GERAKAN, KERJASAMA
DAN INSTRUMEN
INTERNASIONAL
PENCEGAHAN KORUPSI
DISUSUN OLEH:
SITI AISYAH DIAN RAHAYU
JUNI ZAHARA RAISA HANIM
GERAKAN KERJASAMA INSTRUMEN
INTERNASIONAL PENCEGAHAN KORUPSI
• Menurut Jeremy Pope, agar strategi pemberantasan korupsi berhasil,
penting sekali melibatkan masyarakat sipil. Upaya apapun yang
dilakukan untuk mengembangkan strategi anti korupsi tanpa
melibatkan masyarakat sipil akan sia-sia karena umumnya negara
yang peran masyarakat sipilnya rendah, tingkat korupsinya akan
tinggi.
Ada berbagai macam gerakan atau kerjasama internasional untuk
memberantas korupsi. Gerakan dan kerjasama ini dilakukan baik secara
internasional melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, kerjasama antar negara,
juga kerjasama oleh masyarakat sipil atau Lembaga Swadaya Internasional
(International NGOs). Sebagai lembaga pendidikan, universitas merupakan
bagian dari masyarakat sipil yang memiliki peran stategis dalam
mengupayakan pemberantasan korupsi.
Beberapa gerakan serta instrumen internasional dan multilateral untuk
pencegahan dan pemberantasan korupsi diantaranya :
1. Europeanunion ( Masyarakat uni Eropa)
Di negara-negara Uni Eropa, gerakan pemberantasan korupsi secara internasional
dimulai pada sekitar tahun 1996. Tahun 1997, the Council of Europe Program agains
Corruption menerima kesepakatan politik untuk memberantas korupsi dengan
menjadikan isu ini sebagai agenda prioritas.
Pemberantasan ini dilakukan dengan pendekatan serta pengertian bahwa: karena
korupsi mempunyai banyak wajah dan merupakan masalah yang kompleks dan rumi
maka pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan pendekatan multidisiplin;
monitoring yang efektif, dilakukan dengan kesungguhan dan komprehensif serta
diperlukan adanya fleksibilitas dalam penerapan hukum.
2. OECD (Organization for Economic Co – Operation and Development)
Setelah ditemuinya kegagalan dalam kesepakatan pada konvensi Perserikatan
BangsaBangsa (PBB) pada sekitar tahun 1970-an, OECD, didukung oleh PBB
mengambil langkah baru untuk memerangi korupsi di tingkat internasional.
Sebuah badan pekerja atau working group on Bribery in International Business
Transaction didirikan pada tahun 1989.
3. Perserikatan Bangsa – Bangsa (united nations)
Setiap 5 (lima) tahun, secara regular Perserikatan Bangsa-Bangsa (United
Nations) menyelenggarakan Kongres tentang Pencegahan Kejahatan dan
Perlakuan terhadap Penjahat atau sering disebut United Nation Congress on
Prevention on Crime and Treatment of Offenders. Pada kesempatan pertama,
Kongres ini diadakan di Geneva pada tahun 1955. Sampai saat ini kongres PBB
ini telah terselenggara 12 kali. Kongres yang ke-12 diadakan di Salvador pada
bulan April 2010. Dalam Kongres PBB ke-10 yang diadakan di Vienna (Austria)
pada tahun 2000, isu mengenai Korupsi menjadi topik pembahasan yang utama.
Pemberantasan korupsi harus dilakukan dengan pendekatan multi disiplin
(multidisciplinary approach) dengan memberikan penekanan pada aspek
dan dampak buruk dari korupsi dalam berbagai level atau tingkat.
Pemberantasan juga dilakukan dengan mengeluarkan kebijakan pencegahan
korupsi baik tingkat nasional maupun internasional, mengembangkan cara
atau praktek pencegahan serta memberikan contoh pencegahan korupsi
yang efektif di berbagai negara. Beragam rekomendasi baik untuk
pemerintah, aparat penegak hukum, parlemen (DPR), sektor privat dan
masyarakat sipil (civil-society) juga dikembangkan.
4. world Bank (Bank Dunia)
World Bank Institute mengembangkan Anti-Corruption Core Program yang
bertujuan untuk menanamkan awareness mengenai korupsi dan pelibatan
masyarakat sipil untuk pemberantasan korupsi, termasuk menyediakan sarana
pbagi negaranegara berkembang untuk mengembangkan rencana aksi nasional
untuk memberantas korupsi.
Pendidikan Anti Korupsi adalah salah satu strategi atau pendekatan bottom-
upyang dikembangkan oleh World Bank untuk meningkatkan kesadaran
masyarakat akan bahaya korupsi.
Program yang dikembangkan oleh Bank Dunia didasarkan pada premis bahwa
untuk memberantas korupsi secara efektif, perlu dibangun tanggung jawab
bersama berbagai lembaga dalam masyarakat. Lembaga-lembaga yang harus
dilibatkan diantaranya pemerintah, parlemen, lembaga hukum, lembaga
pelayanan umum, watchdog institution seperti public-auditor dan lembaga atau
komisi pemberantasan korupsi, masyarakat sipil, media dan lembaga
internasional.
INSTRUMEN INTERNASIONAL PENCEGAHAN
KORUPSI
• pencegahan dan pemberantasan korupsi adalah United Nations
Convention against Corruption yang telah ditandatangani oleh
lebih dari 140 negara. Penandatanganan pertama kali dilakukan
di konvensi internasional yang diselenggarakan di Mérida,
Yucatán, Mexico, pada tanggal 31 Oktober 2003.
Beberapa hal penting yang diatur dalam konvensi tersebut adalah :
1. pembentukan badan anti-korupsi;
2. peningkatan transparansi dalam pembiayaan kampanye untuk pemilu dan
partai politik;
3. Kerjasama internasional