DEMAM TIFOID
Presented by:
Rosyidah Qurrota A’yun
Definisi Demam Tifoid
• Merupakan salah satu penyakit endemik kesehatan masyarakat
di Indonesia, mudah menular dan dapat menyerang banyak
orang hingga menjadi wabah.
• Demam tifoid berkaitan dengan kualitas higien pribadi dan
sanitasi lingkungan yang kurang baik
• Utamanya karena Kontaminasi makanan oleh Bakteri
Salmonella Thypi dan Parathypi
Demam Tifoid Pada Anak
Terjadi pada anak usia >5 tahun
Gejala umum seperti infeksi sistemik saluran cerna
Gejala khas Demam Suhu tubuh anak semakin meningkat
setiap hari (step ledder) terutama pada sore hingga malam hari.
Misal hari ini 38’C, besoknya 38,5’C, ke esokkan hari lagi
39’C. Demam sulit turun meskipun diberikan obat penurun
panas
Perlu diberikan pemeriksaan penunjang laboratorium Kultur
darah yang terdapat Samonella thypi atau pemeriksaan antibodi
terhadap Salmonella Thypi
Patogenesis-
Patofisiologi
Widodo J. Demam tifoid dalam buku ajar penyakit dalam jilid
1. Edisi ke-VI. Interna publishing: Jakarta. 2017. H. 549-51.
Gejala
Pada minggu pertama Gejala Pada minggu kedua gejala
serupa dg infeksi penyakit umumnya: semakin jelas:
Demam (meningkat perlahan-lahan
Demam bradikardia relatif
utama pada sore-malam hari
Nyeri kepala Lidah berselaput (kotor
Pusing ditengah, tepi dan ujung
Nyeri otot merah serta tremor)
Anoreksia Hepatomegali
Mual muntah Splenomegali
Obstipasi atau diare Meteroismus
Perasaan tidak enak diperut
Gangguan kesadaran
Batuk
(somnolen, stupor, delirium,
epistaksis
koma) atau psikosis
Faktor Risiko
1. Higien personal kurang baik Terutama cuci tangan
2. Higien makanan dan minuman yang kurang baik Makanan
yang di cuci dg air yg terkontaminasi, sayuran yg dipupuk dg
tinja manusia/hewan, makanan dan minuman yg tercemar
debu/sampah/di hinggapi lalat
3. Sanitasi lingkungan yang kurang baik
4. Adanya outbreak demam tifoid di lingkungan tempat tinggal
5. Adanya karier tifoid disekitar pasien
6. Kondisi immunodefisiensi
Anamnesis
Identitas Keluhan yang dirasa saat ini (demam,
pusing, mual muntah, diare)
Onset terjadinya?
Nama Durasi waktu?
TTL Timing, saat istirahat/bekerja?
Umur BAB berdarah?
Jenis kelamin
Tempat tinggal?
Status Perkawinan
Status Pekerjaan Tempat pembuangan sampah?
Sanitasi lingkungan?
Sanitasi air?
Lebih sering makan di rumah atau di
Keluhan Utama
warung?
Terakhir sebe;u, sakit makan apa? Makan
dimana?
Anamnesis
Riwayat Penyakit Penyakit serupa Hepatomegali
Terdahulu (RPD) Gastritis, Ulkus Hepatitis
peptik Splenomegali
Riwayat Penyakit Hipertensi hiperuresemia
Sekarang DM Jantung, dll
Dislipidemia
Riwayat Penyakit Sakit serupa Kolesterol
Keluarga Penyakit Tumor
abdomen Hepatitis
Hipertensi Hepatomegali
Jantung Splenomegali
DM
Riwayat Kebiasaan Tidak mencuci tangan, tidak
mandi, merokok, alkohol
Interpretasi Hasil Anamnesis yang
Diharapkan
Demam turun naik terutama pada sore dan malam hari dengan
pola intermitten dan kenaikan suhu step-ladder. Demam terjadi
kontinue hingga minggu kedua
Sakit kepala-pusing pada area frontal
Gangguan gastrointestinal berupa konstipasi dan meteorismus
atau diare, mual muntah, nyeri abdomen dan BAB berdarah
Gejala penyerta lain seperti nyeri otot dan pegal-pegal, batuk
anoreksia, dan penurunan kesadaran
Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan Kegawat- Survey Primer Sirkulasi, Airway,
Daruratan Breathing
Kesadaran (komposmentis, somnolen,
Pemeriksaan TTV stupor/koma)
Hemodinamik (tekanan darah, nadi,
respirasi, saturasi oksigen)
Skala nyeri (VAS)
Pemeriksaan kepala, mata, Leher,
Pemeriksaan Fisik Umum
Kulit
Pemeriksaan mulut
Pemeriksaan paru
Pemeriksaan abdomen
Pemeriksaan hepar dan limpa
Interpretasi Hasil Pemeriksaan Fisik
yang Diharapkan
Keadaan umum biasanya tampak sakit sedang atau berat
Kesadaran Bisa kompos mentis atau penurunan kesadaran mulai
dari ringan (apatis, somnolen) hingga berat (delirium atau koma)
Demam Suhu >37’C
Bradikardia relatif Penurunan frekuensi nadi 8 denyut/menit
setiap kenaikan 1’C
Terdapat ikterus
Pemeriksaan mulut Thypoid tongue, tremor lidah dan halitosis
Pemeriksaan abdomen Nyeri (utama regio epigastrik),
hepatomegali
Delirium pada kasus berat
Interpretasi Hasil Pemeriksaan Fisik
yang Diharapkan
Pemeriksaan fisik pada keadaan lanjut
Penurunan kesadaran ringan berupa apatis dg kesadaran seperti
berkabut
Apabila gejala berat, pasien dapat menjadi somnolen dan koma
atau dengan gejala-gejala psikosis (organic brain syndrome)
Gejala delirium pada penderita dengan toksik
Nyeri perut dengan tanda-tanda akut abdomen
Pemeriksaan Penunjang
• Darah perifer lengkap dg hitung jenis leukosis
Leukopenia/leukositosis/jumlah leukosit normal/limfositosis
relatif, monositosis, trombositopenia, dan anemia
• Serologi IgM antigen 09 Salmonella Thypi (Tubex-TF),
Enzim immunoassay test (Thyphidot)
• Tes widal tidak direkomendasikan setelah demam berlangsung
7 hari
• Kultur salmonella thypi (gold standar) Kultur darah/kultur
feses
• Pemeriksaan penunjang lain sesuai indikasi klinis yang
muncul SGOT/SGPT, kadar lipase dan amilase
Penegakkan Diagnosis
• Suspek Demam Tifoid Dx Suspek hanya dibuat pada
fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama
• Anamnesis, pemeriksaan fisik yang didapatkan gejala demam,
gangguan saluran cerna dan gangguan kesadaran serta gejala
demam tifoid lainnya
• Untuk memastikan suspek demam tifoid gambaran
laboratorium yang menunjukkan adanya Salmonella Thypi
Diagnosis Banding
• Demam berdarah dangue
• Malaria
• Leptospirosis
• Infeksi saluran kemih
• Hepatitis A
• Sepsis
• Tuberkulosis milier
• Endokarditis ifeksi
• Demam rematik akut
• Abses dalam
• Demam terkait HIV
Diagnosis Banding
Demam Dengue Fever Malaria Bakterial Giardiasis
Tifoid gastroenteritis
Etiologi Salmonella Virus Dengue Plasmodium Staphylococc parasite Gi
Typhi dan falsiparum us, ardia
Salmonella Escherichia lamblia.
Paratyphi coli,, Vibrio
cholerae,
dysentery
(shigellosis)
Tipe demam remiten bifasik intermiten Continue, -
remitan,
intermiten
Gejala Nyeri perut, Mual dan Menggigil, Disentri, Diare,
mual dan muntah, mual dan mual dan cramp
muntah, muntah, sakit muntah, perut,
anoreksia, kepala, diare, nyeri penurunan
diare disfagia, perut BB
anoreksia
Tatalaksana Farmakologi
• First line original: krolamfenikol, ampisilin dan
trimethropimsulfametoksazol banyak dilaporkan MDR
• Pilihan pengganti: fluroquinolon, Cephalosporins, dan
azithromysin
• Terapi simtomatik antipiuretik
• Kortikosteroid bila ada syok atau ensefalopati tifoid
• Antibiotik spektrum luas pada dewasa bisa floroquinolon. Pada
anak diberigan sefalosporin generasi 3 cefxime atau ceftriaxon
Farmakologi – Antibiotik
Fluroquinolones Cephalosporins Azithromycin
• Antibiotik • Antibiotik ß-lactam • Diketahui laju
spectrum luas mengikat protein relapse terapi
menghambat pada bakteri dan
azithromycin
sintesis DNA menghambat
adalah 0%
sintesis bakteri
• Obat:
sehingga sel lisis
ciprofloxacin
dan mati.
dan Ofloxacin,
• Obat: cefixime,
levofloxacin
ceftriaxone
Veeraraghavan B, Pragasam AK, Bakthavatchalam YD, Ralph R. Typhoid fever: issues in laboratory detection, treatment options & concerns in
management in developing countries. Future Sci OA. 2018;4(6):FSO312. Published 2018 Jun 26. doi:10.4155/fsoa-2018-0003. available from:
[Link]
Tatalaksana Non-farmakologi
• Tirah baring
• Pemberian cairan dan nutrisi yang adekuat
• Edukasi jaga higienitas rajin cuci tangan, makan makanan
yang bersih dan sehat, jangan jajan sembarangan
Komplikasi
Referensi
• Widodo J. Demam tifoid dalam buku ajar penyakit dalam jilid
1. Edisi ke-VI. Interna publishing: Jakarta. 2017. H. 549-51.
• IDI. Panduan praktik klinis bagi dokter di fasilitas pelayanan
kesehatan tingkat primer. 2017.