Habits
of Mind
Evaluasi Pembelajaran Matematika
Anggot Kelompok
Siti Aisah Hevi Haplatul M
(212151003) (212151007)
Kharisma A Tyas Rahayu W
(212151026) (212151027)
Daftar Isi
Pengertian Habits of Kelaziman dalam Habits Karakteristik Habits of
Mind of Mind Mind
Contoh Soal
Strategi Habits of Mind Faktor Penghambat Habits of Mind
Matematis dalam Habits of Mind
Pembelajaran
Matematika
01
Pengertian
Habits of Mind
Evaluasi Pembelajaran Matematika
Pengertian
Pada dasarnya, Habits of Mind berasal dari dua
kata yakni “habits” dan “mind” dimana memiliki
arti secara bahasa “kebiasaan” dan “pikiran”
atau “berpikir”, maka habits of mind dapat
diartikan sebagai kebiasaan berpikir.
Pengertian Habits of Mind
Menurut Para Ahli
Menurut Ramlah & Maya, Menurut Costa dan Dwirahayu,
(2018) Habits of Mind atau Kallick, Habits of Kustiawati, & Bidari
kebiasan berpikir adalah mind bisa juga (2018) menyebutkan
pola kognitif atau disebut kebiasaan bahwa Habits of Mind
kebiasaan diri yang berpikir, yakni ciri merupakan
meliputi; kesadaran akan khas yang kecenderungan
pikiran sendiri, membuat dilakukan perilaku cerdas yang
rencana secara efektif, seseorang yang dimiliki seseorang
menyadari dan cerdas dalam untuk menyelesaikan
menggunakan sumber daya menjalankan suatu permasalahan yang
yang diperlukan, sensitif permasalahan dia hadapi, namun
terhadap umpan balik, dan dengan solusi yang dengan segera ia
mengevaluasi efektivitas biasanya sulit memiliki ide cara
setiap tindakan. untuk ditemukan. solusinya.
02
Kelaziman dalam
Habits of Mind
Evaluasi Pembelajaran Matematika
Kelaziman dalam Habits of Mind
Hendriana et al., (dalam Purwasih et al., 2018) mendapati enam belas kelaziman
dalam kebiasaan berfikir, saat seseorang menjawab permasalahan dengan benar.
Keenam belas kelaziman tersebut antara lain:
1. Bersiteguh atau kuat pendirian, 9. Berasumsi dan mengkomunikasikan
2. Menuruti insting, dengan jelas dan benar,
3. Menuruti orang lain karena simpati, 10. Menggunakan indera dalam
4. Berpikir fleksibel, pengolahannya,
5. Berintelektual, 11. Menciptakan sesuatu dengan inovasi,
6. Selalu cermat dan tepat, 12. Selalu semangat dengan respon,
7. Mengajukan pertanyaan dengan 13. Selalu siap menerima konsekuensi
benar, dan resiko,
8. Berkaca pada masalalu untuk 14. Selalu ceria,
perbaikan, 15. Berpikir saling berkerjasama,
16. Selalu belajar.
03
Karakteristik Habits
of Mind
Evaluasi Pembelajaran Matematika
Karakteristik Habits of Mind
Costa dan Kallick (2008) mengidentifikasi enambelas karakteristik kebiasaan berpikir
tersebut yaitu sebagai berikut:
1. Bertahan atau pantang menyerah. Ketika menghadapi masalah, individu berusaha
menganalisa masalah, kemudian mengembangkan sistem, struktur, atau strategi untuk
memecahkan masalah tersebut, dan ketika ia gagal menerapkan suatu strategi, ia segera
mencari alternatif solusi lainnya. Individu yang tidak memiliki sifat bertahan ketika
menghadapi masalah, maka ia akan mudah frustrasi, merasa tidak berdaya, dan tidak
mampu menyelesaikan masalah tadi.
2. Mengatur kata hati. Individu yang dapat mengatur kata hatinya akan berpikir reflektif
dan berhati-hati. Sebelum bertindak ia menyusun rencana kegiatan, berusaha memahami
petunjuk untuk merancang strategi, kemudian mengumpulkan informasi yang relevan,
serta mempertimbangkan beragam alternatif dan konsekuensinya.
3. Mendengarkan pendapat orang lain dengan rasa empati. Pendengar yang baik bukan
berarti ia selalu setuju dengan pendapat orang lain tetapi ia mencoba memahami
pendapat orang lain dengan rasa empati.
Karakteristik Habits of Mind
4. Berpikir luwes. Individu yang berpikir luwes dan reflektif tetap menunjukkan rasa
percaya diri, namun ia bersifat terbuka dan mampu mengubah pandangannya ketika
memperoleh informasi tambahan.
5. Berpikir metakognitif. Individu yang berpikir metakognitif akan memahami apa yang
diketahui dan yang tidak diketahuinya, memperkirakan sesuatu secara komparatif, serta
memonitor pikirannya, persepsinya, keputusannya dan perilakunya.
6. Berusaha bekerja teliti dan tepat. Individu dengan karakteristik ini akan menghargai
pekerjaan orang lain, bekerja teliti, berusaha mencapai standar yang tinggi, dan belajar
berkelanjutan, dan berusaha memperbaiki yang dikerjakannya untuk memperoleh hasil
yang lebih akurat.
7. Bertanya dan mengajukan masalah secara efektif. Individu dengan karakteristik ini
ketika bertanya disertai dengan permintaan data pendukung, penjelasan, dan atau
informasi yang relevan.
Karakteristik Habits of Mind
8. Memanfaatkan pengalaman lama untuk membentuk pengetahuan baru, Individu
dengan karakteristik ini akan melakukan analogi dan berusaha mengaitkan pengalaman
lama terhadap kasus serupa yang dihadapi.
9. Berpikir dan berkomunikasi secara jelas dan tepat. Individu dengan karakteristik ini
berkomunikasi dan mendefinisikan istilah dengan hati-hati, menggunakan bahasa yang
tepat, nama yang benar, dan menghindar generalisasi yang berlebihan.
10. Memanfaatkan indera dalam mengumpulkan dan mengolah data. Individu dengan
karakteristik ini memanfaatkan indera yang tajam, berpikir intuitif dan memperkirakan
solusi sebelum tugas diselesaikan secara analitik.
11. Mencipta, berkayal, dan berinovasi. Individu dengan karakteristik ini memandang
masalah dari sudut pandang yang berbeda, dan memiliki motivasi intrinsik.
12. Bersemangat dalam merespons. Individu dengan karakteristik ini bekerja dengan
penuh semangat, dan senang melakukannya.
Karakteristik Habits of Mind
13. Berani bertanggung jawab dan menghadapi resiko. Individu yang memiliki
karakteristik ini tidak takut gagal, dapat menerima ketidakpastian disertai dengan
resiko yang diperkirakan.
14. Humoris. Individu yang humoris memandang situasi yang dihadapi sebagai sesuatu
yang penting, dan memberikan apresiasi ke pada orang lain.
15. Berpikir saling bergantungan. Manusia sebagai mahluk sosial selalu berberhubungan
dengan manusia lainnya, saling membutuhan, saling memberi dan menerima, dan lebih
berpandangan kekitaan dari pada keakuan.
16. Belajar berkelanjutan. Sejalan dengan pandangan belajar sepanjang hayat, manusia
akan belajar berkelanjutan, mencari sesuatu yang baru dan lebih baik, berusaha
meningkatkan diri, dan memandang masalah, situasi, tekanan, konflik, dan lingkungan
sebagai peluang untuk maju.
04
Strategi HOM
Matematis dalam
Pembelajaran
Matematika
Evaluasi Pembelajaran Matematika
Strategi Habits of Mind Matematis dalam
Pembelajaran Matematika
Strategi Habits of Mind (HOM) matematis adalah sebuah strategi untuk
mengembangkan kemampuan berpikir melalui pembiasaan atau pembudayaan
berpikir. Millman dan Jacobbe (2008) mengatakan bahwa strategi tersebut terdiri
dari enam komponen, yaitu: mengeksplorasi ide-ide matematis, merefleksi kesesuian
atau kebenaran jawaban, mengidentifikasi strategi pemecahan masalah untuk
diterapkan pada skala yang lebih luas, bertanya pada diri sendiri tentang aktivitas
matematika yang telah dilakukan, memformulasi pertanyaan, dan mengkonstruksi
contoh.
Dalam pembelajaran dengan strategi HOM matematis, aktivitas mengeksplorasi ide-
ide matematis akan mendorong siswa untuk memahami masalah dengan baik. Hal ini
menunjukkan bahwa penerapan strategi HOM matematis dalam pembelajaran
matematika berpotensi untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah. Hal
itu didukung hasil penelitian Jacobbe (Millman dan Jacobbe, 2008) yang
menunjukkan bahwa penggunaan strategi dengan melibatkan enam komponen
tersebut dapat meningkatkan kinerja siswa dalam menyelesaikan masalah.
Komponen Strategi
Habits of Mind Matematis
Mengeksplorasi ide- Memformulasi Mengkonstruksi
ide matematis pertanyaan Contoh
01 02 03 04 05
Merefleksi kesesuaian Generalisasi
atau kebenaran
jawaban
05
Faktor Penghambat
Habits of Mind
Evaluasi Pembelajaran Matematika
Faktor Penghambat Habits Of Mind
Pada kenyataannya, kemapuan matematis habits of mind siswa masih tergolong rendah. Disebabkan
oleh siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan persoalan rutin terlebih lagi persoalan
yang tidak rutin (Maya, 2018).
Berdasarkan penelitian Fendrik (2015) beberapa faktor yang menjadikan peserta didik merasa
kesulitan dalam memunculkan kemampuan habits of mind, peserta didik yang berasal dari faktor
internal atau faktor dari dalam dan faktor eksternal atau faktor dari luar, yaitu:
1. Faktor internal atau faktor dari dalam
Pembawaan peserta didik yang mempunyai rasa tidak percaya diri serta mempunyai rasa malu
apabila pendapatnya didengar siswa lain, dan disparitas kemampuan yang dipunyai peserta sisik baik
pada pembelajaran matematika juga kemampuan siswanya.
2. Faktor eksternal atau faktor dari luar
Kemampuan pengajar dalam mengemas proses pembelajaran pendekatan/ strategi pembelajaran,
media dan sumber belajar yang membangkitkan minat peserta didik, pembiasaan, pemberian
motivasi, dan pemberian penghargaan turut sebagai faktor terhadap kemunculan indikator
kemampuan habits of mind.
06
Indikator Habits of
Mind
Evaluasi Pembelajaran Matematika
Indikator Habits of Mind
Menurut pendapat Marzano kebiasaan berpikir (habits of mind) dikategorikan menjadi 3
kelompok yaitu: self-regulation, critical thinking, dan creative thinking.
Self-regulation Critical thinking Creative thinking meliputi:
meliputi: meliputi: a. dapat melibatkan diri
dalam tugas meski jawaban
a. menyadari a. akurat dan mencari
dan solusinya tidak segera
pemikirannya sendiri, akurasi, nampak,
b. membuat rencana b. jelas dan mencari b. melakukan usaha
secara efektif, kejelasan, semaksimal kemampuan dan
c. menyadari dan c. bersifat terbuka, pengetahuannya,
menggunakan d. menahan diri dari c. membuat, menggunakan,
memperbaiki standar
sumber-sumber sifat impulsif,
evaluasi yang dibuatnya
informasi yang e. mampu sendiri,
diperlukan, menempatkan diri d. menghasilkan cara baru
d. sensitif terhadap ketika ada jaminan, melihat situasi yang
umpan balik, dan f. bersifat sensitif dan berbeda dari cara biasa
e. mengevaluasi tahu kemampuan yang berlaku pada
umumnya (Marzano, 2011
keefektifan tindakan. temannya.
hlm.262).
07
Contoh Soal Habits of
Mind
Evaluasi Pembelajaran Matematika
Contoh Soal Habits of Mind
Perhatikan gambar berikut!
Diketahui: Titik E, F, G, dan H adalah titik-titik tengah dari
sisi-sisi persegi ABCD, titik I, J, K, dan L adalah titik-titik
tengah dari sisi-sisi persegi EFGH, dan titik M, N, O, dan P
adalah titik-titik tengah dari sisi-sisi persegi IJKL.
a. Misalkan: luas ABCD mewakili bilangan 1, bilangan
berapakah yang mewakili luas daerah EFGH, IJKL, dan
MNOP? Mengapa?
b. Berapa bagian luas daerah IJKL dari luas daerah EFGH?
Mengapa?
c. Berapa bagian luas daerah MNOP dari luas daerah IJKL?
Mengapa?
d. Berapa bagian luas daerah MNOP dari luas daerah
EFGH? Mengapa?
e. Bilangan berapakah yang mewakili potongan E?
Mengapa?
Berikut beberapa pernyataan dalam daftar kuesioner pada Tabel berikut yang
dikembangkan dan dimodifikasi dari pernyataan-pernyataan yang terdapat pada skala
sikap Likert Fennema Sherman.
SS: Sangat Setuju;
No. Indikator Kegiatan, perasaan atau Respons S: Setuju;
TS: Tidak Setuju;
pendapat SS S TS STS STS: Sangat Tidak
Setuju
1. Bertahan/ Tahan mengerjakan
pantang berbagai soal materi
menyerah (+) Trigonometri dalam waktu
yang lama (2 x 45 menit).
2. Mengatur kata Menyelesaikan soal
hati (-) tentang Trigonometri
secara terburu-buru dan
Berikut beberapa pernyataan dalam daftar kuesioner pada Tabel berikut yang
dikembangkan dan dimodifikasi dari pernyataan-pernyataan yang terdapat pada skala
sikap Likert Fennema Sherman.
SS: Sangat Setuju;
No. Indikator Kegiatan, perasaan atau Respons S: Setuju;
TS: Tidak Setuju;
pendapat SS S TS STS STS: Sangat Tidak
Setuju
4. Berpikir luwes Sulit menggabungkan
dan reflektif (-) konsep Trigonometri dalam
menyelesaikan soal
5. Berpikir Memeriksa kembali
metakognitif kebenaran solusi
(+) Trigonometri yang
diperoleh
Berikut beberapa pernyataan dalam daftar kuesioner pada Tabel berikut yang
dikembangkan dan dimodifikasi dari pernyataan-pernyataan yang terdapat pada skala
sikap Likert Fennema Sherman.
SS: Sangat Setuju;
No. Indikator Kegiatan, perasaan atau Respons S: Setuju;
TS: Tidak Setuju;
pendapat SS S TS STS STS: Sangat Tidak
Setuju
7. Bertanya dan Bertanya dan meminta
mengajukan data pendukung,
masalah secara penjelasan, dan atau
efektif (+) informasi terhadap
kesimpulan yang dibuat.
8. Memanfaatkan Sulit mengingat dan
pengalaman mengaitkan setiap materi
Berikut beberapa pernyataan dalam daftar kuesioner pada Tabel berikut yang
dikembangkan dan dimodifikasi dari pernyataan-pernyataan yang terdapat pada skala
sikap Likert Fennema Sherman.
SS: Sangat Setuju;
No. Indikator Kegiatan, perasaan atau Respons S: Setuju;
TS: Tidak Setuju;
pendapat SS S TS STS STS: Sangat Tidak
Setuju
9. Berpikir dan Memberikan penjelasan
berkomunikasi Trigonometri kepada
secara jelas teman yang mengalami
dan tepat (+) kesulitan
10. Memanfaatkan Sulit memprediksi solusi
indera dalam dalam penyelesaian soal
mengumpulkan Trigonometri.
Berikut beberapa pernyataan dalam daftar kuesioner pada Tabel berikut yang
dikembangkan dan dimodifikasi dari pernyataan-pernyataan yang terdapat pada skala
sikap Likert Fennema Sherman.
SS: Sangat Setuju;
No. Indikator Kegiatan, perasaan atau Respons S: Setuju;
TS: Tidak Setuju;
pendapat SS S TS STS STS: Sangat Tidak
Setuju
11. Mencipta, Tertarik menyelesaikan
berkhayal, dan soal-soal Trigonometri
berinovasi (+) yang kompleks.
12. Bersemangat Mencari alasan terlambat
dalam mengumpulkan tugas
merespons (-) Trigonometri
13. Berani Tidak takut gagal dan
Berikut beberapa pernyataan dalam daftar kuesioner pada Tabel berikut yang
dikembangkan dan dimodifikasi dari pernyataan-pernyataan yang terdapat pada skala
sikap Likert Fennema Sherman.
SS: Sangat Setuju;
No. Indikator Kegiatan, perasaan atau Respons S: Setuju;
TS: Tidak Setuju;
pendapat SS S TS STS STS: Sangat Tidak
Setuju
14. Humoris (-) Memandang setiap soal
sulit dan harus dikerjakan
dengan kaku tanpa basa-
basi dan tanpa canda.
15. Saling Saling memberi dan
bergantungan menerima, dan lebih
(+) berpandangan kekitaan dari
Teknik Pengumpulan Data
Sebelum dilaksanakan pengumpulan data, instrumen soal berpikir kreatif dan angket
Habits of Mind terlebih dahulu divalidasi beberapa orang yang sudah berpengalaman
meneliti soft skill dan hard skill matematis. Analisis data kevalidan menggunakan
indeks validitas butir yang diusulkan aiken (Retnawati, 2016), dengan rumus sebagai
berikut.
V=
Keterangan:
• V = indeks kesepakatan rater mengenai validitas butir
• S = skor yang ditetapkan setiap rater dikurangi skor terendah dalam kateori yang
dipakai
• n = banyaknya rater
• c = banyaknya kategori dapat dipilih rater
Teknik Pengumpulan Data
Selanjutnya hasil dari validasi tersebut diinterpretasikan pada tabel berikut menurut
rumus indeks aiken.
No. Rentang Kategori
1 V < 0,4 Validitas rendah
2 0,4 < V < 0,8 Validitas sedang
3 V > 0,8 Validitas tinggi
Selanjutnya dilakukan pengumpulan data dimana pengumpulan data Habits of mind
menggunakan angket yang diisi oleh siswa sedangkan pengumpulan data berpikir
kreatif menggunakan soal uraian. Hasil pengisian angket dan soal tersebut tersebut
dikategorisasi menggunakan kategori tinggi, sedang dan rendah (Azwar, 2015),
disajikan pada tabel berikut.
Interval Kategori
X < μ-1,0σ Rendah
μ-1,0σ ≤ X < μ+ 1,0σ Sedang
X ≥ μ+ 1,0σ Tinggi
Teknik Pengumpulan Data
Dengan rumus tersebut sehingga didapatkan kategori secara umum untuk angket
Habits of Mind seperti yang disajikan pada tabel berikut.
Habits of Mind Kategori
X < 77 Rendah
77 ≤ X < 121 Sedang
X ≥ 121 Tinggi
Pengolahan data untuk melihat habits of mind siswa dengan cara melihat bobot
penskoran angket yang telah diisi siswa. Hasil jawaban siswa dalam menjawab skor
angket habits of mind akan di kategorisasi dalam tinggi, sedang, rendah.
Daftar Pustaka
[Link]
[Link]
view/mv10n9
[Link]
[Link]
[Link]
Terima Kasih!
Ada yang ingin ditanyakan?