0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan32 halaman

Asuhan Keperawatan Diare Anak 5 Tahun

Pasien An.M berusia 5 tahun yang didiagnosis menderita gastroenteritis akut yang ditandai dengan diare berulang, mual, dan demam. Kondisi ini disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri penyebab diare. Pemberian cairan oral dan infus diperlukan untuk mencegah dehidrasi."

Diunggah oleh

YETTI INDRIANI M
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
47 tayangan32 halaman

Asuhan Keperawatan Diare Anak 5 Tahun

Pasien An.M berusia 5 tahun yang didiagnosis menderita gastroenteritis akut yang ditandai dengan diare berulang, mual, dan demam. Kondisi ini disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri penyebab diare. Pemberian cairan oral dan infus diperlukan untuk mencegah dehidrasi."

Diunggah oleh

YETTI INDRIANI M
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ASUHAN KEPERAWATAN ANAK PADA PASIEN DIARE

NAMA NIM
LIA SUSANTI 2022207209109
NOVITA EFFENDY 2022207209228
ENDANG NURJAYANTI 2022207209119
YETTI INDRIANI M 2022207209063
HARDI WIJAYA 2022207209178
DARIS PUTRA PRATAMA 2022207209177
ANDIKA SAPUTRA 2022207209232
WAHYU SUHENDRA 2022207209237
INDRA YUDHI SUSANTO 2022207209175
A. TAUFIK AKBAR 2022207209345
LATAR BELAKANG
• Gastroenteritis akut perlu tatalaksana yang cepat dan [Link]
akut merupakan peningkatan pengeluaran tinja dengan konsistensi lebih
lunak atau lebih cair dari biasanya, dan terjadi paling sedikit tiga kali
dalam 24 jam. Sementara untuk bayi dan anak-anak, Gastroenteritis akut
didefinisikan sebagai pengeluaran tinja >10 g/kg/24 jam, sedangkan
ratarata pengeluaran tinja normal bayi sebesar 5-10 g/kg/ 24 jam,
penanganan gastroenteritis sangat penting dan harus selalu diwaspadai
karena sering terjadi keterlambatan dalam pertolongan dan mengakibatkan
kematian
• Penyebab gastroenteritis terbesar adalah karena infeksi. Gastroenteritis infeksi bisa
disebabkan oleh organisme bakteri, virus, dan atau [Link] mikroorganisme
patogen penyebab diare disebarluaskan lewat jalur fekal-oral melalui makanan atau air
yang terkontaminasi atau ditularkan antar-manusia dengan kontak yang erat (misal, pada
tempat penitipan anak).Kurangnya air bersih, tinggal berdesakan, higiene yang buruk,
kurang gizi dan sanitasi yang jelek merupakan faktor risiko utama, khususnya untuk
terjangkit infeksi bakteri atau parasit yang patogen. Penigkatan insiden dan beratnya
penyakit diare pada bayi juga berhubungan dengan perubahan yang spesifik menurut
usia pada kerentanan terhadap mikroorganisme pathogen
• Penyebab utama kematian yang disebabkan oleh diare adalah karena dehidrasi sebagai
akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui [Link] dari semua diare adalah
gangguan transportasi, larutan usus akibat perpindahan air melalui membrane usus
berlangsung pasif dan hal ini ditentukan oleh aliran dan larutan secara aktif maupun
pasif, terutama natrium klorida dan glukosa
• Cairan dan elektrolit sangat dibutuhkan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap
[Link] kesehatan Gastroenteritis dalam tubuh adalah merupakan salah satu bagian
homeostasis masalah kesehatan Gastroenteritis melibatkan komposisi dan perpindahan
berbagai cairan tubuh, cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air (pelarut) dan zat
tertentu (zat terlarut).Elektolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel
bermuatan listrik yang disebut ion jika dalam larutan cairan dan elektrolit masuk kedalam
tubuh melalui makanan dan minuman dan cairan intravena (IV) dan distribusi kebagian
seluruh tubuh. Masalah kesehatan Gastroenteritis berarti dari air tubuh total dan elektrolit
kedalam seluruh bagian tubuh. Masalah kesehatan Gastroenteritis saling bergantung satu
sama lainnya, jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh dengan yang lainnya
• Terapi pertama yang dilakukan bagi bayi dan anak-anak yang menderita diare akut dan
dehidrasi oral (oral dehydration therapy,ORT) atau pemberian oralit. Pemakaian oralit
merupakan salah satu kemajuan dalam bidang pelayanan kesehatan di dunia selama dawarsa
yang [Link] ini dipandang lebih efektif, lebih aman, tidak memberikan rasa nyeri, dan
juga biasanya lebih murah dibandingkan dengan terapi intravena (pemberian infus)
TINJAUAN KASUS

Identitas Diri Pasien Sumber Informasi




Nama : An.M
Jenis Kelamin : Laki-laki
• Nama : Ny. M
• Umur : 5 tahun • Jenis Kelamin : Perempuan
• Alamat : Etanol
• Tanggal Masuk RS : 13 Maret 2023 • Umur : 20 tahun
• Tanggal pengkajian : 13 Maret 2023
• Pukul : 16.20 WIB • Agama : Islam


Golongan darah :O
Diagnosa Medis : Gastroenteritis
• Hubungan dengan pasien : Ibu
RIWAYAT KESEHATAN
• Masuk Puskesmas
• Ny. M dan keluarga membawa An.M ke Puskesmas Tulang Bawang I melalui UGD pada tanggal 13 Maret 2023
Pukul 16.20 WIB. An.M mengalami diare 6-7x/ sehari dan muntah sejak 2 hari yang lalu yang disebabkan oleh
An.M makan Jajanan naget goring yang dibeli didekat rumah. Hasil Pemeriksaan TTV: Nadi: 80 ×/menit , P : 22
×/menit , S: 37,8 ‘C BB: 18,4 Kg
• Keluhan Utama
• Saat dilakkan pengkajian, Ny. M selaku ibu An.M mengatakan sore ini pada tanggal 13 Maret 2023 Pukul 16.20
WIB anaknya masih muntah, masih mencret 7x dari tadi sewaktu masuk UGD. Menurut Ny.M sebelum anaknya
mencret, An.M makan Jajanan naget goring yang dibeli didekat rumahnya. Hasil pemeriksaan TTV saat pengkajian:
Nadi: 80 ×/menit , P : 22 ×/menit , 37,8 ‘C BB: 18,4 Kg
• Keluhan Penyerta
• Pada saat dilakukan pengkajian tanggal 13 Maret 2023 Pukul 16.20 WIB, Selain Diare, Ny.M selaku ibu An.M
mengatakan sore ini juga badan anaknya terasa panas dan rewel
PEMERIKSAAN FISIK
• Keadan umum : lemah
• TTV : Nadi: 80 ×/menit , P : 22 ×/menit , S: 37,8 ‘C BB: 18,4 Kg
• Keadaan bibir : mukosa bibir An.M tampak kering
• Sistem Pencernaan
• Inspeksi (bentuk, benjolan) : simetris kiri dan kanan
• Auskultasi : terdengar hiperistaltik
• Palpasi : (tanda nyeri tekan, benjolan, ascites, hepar, klien) : nyeri tekan(+), benjolan (-),
ascites (-), hepar (-).
• Perkusi (suara abdomen) : terdengar suara tympani
• Sistem integument
• Kebersihan : kulit An.M tampak bersih
• Kehangatan : kulit terasa hangat ketika diraba
• Warna : warna kulit An.M kuning langsat
• Turgor : turgor kurang baik
• Kelembaban : kulit An.M tampak kering
• Kelainan pada kulit : tidak ada kelainan pada kulit An.M
SKRINING NYERI DAN
SKRINING GIZI
• Pola Nutrisi Makan
• Sehat: biasanya An.M makan 3x sehari dengan lauk dan sayuran, pasien tidak memiliki alergi makanan. BB 19,5 Kg
• Sakit: saat sakit An.M makan sedikit 3x sehari, akan tetapi volumenya hanya sedikit, saat sakit pasien terpasang infus dengan cairan Rl
Mikro 20 tetes/menit.
• Pola Cairan
• Sehat: An.M minum 5-6 gelas dalam sehari sekitar 1500 cc.
• Sakit: saat sakit pasien terpasang infus dengan cairan Rl Mikro 20 tetes/menit dan minum oral 1 gelas kecil
• Pola Eliminasi BAB
• Sehat: biasanya An.M BAB 2x sehari dengan konsistensi lunak dan bewarna kuning kecoklatan
• Sakit: BAB 7-10x dengan konsistensi encer
• Sehat: An.M BAK sebanyak 5-6 kali dalam sehari berwarna kuning tidak pekat.
• Sakit: An.M BAK saat setiap BAB
• Pola Kebiasaan yang mempengaruhi Kesehatan
• Menurut Ny. M, An.M suka sekali jajan dan susah sekali untuk makan, kalau tidak
disuapin maka anaknya tidak akan makan, hanya jajan saja.
• Kebutuhan edukasi
• Menurut Ny. M dan keluarga merasa cemas dengan kondisi anknya sekarang, karena
Ny. M dan keluarga mengatakan kurang memahami mengenai penyakit yang dialami
oleh anaknya, sehingga memerlukan informasi lebih mengenai penyakit yang dialami
oleh anaknya. An.M memiliki riwayat stap pada usia 1 tahun. Suhu saat ini 38.2’C
No
ANALISA DATA
Data Etiologi Masalah Keperawatan
1 DS: 1. Makanan dan minuman yang Diare b.d inflamasi
1. Ny.M selaku ibu An.M mengatakan BAB cair kurang lebih 6-7 kali, sedikit ampas, muntah muntah jika diberi makan terkontaminasi oleh bakteri gastrointestinal
atau susu terjadi sejak semlam dan sore tadi dikonsumsi oleh Pasien
2. Ny.M selaku ibu An.M mengatakan tidak mau minum 2. Infeksi pada usus (enteritis)
3. Ny.M selaku ibu An.M mengatakan BAB dengan konsistensi cair dan sedikit ampas BAB 6-7x muntah dan mencret
DO: 3. Volume cairan kurang dari
4. Pasien BAB dengan konsistensi cair dan sedikit ampas kebutuhan tubuh
5. BAB 6-7x 4. Diare dehidrasi ringan
KU :
kulit kering, muka pasiena mulut dan bibir kering, mata cekung, BAB 6-7x /hari, tidak selera makan. Bising usus 23
x/menit
 
TTV :
suhu : 37,80C
N : 78 x/menit
RR : 20 x/menit
BB : 18,4 kg
Terpasang infus RL Mikro 20 tpm
 
2 DS : 1. Mual dan muntah Defisit nutrisi
1. Ny.M selaku ibu An.M mengatakan minum hanya sedikit, dan jika dipaksa untuk minum dan makan, maka An.M 2. Motilitas usus meningkat b.d ketidakmampuan
akan muntah. 3. Sekresi asam lambung mengabsorbsi nutrient
2. Ny.M selaku ibu An.M mengatakan anknya tidak selera makan menurun  
DO : 4. Haus ingin minum
3. An.M tidak selera makan, 5. Rongga usus penuh
minum susu hanya sedikit dengan air
4. An.M tidak menghabiskan porsi makan yang disediakan 6. Perut terasa penuh
5. BB: 18.4 kg (BB sebelum sakit 19,5 Kg) 7. Tidak selera makan
KU : 8. Nutrisi kurang dari kebutuhan
An.M tampak lemas, kulit kering
DS: 1. Makanan dan minuman yang Resiko ketidakseimbangan
1. Ny.M selaku ibu An.M mengatakan BAB cair kurang lebih 6-7 kali, terkontaminasi oleh bakteri dikonsumsi cairan b.d kekurangan volume
sedikit ampas, muntah muntah jika diberi makan atau susu terjadi oleh Pasien cairan
sejak semlam dan sore tadi 2. Infeksi pada usus (enteritis) muntah dan
2. Ny.M selaku ibu An.M mengatakan tidak mau minum mencret
3. Ny.M selaku ibu An.M mengatakan BAB dengan konsistensi cair dan 3. Volume cairan kurang dari kebutuhan
sedikit ampas BAB 6-7x tubuh
DO: 4. Diare dehidrasi ringan
4. Pasien BAB dengan konsistensi cair dan sedikit ampas
5. BAB 6-7x
KU :
kulit kering, muka pasiena mulut dan bibir kering, mata cekung, BAB 6-
7x /hari, tidak selera makan. Bising usus 23 x/menit
 
TTV :
suhu : 37,80C
N : 78 x/menit
RR : 20 x/menit
BB : 18,4 kg
Terpasang infus RL Mikro 20 tpm
 
5 DS: 1. Proses penyakit Defisit pengetahuan tentang
1. Ny.M selaku ibu mengatakan cemas 2. Kurang pengetauan/ informasi tentang Penyakit diare b.d kurang terpapar
terhadap penyakitnya saat ini dan harus 3. Kurang pengetahuan informasi
dirawat.
DO:
2. An.M tampak cemas dan gelisah
3. An.M mengatakanKurang tahu tentang
penyakit yang dialaminya
Masalah Keperawatan
• Diare b.d inflamasi gastrointestinal ditandai dengan Ny.M selaku ibu An.M mengatakan BAB
dengan konsistensi cair dan sedikit ampas BAB 6-7x
• Defisit nutrisi b.d ketidakmampuan mengabsorbsi nutrient yang dialami An.M ditandai dengan
An.M nafsu makannya berkurang, kulit kering
• Resiko ketidakseimbangan cairan b.d kekurangan volume cairan yang dialami An.M sejak 3
hari yang lalu ditandai dengan bibir dan mulut kering, turgor kulit kembali lambat, dan Mata
Cekung.
• Defisit pengetahuan tentang diare b.d kurang terpapar informasi ditandai dengan kekahwatiran
kondisi An.M dan tidak pernah mendapat informasi tentang penyakit yang dialami anaknya
Perencanaan Keperawatan Dan Rasional
NO DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA HASIL (SLKI) INTERVENSI
KEPERAWATAN (SDKI) (SIKI)
1. Diare (D.0020) Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen diare (I.03101)
b.d inflamasi selama 3 x 24 jam diharapkan masalah - Observasi
gastrointestinal diare menurun dengan kriteria hasil:  Identifikasi penyebab diare
  - Eleminasi Fekal (L.04033)  Identifikasi riwayat pemberian makanan
 Control pengeluaran feses meningkat  Monitor warna, volume, frekuensi dan konsistensi tinja
 Konsistensi feses membaik  Monitor tanda gejala hypovolemia
 Frekuensi feses membaik - Terapeutik
 Peristaltic usus membaik  Berikan asupan cairan oral
 Pasang jalur intravena
 Berikan cairan intravena
 ambil sampel darah untuk pemeriksaan darah lengkap dan elektrolit
 ambil sampel feses untuk kultur
- Edukasi
 Anjurkan makanan porsi kecil dan sering secara bertahap
 Anjurkan menghindari makanan pembentuk gas, padas dan mengandung laktosa
- Kolaborasi
 Kolaborasi pemberian obat antimotilitas
 Kolaborasi pemberian antispasmodic/spasmolitik
 Kolaborasi pemberian obat pengeras feses
Defisit nutrisi (D.0019) Setelah dilakukan tindakan keperawatan Manajemen nutrisi (I.03119)
2
b.d ketidakmampuan selama 3 x 24 jam diharapkan masalah Risiko - Observasi
mengabsorbsi nutrient defisit nutrisi tidak terjadi dengan kriteria  Identifikasi status nutrisi
  hasil:  Identifikasi alergi makanan
- Status nutrisi (L.03030)  Identifikasi makanan yang disukai
 Porsi makan yang dihabiskan meningkat  Identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrient
 Verbalisasi keinginan untuk meningkatkan  Monitor asupan makanan
nutrisi meningkat  Monitor berat badan
 Sikap terhadap makanan/ minuman sesuai  Monitor hasil pemeriksaan laboratorium
dengan tujuan kesehatan meningkat - Terapeutik
 Nyeri abdomen menurun  Lakaukan oral hygiene sebelum makan
 Diare menurun  Sajikan makanan secara manarik dan suhu yang sesuai
 Berat badan membaik  Berikan suplemen makanan
 Indeks massa tubuh membaik  Berikan makanan tinggi serat
 Nafsu makan membaik  Berikan makanan tinggi kalori dan tinggi protein
 Bising usus membaik - Edukasi
 Membrane mukosa membaik  Ajarkan diet yang diprogramkan
- Kolaborasi
 Kolaborasi pemberian medikasi sebelum makan
 Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah
kalori dan jenis nutrient yang dibutuhkan
3. Risiko Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 Pemantauan cairan (I.03121)
ketidakseimbangan x 24 jam diharapkan masalah Risiko - Observasi
cairan (D.0036) ketidakseimbangan cairan tidak terjadi dengan  Monitor frekuensi dan kekuatan nadi
b.d kehilangan kriteria hasil:  Monitor berat badan
volume cairan - Keseimbangan cairan (L.05020)  Monitor waktu pengisian kapiler
   Asupan cairan meningkat  Monitor turgor kulit
 Keluaran urin meningkat  Monitor jumlah, dan berat jenis urin
 Kelembaban membrane mukosa meningkat  Monitor hasil pemeriksaan laboratorium
 Dehidrasi menurun  Monitor intake-output cairan
 Mata cekung membaik  Identifikasi faktor risiko ketidakseimbangan cairan
 Turgor kulit membaik - Terapeutik
 Atur interval waktu pemantauan sesuai dengan kondisi pasien
 Dokumentasi hasil pemantauan
- Edukasi
 Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
 Informasiakn hasil pemantauan

4. Defisit pengetahuan Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 Edukasi kesehatan (I.12383)
tentang diare x 24 jam diharapkan Defisit pengetahuan tentang - Observasi
(D.0111) diare meningkat dengan kriteria hasil:  Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi
b.d kurang terpapar - Tingkat pengetahuan (L.12111)  Identifikasi faktor yang dapat menngkatkan dan menurunkan motivasi perilaku hidup
informasi  Perilaku sesuai anjuran meningkat bersih dan sehat
 Verbalisasi minat dalam belajar meningkat - Terapeutik
 Kemampuan menjelaskan pengetahuan tentang  Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan
suatu topic meningkat  Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepatakan
 Kemampuan menggambarkan pengalaman  Berikan kesempatan untuk bertanya
sebelumnya yang sesuai dengan topic meningkat - Edukasi
 Perilaku sesuai dengan pengetahuan meningkat  Jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan
 Pertanyaan tentang masalah yang dihadapi  Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat
menurun  Ajarkan strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih
 Persepsi yang keliru terhadap masalah menurun dan sehat
 Perilaku membaik
Pelaksanaan Keperawatan
No.
Tanggal Implementasi Evaluasi
Dx
S:
Ny. M selaku Ibu An.M mengatakan masih diare
1. Monitor warna, volume, frekuensi dan konsistensi tinja
O:
2. Berikan asupan cairan oral
Pasien tampak lemas,mata cekung, mukosabibir dan mulutkering,
13 Maret 2023 1 3. Anjurkan makanan porsi kecil dan sering secara bertahap
diare 6-7x dengan feses encer,BB 18,4 kg, kulitkering
 
TTV : suhu 37,80C
 
A : masalah belum teratasi
P :Intervensi dilanjutkan
1. Mengkaji kebersihan mulut pasien S:
2. Memberikan makan sedikit tapi sering setiap 2-3 jam Ny. M selaku Ibu An.M mengatakan anaknya tidak maumakan,
3. Meningkatkan asupan cairan dan nutrisi makanan yang dimakan selalu dimuntahkan
  2 4. Mengkaji intake dan output klien O:
An.M tampak lemah,BB 18,4 [Link] 6-7x sehari
A :Masalah belumteratasi
P :Intervensi dilanjutkan
  3
  S:
  1. Memberikan cairan oral dan parenteral sesuaidengan rehidrasi
Ny. M selaku Ibu An.M mengatakan masih diare
  2. Memantau intake dan output
O:
  3. Mengkaji warna kulit
Pasien tampak lemas,mata cekung, mukosabibir dan mulutkering,
  4. Pasien, turgor kulit, tingkat kesadaran, waktu pengisian-ulang
diare 6-7x dengan feses encer,BB 18,4 kg, kulitkering
  kapiler dan membran mukosa
TTV : suhu 37,80C
  5. Mengkaji tanda-tanda vital, tanda dan gejala rehidrasi
A : masalah belum teratasi
   
P :Intervensi dilanjutkan
 
  4 1. Memberikan informasi kepada keluarga tentang penyakit Pasien S:
dantindakan terapeutik. Ny. M selaku Ibu An.M mengatakandia dan keluarga sudah sedikit mengertitentang
2. Memantu keluarga dalam memberikan rasa nyaman prosespenyakit.
dan dukungan pada Pasien O:
3. izinkan anggota keluarga untuk berpartisipasi dalam perawatan Ny. M tampak sedikit lebih tenang tetapi masih agak lupa saat diminta mengulang tentang
Pasiensebanyak yang mereka penyakit yang dialami anaknya
inginkan A :Masalah teratasisebagian
4. instruksikan keluarga mengenai pencegahanterhadap proses P :Intervensi dilanjutkan
penyakit Memberikan pendkes  
tentang kegunaan obat
Zink
14 1 S:
Maret Ny. M selaku Ibu An.M mengatakan masih diare
2023 O:
1. Monitor warna, volume, frekuensi dan konsistensi tinja
Pasien tampak lemas,mata cekung, mukosabibir dan mulutkering, diare 4-5x dengan feses
2. Berikan asupan cairan oral
encer,BB 18,4 kg, kulitkering
3. Anjurkan makanan porsi kecil dan sering secara bertahap
TTV : suhu 37,80C
A : masalah belum teratasi
P :Intervensi dilanjutkan
  2 1. Menimbang berat badanPasien setiap hari S:
2. Menjaga kebersihanmulut klien Ny. M selaku Ibu An.M mengatakanAn.M sudah maumakan tapi masihsedikit, karena kalau
3. Memberikan makan sedikit tapi sering setiap2-3 jam dipaksakan makan banyak An.M muntah
4. Meningkatkan asupancairan dan nutrisi O:
Mengkajiintakedanoutput klien An.M tampak sedikit lebih segar, An.M hanya mau menghabiskan ¼ porsi makan, BB 18,4 kg
A :masalah tertasisebagian sebagian
P :intervensi dilanjutkan
3 1. Memberikan cairan oral dan parenteral sesuai dengan rehidrasi S:
2. Memantau intake danoutput Ny. M selaku Ibu An.M mengatakan diare sudah mulai berkurang
3. Menimbang BB Pasientiap hari O:
4. Mengkaji warna kulitPasien, turgor kulit, tingkat kesadaran, Diare An.M sudah berkurang 4-5x/per hari, mukosa bibir dan mulut kering, feses cair
waktu pengisian-ulang kapiler dan membran mukosa TTV : suhu 37,50C
5. Mengkaji tanda-tandavital, tanda dan gejalarehidrasi. A : masalah teratasi sebagian
  P : intervensi dilanjutkan
4 S:
Ny. M selaku Ibu An.M mengatakandia dan keluarga sudah mengertitentang prosespenyakitsudah
mengerti caramerawat klien
1. Memberikan informasi kepada keluarga tentang penyakit O:
Pasien dantindakan terapeutik. Ny. M tampak sedikit lebih tenang dan mampu untuk mengulang tentang penyakit yang dialami
2. Memantu keluarga dalam memberikan rasa nyamandan anaknya
dukungan pada Pasien A :Masalah teratasi
3. Izinkan anggota keluarga untuk berpartisipasi dalam perawatan P :intervensi dihentikan
Pasien sebanyak yang merekainginkan
4. Instruksikan keluarga mengenai pencegahanterhadap proses
penyakit
  5. Memberikan Pendkes tentang kegunaan obat zink
15 Maret 2023 1 S:
Ny. M selaku Ibu An.M mengatakan masih diare
O:
1. Monitor warna, volume, frekuensi dan konsistensi tinja
Pasien tampak lemas,mata cekung, mukosabibir dan mulutkering, diare 2-3 dengan feses
2. Berikan asupan cairan oral
berampas, BB 18,4 kg, kulitkering
3. Anjurkan makanan porsi kecil dan sering secara bertahap
TTV : suhu 37,80C
A : masalah belum teratasi
P :Intervensi dilanjutkan
    1. Menimbang berat badanPasien setiap hari S:
2. Menjaga kebersihanmulut klien Ny. M selaku Ibu An.M mengatakanAn.M sudah maumakan tapi masihsedikit, karena kalau
3. Memberikan makan sedikit tapi sering setiap2-3 jam dipaksakan makan banyak An.M muntah
4. Meningkatkan asupancairan dan nutrisi O:
5. Mengkajiintakedanoutput klien An.M tampak sedikit lebih segar, An.M hanya mau menghabiskan ¼ porsi makan, BB 18,4 kg
A :masalah tertasisebagian sebagian
P :intervensi dilanjutkan
2 1. Menimbang berat badanPasien setiap hari S:
2. Memberikan makan sedikit tapi sering setiap2-3 jam Ny. M selaku Ibu An.M mengatakanAn.M sudah maumakan tapi masih sedikit sedikit dan sering
3. Meningkatkan asupancairan dan nutrisi O:
4. Mengkaji intake danoutput klien An.M tampak sedikit lebih segar, An.M sudah mau makan dan menghabiskan porsi makan walau
sedikit demi sedikit dan sering, BB 18,5 kg
A :Masalah teratasi
  P :intervensi dihentikan
PEMBAHASAN

Analisa Data Pengkajian


• Pengkajian merupakan dasar utama dan hal yang penting dilakukan baik saat pasien
pertama kali masuk rumah sakit maupun selama pasien dirawat di puskesmas (Widyorini,
2017).
• Pengkajian pada klien dengan Diare ditemukan keluhan dimana klien mengalami Diare
>10 kali perhari dengan konstrasi feses cair. Dimana saat penderita diare biasanya klien
terlihat pucat dan tidak nafsu makan (Kemenkes, 2015).
• Berdasarkan pengkajian yang telah dilakukan terhadap An.M saat dilakukan pengkajian
didapatkan hasil bahwa An.M mengalami Diare Akut Dehidrasi sedang demam secara
berangsur selama 2 hari, suhu 37,8˚C ibu klien mengatakan nafsu makan An.M menurun,
frekuensi makan 2x dalam sehari serta tidak menghabiskan porsi makanannya.
• Menurut Rosdiana & Sulistiawati (2017) menjelaskan bahwa kondisi
penurunan berat badan disebabkan karena menurunnya nafsu makan yang
dipicu karena diare.
• Adapun pengkajian pada status kebutuhan cairan An.M dimana didapatkan
hasil bahwa Suhu 37,8˚C, An.M menggigil, banyak berkeringat, serta frekuensi
minum An.M hanya 2-3 gelas/hari. Hal ini sesuai dengan penelitian yang telah
dilakukan oleh Rahayu dkk (2014), dimana pada saat melakukan pengkajian
pada penderita demam dan diare >10 kali perhari didapatkan hasil turgor kulit
jelek, kulit berkeringat, produksi intake cairan hanya 300cc (Rahayu, 2014)
Analisa Diagnosa Keperawatan
• Diagnosa keperawatan merupakan suatu penilaian klinis mengenai respons klien terhadap masalah kesehatan atau proses
kehidupan yang dialami baik berlangsung secara aktual maupun potensial. Diagnosa keperawatan bertujuan untuk
mengidentifikasi respon klien individu, keluarga dan komunitas terhadap situasi yang berkaitan dengan kesehatan (SDKI DPP
PPNI, 2017)
• Diare b.d inflamasi gastrointestinal ditandai dengan An.M selaku ibu An.M mengatakan BAB dengan konsistensi cair dan
sedikit ampas BAB 6-7x
• Defisit nutrisi b.d ketidakmampuan mengabsorbsi nutrient yang dialami An.M ditandai dengan An.M nafsu makannya
berkurang, kulit kering
• Hipertermi berhubungan dengan dehidrasi/proses penyakit ditandai dengan Ny.M selaku ibu mengatakan anaknya demam
sejak 2 hari yang lalu, suhu 37,8ºC
• Resiko ketidakseimbangan cairan b.d kekurangan volume cairan yang dialami An.M sejak 3 hari yang lalu ditandai dengan
bibir dan mulut kering, turgor kulit kembali lambat, dan Mata Cekung.
• Defisit pengetahuan tentang diare b.d kurang terpapar informasi ditandai dengan kekahwatiran kondisi An.M dan tidak
pernah mendapat informasi tentang penyakit yang dialami anaknya
• Adapun penelitian yang telah dilakukan oleh Sari (2017) dimana pada
kasus penderita diare penelitian tersebut mengangkat diagnosa yang
diantaranya sesuai dengan diagnosa pada kasus An.M. dimana diagnosa
tersebut yaitu resiko kekurangan volume cairan. Diagnosa tersebut
diangkat berdasarkan data objektif yang didapat berupa klien tampak
lemas serta mukosa bibir kering (Sari, 2017).
• Berdasarkan SDKI (2017) untuk menegakkan diagosa hipertermi terdapat
tanda gejala mayor 80-100% untuk validasi diagnosis dan terdapat tanda
minor: tanda dan gejala tidak harus ditemukan namun dapat mendukung
penegakkan diagnosa. Adapun gejala mayor subjektif (tidak tersedia) dan
data objektif: suhu tubuh diatas nilai normal, serta kulit terasa hangat
Analisa Rencana Keperawatan
• Intervensi keperawatan adalah segala treatment yang dikerjakan oleh perawat
yang didasarkan padapengetahuan dan penilaian klinis untuk mencapai iuran
(outcome) yang diharapkan (SDKI DPP PPNI, 2018).
• Perencanaan adalah penyusunan rencana tindakan keperawatan yang akan
dilaksanakan untuk mengulangi masalah sesuai dengan diagnosis keperawatan
yang telah ditentukan dengan tujuan terpenuhinya kebutuhan klien yang dimana
tujuannya untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali masalah
dengan menganalisis kondisi lingkungan internal maupun eksternal yang
mengacu pada upaya pencapaian tujuan (Mc Namara, 2013)
• Berdasarkan perencanaan pada kasus An.M dengan masalah yang ke tiga yaitu
cemas, dimana tindakan yang dilakukan sesuai dengan intervensi (NIC) meliputi:
kaji dan identifikasi mengenai informasi yang dimiliki klien mengenai hipertermi,
berikan informasi yang akurat mengenai penyebab hipertermi, validasi perasaan
klien dan yakinkan klien bahwa kecemasan merupakan respon normal, serta
diskusi rencana tindakan yang dilakukan berhubungan dengan hipertermi.
• Hasil analisa intervensi masalah kecemasan dimana, perasaan yang tidak nyaman
atau kekawatiran yang samar disertai dengan respon autonom, perasaan takut yang
disebabkan oleh antisipasi terhadap bahaya. Menurut SDKI (2017) intervensi
keperawatan yang dilakukan pada masalah cemas yaitu: gunakan pendekatan yang
menenngkan, nyatakan dengan jelas harapan terhadap pelaku pasien, jelaskan
semua prosedur, pahami persepsi pasien terhadap stress (SDKI, 2017)
Analisa Implementasi – Evaluasi
• Analisa implementasi merupakan fase ketika perawat mengimplementasikan intervensi
keperawatan yang merupakan langkah dar keempat proses keperawatan yang telah
direncanakan oleh perawat untuk dikerjakan dalam rangka membantu klien untuk
mencegah, mengurangi, dan menghilangkan dampak respons yang ditimbulkan oleh
masalah keperawatan dan kesehatan (Ali, 2016)
• Sedangkan evaluasi merupakan tahap akhir yang bertujuan untuk menilai apakah tindakan
keperawatan yang telah dilakukan tercapai atau tidak untuk mengatasi suatu masalah
(Meirisa, 2013).
• Pada proses implementasi evaluasi penulis melibatkan keluarga daam proses tindakan
keperawatan yang dilakuka selama tiga hari, adapun evaluasi yang didapatkan yaitu:
• Diare, Diare buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah
padat), kandungan air tinja lebih banyak dari pada biasanya lebih dari 200 gram atau 200 ml/24 jam
(Nurarif & Kusuma, 2015). Diare adalah gangguan fungsi penyerapan dan sekresi dari saluran
pencernaan, dipengaruhi oleh fungsi kolon dan dapat diidentifikasikan dari perubahan jumlah,
konsistensi, frekuensi, dan warna dari tinja (Ridha, 2014). Diare adalah gangguan buang air
besar/BAB ditandai dengan BAB lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja cair, dapat disertai
dengan darah dan atau lender (Kementerian Kesehatan RI, 2013)
• Kekurangan volume cairan dengan salah satu intervensi berupa pemberian cairan iv setelah tiga hari
didapatkan hasil bahwa suhu tubuh An. A menuru, turgor kulit elastis, mukosa bibir lembab, tidak
ada keringat yang keluar berlebihan.
• Adapun analisa penelitian lain yang telah dilakukan oleh rini (2013) dimana setelah diberikan
elemen cairan intravena, hasil penelitian tersebut menunjukkan derajat yang signifikan (p) = 0,000
menyebutkan bahwa pada kelompok kontrol dengan diberikan cairan iv dapat membantu proses
menurunkan frekuensi diare serta menghilangkan tanda gejala dari resiko kekurangan volume cairan
• Defisit Nutrisi, Gizi berasal dari bahasa Arab giziawi yang berarti nutrisi. Nutrisi adalah subtansi
organik dan non organik yang ditemukan dalam makanan dan dibutuhkan oleh tubuh agar dapat
berfungsi dengan baik. Tubuh manusia terbentuk dari zat-zat yang berasal dari makanan. Karena itu
manusia memerlukan asupan makanan untuk memperoleh zat-zat yang di kenal dengan nutrisi.
• Nutrisi berfungsi sebagai pembentuk jaringan dan memelihara jaringan tubuh, mengatur proses-
proses dalam tubuh, sebagai sumber tenaga, serta untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit
(Mubarak & Chayatin, 2009). Nutrient mencakupi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral,
dan air (Saryono, 2011). Defisit nutrisi pada diare adalah asupan nutrisi yang tidak cukup untuk
memenuhi kebutuhan metabolisme (PPNI, 2017).
• Defisit pengetahuan setelah dilakukan asuhan keperawatan selama tiga hari cemas teratasi. Setelah
diberikan informasi pendidikan mengenai penyakit yang diderita An.M orangtua klien tidak merasa
dapat informasi sehingga dapat di lakukan penangan awal pada diare di rumah dapat dilakukan.
• Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Kurniawan dkk (2013) pada penelitiannya
menjelaskan bahwa adanya pengaruh yang signifikan asntara tigkat kecemasan sebelum dan
sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan hasil p value = 0.000 < (0,05). Hal ini menjelaskan
adanya keterkaitan dilakukannya pendidikan kesehatan terhadap tidak fahaman klien tentang
penyakit pada masalah kurang nya informasi penanganan klien
Kesimpulan
• Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan kepada An.M berupa Asuhan
Keperawatan Anak Pada Pasien Diare Mengurangi Frekuensi Diare Tahun 2023.
Maka kesimpulan dan saran adalah sebagai berikut:
Pengkajian
• Hasil pengkajian yang telah dilakukan kepada An.M didapatkan data berupa: Ibu
klien mengatakan cemas anaknya rewel karena Diare, Ibu klien mengatakan
diare >10 kali perhari, demam sejak kemarin dan tidak turun – turun. Klien
menggigil, Kulit kering, Klien rewel dan menangis, Klien sulit tidur, Klien
minum 2-3 gelas/hari
Diagnosa
• Berdasarkan pengkajian yang telah dilakukan kepada An.M dapat ditegakkan
perumusan diagnosa keperawatan berupa: Resiko defisit volume cairan
berhubungan dengan kurangnya intake cairan.
Intervensi
• Intervensi keperawatan yang digunakan pada kasus An.M dilaksanakan sesuai
dengan intervensi keperawatan yang telah dibuat, sesuai dengan diagnosa
yang telah ditegakkan dan sesuai dengananalisa data kebutuhan An.M.
Implementasi Dan Evaluasi
• Implementasi keperawatan pada kasus An.M dilaksanakan sesuai dengan
intervensi yang telah disusun, dibuat, serta analsa data yang sesuai dengan
kebutuhan klien.
Saran
• Studi kasus yang telah dilakukan peneliti oleh pada An. A diharapkan dapat menjadi
acuan bagi perawat dalam proses memberikan asuhan keperawatan secara profesional.
• Untuk lebih dapat memperhatikan perilaku kesehatan atau kebiasaan sehari-hari karena
merupakan pengaruh pentingnya dalam mengatasi diare pada anak.
• Sebagai penambah keleluasan ilmu dalam proses keperawatan pada anak dengan diare
yang dapat berkembang setiap tahunnya dan juga dapat memacu penelitian selanjutnyaa
untuk menjadi bahan perbandingan dalam melakukan penelitian.

Anda mungkin juga menyukai