatu batas untuk itu, cinta, keinginan” (Natalie Angier)

Konsep Biofilia mengemukakan gagasan bahwa kontak dengan alam memainkan peran mendasar dalam kesejahteraan fisik dan mental manusia, yang
melakukan hubungan inheren dengan manusia dan alam (Wilson, 1984)

Penerapan Biophilic dalam Arsitektur ; Arsitektur Biophilic bukan hanya tentang menambahkan beberapa elemen alami ke lingkungan binaan.
Kompleksitas terorganisir diamati di alam ataupun di lingkungan binaan.

Nelly hafik Ramzy (2014) Arsitektur Biofilik adalah pendekatan inovatif yang membuka cara menuju dialog berbasis alam antara ruang arsitektur dan
kumpulan afiliasi bawaan manusia. Dimana bentuk dan pla alami memainkan peran kosakata dan tata bahasa komposisi. Dalam pendekatan ini, memasukan
Alam kedalam lingkungan binaan bukanlah sebuah kemewahan, tetapi investasi ekonomi yang baik dalam Kesehatan dan Produktifitas.

Penting untuk dipahami bahwa desain Biofilik tidak boleh disamakan dengan menambahkan vegetasi atau penghijauan ke lingkungan binaan (menganggap
aspek ini juga penting). Seringkali desain Biofilik direduksi menjadi penerapan Elemen-elemen ini membantu tetapi desain biofilik adalah sesuatu yang
melampaui penggabungan atau peniruan elemen alam dalam lingkungan binaan. Arsitektur adalah sesuatu yang lebih dari sekedar penampilan visual. Aspek
visual adalah salah satu dari banyak cara lain bagaimana arsitektur menarik indra kita.

(JURNAL ARITeKTUR : KONSEP BIOPHILIC DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR, Ronald Justice, Departemen Arsitektur Fakultas Teknik,
Universitas Diponegoro. 29 maret 2021)

Menurut James Stevens Curl dan Susan Wilson (Penulis Kamus Arsitektur Oxford), “Arsitektur Berkelanjutan adalah arsitektur yang tidak membuang energi,
tidak membutuhkan perawatan yang mahal, dan bukan bangunan yang memiliki isolasi yang buruk atau terlalu banyak kaca."
ISSUE ??
• Bagaiman sistem tata ruang yang dapat mewadahi kegiatan berhuni dan bekerja didalam perkantoran yang lokasinya berada di daerah
perpabrikan atau perkantoran
• Apa saja prinsip Biophilic design yang dapat diterapkan pada bangunan perkantoran di kota Semarang khususnya di Kawasan industry
candi?
• Bagaiman menghasilkan konsep desain yang sesuai dengan prinsip Biophilic Design ?
• Kenapa memilih tema biophilic sebagai konsep bangunan perkantoran di kawasan industri Candi Semarang ?

MAKSUD DAN TUJUAN DIDIRIKAN RENTAL OFFICE DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC


Maksud dari perancangan bangunan rental office ini adalah membuat sebuah tempat kerja (kantor) yang mampu diakses oleh para
pekerjanya dengan nyaman, mudah dan cepat. Tujuan dari perencanaan dan perancangan rental office adalah sebagai berikut :
• Menciptakan desainn kantor sewa dengan pendekatan biophilic
• Menerapkan Kriteria bangunan yang mendekatkan manusia atau pengguna pada lingkungan
• Memenuhi kebutuhan tempat bagi perusahaan-perusahaan baru.

DATA PROYEK
• Nama Proyek : Bangunan Rental Office di Kawasan Industri Candi Semarang
• Sifat Proyek : Fiktif
• Lokasi : Bambakerep, Kec. Ngaliyan, kota Semarang
• Luas Lahan : 23.069 m2
• KDB : 60 % = 13.841 m2
• KLB : 3 lantai
• KDH minimum : 60%
• GSB : 3-5 meter
Site
Kawasan
Luas tanah 23069 m²
Kawasan industri candi
Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah

Bambankerep, Kec. Ngaliyan,


Kota Semarang, Jawa Tengah
7°00'10.6"S 110°21'50.8"E
-7.002938, 110.364114

-Tanah Siap Bangun Masuk Dalam Kawasan Industri


-Akses jalan bisa untuk kontainer
-Akses jalan bagus sudah cor
-Terletak di dalam kawasan industri berikat
-10 menit ke tol krapyak
-25 menit ke pelabuhan tanjung mas
-Masuk Dalam kawasan industri
-Area lingkungan pergudangan -pergudangan
-15 menit ke jln tol krapyak
-20 menit ke bandara Ahmad Yani.
-Di Semarang termasuk pusat gudang yg dibuat -tujuan
investor baik yg beli maupun untuk disewa dan salah satu
kawasan Berikat di Semarang
Banyak perusahaan-perusahaan terkini & ternama dilokasi
ini
A. Lokasi
F. Utilitas Bangunan
Di Kota Semarang di rencanakan akan dibangun di Kawasan
Industri Candi, tepatnya di jalan Bambankerep [Link] Drainase Lancar karna dekat dengan saluran pembuangan yaitu
Kota Semarang Jawa Tengah kali silandak yang berada di barat site. Dan listrik tidak menjadi
kendala karena sudah terjangkau oleh aliran listrik PLN.
B. Batas Tapak
- Utara : perumahan warga G. Topografi
- Timur : Asrama Brimob Pasadena, KIC Blok 8 B, Kontur yang relative datar dan tidak ekstrem tepat berada sejejer
- Selatan : Jalan masuk, Industri dengan jalan.
- Barat : Lahan Kosong,

C. Luas
Luas Tapak : 23.069 m3
GSB : 3- 5 meter
KDB : 60 % : 13.841
KLB : max 3 lantai

D. Kebisingan
- Utara : Permukiman warga
- Timur : Asrama Brimob, Industri
- Selatan : kendaraan bermotor, mobil, atau truk tapi bukan
jalan akses utama, Industri
- Barat : Lahan kosong, industry

E. Pencapaian

Main Entrance : Jl. Apel Kali silandak sebagai jalan akses ke


lokasi
Studi Presedent
Kantor [Link] / MIA Design Studio

KANTOR , INTERIOR KANTOR
•VIETNAM
• Arsitek: MIA Design Studio
• Daerah : 260 m²
• Tahun : 2021
Kantor biofilik ini didasarkan
Studi Presedent pada arsitektur biofilik, sebuah
Kantor Biofilik / desain arsitektur yang memberi
Arsitek Andyrahman orang tempat yang lebih sehat
dan bahagia untuk hidup dan
KANTOR , GEDUNG PERKANTORAN bekerja, yang membangkitkan
•SIDOARJO, INDONESIA kecintaan terhadap kehidupan
• Arsitek: Arsitek Andyrahman dan meminimalkan tingkat
• Daerah : 274 m² stres dengan mengintegrasikan
• Tahun : 2021 desain dengan alam.

Elemen penting lainnya dalam


arsitektur biofilik adalah air. Taman
tengah diberi kolam air berisi ikan
Koi. Air di kolam ini dapat bersirkulasi
dengan baik dengan bantuan pompa
yang mengalirkan air kembali dan
mengeluarkan suara gemericik. Suara
gemericik air membuat suasana
semakin alami.
Lantai paling atas adalah “tempat
ketiga”, yaitu tempat selain rumah
dan tempat kerja. Bentuknya seperti
gazebo persegi terbuka beratap
langit, digunakan untuk duduk,
nongkrong, bersantai, atau
mengobrol. Ini adalah tempat
penyembuhan bagi karyawan dan
magang di arsitek Andyrahman
untuk melepas lelah setelah bekerja
seharian sambil minum teh atau
kopi.

berikut keuntungan menerapkan biophilic design ke dalam bangunan:

• Produktivitas karyawan meningkat sampai 8%


• Kreativitas karyawan meningkat
• Tingkat kesejahteraan meningkat 13%
• Ketidakhadiran (absen) karyawan menurun
Pendekatan Program Perencana dan Perancangan Rental
Office
A. Pendekatan Aspek Fungsional :
1). Pendekatan Pelaku dan aktivitas di Rental Office
a. Pelaku
Pelaku yang melakukan aktivitas di area Rental Office dapat di bagi menjadi
• Penyewa unit perkantora
• Penyewa retail
• Member
• Pengelola
• Tamu perkantoran
• Pengunjung umum

b. Aktivitas
Aktivitas yang terjadi pada lingkungan Rental Office dapat dibagi menjadi beberapa jenis kelompok aktivitas kegiatan berdasarkan
pelaku kegiatan.

No Kegiatan dan keterangan kegiatan


1 Perkantoran Kegiatan berkantor administrasi pada ruang kantor yang telah di sewa serta kelompok penyewa
2 Belajar dan mengajar Kegiatan yang dilakukan oleh siswa kursus dengan tujuan mendapatkan ilmu penegetahuan
tentang industri kreatis dan tentor kursus untuk membantu siswa kursus mendapat ilmu pada
kegiatan workshop

3 Membaca dan browsing Kegiatan membaca dan mencari ilmu melalui internet dan buku
4 Pameran Kegiatan penyajian produk industri kreatif yang dihasilkan untuk di pamerkan sehingga dapat
diapresiasi oleh masarakat luas
5 Kegiatan penunjang Kegiatan yang dilakukan untuk menunjang aktiviatas pelaku kegiatan dalam rental office dan
dilakukan secara umum, seperti makan, minum, parkir, beribadah, menerima tamu.
6 Kegiatan servis Kegiatan yang dilakukan guna merawat dan menjaga sarana/prasarana building net
workgroup, yaitu perawatan kebersihan, perawatan teknis, pengamanan area.
7 Rapat pengelola Kegiatan Musyawarah untuk evaluasi, pengawasan dan pengingkatan pendidikan dan sarana
prasarana yang dilakukan oleh pengelola

2). Pendekatan Kebutuhan ruang berdasarkan kelompok Aktivitas


Secara garis besar, kelompk aktivitas dapat dikelompokkan menjadi enam aktivitas :
• Aktivitas perkantoran
• Aktivitas pelatihan
• Aktivitas pengunjung
• Aktivitas pengelola
• Aktivitas penunjang
• Aktivitas pelayanan (servis)

No Kelompok Aktivitas Pelaku Kegiatan Kebutuhan ruang

1 Aktivitas perkantoran Penyewa unit kantor Area Parkir, Ruang Kantor, Cafetaria, Ruang Konferensi, Mushola, Toilet
2 Aktivitas Pelatihan Member Ruang kerja, Ruang workshop, Ruang Pameran
3 Aktivitas Tamu Perkantoran Waiting room, co working, minimarket
pengunjung
Pengunjung umum Taman, ATM Center, Cafetaria, Perpustakaan
No Kelompok Aktivitas Pelaku Kegiatan Kebutuhan ruang
4 Aktivitas pengelola Koordinator Ruang Manager, Ruang Sekretariss, Ruang rapat, Lobby/waiting room,
bangunan Ruang kerja
Staff bangunan Ruang rapat, Lobby, Ruang kerja staff, resepsionis
5 Aktivitas Penunjang Staff kebersihan Ruang cleaning service
Seluruh pelaku Lobby, Ruang Pameran, Mushola, cafetaria Cafeshop, Ruang
kegiatan orkshop, mini bioskop.
6 Aktivitas pelayanan Staff keamanan Ruang keamanan
(servis)
Seluruh pelaku Toilet, Gudang, Area parkir, Ruang ME ( R. Mesin lift, R. Genset,
kegiatan [Link], R. Water tank dan pompa, R. Trafo, R. Panel.)
3). Pendekatan Fungsi dan syarat ruang
No Ruang Fungsi Ruang Syarat ruang
Aktivitas Perkantoran
1 Rental Office Space Ruang sewa yang di gunakan untuk office Unit kantor yang di sewakan berupa ruangan kosong
perusahaan ( calon penyewa) dengan finishing floor dan acoustic plafound

Aktivitas Pengelolaan Perkantoran


2 Ruang Direktur Ruang yg digunakan Direktur Memiliki Privasi dan keamanan yang baik
3 Ruang manager Ruang yg digunakan Manager Memiliki Privasi dan keamanan yang baik
4 Ruang Sekretaris Ruang yg digunakan Sekretaris Memiliki Privasi dan keamanan yang baik
5 R. Divisi Ruang yg digunakan Divisi Memiliki Privasi dan keamanan yang baik
6 R. Rapat Ruang yg digunakan Diskusi Rapat -Dapat menampung seluruh staff pengelola perkantoran
-Memiliki system akustik yang baik

7 R. Tamu dan lobby Ruang masuk utama ke gedung dan untuk -Memiliki akses masuk dan keluar yang jelas dan
menerima tamu informatif luas dan mendapatkan pencahayaan dan
sirkulasi udara yang baik
-Memiliki area resepsionis dan informasi

8 R. Arsip Ruang untuk menyimpan berkas -memiliki keamanan yang cukup


-memiliki ruang yang cukup untuk menyimpan berkas

9 Pantry Tempat Dapur Kecil untuk para staff istirahat -Area memasak yang cukup untuk pemanas air atau
memasak makanan siap saji

10 Gudang Penyimpanan peralatan -terdapat pada area service


11 Toilet Tempat untuk BAK/BAB -memiliki sirkulasi udara dan luas ruangan yang cukup
Aktivitas pelatihan
12 Ruang Workshop Ruang tempat melaksanakan aktivitas -Berkapasitas max 50 orang
pelatihan atau belajar tentang subsector -memiliki pencahayaan dan system akustik yang baik
industri kreatif yang ada antara pemberi untuk meredam kebisingan dari dalam dan luar
workshop dengan peserta workshop
13 Studio Produk Ruang bagi member utuk menghasilkan karya -Pelaku kegiatan dapat beraktivitas dengan tenang dan
atau menampilkan proses pembuatan suatu nyaman
produk. -Fasilitas yang ada menunjang pelaku kegiatan untuk
bekerja dan menghasilkan suatu produk
-memiliki privasi dan keamanan yang baik
Aktivitas Pelayanan (Service)
14 Ruang kemanan Tempat untuk satpam bertugas dan dapt -Terletak dekat dengan area parkir
mengontrol keamanan -Mudah dikenali untuk pengaduin publik
-Memiliki sambungan CCTV dan perangkat kemanan
lainya.
15 Ruang staff kebersihan Ruang yang digunakan sebagi tempat -Pelaku kegiatan dapat beraktivitas dengan tenang dan
istirahat dan menaruh tas bagi staff nyaman
kebersihan bangunan -Memiliki privasi dan keamanan yang baik
16 Lavatory Ruang yang digunakan untuk BAK dan BAB -Ruang dengan memiliki kapasitas toilet lebih dari satu
-Terpisah antara pria dan wanita
17 Gudang Penyimpanan peralatan -Terdapat pada area service
18 Area Parkir Tempat untuk parkir kendaraan bermotor dan -Area dapat diakses dengan mudah dengan sirkulasi masuk dan
Mobil keluar yang jelas
-Area cukup untuk menampung motor dan mobil
-memiliki aliran uadara yang baik untuk pembuangan emisi gas
-Kemanan yang terjag
19 Ruang ME Ruang dimana segala ystem eketrikal -Memiliki sirkulasi udara yag baik
dikontroal selain itu terdapat genset sebagai -Lokasi terletak jauh dengan ruang aktivitas lainya
energi listrik cadangan -Lokasi terletak pada satu area service
Aktivitas Penunjang
20 Lobby, Resepsionis dan Ruang masuk utama ke gedung dan untuk -Memiliki akses masuk dan keluar yang jelas dan informatif luas
waiting room menerima tamu danmendapatkan pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik
-Memiliki area resepsionis dan informasi
21 Cafetaria Tempat untuk pengunjung atau semua pelaku -Memiliki area publk dan welcoming
aktivitas untuk beristirahat, berkumpul dan -Memiliki fasilitas yang nyaman untuk beristirahat sejenak
menikmati hidangan makanan atau minuman
22 ATM Center Tempat untuk penarikan atau transaksi uang -memiliki standar ATM center pada umumnya
menggunakan mesin ATM
23 Mini Bioskop Tempat untuk menampilkan hasil karya film -Memiliki kapasitas kurang lebih 50 orang
dan fasilitas publik jika ada event tertentu -Mendapat system akustik, pencahayaan danpenghawaan yang
baik
-memiliki privasi dan kemanan yang baik
24 Ruang Pameran Ruang yang dapat digunakan sebagai tempat -Luas, nyaman danmendukung untuk didakannya pameran
memaerkan hasil produk industri kreatif -Memiliki fasilitas pameran
kepada masyarakat
25 Mushola Ruang Beribadah bagi seluruh pelaku -Nyaman untuk beribadah
aktivitas di rental office yang beragama islam -Terletak strategis dan dapat diakses dengan mudah
Pendekatan Jumlah Pelaku Aktivitas
DIREKTUR
-Pengelola terdiri dari susunan strukur organisasi berikut :

MANAGER

KA. DIVISI SEKRETARIS KA. DIVISI KA. DIVISI


KA. DIVISI
ADIMINISTRASI PEMELIHARA MEP
PEMASARAN
DAN KEUANGAN BANGUNAN

STAFF
STAFF STAFF STAFF

TEKNISI
TEKNISI
-Koordinator bangunan yang berjumlah 1 orang
-Staff bangunan yang berjumlah 15 orang
-Staff Keamanan dan Staff kebersihan, pelaku kegiatan berjumlah 10 orang
-member, pelaku kegiatan ini berjumlah 12 komunitas dalam bidang kreatif industry yang
menyewa kantor khusus
-pengunjung umum, masyarakat umum yang berkeinginan berkunjung. Batas maksimal yang
dapat di tamping 100 orang
Pendekatan Hubungan Ruang
A. Hubungan kelompok ruang Makro B. Hubungan kelompok ruang Mikro

ME ME

PARKIR PARKIR

Cafetaria,ATM LOBBY &


RUANG LOBBY RUANG [Link],[Link],
Center,Perpustaka Resepsionis
KELOMPOK KELOMPOK [Link],[Link]
an, Mini Bioskop,
AKTIVITAS AKTIVITAS a Divisi, [Link], R.
Ruang Pameran,
PENUNJANG PENGELOLA Rapat Pengelola
Mushola
RUANG
KELOMPOK Unit Kantor Sewa
AKTIVITAS
UTAMA
Lavatory, Toilet
SE
dan Gudang
RUANG KELOMPOK
KEGIATAN SERVICE SE
Pendekatan Sirkulasi Ruang
A. Sirkulasi Penyewa Kantor B. Sirkulasi Pengelola Kantor C. Sirkulasi Member

Kendaraan Drop off Parkir Kendaraan Drop off Parkir


Kendaraan Drop off Parkir

Studio
Masuk/keluar Lobby Lobby lift Kantor sewa Ruang Masuk/keluar Lobby
Masuk/keluar Lobby Lobby lift Pengelola Kreatif

Pejalan kaki Pendestrian Pejalan kaki Pendestrian


Pejalan kaki Pendestrian

D. Sirkulasi Pengunjung Pameran D. Sirkulasi Pengunjung Workshop

Kendaraan Drop off Parkir Kendaraan Drop off Parkir

Ruang Lobby Workshop


Masuk/keluar Lobby Masuk/keluar
Pameran

Pejalan kaki Pendestrian Pejalan kaki Pendestrian


Program Ruang aktivitas Pengelolaan kantor
No Ruang Kapasitas Standar Ruang Sumber Luas
1 Rental Office Space 180 m2 HP 3060 m2

Jumlah sirkuasi 20 % total 612 m2


3672 m2
2 Ruang Direktur 1 orang 27 m2 DA 27 m2
3 Ruang manager 1 orang 10 m2 DA 10 m2
4 Ruang sekretaris 2 unit 6 m2/orang DA 12 m2
5 R. Divisi Administrasi dan 1 kadiv dan 2 staff 9 m2/kadiv DA 19 m2
keuangan 5 m2/staff
6 R. Divisi Pemasaran 1 kadiv dan 2 staff 9 m2/kadiv , 5 m2/staff DA 19 m2
7 R. Divisi pemeliharaan 1 kadiv dan 2 staff 9 m2/kadiv, 5 m2/staff DA 19 m2
bangunan
8 R. Divisi MEP 1 kadiv dan 2 staff 9 m2/kadiv, 5 m2/staff DA 15 m2
9 R. Rapat 16 orang 2 m2/orang POS 32 m2
10 R. Tamu dan Lobby 5 orang 4 m2/orang POS 20 m2

11 R. Arsip 6 filling cabinet 1,5 m2/orang POS 9 m2


12 Resepsionis 1 orang 2 m2/orang A 4 m2
13 Pantry 3 orang 3 m2/orang DA 9 m2
14 Gudang Peralatan 5 m2 A 5 m2
15 Mushola 8 orang 2 m2/orang A 16 m2
16 Toilet Pria 2 Lavatory, 2 urinoir, 2,7 m2/ lavatory, 0,8 TSS 9 m2
2 wastafel m2/urinoir, 0,9 m2/wastafel
17 Toilet Wanita 2 Lavatory, 2 urinoir, 2,7 m2/ lavatory, 0,8 TSS 9 m2
2 wastafel m2/urinoir, 0,9 m2/wastafel
234 m2

Jumlah sirkuasi 20 % total 55 m2


289 m2

Aktivitas penunjang
No Ruang Kapasitas Standar ruang sumber Luas
1 Lobby, Resepsionis, 100 orang 1,6 [Link] DA 160 m2
waiting room
2 Cafetaria
-[Link] 100 orang 1,5 m2. orang TSS 150 m2
-Dapur 4 orang 20 m2 A 80 m2
-[Link] 1 orang 3 m2 DA 3 m2
3 Minimarket
-Area penjualan 30 orang 1 m2/orang DA 30 m2
-Kasir 1 meja counter 1,8 x 2 m2 TSS 3,6 m2
-Gudang 10% x luas total DA 3,2 m2
-R. Karyawan 8 orang 3 m2/orang A 24 m2
4 Ruang Konferensi 25 org x 2 unit 50 m2/ unit TSS 100 m2
5 Ruang Pameran 100 orang 1,8 x 0,8 m2 A 150 m2
6 Mushola 50 orang 2 m2/orang A 100 m2
7 Ruang Workshop 5 unit (30 orang) 45 m2/unit A 225 m2
8 Co Working space 100 orang 2 m2/orang A 200 m2
9 Taman/Lounge 100 orang 2 m2/orang A 200 m2
10 Mini Bioskop 50 orang A 150 m2
11 Coffe Shop 100 orang 1,5 m2/orang HP 200 m2
12 ATM center 5 unit 6m2/unit SB 30 m2
2009 m2
401,8 m2
Jumlah sirkuasi 20 % total
2410,8 m2

Aktivitas Service
No Ruang Kapasitas Standar ruang Sumber Luas
1 Toilet Pria 5 Lavatory, 3 urinoir, 2,7 m2/ lavatory, 0,8 TSS 49,8 m2
3 wastafel x 3 lantai m2/urinoir, 0,9 m2/wastafel
2 Toilet Wanita 5 Lavatory, 4 2,7 m2/ lavatory, 0,8 TSS 51,3 m2
wastafel x 3 lantai m2/urinoir, 0,9 m2/wastafel
3 Mushola dan tempat 1 unit 20 m2 A 20 m2
wudhu
4 Lift 2 unit 2,75 m2/unit SNI 5,5 m2
5 Lift Barang 1 unit 4 m2/ unit SNI 4 m2
No Ruang Kapasitas Standar ruang Sumber Luas
6 Tangga darurat 1 unit 9,2 m2/unit A 9,2 m2
7 Gudang peralatan 1 unit x 3 lantai 10 m2 A 30 m2
8 Janitor 1 unit x 3 lantai 3 m2 A 9 m2
9 [Link] listrik 2 unit 4 m2 TSS 8 m2
10 R. Genset 1 unit 40 m2 TSS 40 m2
11 R. Trafo 1 unit 20 m2 TSS 20 m2
12 R. Pompa 1 unit 20 m2 TSS 20 m2
13 R. AHU 1 unit 10 m2/unit TSS 10 m2
14 [Link] 1 unit 10 m2/unit A 10 m2
15 [Link] 1 unit 10 m2/unit A 10 m2
16 [Link] Service 1 unit 10 m2/unit A 10 m2
17 [Link] Lift 1 unit 6 m2/unit A 6 m2
18 [Link] Ac 1 unit 24 m2 A 24 m2
336,8 m2

Jumlah sirkuasi 20 % total 67,36 m2


404,16 m2
Total Keseluruhan
1 Kegiatan uatam (unit kantor sewa) 3.672 m2
2 Kegiatan Pengelola 289 m2
3 Kegiatan Penunjang 2.410,8 m2
4 Kegiatan Service 404,16 m2
Total 6.777,96 m2

Area Parkir
Kebutuhan perhitungan area parkir menurut standar ketentuan bangunan bertingkat, yangdi tetapkan oleh pemerintah Kota
Semarang dengan

Luas total banguan 13.841 m2 : 100 m2 = 138 mobil


Pemakai bangunan asumsi 500 org x 40 % = 200 motor Pembagian area ruang parkir
Parkir basement : 80% x 3.636 m2 = 2.908,8 m2
No Jenis ruang Jumlah Luas ruangan Total Luas ruangan Sumber Parkir luar : 20% x 3.636 m2 = 727,2 m2
1 Parkir mobil 138 (2,25 x4,5) 11 m2 1.518 m2 HP
2 Parkir motor 200 1,5 m2 300 m2 HP

Jumlah 1.818 m2
Sirkulasi 100% 1.818 m2
Total Luas Prakir 3.636 m2
Total Keseluruhan
1 Kegiatan uatam (unit kantor sewa) 3.672 m2
2 Kegiatan Pengelola 289 m2
3 Kegiatan Penunjang 2.410,8 m2
4 Kegiatan Service 404,16 m2
5 Ruang parkir 3.636 m2
Total 10.413,96 m2

[Link]
5016c82328ba0d141600111d-factory-bussines-center-simpli-design-ground-floor-
plan?next_project=no
[Link]
640879905319e101704da594-meditation-office-aro-studio-photo?next_project=no

[Link]
5bab8747f197ccaa35000399-85-union-looney-ricks-kiss-photo?next_project=no

Anda mungkin juga menyukai