RENCANA PENATAAN LINGKUNGAN
PERMUKIMAN
RPLP
KOTA KEDIRI
PENGERTIAN R PLP
RPLP adalah dokumen perencanaan yang
disusun dengan mewujudkan
keterpaduan/keselarasan perencanaan
tingkat kelurahan/desa dan disusun secara
partisipatif.
SYARAT SYARAT R PLP
RPLP harus disusun secara partisipatif dan
kolaborasi serta disepakati pemerintah
kelurahan/desa/kecamatan dan warga
masyarakat.
Komitmen Pemerintah
kelurahan/desa/kecamatan dan kemauan
masyarakat untuk menata lingkungan
permukiman secara lebih baik dan terencana
TUJUAN R PLP
Merumuskan perencanaan peningkatan kualitas
permukiman kumuh(pemugaran, peremajaan dan
permukiman kembali) dan pencegahan kawasan kumuh
baru
Merumuskan skenario (road map) program dan
kegiatan pencegahan dan peningkatan kualitas
permukiman kumuh, untuk mewujudkan lingkungan
permukiman yang teratur dan layak huni sesuai visi &
misi
KELUARAN R PLP
Tersusunnya rencana pencegahan dan peningkatan
kualitas permukiman(pemugaran, peremajaan dan
permukiman kembali/relokasi)
Tersusunnya skenario (road map) pencegahan dan
peningkatan kualitas permukiman tingkat Kelurahan/Desa
Tersusunnya matrik indikasi kegiatan secara menyeluruh
Review R P L P
Kebutuhan Data Review RPLP
RPLP Baseline
Review RPLP
OUTLINE REVIEW R P L P
BAB 4
BAB 1 BAB 3 Konsep dan
Strategi,
BAB 2 Profil
Penetapan
Permukiman
Kaw. Prioritas
BAB 6
BAB 7 Konsep BAB 5
Penutup Desain Rencana
Kawasan Aksi
PROFIL PERMUKIMAN
Gambaran Umum dan KONDISI BANGUNAN
JALAN LINGKUNGAN
Profil Permukiman GEDUNG
• Jumlah Bangunan: 215 • Panjang Jalan: 1.325 m
unit • Jalan diperkeras dan
• Jumlah RTLH: 12 unit baik: 650 m
• Jumlah Bangunan teratur: • Jalan sesuai dg
172 unit persyaratan teknis: 662
• Kepadatan bangunan : 60 m (50%)
unit/ha
• Bangunan tidak teratur: AIR MINUM
43unit (20%)
• Sumber air minum:
PERSAMPAHAN sumur dangkal dan
sumur bor
• Sarana dan prasarana • Jumlah masyarakat
berupa bak sampah yang terlayani air
• Sebagian wrarga
minum: 10%
membuang sampah di • Jumlah masyarakat
AIR LIMBAH DRAINASE pekarangan dan yang terpenuhi
membakar sampah kebutuhan air minum
• Kawasan rawan genangan • Cakupan pelayanan
• Kepemilikan seluas 3,71 ha sebanyak 10%
sampah ke TPS/TPA: 25%
jamban pribadi: • Panjang drainase: 350 m
152 KK (76%) • Panjang saluran drainase
• septik tank: 148 dalam kondisi baik: 250 m
KK (74%)
DATA UNTUK REVIEW RPLP
1) KETIDAKTERATURAN BANGUNAN
1. ASPEK KONDISI 2) KEPADATAN BANGUNAN
BANGUNAN 3) KETIDAK SESUAIAN DENGAN PERSY TEKNIS
GEDUNG BANGUNAN
2. ASPEK KONDISI 4) CAKUPAN PELAYANAN JALAN LINGKUNGAN
JALAN LINGKUNGAN 5) KUALITAS PERMUKAAN JALAN LINGKUNGAN
3. ASPEK KONDISI
PENYEDIAAN AIR 6) KETERSEDIAAN AKSES AMAN AIR MINUM
MINUM 7) TIDAK TERPENUHINYA KEBUTUHAN AIR MINUM
4. ASPEK KONDISI
8) KETIDAKMAMPUAN MENGALIRKAN LIMPASAN AIR
DRAINASE 9) KETIDAK TERSEDIAAN DRAINASE
LINGKUNGAN 10) KUALITAS KONSTRUKSI DRAINASE
KETERANGAN:
2) BANGUNAN HUNIAN MEMILIKI LUAS LANTAI ≥ 7,2 M2/ORANG;
DATA UNTUK REVIEW RPLP
11) SISTEM PENGELOLAAN AIR LIMBAH TIDAK SESUAI
5. ASPEK KONDISI STANDAR TEKNIS
PENGELOLAAN AIR 12) PRASARANA DAN SARANA AIR LIMBAH TIDAK SESUAI
LIMBAH DENGAN PERSYARATAN TEKNIS
13) PRASARANA DAN SARANA PERSAMPAHAN TIDAK
6. ASPEK SESUAI DENGAN PERSYARATAN TEKNIS;
PERSAMPAHAN 14) TIDAKTERPELIHARANYA SARANA PRASARANA
PENGELOLAAN PERSAMPAHAN
7. ASPEK PROTEKSI 15) KETERSEDIANYA PRA SARANA PROTEKSI KEBAKARAN
KEBAKARAN 16) KETERSEDIANYA SARANA PROTEKSI KEBAKARAN
Tipologi Perumahan Kumuh dan Permukiman Kumuh
1 Permukiman Kumuh Atas Air - Banjarmasin Permukiman Kumuh Tepi Air - Jakarta
2
3 Permukiman Kumuh Perbukitan- Jayapura
4 Permukiman Kumuh Rawan Bencana - Jogjakarta 5 Permukiman Kumuh Dataran Rendah - Jakarta
Konsep dan Strategi
PENCEGAHAN
KONSEP POLA PENANGANAN
1
Pengawasan dan Pengendalian
Kesesuaian terhadap perizinan, standar teknis dan pemeriksaan sesuai dengan
POLA peraturan perundang-undangan
PENANGANAN Pemberdayaan Masyarakat
KUMUH Pelaksanaan melalui pendampingan dan pelayanan informasi
PENINGKATAN
KUALITAS
Pemugaran
Perbaikan, pembangunan kembali menjadi permukiman layak huni
Peremajaan
Mewujudkan permukiman yang lebih baik guna melindungi keselamatan dan keamanan
masyarakat sekitar dengan terlebih dahulu menyediakan tempat tinggal bagi masyarakat
Pemukiman kembali
Pemindahan masyarakat dari lokasi yang tidak mungkin dibangun kembali/ tidak sesuai
dengan rencana tata ruang dan/ atau rawan bencana serta menimbulkan bahaya bagi
barang ataupun manusia (contoh: penyediaan Rusunawa)
14
Rencana Aksi
Berisi
tentang
estimasi
biaya,
volume dan
tahun
pelaksanaa
n di setiap
kawasan
Desain Teknis Kawasan
TERIMA KASIH