Pertemuan ke 3.
Model dan Faktor Pendukung
Beretika Dalam Bisnis
[Link] Manajemen
[Link] Manajemen
[Link] Manajemen
[Link], Filosofi, Budata dan Hukum
[Link]
[Link] dan Performasi
7. Karater individu
[Link] Organisasi
Referensi
Dr Chang William 2016. Etika dan Etiket Bisnis
Dr Budiono ,Gatut [Link] Bisnis
[Link] MANAJEMEN
Immoral manajemen merupakan tingkatan terendah dari model manajemen dalam
menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis. Manajer yang memilki manajemen tipe ini pada
umumnya sama sekali tidak mengidahkan apa yang dimaksud dengan moralitas , baik
dalam internal organisasinya maupun bagaimana dan menjalankan aktivitas bisnisnya.
Para pelaku bisnis yang tergolong pada tipe ini, biasanya memanfaatk kelemahan-
kelemahan dan kelengahan-kelengahan dalam komunitas untuk kepentingan
dannkeuntungan diri sendiri , baik secara individu atau kelompok [Link]
manajemen ini selalu menghindari diri dari yang disebut [Link] hukum dianggap
sebagai batu sandungan dalam menjalankan bisnisnya.
[Link] Manajemen
Tindakan kedua dalam aplikasi etika dan moralitas dalam manajemen adalah ammoral
manajemen .Berebeda dengan immoral manajemen , manajer dengan tipe manajemen
seperti ini sebenarnya bukan tidak tahu sama sekali etika atau moralitas. Ada dua jenis lain
manajemen tipe amoral ini , yaitu Pertama manajer yang tidak sengaja berbuat amoiral
( Unintetentional amoral manager).Tipe ini adalah para manajer yang dianggap kurang
peka , bahwa dalam segala keputusan bisnis yang diperbuatnya sebenarnya langsung atau
tidak langsung akan memberikan efek pada phak lain.
Oleh karena , mereka akan menjalankan bisnisnya tanpa memikirkan apakah aktivitas
bisnisnya sudah memilki etika atau belum. Manajer tipe ini mungkinnsaja punya niat baik,
namunnmereka tidak bisa melihat bahwa keputusan dan aktivitas bisnis mereka apakah
merugikan pihak lain atau tidak. Tipikal manajer seperti ini biasanya lebih berorentasi
hanyabpada hukum yang berlaku, dan menjadikannhukum nsebagainpedoman dalam
beraktivitas.
Kedua tipe manajer yang sengaja berbuat amoral . Manajemen dengan pola ini sebenarnya
memahami ada aturan dan etika yang harus dijalankan namun terkadang secarabsengaja
melanggar etika tersebut berdasarkan pertimbangan-pertimbangan bisnis . Mereka percaya
bahwa aktivitas bisnis berada di luar dari pertimbangan-pertimbangan etika dan moralitas.
Moral Manajemen
Tingkatan tertinggi dari penerapan nilai-nilai etika atau moralitas dalam bisnis adalah moral
manajemen. Dalam moral manajemen , nilai-nilai etika dan moralitas diletakkan pada level
standar tertinggi dari segala bentuk prilaku dan aktivitas bisnisnya. Manajer yang termasuk
dalam tipe ini hanya menerima dan mematuhi aturan-aturan yang berlaku namun juga
terbiasa meletakkan prinsip-prinsip etika dalam kepemimpinannya.
Seorang manajer yang termasuk dalam tipe ini menginginkan keuntungan dalam bisnisnya ,
tapi hanya jika bisnis yang dijalankannya secara legal dan juga tidak melanggar etika dalam
komunitas seperti keadilan , kejujuran dan semangat untuk mematuhi hukum yang
berlaku. Hukum bagi mereka dilihat sebagai minimum etika yang harus mereka patuhi,
sehingga aktivitas dan tujuan bisnisnya akan diarahkan untuk melebihi dari apa yang
disebut tuntutan hukum.
Manajer yang bermoral selalu melihat dan menggunakan prinsip-prinsip etika , seperti
keadilan , kebenaran dan aturan-aturan emas (golden rule) sebagai pedoman segala
keputusan bisnis yang diambil.
AGAMA, FILOSOFI ,BUDAYA DAN HUKUM
[Link]
Agama adalah sumber dari segala moral dan etika apapun dengan kebenaran yang
absolut. Tiada keraguan yang dan tidak boleh diragukan nilai-nilai etika yang
bersumber dari agama. Agama berkorelasi kuat dengan moral. Setiap agama
mengandung ajaran moral atau etika yang dijjadikan pegangan bagi para
penganutnya. Pada umumnya , kehidupan beragama yang baik akan menghasilkan
kehidupan moral yang baik pula . Orang-orang dalam organisasi bisnis secara luas
harus menganut niilai shidiq, tabligh, amanah dan fathanah.
[Link]
Sumber utama nilai-nilai etika yang dapat dijadikan sebagai acuan dan referensi dalam
pengeliolaan perilaku pembisnis dengan usaha bisnisnya adalah filsafat.
Selain hukum moral yang biasanya tidak tertulis dan hanya ditulis untuk penjelasan informasi
semata , etika bisnis juga mengadopsi aturan-aturan yang berlaku pada suatu daerah , negara
atau kesepakatan-kesepakatan hukum internasional.
Harapan-harapan etika ditentukan oleh hukum yang berlaku itu. Hukum mengatur serta
mendorong perbaikan masalah yang dipandang buruk atau baik dalam suatu komunitas.
Sayangnya hingga saat ini kita masih menemukan kendala-kendala penyelenggaraan hukum
etika di Indonesia.
Leadership
Satu hal yang penting dalam penerapan etika bisnis di perusahaan adalah peran seorang
pemimpin/leadership .Pemimpin menjadi pemegang kunci pelaksanaan yang senantiasa dilihat
oleh seluruh karyawan. Di berbagai kondisi , saat krisis sekalipun, seorang pemimpin
haruslah memiliki kinerja emosional dan etika yang tinggi. Pada oprakteknya , dibutuhkan
kecerdasan intelektual, emosional dan spritual dari seorang pemimpin dalam penerapan etika
bisnis.
Kepemimpinan yang baik dalam bisnis adalah kepemimpinan yang [Link] dalam
berbisnis memberikan batasan akan apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak. Pemimpin
sebagai rile model dalam penerapan etika bisnis akan mampu mendoorong karyawannya
untuk terus berkembang sekaligus memotivasi karyawan teraktualisasi.
Strategi dan Performasi
Fungsi yang penting dari sebuah manajemen adalah untuk kreatif dalam menghadapi
tingginya tingkat persaingan yang membuatbperusahaannya mencapai tujuan
perusahaan terutama dari sisi keuangan tanpa harus menodai aktivitas bisnisnya
berbagai kompromi etika.
Sebuah perusahaan yang jelek akan memiliki kesulitan besar untuk menyelaraskan target
yang ingin dicapai perusahaan dengan standar-standar etika. Karena keseluruhan
strategi perusahaan yang disebut excellence harus bisa melaksanakan seluruh
kebijakan perusahaan guna mencapai tujuan oerusahaan dengan cara yang jujur.
Karakter Individu
Perjalanan hidup suatu perusahaan tidak lain adalah karena peran banyak individu dalam
menjalankan fungsi-fungsinya dalam perusahaan tersebut. Perilaku para individu ini
tentu akan sangat mmempengaruhi pada tindakan-tindakan mereka ditempat kerjaatau
dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.
Semua kualitas individu nnantinya akan dipenagruhi oleh beberapa faktor-faktor yang
diperoleh dari luar dan kemudian menjadi prinsip yang dijalani dalam kehidupannya
dalam bentuk perilaku
.
Faktor-faktor tersebut yang pertama adalah pengaruh budaya , pengaruh budaya ini adalah
pengaruh nilai-nilai yang dianut dalam keluarganya. Seorang berasal dari keluargab
tentara , mungkin saja dalam keluarganya di didk dengan disiplin yang kuat, anak-anaknya
harus beraktivitas sesuai dengan aturan yang diterapkan orang tuanya yang kedua perilaku
ini akan dipengaruhi oleh lingkungan yang diciptakan di tempat kerjanya.
Aturan di tempat kerja akan membimbing individu untuk menjalankannperannya ditempat
kerja. Peran seseorang dalam organisasi juga akan memnentukan prilaku dalam organisasi
seseorang akan berperangai sebagai direktur perusahaan akan merasa bahwa dia adalah
pemimpin dan akan
AGAMA ,FILOSOFI, BUDAYA DAN HUKUM
AGAMA DAN FILOSOFI SUDAH DIBAHAS
[Link]
Referensi penting lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan etika bisnis adalah
pengalaman dan perkembangan budaya, baik budaya dari suatu bangsa maupun
budaya yang bersumber dari berbagai negara.
(Cracken , 1986).Budaya yang mengalami transisi akan melahirkan nilai , aturan-aturan
dan standar-standar yang diterima oleh suatu komunitas tertentu selanjutnya
diwujudkan dalam perilaku seseorang suatu kelompok atau suatu komunitas yang
lebih besar.
[Link]
Hukum merupakan aturan hidup ytang bersifat memaksa dan si pelanggar dapat diberi
tindakan hukum yang tegas dan nyata. Hukum moral dalam banyak hal lebih mewarnai
nilai-nilai etika. Hukum moral adalah tuntunan perilaku manusia yang ditaati karena
kesadaran yang bersumber pada hati nurani dan bertujuan untuk mencapai
kebahagiaan
Selain hukum moral yang biasanya tidak tertulis dan hanya ditulis untuk penjelasan
informasi semata , etika bisnis juga mengadopsi aturan-aturan yang berlaku pada suatu
daerah , negara atau kesepakatan-kesepakatan hukum internasional.
Harapan-harapan etika ditentukan oleh hukum yang berlaku itu. Hukum mengatur serta
mendoorong perbaikan masalah yang dipandang buruk atau baik dalam suatu komunitas .
Sayangnya hingga saat ini kita masih menemukan kendala-kendala penyelenggaraan
hukum etika di Indonesia.
Ajaran-ajjaran filsafat tersebut mengandung nilai-nilai kebenaran yang bersumber dan
pemikiran-pemikiran filsuf dan ahli filsafat yang terus berkembang sesuai dengan
perkembangan zaman’
[Link]
Referensi penting lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan etika bisnis adalah
pengalaman dan perkembangan budaya , baik budaya dari sustu bangsa maupun budaya
yang bersumber dari berbagai negara (Cracken 1986). Budaya yang mengalami transisi
akan melahirkan nilai aturan-aturan dan standar-standar yang diterima oleh suatu
komunitas tertentu dan selanjutnya diwujudkan dalam perilaku seseorang suatu kelompok
atau suatu komunitas yang lebih besar.
[Link]
Hukum merupakan aturan hidup yang bersifat memaksa dan si pelanggar dapat diberi
tindakan hukum yang tegas dan nyata. Hukum moral dalam banyak hal lebih banyak
wewarnai nilai-nilai etika. Hukum moral adalah tuntunan perilaku manusia yang ditaati
karena kesadaran yang bersumber pada hati nurani dan bertujuan untuk mencapai
kebahagian.
Selain hukum moral yang biasanya tidak tertulis dan hanya ditulis untuk penjelasan
informasi semata , etika bisnis juga mengadopsi aturan-aturan yang berlaku pada
suatu daerah , negara atau kesepakatan-kesepakatan hukum internasional .Harapan-
harapan etika ditentukan oleh hukum yang berlaku [Link] mengatur serta
mendorong perbaikan masalah yang dipandang buuruk atau baik dalam komunitas .
Sayangnya hingga saat ini kita masih menemukan kendala-kendala penyelenggaraan
hukum etika di Indonesia.
Leadership
Satu hal yang penting dalam penerapan etika bisnis di perusahaan adalah peran
seorang pemimpin/leadership. Pemimpin menjadi pemegang kunci pelaksanaan yang
senantiasa dilihat oleh seluruh karyawan . Di berbagai kondisi , saat krisis sekalipun ,
seorang pemimpin haruslah memiliki kinerja emosional dan etika yang tinggi.
Pada prakteknya, dibutuhkan kecerdasan intelektual, emosional dan spritual dari
seorang pemimpin dalam penerapan etika bisnis ini.
Kepemimpinan yang baik dalam bisnis adalah kepemimpinan yang beretika. Etika
dalam berbisnis memberikan batasan akan apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak.
Pemimpin sebagai role model dalam penerapan etika bisnis , akan mampu
mendorong karyawan untuk terus berkembang sekaligus memotivasi agar kapabilitas
karyawan teraktualisasi.
Strategi dan Perfomasi
Fungsi yang penting dari sebuah manajemen adalah untuk kreatif dalam menghadapi
tingginya tingkat persaingan yang membuat perusahaannya mencapai tujuan perusahaan
terutama dari sisi keuangan tanpa harus menodai aktivitas bisnisnya berbagai kompromi
etika.
Sebuah perusahaan yang jelek akan memilki kesulitan besar untuk menyelaraskan target
yang ingin dicapai perusahaannya dengan standar-standar etika. Karena keseluruhan
strategi perusahaan yang disebut excellence harus bisa melaksanakan seluruh kebijakan
perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang jujur.
Karakter Individu
Perjalanan hidup suatu perusahaan tidak lain adalah karena peran banyak individu dalam
menjalankan fungsii-fungsinya dalam perusahaan tersebut.
Perilaku para individu ini tentu akan sangat mempengaruhi pada tindakan mereka
ditempat kerja atau dalam menjalankan aktivitas bisnisnya.
Semua kualitas individu nantinya akan dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor yang
diperoleh dari luar dan kemudian menjadi prinsip yang dijalani dalam kehidupannya
dalam bentuk perilaku. Fakttor-faktor tersebut yang pertama adalah pengaruh budaya,
pengaruh budaya ini adalah pengaruh nilai-nilai yang dianut dalam keluarganya.
Seorang berasal dari keluarga tentara , mungkin saja dalam keluarganya dididik dengan
disiplin yang kuat, anak-anaknya harus beraktivitas sesuai dengan aturan yang diterapkan
orang tuanya yang kedua perilaku ini akan dipengaruhi oleh lingkungan yang diciptakan
di tempat [Link] ditempat kerja akan membimbing individu untuk menjalankan
perannya ditempat kerja.
Peran seseorang dalam organisasi juga akan menentukan perilaku dalam organisasi juga
akan menentukan perilaku dalam organisasi seseorang yang berperan sebagai direktrur
perusahaan, akan merasa bahwa dia adalah pemimpin dan akan menjadi panutan bagi
para karyawannya, sehingga dalam bersikap dia pun akan mencoba menjadi orang yang
dapat dicontoh karyawannya, misalnya dia akan selalu datang dan pulang sesuai jam kerja
yang ditentukan perusahaan.
Faktor ketiga adalah berhubungan dengan lingkungan luar tempat dia hidup berupa
kondisi politiuk dan hukum serta pengaruh-pengaruh perubahan ekonomi. Moralitas
seseorang juga ditentukan dengan aturan-aturan yang berlaku dan kondisi negara atau
wilayah tempat tinggalnya saat ini.
Kesemua faktor ini juga akan terkait dengan status individu tersebut yang akan melekat
pada diri individu tersebut yang terwujud dari tingkah lakunya.
Budaya Organisasi
Budaya organisasi adalah kumpulan nilai-nilai , norma-norma , ritual dan pola tingkah
laku yang menjadi karateristik suatu organisasi. Setiap budaya perusahaan akan memilki
dimensi etika yang didorong tidak hanya oleh kebijakan-kebijakan formal perusahaan,
tapi juga karena kebiasaan-kebiasaan sehari-hari yang berkembang dalam organisasi
perusahaan gtersebut, sehingga kemudian dipercaya sebagai suatu perilaku yang biisa
ditandai mana perilaku yang opantas dan mana yang tidak pantas. Budaya-budaya
perusahaan inilah yang membantu terbentuknya nilai dan moral ditempat kerja, juga
moral yang dipakai untuk melayani para stakeholdernya. Aturan-aturan dalam
perusahaan dapat dijadikan yang baik . Hal ini juga sangat terkait dengan visi dan misi
perusahaan.
Banyak hal-hal lain yang bisa kita jadikan contoh bentuk budaya dalam perusahaan .
Ketika masuk dalam sebuah bank, misalnya , satpam bank selalu membukakan puintu
untuk pengunjung dan selalu mengucapkan salam, seperti selamat pagi ibu……selamat
sore pak….sambil menundukan badannya, dan nilai-nilai sebagiannya. Ini juga budaya
perusahaan yang dijadikan kebiasaan sehari hari perusahaan .
TERIMA KASIH
Topik Perkuliahan