Desain Biophilic untuk Rental Office Semarang
Desain Biophilic untuk Rental Office Semarang
Arsitektur 5
Dosen Pembimbing : Ahmad Mahbub Hamdani, S. Ars, [Link].
Kantor :
Bangunan yang dipakai untuk bekerja yang berkenaan dengan urusan administrasi(Santoso, 2002:297). Wadah segala sesuatu tentang
penerimaan(receiving). Pendokumentasian(recording), dan fasilitas informasi serta perlindungan aset perusahaan yangmenjamin bahwa bisnis
atau usaha perusahaan itu dapat dipantau dan diperhitungkan (receiving). (Guedes, 1979, hal 107
Sewa :
Menurut W.J.S Poerwodarminto dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah pemakaian sesuatu dengan membayar uang. Pemakaian,
peminjaman sesuatu dengan membayar uang, yang boleh dipakai(Santoso, 2002:526).
Dari definisi suku kata diatas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian dari kantor sewa adalah ruang atau bangunan/gedung sebagai tempat
untuk melaksanakan kegiatan administrasi bagi setiap perusahaan atau pemakai,
Yang pengadaannya dimaksudkan untuk disewakan kepada perusahaan/pemakai dalam jangka waktu tertentu pula sesuai kesepakatan
bersama antara pemakai (penyewa) dengan pemilik (pengelola).
-Konsep Biophilic adalah
praktik untuk menciptakan hubungan yang lebih intim dengan alam lewat bangunan dan lanskap yang dibangun manusia. Konsep desain satu
ini berfokus untuk memberikan stimulus kepada manusia, agar dapat merasakan kehadiran alam di suatu bangunan. Tentunya, hal ini bisa
dicapai dengan keberadaan tiga elemen utama di dalam ruang, baik dalam skala bangunan maupun kota. Ketiga elemen tersebut adalah direct
nature, natural pattern, serta place and culture. Singkatnya, arsitektur biofilik tak melulu soal tumbuhan hijau. Konsep ini juga mendorong kita
untuk tetap terkoneksi dengan tempat serta budaya di mana bangunan itu didirikan. Meskipun terdengar modern, ternyata desain biofilik telah
ditemukan dalam arsitektur kuno seperti Taman Gantung Babilonia dan Alhambra of Granada
-Sustainable Building
Ide keberlanjutan, atau desain ekologis, adalah untuk memastikan bahwa tindakan dan keputusan kita saat ini tidak menghalangi
peluang generasi mendatang[4] Dalam hal kelayakan arsitektur berkelanjutan atau Green building,[1] tiga prinsip harus dipertimbangkan:
1. Lingkungan 2. Ekonomi dan 3. Sosial.[5]
Latar Belakang
Kota Semarang sebagai ibu kota profinsi Jawa Tengah, sekaligus menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian dari Provinsi Jawa Tengah. Yang memiliki
jumlah penduduk sekitar 1,6 juta jiwa. Dan dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan Semarang yang signifikan ditandai pula dengan munculnya
beberapa gedung pencakar langit yang tersebar di penjuru kota. Perkembangan regional ini menunjukkan peran strategis Kota Semarang terhadap roda
perekonomian nasional.
perkembangan yang begitu pesat di bidang pembangunan dan terus berupaya meningkatkan fasilitas infrastuktur untuk meningkatkan perekonomian daerah
demi mencapai kehidupan yang lebih baik dengan melakukan pembangunan yang kompleks dari sektor perumahan, pusat perbelanjaan, apartemen, hotel dan
gedung perkantoran.
Gedung perkantoran merupakan tempat untuk melaksanakan aktivitas di bidang perekonomian. Pekerjaan dalam perkantoran yang utama adalah dalam segi
kegiatan penanganan informasi dan kegiatan manajemen maupun pengambilan keputusan berdasarkan informasi. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya
variasi ukuran kantor berdasarkan manajemen, struktur organisasi dan teknologinya. Oleh karena itu dalam merencanakan gedung perkantoran perlu
perencanaan yang matang ditinjau dari segi keamanan, biaya, kegunaan, bentuk, arsitektur, struktur maupun jasa yang tersedia. Kantor sewa merupakan salah
satu dari banyaknya fasilitas bangunan perkantoran dari instansi lainnya yang ada di kota Semarang. Lokasi yang berada Bambakerep, Kec. Ngaliyan Kota
Semarang, Jawa Tengah ini. Merupakan pusat gudang yg dibuat -tujuan investor baik yg beli maupun untuk disewa dan salah satu kawasan Berikat di
Semarang. Banyak perusahaan-perusahaan terkini & ternama dilokasi ini. Sebagai salah satu langkah dalam perbaikan lingkungan kawasan digunakanlah
tema Biophilic Design sebagai konsep pembangunan. Serta mementingkan konsep banguna berkelanjutan (sustainable Building)
Biophilic merupakan konsep desain yang memadukan unsur alam kedalam bangunan yang bertujuan untuk mendekatkan pengguna (manusia) dengan
lingkungannya. Biophilic Design cocok di implementasikan ke berbagai jenis bangunan salah satunya yaitu bangunan kantor. Biophilic terdiri atas dua unsur
kata, yaitu alam dan makhluk hidup (bio) dan hubungan dengan kecintaan dengan alam (philia). Biofilia adalah naluri untuk mencintai alam yang dirasakan
oleh manusia secara universal [1]. Biophilic design adalah merancang untuk manusia sebagai organisme biologis, menghormati sistem tubuh-pikiran sebagai
indikator kesehatan dan kesejahteraan dalam konteks yang sesuai dan responsif [2]. Biophilic Design ini dikelompokan menjadi tiga jenis yaitu Pola alam dalam
ruang (Nature in the Space), Pola analogi alam (Nature Natural Analogies Paterns), dan pola sifat ruang (Nature of the Space). Dalam perancangan kantor
pemerintahan ini, berdasarkan 14 prinsip desain yaitu lebih difokuskan dalam Visual Connection With Nature, Biomorphic Form & Patterns dan Material
Connection With Nature [2].
Teori
Konsep Arsitektur Biophilic
Istilah Biofilia pertama kali digunakan oleh psikolog dan filsuf Amerika Erich Fromm pada tahun 1973 dalam bukunya “The Anatomy of Human
Destructiveness” yang menggambarkanya sebagai orientasi psikologis manusia yang terttarik pada semua yang hidup dan vital. Namun beberapa peneliti
berpendapat bahwa biofilia adalah ide yang jauh lebih tua yang berasal dari Yunani kuno dan terutama filsuf antik Aristoteles yang mengembangkan konsep
yang mungkin secara singkat diringkas sebagai ‘cinta hidup’ dan kemudian cinta bentuk yang hidup dan alami. “Biofilia adalah istilah yang diciptakan oleh
naturalis Havard [Link] O. Wilson untuk menggambarkan apa yang dia lihat sebagai” kecenderungan bawaan manusia untuk fokus pada kehidupan
dan proses seperti kehidupan”, dan untuk ditarik ke alam, untuk merasakan suatu batas untuk itu, cinta, keinginan” (Natalie Angier)
Konsep Biofilia mengemukakan gagasan bahwa kontak dengan alam memainkan peran mendasar dalam kesejahteraan fisik dan mental manusia, yang
melakukan hubungan inheren dengan manusia dan alam (Wilson, 1984)
Penerapan Biophilic dalam Arsitektur ; Arsitektur Biophilic bukan hanya tentang menambahkan beberapa elemen alami ke lingkungan binaan.
Kompleksitas terorganisir diamati di alam ataupun di lingkungan binaan.
Nelly hafik Ramzy (2014) Arsitektur Biofilik adalah pendekatan inovatif yang membuka cara menuju dialog berbasis alam antara ruang arsitektur dan
kumpulan afiliasi bawaan manusia. Dimana bentuk dan pla alami memainkan peran kosakata dan tata bahasa komposisi. Dalam pendekatan ini, memasukan
Alam kedalam lingkungan binaan bukanlah sebuah kemewahan, tetapi investasi ekonomi yang baik dalam Kesehatan dan Produktifitas.
Penting untuk dipahami bahwa desain Biofilik tidak boleh disamakan dengan menambahkan vegetasi atau penghijauan ke lingkungan binaan (menganggap
aspek ini juga penting). Seringkali desain Biofilik direduksi menjadi penerapan Elemen-elemen ini membantu tetapi desain biofilik adalah sesuatu yang
melampaui penggabungan atau peniruan elemen alam dalam lingkungan binaan. Arsitektur adalah sesuatu yang lebih dari sekedar penampilan visual. Aspek
visual adalah salah satu dari banyak cara lain bagaimana arsitektur menarik indra kita.
(JURNAL ARITeKTUR : KONSEP BIOPHILIC DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR, Ronald Justice, Departemen Arsitektur Fakultas Teknik,
Universitas Diponegoro. 29 maret 2021)
Menurut James Stevens Curl dan Susan Wilson (Penulis Kamus Arsitektur Oxford), “Arsitektur Berkelanjutan adalah arsitektur yang tidak membuang energi,
tidak membutuhkan perawatan yang mahal, dan bukan bangunan yang memiliki isolasi yang buruk atau terlalu banyak kaca."
ISSUE ??
• Bagaiman sistem tata ruang yang dapat mewadahi kegiatan berhuni dan bekerja didalam perkantoran yang lokasinya berada di daerah
perpabrikan atau perkantoran
• Apa saja prinsip Biophilic design yang dapat diterapkan pada bangunan perkantoran di kota Semarang khususnya di Kawasan industry
candi?
• Bagaiman menghasilkan konsep desain yang sesuai dengan prinsip Biophilic Design ?
• Kenapa memilih tema biophilic sebagai konsep bangunan perkantoran di kawasan industri Candi Semarang ?
DATA PROYEK
• Nama Proyek : Bangunan Rental Office di Kawasan Industri Candi Semarang
• Sifat Proyek : Fiktif
• Lokasi : Bambakerep, Kec. Ngaliyan, kota Semarang
• Luas Lahan : 23.069 m2
• KDB : 60 % = 13.841 m2
• KLB : 3 lantai
• KDH minimum : 60%
• GSB : 3-5 meter
Site
Kawasan
Luas tanah 23069 m²
Kawasan industri candi
Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah
C. Luas
Luas Tapak : 23.069 m3
GSB : 3- 5 meter
KDB : 60 % : 13.841
KLB : max 3 lantai
D. Kebisingan
- Utara : Permukiman warga
- Timur : Asrama Brimob, Industri
- Selatan : kendaraan bermotor, mobil, atau truk tapi bukan
jalan akses utama, Industri
- Barat : Lahan kosong, industry
E. Pencapaian
KANTOR , INTERIOR KANTOR
•VIETNAM
• Arsitek: MIA Design Studio
• Daerah : 260 m²
• Tahun : 2021
Kantor biofilik ini didasarkan
Studi Presedent pada arsitektur biofilik, sebuah
Kantor Biofilik / desain arsitektur yang memberi
Arsitek Andyrahman orang tempat yang lebih sehat
dan bahagia untuk hidup dan
KANTOR , GEDUNG PERKANTORAN bekerja, yang membangkitkan
•SIDOARJO, INDONESIA kecintaan terhadap kehidupan
• Arsitek: Arsitek Andyrahman dan meminimalkan tingkat
• Daerah : 274 m² stres dengan mengintegrasikan
• Tahun : 2021 desain dengan alam.
b. Aktivitas
Aktivitas yang terjadi pada lingkungan Rental Office dapat dibagi menjadi beberapa jenis kelompok aktivitas kegiatan berdasarkan
pelaku kegiatan.
3 Membaca dan browsing Kegiatan membaca dan mencari ilmu melalui internet dan buku
4 Pameran Kegiatan penyajian produk industri kreatif yang dihasilkan untuk di pamerkan sehingga dapat
diapresiasi oleh masarakat luas
5 Kegiatan penunjang Kegiatan yang dilakukan untuk menunjang aktiviatas pelaku kegiatan dalam rental office dan
dilakukan secara umum, seperti makan, minum, parkir, beribadah, menerima tamu.
6 Kegiatan servis Kegiatan yang dilakukan guna merawat dan menjaga sarana/prasarana building net
workgroup, yaitu perawatan kebersihan, perawatan teknis, pengamanan area.
7 Rapat pengelola Kegiatan Musyawarah untuk evaluasi, pengawasan dan pengingkatan pendidikan dan sarana
prasarana yang dilakukan oleh pengelola
1 Aktivitas perkantoran Penyewa unit kantor Area Parkir, Ruang Kantor, Cafetaria, Ruang Konferensi, Mushola, Toilet
2 Aktivitas Pelatihan Member Ruang kerja, Ruang workshop, Ruang Pameran
3 Aktivitas Tamu Perkantoran Waiting room, co working, minimarket
pengunjung
Pengunjung umum Taman, ATM Center, Cafetaria, Perpustakaan
No Kelompok Aktivitas Pelaku Kegiatan Kebutuhan ruang
4 Aktivitas pengelola Koordinator Ruang Manager, Ruang Sekretariss, Ruang rapat, Lobby/waiting room,
bangunan Ruang kerja
Staff bangunan Ruang rapat, Lobby, Ruang kerja staff, resepsionis
5 Aktivitas Penunjang Staff kebersihan Ruang cleaning service
Seluruh pelaku Lobby, Ruang Pameran, Mushola, cafetaria Cafeshop, Ruang
kegiatan orkshop, mini bioskop.
6 Aktivitas pelayanan Staff keamanan Ruang keamanan
(servis)
Seluruh pelaku Toilet, Gudang, Area parkir, Ruang ME ( R. Mesin lift, R. Genset,
kegiatan [Link], R. Water tank dan pompa, R. Trafo, R. Panel.)
3). Pendekatan Fungsi dan syarat ruang
No Ruang Fungsi Ruang Syarat ruang
Aktivitas Perkantoran
1 Rental Office Space Ruang sewa yang di gunakan untuk office Unit kantor yang di sewakan berupa ruangan kosong
perusahaan ( calon penyewa) dengan finishing floor dan acoustic plafound
7 R. Tamu dan lobby Ruang masuk utama ke gedung dan untuk -Memiliki akses masuk dan keluar yang jelas dan
menerima tamu informatif luas dan mendapatkan pencahayaan dan
sirkulasi udara yang baik
-Memiliki area resepsionis dan informasi
9 Pantry Tempat Dapur Kecil untuk para staff istirahat -Area memasak yang cukup untuk pemanas air atau
memasak makanan siap saji
MANAGER
STAFF
STAFF STAFF STAFF
TEKNISI
TEKNISI
-Koordinator bangunan yang berjumlah 1 orang
-Staff bangunan yang berjumlah 15 orang
-Staff Keamanan dan Staff kebersihan, pelaku kegiatan berjumlah 10 orang
-member, pelaku kegiatan ini berjumlah 12 komunitas dalam bidang kreatif industry yang
menyewa kantor khusus
-pengunjung umum, masyarakat umum yang berkeinginan berkunjung. Batas maksimal yang
dapat di tamping 100 orang
Pendekatan Hubungan Ruang
A. Hubungan kelompok ruang Makro B. Hubungan kelompok ruang Mikro
ME ME
PARKIR PARKIR
Studio
Masuk/keluar Lobby Lobby lift Kantor sewa Ruang Masuk/keluar Lobby
Masuk/keluar Lobby Lobby lift Pengelola Kreatif
Aktivitas penunjang
No Ruang Kapasitas Standar ruang sumber Luas
1 Lobby, Resepsionis, 100 orang 1,6 [Link] DA 160 m2
waiting room
2 Cafetaria
-[Link] 100 orang 1,5 m2. orang TSS 150 m2
-Dapur 4 orang 20 m2 A 80 m2
-[Link] 1 orang 3 m2 DA 3 m2
3 Minimarket
-Area penjualan 30 orang 1 m2/orang DA 30 m2
-Kasir 1 meja counter 1,8 x 2 m2 TSS 3,6 m2
-Gudang 10% x luas total DA 3,2 m2
-R. Karyawan 8 orang 3 m2/orang A 24 m2
4 Ruang Konferensi 25 org x 2 unit 50 m2/ unit TSS 100 m2
5 Ruang Pameran 100 orang 1,8 x 0,8 m2 A 150 m2
6 Mushola 50 orang 2 m2/orang A 100 m2
7 Ruang Workshop 5 unit (30 orang) 45 m2/unit A 225 m2
8 Co Working space 100 orang 2 m2/orang A 200 m2
9 Taman/Lounge 100 orang 2 m2/orang A 200 m2
10 Mini Bioskop 50 orang A 150 m2
11 Coffe Shop 100 orang 1,5 m2/orang HP 200 m2
12 ATM center 5 unit 6m2/unit SB 30 m2
2009 m2
401,8 m2
Jumlah sirkuasi 20 % total
2410,8 m2
Aktivitas Service
No Ruang Kapasitas Standar ruang Sumber Luas
1 Toilet Pria 5 Lavatory, 3 urinoir, 2,7 m2/ lavatory, 0,8 TSS 49,8 m2
3 wastafel x 3 lantai m2/urinoir, 0,9 m2/wastafel
2 Toilet Wanita 5 Lavatory, 4 2,7 m2/ lavatory, 0,8 TSS 51,3 m2
wastafel x 3 lantai m2/urinoir, 0,9 m2/wastafel
3 Mushola dan tempat 1 unit 20 m2 A 20 m2
wudhu
4 Lift 2 unit 2,75 m2/unit SNI 5,5 m2
5 Lift Barang 1 unit 4 m2/ unit SNI 4 m2
No Ruang Kapasitas Standar ruang Sumber Luas
6 Tangga darurat 1 unit 9,2 m2/unit A 9,2 m2
7 Gudang peralatan 1 unit x 3 lantai 10 m2 A 30 m2
8 Janitor 1 unit x 3 lantai 3 m2 A 9 m2
9 [Link] listrik 2 unit 4 m2 TSS 8 m2
10 R. Genset 1 unit 40 m2 TSS 40 m2
11 R. Trafo 1 unit 20 m2 TSS 20 m2
12 R. Pompa 1 unit 20 m2 TSS 20 m2
13 R. AHU 1 unit 10 m2/unit TSS 10 m2
14 [Link] 1 unit 10 m2/unit A 10 m2
15 [Link] 1 unit 10 m2/unit A 10 m2
16 [Link] Service 1 unit 10 m2/unit A 10 m2
17 [Link] Lift 1 unit 6 m2/unit A 6 m2
18 [Link] Ac 1 unit 24 m2 A 24 m2
336,8 m2
Area Parkir
Kebutuhan perhitungan area parkir menurut standar ketentuan bangunan bertingkat, yangdi tetapkan oleh pemerintah Kota
Semarang dengan
Jumlah 1.818 m2
Sirkulasi 100% 1.818 m2
Total Luas Prakir 3.636 m2
Total Keseluruhan
1 Kegiatan uatam (unit kantor sewa) 3.672 m2
2 Kegiatan Pengelola 289 m2
3 Kegiatan Penunjang 2.410,8 m2
4 Kegiatan Service 404,16 m2
5 Ruang parkir 3.636 m2
Total 10.413,96 m2
[Link]
5016c82328ba0d141600111d-factory-bussines-center-simpli-design-ground-floor-
plan?next_project=no
[Link]
640879905319e101704da594-meditation-office-aro-studio-photo?next_project=no
[Link]
5bab8747f197ccaa35000399-85-union-looney-ricks-kiss-photo?next_project=no