HERNIA ANAK
ANATOMI KANALIS INGUINALIS
Anterior
• Aponeurosis [Link] eksternus abdominis,
• Lateral [Link] internus.
Posterior
• Base : lateral aponeurosis Transversus
Abdominis muscle and transversalis fascia.
• Medial : aponeurosis of Obliquus internus
muscle
Superior
• Roof: Obliquus
internus ,Transversus Abdominis
muscle and its aponeurosis.
Inferior
• Ligamentum inguinalis poupart and
ligamentum lacunare Gimbernat
Anatomi
Anatomi
Hernia
Hernia merupakan suatu penonjolan dari organ
dan jaringan abdomen melalui suatu defek dari
dinding abdomen.
Klasifikasi Berdasarkan Letak
Klasifikasi Berdasarkan Sifat
Reponible , Isi hernia keluar masuk
Irreponible, isi hernia tidak dapat diembalikan ke
rongga asalnya
Inkarserata, isi hernia tidak dapat dikembaikan dan
terjepit oleh cincin hernia, terdapat ganggua pasase
usus.
Strangulata, isi hernia dapat dikembalikan dan
terjepit oleh cincin hernia , terdapat gangguan
vaskularisasi , nyeri hebat
Hernia Inguinal
Hernia merupakan
suatu penonjolan
pada lipat paha
dari organ dan
jaringan abdomen
melalui suatu defek
dari dinding
abdomen
Epidemiologi
75% dari hernia abdomen adalah hernia inguinal
Hernial inguinal 27% terjadi pada laki-laki dan 3% pada perempuan
Pada usia 25-34 tahun prevalensi hernia inguinal yaitu 15% dan
usia 75 tahun sekitar 47% (Tabel )
Pada hernia inguina yang sering terjadi pada laki-laki dan wanita
yaitu hernia inguinal indirect
Klasifikasi
Etiologi
ETIOL0GY
Patent processus vaginalis
Patogenesis
Patofisiologi
Manisfestasi Klinis
Adanya benjolan diselangkangan yang bisa
mengecil atau menghilang pada waktu tidur dan
keluar pada saat mengejan , mengangkat benda
berat dan posisi berdiri.
Nyeri dapat dirasakan jika sudah terjadi
komplikasi.
Diagnosis
Anamnesis
Sejak kapan
Benjolan di lipat paha
(durasi)
Dapat
masuk/tidak
Progresivitas
benjolan
Nyeri
Gejala
Urinasi, defekasi
ekstrainguinal
Pemeriksaan Fisik
Inspeksi
• Posisi berdiri atau berbaring
• Apakah ada benjolan di daerah selangkangan
jika tidak suruh pasien mengedan, dapat
dilihat hernia inguinalis lateral muncul
sebagai penonjolan di regio inguinalis yang
berjalan dari lateral atas medial bawah
Palpasi (Examination of inguinal
canal)
• Dengan jari telunjuk atau dengan jari
kelingking (pada bayi), dorong isi hernia
dengan menekan kulit skrotum melalui
anulus eksternus sehingga dapat ditentukan
apakah hernia dapat direposisi atau tidak.
• Dapat direposisi Saat jari masuk berada
dalam anulus eksternus, pasien diminta
mengedan.
• Ujung jari menyentuh hernia = hernia
inguinalis lateralis, dan
• Sisi jari yang menyentuhnya = hernia
inguinalis medial.
• Penilaian saat palpasi:
Position, Temperature, Pain, Size,
Shape, Tensile strength,
Composition (solid, gas, liquid),
Changes with cough
Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium
strangulasi:
• Leukocytosis dengan shift to the left
• Elektrolit
• Kadar kreatinine yang tinggi akibat muntah-muntah dan menjadi
dehidrasi.
• Tes Urinalisis untuk menyingkirkan adanya masalah dari traktus
genitourinarius yang menyebabkan nyeri lipat paha.
Pemeriksaan Radiologis
• Tidak diperlukan pada pemeriksaan rutin hernia.
Ultrasonografi dapat digunakan untuk
membedakan adanya massa pada lipat paha atau
dinding abdomen dan juga membedakan penyebab
pembengkakan testis.
CT Scan dan MRI
• Belum banyak digunakan
• Mahal
• Untuk menyingkirkan Diagnosa Banding : causa
massa di Regio inguinal
Management of Inguinal Hernia
No symptom,
Non reducible
reduces easily
Elective repair If ,Risk (+)* Strangulation
<1 year, or ovary (+) Contralateral groin
>1 year No Yes
in sac exp.
Repair as soon as Sedate**,
Repair as soon as Emergency
possible within 4 manual
convenient repair
weeks reduction
Successful Non succesful
recuction reduction
*) increased anaesthetic risk, LBW, premature, increased abd. fluid,
difficult transport
**) Diazepam dose (per rectal) : Repair after 48 Emergency
hours repair
Reduksi
Manual
Perioperative Preparation
Elective Surgery Emergency Surgery
NPO
Laboratory Examination
Bowel Decompression
Chest X -Ray Fluid resuscitation
Electrolyte and Acid Base Correction
Ultrasound Antibiotic if Peritonitis is present
Laboratory Examination
Eliminate other infection
before operation Chest X-Ray
TEKNIK OPERASI
A 1.5-cm transverse
inguinal skin crease
incision is placed
above
and lateral to the
pubic tubercle.
The subcutaneous fat and the fascia of Scarpa (which is surprisingly
dense in infants) are opened, grasping them with small-toothed
Adson forceps. Using blunt scissors or cautery, the external oblique
aponeurosis and external ring are exposed. The external inguinal ring
is not opened except in older children and adolescents.
The external spermatic fascia and cremaster are separated
along the length of the cord by blunt dissection.
The hernial sac is seen and gently separated from the vas
and vessels. A haemostat is placed on
the fundus of the sac.
• The sac is divided between the clamps and twisted so as to reduce
its content into the abdominal cavity transfixed with a 4/0
stitch at the level of internal ring
• In the case of hydrocele, the distal part of the sac is widely
slit allowing adequate drainage of fluid.
• Subcutaneous tissues are approximated using two or
three 4/0 absorbable interrupted stitches and the skin is
closed with a 5/0 absorbable continuous subcuticular suture.
• At the end of the operation, the testis, always tractioned
upwards during operative manoeuvres,must be routinely
pulled back into the scrotum to avoid iatrogenic ascent.
Terapi konservatif
Menggunakan Truss belt,
sabuk yang dipakai dengan
tujuan mempertahankan
reduksi dan mencegah
pembesaran hernia
Komplikasi
Komplikasi hernia yang telah
repair
• Rekurensi
• Nyeri lipat paha kronis
• Neuropati
• Dysejakulasi
• Hydrocele
• Bladder injury
• Hematoma
• Prostetik : kontraksi, erosi, infeksi
• Perforasi
Prognosis
Prognosis dilihat dari komplikasi, durasi operasi, berapa lama
rawat inap di rumah sakit.
Mesh repair merupakan kekambuhan paling sering.
Lichenstein technique kekambuhannya hanya 0.2%, tidak ada
kekambuhan pada tahun pertama
Laparoscopic primary inguinal hernia repair, rekurensi yang
minimal dan waktu pemulihan yang cepat, mencegah kesakitan,
dan cepat kembali pada aktivitas sehari-hari.
LAPORAN OPERASI
BAYI NYONYA SAMBIRAN YULITA HERMINA/L/00780901/0th
-Penderita tidur terlentang diatas meja operasi dengan General Anastesi
-A dan Antisepsis lapangan operasi
-Dilakukan Insisi transversal di regio inguinal kiri di skin crest +/-3cm
-Insisi diperdalam sampai apponeurosis MOE
-Apponeurosis MOE dibuka secara tajam, identifikasi kantong hernia pada
antero medial funikulus spermatikus
-Kantung dibuka tampak colon sigmoid, kesan viable (+)
-Dilakukan pemisahan kantong proximal dan distal
-Kantung proksimal diligasi setinggi lemak preperitoneum
-Kontrol perdarahan
-Luka operasi ditutup lapis demi lapis
-Operasi Selesai
Terima Kasih