0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan25 halaman

Pemodelan Matematis: Konsep dan Langkah

Pemodelan matematis merupakan proses merepresentasikan masalah nyata ke dalam bentuk matematis. Langkah-langkah pemodelan matematika meliputi memahami masalah, membangun model matematika, menyelesaikan masalah matematika, dan menginterpretasikan hasil. Kemampuan pemodelan matematis penting karena membantu memecahkan masalah nyata dan mengembangkan keterampilan matematika siswa.

Diunggah oleh

Hevi Haplatul M
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
26 tayangan25 halaman

Pemodelan Matematis: Konsep dan Langkah

Pemodelan matematis merupakan proses merepresentasikan masalah nyata ke dalam bentuk matematis. Langkah-langkah pemodelan matematika meliputi memahami masalah, membangun model matematika, menyelesaikan masalah matematika, dan menginterpretasikan hasil. Kemampuan pemodelan matematis penting karena membantu memecahkan masalah nyata dan mengembangkan keterampilan matematika siswa.

Diunggah oleh

Hevi Haplatul M
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kemampuan

Pemodelan Matematis
Dosen Pengampu : Dr. Mega Nur Prabawati, [Link]., [Link]

EPM
Anggota Kelompok 3

Siti Aisah Kharisma Adi Ratna U


212151003 212151026

Hevi Haplatul M Tyas Rahayu W


212151007 212151027
Pokok Bahasan
Klasifikasi
Urgensi Pemodelan
Pembentukan Contoh
Matematika
Model Matematika

Pengertian
Kemampua Indikator
n Langkah – langkah Pemodelan
Pemodelan Pemodelan Matematika Matematika
Matematis
01
Pengertian
Kemampuan
Pemodelan Matematis
Model sebagai kata benda Model merupakan suatu sistem
dalam kamus Bahasa konseptual internal plus
Indonesia merupakan Lesh dan representasi eksternal dari
pola dari sesuatu yang KBBI Doer sistem yang dipergunakan untuk
akan dibuat atau (2003) menginterpretasikan sistem
dihasilakan. lainnya yang lebih kompleks.

model matematika
Pandangan umum
merupakan usaha untuk
Djoko mengatakan bahwa
menggambarkan suatu Prayudi
Luknanto, pemodelan matematika adalah
fenomena ke dalam bentuk , 2006
2003 usaha menggunakan
rumus matematis sehingga
matematika untuk menggali
mudah untuk dipelajari dan
dan menelaah topik-topik di
dilakukan perhitungan.
luar matematika

Pengertian Kemampuan Pemodelan Matematis


Pemodelan Matematika pemodelan matematika (mathematical
merupakan suatu proses modeling) adalah suatu studi tentang
merepresentasikan dan Widowati konsep dan operasi matematika dalam
menjelaskan permasalahan & English, konteks dunia real dan pembentukan
pada dunia nyata ke dalam Sutimin, 2017 model-model dalam menggali dan
pernyataan matematis. 2007 : 1 memahami situasi masalah kompleks
yang sesungguhnya

Pengertian Kemampuan Pemodelan Matematis


Kemampuan pemodelan matematika adalah kemampuan yang dimiliki siswa untuk
menyajikan masalah nyata menjadi bentuk sejumlah peubah yang didefinisikan sebagai
pengganti dari masukan, keluaran, dan proses-proses internal dari proses atau alat yang
direpresentasikan, dan serangkaian persamaan dan pertidaksamaan yang menggambarkan
interaksi antar peubah tersebut, serta mengandung pemikiran bersifat uraian atau
penjelasan untuk menyelesaikan permasalahan matematika.
Kemampuan pemodelan matematis merupakan suatu kemampuan dalam menerjemahkan
masalah dari situasi dunia nyata ke masalah matematis melalui penggunaan rangkaian
simbol, operasi dan hubungan dalam matematika.

Pengertian Kemampuan Pemodelan Matematis


Maaβ (dalam Nuryadi, Santoso, &
Zulkarnaen, 2020 Indaryanti, 2018)

Kemampuan pemodelan matematika


yaitu:
Proses pemodelan matematis terdiri
1. Memahami masalah sebenarnya,
dari mengidentifikasi situasi masalah
2. Menentukan model matematika dari
dunia nyata, membuat model
model nyata,
matematis, bekerja dengan
3. Menyelesaikan soal matematika
matematika dan interpretasi
dalam model matematika,
4. Menafsirkan hasil matematika dalam
situasi nyata.

Pengertian Kemampuan Pemodelan Matematis


02
Klasifikasi Pembentukan
Model Matematika
Ada beberapa klasifikasi pembentukan model matematika.
Klasifikasi ini dengan upaya memperolehnya. Berikut
macam-macam klasifikasi model matematika:
1. Model teoritik adalah teori yang diperoleh melalui
penggunaan teori-teori yang berlaku.
2. Model mekanistik adalah model yang penggunaannya
didasari dengan mekanisme pembangkit fenomena.
3. Model empirik adalah model yang digunakan berdasarkan
pengamatan, tanpa didasarkan pada teori atau pengetahuan
yang membangkitkan fenomena tersebut.

Klasifikasi Pembentukan Model Matematika


03

Langkah - langkah
Pemodelan
Matematika
Blum dan Ferri (2009)
Langkah atau tahapan Pemodelan Matematika yaitu terdapat banyak representasi yang memberikan
bimbingan untuk kegiatan proses pemodelan matematika.

Urgensi Pemodelan Matematika


Blum dan Ferri (2009)

Proses pemodelan Matematika dinyatakan dalam diagram alur sebagai berikut :

Urgensi Pemodelan Matematika


04
Urgensi Pemodelan
Matematika
● Pentingnya kemampuan pemodelan matematika juga dapat dilihat
dari salah satu tujuan pembelajaran matematika yaitu memecahkan
masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang
model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi
yang diperoleh (Permendikbud No. 58 Tahun 2014).
● Melalui pemodelan matematis siswa dapat mengembangkan
keterampilan mereka dalam menggunakan matematika dalam
kehidupan sehari-hari, memberikan mereka keterampilan untuk
merefleksikan apa yang telah mereka pelajari (Zbiek & Conner,
2006).

Urgensi Pemodelan Matematika


Kegunaan yang dapat diperoleh dari model matematika ini antara lain:
1. Menambah kecepatan, kejelasan, dan kekuatan-kekuatan gagasan
dalam jangka waktu yang relatif singkat,
2. Deskripsi masalah menjadi pusat perhatian,
3. Mendapatkan pengertian atau kejelasan mekanisme dalam
masalah,
4. Dapat digunakan untuk memprediksi kejadian yang akan muncul
dari suatu fenomena atau perluasannya,
5. Sebagai dasar perencanaan dan control dalam pembuatan
kebijakan

Urgensi Pemodelan Matematika


05

Indikator Pemodelan
Matematika
Blum dan Leiβ
Indikator dalam pemodelan matematika dapat dibagi menjadi
tujuh menurut Blum dan Leiβ, yaitu:
1. Memahami masalah yang diberikan.
2. Menyederhanakan dan menstruktur masalah nyata dengan
memisalkan soal menjadi suatu variabel .
3. Mengubah masalah nyata ke model matematika.
4. Menggunakan prosedur matematika untuk menemukan
hasil dari masalah yang diberikan.
5. Mengembalikan hasil matematika yang diperoleh ke
masalah nyata serta menyampaikan kesimpulan dari
jawaban yang telah ditemukan.
6. Memvalidasi solusi.

Indikator Pemodelan Matematika


Langkah Pemodelan Matematika Indikator
1 Memahami masalah dan membentuk a. Membuat asumsi dari suatu masalah
model berdasarkan pada realita
2 Membangun model matematika dengan a. Membangun model matematika yang tepat.
menggunakan model nyata b. Menyederhanakan model matema- tika.

3 Menjawab pertanyaan matematika a. Menggunakan strategi pemecahan masalah


dengan menggunakan model yang tepat.
matematika yang terbentuk b. Menjawab pertanyaan matematika dengan
menggunakan model matematika yang
terbentuk.
4 Menginterpretasikan hasil matematika a. Menggeneralisasikan hasil matematika yang
yang diperoleh di dunia nyata diperoleh ke dalam konteks dunia nyata.

5 Memvalidasi solusi a. Melakukan pemeriksaan kembali terhadap


situasi yang diperoleh.

Indikator Pemodelan Matematika


06
Contoh
Jumlah penonton suatu pertandingan bola antar indonesia dan Malaysia
di stadion utama Jakarta adalah 60.000 orang. Harga sebuah tiket VIP
Rp. 30.000 dan harga tiket kelas ekonomi adalah Rp. 15.000. Hasil
penjualan tiket pertandigan ersebut adalah Rp. [Link].
berapakah banyaknya penonton VIP dan kelas ekonomi pada
pertandingan tersebut?

Contoh
Penyelesaian :
1. Memahami masalah. Dari masalah di atas dapat dilihat bahwa informasi yang diperoleh adalah banyaknya
penonton VIP dan penonton kelas ekonomi. Dengan diketahuinya informasi tersebut siswa mampu
mengasumsikan misalkan banyak penonton VIP dengan variabel x dan banyak penonton kelas ekonomi dengan
variabel y.
2. Membangun model matematika dengan menggunakan model nyata. Berdasarkan masalah diatas diketahui
jumlah penonton pertandingan bola antar Indonesia dan Malaysia adalah 60.000 orang. Jika x adalah jumlah
penonton VIP dan y adalah jumlah penonton kelas ekonomi maka model matematika yang dapat dibuat adalah
x + y = 60.000. kemudian diketahui pula bahwa harga tiket VIP Rp. 30.000 dan tiket kelas ekonomi Rp.
15.000. Hasil penjualan kedua tiket tersebut adalah Rp. [Link] sehingga model matematika yang dapat
dibuat adalah 30.000x + 15.000y = [Link]. Adapun strategi yang dapat digunakan adalah
sebagai berikut:
3. Berdasarkan langkah kedua diketahui dua persamaan yaitu x + y = 60.000 dan 30.000x + 15.000y =
[Link]. persamaan x + y = 60.000 dapat disederhakan menjadi x = 60.000 − y. Kemudian subtitusi
nilai ke persamaan 30.000x + 15.000y = [Link] sehingga diperoleh 30.000(60.000 − y) + 15.000y =
[Link]. Dari proses subtitusi diperoleh hasil [Link] + 15.000y = [Link]. sehingga
diperoleh nilai y = 37.000. selanjutnya subtitusikan nilai y = 37.000 ke persamaan pertama x + y = 60.000
menjadi x + 37.000 = 60.000 dan di peroleh nilai x = 23.000.

Contoh
4. Menginterpretasikan hasil matematika yang telah diperoleh ke dalam situasi nyata. Pada
langkah ini siswa mampu membawa hasil matematika yang diperoleh ke dalam bentuk nyata.
Hasil yang diperoleh dari masalah diatas adalah nilai y = 37.000 dan nilai x = 23.000.
Dikarenakanan variable x adalah jumlah penonnton VIP dan variable y merupakan jumlah
penonton kelas ekonomi maka jumlah penonnton VIP adalah 23.000 orang dan jumlah
penonton kelas ekonomi adalah 37.000 orang.
5. Memvalidasi solusi. Dengan kata lain siswa mampu memeriksa kebenaran model matematika
yang dibuat dan solusi yang diperoleh. Salah satu cara yaitu dengan memeriksa jawaban dengan
mensubtitusikan nilai x dan y yang diperoleh ke dalam bentuk persamaan model matematika
yang dibuat. Pada persamaan x + y = 60.000 ketika disubtitusikan nilai y = 37.000 dan nilai x =
23.000 maka di peroleh 23.000 + 37.000 = 60.000. Kemudian ketika nilai y = 37.000 dan nilai x
= 23.000 disubtitusikan pada persamaan 30.000x + 15.000y = [Link] maka
30.000(37.000) + 15.000(23.000) = [Link]. Karena hasil yang diperoleh sama pada saat
mensubtitusikan nilai x dan y pada persamaan maka solusi nilai x = 23.000 dan y = 37.000 pada
persamaan x + y = 60.000 dan persamaan 30.000x + 15.000y = [Link] sudah tepat.

Contoh
Referensi
Werner Blum, “Mathematical Modelling: Can It Be Taught And Learnt?”, Journal
of Mathematical Modelling and Applicaton, Vol. 1, ISSN: 2178-2423, h. 47, 2009.

Zulkarnaen, R. (2021). Keterkaitan Permodelan Matematis dalam Menyelesaikan


Soal Cerita. JPMI – Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif, 4 (3), 559-570.

Evri Fajar Kurniati, Deskripsi Kemampuan Pemodelan Matematika Siswa SMP


Negeri 2 Kaligondang Ditinjau dari Gaya Belajar dan Gender, (Purwokerto: FKIP
Universitas Muhammadiyah Purwokerto, 2017)

Arseven, A. (2015). Mathematical Modelling Approach in Mathematics


Education. Universal Journal of Educational Research, 3(12), 973-980
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai