0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan39 halaman

Implementasi ERP: Keuntungan dan Tantangan

Pertemuan 5 membahas tentang penganggaran modal lanjutan yang mencakup overview ERP, vendor sistem ERP, keuntungan dan tantangan penerapan ERP, perencanaan dan keputusan implementasi ERP, tahapan implementasi dan strategi implementasi ERP, critical success dan critical failure, serta case study."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
19 tayangan39 halaman

Implementasi ERP: Keuntungan dan Tantangan

Pertemuan 5 membahas tentang penganggaran modal lanjutan yang mencakup overview ERP, vendor sistem ERP, keuntungan dan tantangan penerapan ERP, perencanaan dan keputusan implementasi ERP, tahapan implementasi dan strategi implementasi ERP, critical success dan critical failure, serta case study."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pertemuan 5:

Penganggaran Modal Lanjutan


Asa Jasmine Harimurti | Muhammad Rif’an Jailani
Prodi PPAk
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
OUTLINE
Overview ERP
Vendor Sistem ERP
Keuntungan dan Tantangan Penerapan ERP
Perencanaan dan Keputusan Implementasi ERP
Tahapan Implementasi dan Strategi Implementasi ERP
Critical Success
Critical Failure
Case Study
Overview ERP
Data tercatat dan terintegrasi dengan sistem
informasi akuntansi.

mengkoordinasi dan mengatur data,


proses bisnis dan sumber daya
Pemahaman ERP (Romney (2012:36) )
integrasi dan penggunaan data-data dari
setiap aspek yang ada

Memudahkan pekerjaan dan menjadikannya lebih


efisien dan efektif bagi pihak internal dan eksternal
perusahaan.
Gambaran ERP
yang Terintegrasi
Modul-Modul ERP
8
7
6
5
4
3 Customer, Alat-alat
2 Manajemen
Relationship sistem
1 Management
proyek
Siklus pembelian Manufaktur
Manajemen Siklus
Keuangan SDM dan penjualan
dan sistem penggajian
pelaporan Motiwalla & Thompson (2009:94-98), Enterprise
System for Management
Vendor Sistem ERP
No Vendor ERP UKURAN PERUSAHAAN FUNGSIONALITAS UTAMA

Kecil Medium Besar CRM BI Akt HR

1 SAP V V V V V

2 Oracle V V V V V

3 Microsoft V V V V V

*BI= Business Intelligent


*CRM= Customer Relationship Management
*HR= Human Resources
No Vendor ERP UKURAN PERUSAHAAN FUNGSIONALITAS UTAMA

Kecil Medium Besar CRM BI Akt


4 Sage V V V V V
5 Epicor V V V V
6 Infor V V V V
7 Lainnya (Addon, V (sebagian ada, V V
AMMO, dll) sebagian tidak

*BI= Business Intelligent


*CRM= Customer Relationship Management
*HR= Human Resources
People. Orang-orang yang terlibat

Process. dengan proses bisnis, prosedur


dan aturan
ERP
Hardware. teknologi
Komponen
Motiwalla dan Thompson
(2009:12) Software. sistem operasi dan program aplikasi
Enterprise Systems for
Management

Database. Informasi yang tersimpan informasi


Menurut Manager’s Guide to Enterprise Resources Planning (ISACA,
2001), pendorong penerapan sistem ERP adalah sebagai berikut:
1. Dari segi bisnis
a. Kepuasan pelanggan
b. Proses yang lebih efisien
c. Untuk memenuhi persyaratan BPR
d. Untuk memenuhi tantangan pasar yang kompetitif
e. Kekuranfan tenaga kerja
2. Dari segi tekonologi informasi
a. Kebutuhan integrasi sistem yang tidak terealisasikan pada legacy
system (sistem yang sekarang)
b. Modernisasi hardware dan software pada sistem
c. Kebutuhan untuk berinteraksi secara on line terutama melalui
internet
Keuntungan dan Tantangan Penerapan ERP
Romney (2012:36) dalam bukunya berjudul Accounting Information Systems 12th Edition

Benefits Costs
a. menyajikan sisi pandang data dan situasi a. Biaya
finansial terintegrasi, menyeluruh dan b. Waktu yang dibutuhkan
enterprise-wide; c. Perubahan pada proses bisnis
b. Input data hanya dilakukan sekali; d. Kompleksitas
c. Fokus untuk mengawasi dan mengatur e. Resistensi
semua area;
Tidak mudah meyakinkan karyawan mengubah
d. kontrol akses yang lebih baik; cara bekerja, melatih suatu prosedur baru
e. Prosedur dan laporan akan terstandarisasi; untuk dapat menguasai Your
suatu
Text sistem
Here baru,
dan membujuk mereka untuk berbagi
f. Pelayanan kepada konsumen menjadi
informasi yang sensitif.
meningkat[; Penolakan menyebabkan masalah pada
g. Pabrik produksi mendapatkan order real semangat kerja akuntabilitas dan
time dan otomatisasi proses produksi tanggungjawab karyawan.
Perencanaan dan Keputusan Implementasi
ERP
Keinginan untuk
Memperbaharui Teknologi

1 Keinginan untuk Meningkatkan


Proses
IMPLEMENTASI
ATAU TIDAK Keinginan untuk Meningkatkan
Produktivitas

Pertimbangan Strategis
2 Best Practice atau Customization

KELEBIHAN KEKURANGAN
Best Practice Memperoleh kesempatan untuk Banyak penolakan dari
Software ERP mengubah proses mengikuti karyawan untuk mengubah
standarisasi best practice yang ada gaya bekerja mereka

Customization Tidak menerima tekanan untuk Biaya dan waktu yang


merasakan perubahan proses bisnis dibutuhkan lebih besar
3 Inhouse atau Outsource
4 Big Bang atau Phased
KELEBIHAN KEKURANGAN
Big Bang a. Waktu peralihan ke sistem ERP baru lebih cepat Risiko Kegagalan lebih tinggi
b. Biaya lebih kecil

Phased a. Meratakan kebutuhan Sumber Daya a. Waktu peralihan ke sistem


b. Kemampuan untuk fokus pada modul tertentu ERP baru lebih lama
c. Jika sistem baru gagal, dapat kembali ke sistem b. Biaya lebih besar
lama
d. Risiko gagal lebih kecil
e. Mendapat banyak pengetahuan & pengalaman
dari tiap fase implementasi sistem ERP
5 Single Package atau best-of-bread
6 Pertimbangan Memilih Package Software ERP

Dapat dilakukan Tersedia upgrade


1 Cocok dengan Proses 5 dengan cepat
8 berkala
Bisnis Perusahaan

Tingkat Integrasi Multisite Customization Biaya


2 6 9 11
antar Komponen yang dibutuhkan

Teknologi- Client- Dukungan infrastruktur


3 Fleksibilitas dan 7 Server, database 10 lokal/internal
Skalabilitas independence,
dan keamanan
User Friendly
4
Tahapan Implementasi dan Strategi
Implementasi ERP
Tahap Implementasi ERP
5
4
3
2 Operation
1 Implementa
Acquitision & tion
Analysis Development
& Design
Scope &
Commitment
Motiwalla & Thompson (2009:94-98), Enterprise
System for Management
Critical Success Motiwalla & Thompson (2009:198-201),
Enterprise System for Management
1

Jika keputusan tidak diambil dengan langkah yang tepat dan cepat,
maka keputusan yang diambil dapat mengakibatkan bertambah lebar
Proses Pembuatan Keputusan
nya scope proyek implementasi ERP ini sehingga tidak dapat memenuhi
goal yang ditetapkan sebelumnya. Keputusan yang diambil ini harus
dikomunikasikan kepada seluruh tim implementasi dan end user yang
terkait

Jika ruang lingkup meluas (scope creep) maka biaya dan


waktu proyek implementasi akan bertambah dan kualitas
Ruang Lingkup Proyek Implementasi ERP proyek akan berkurang sehingga tidak tercapainya goal
yang dinginkan.
3

Teamwork Mengerjakan implementasi sistem ERP ini sesuai ketentuan yang


disepakati sebelumnya. Selain itu, manajer proyek harus memiliki
kemampuan untuk dapat membangun kerjasama yang solid dalam
tim implementasi ini.
4
Manajer proyek adalah mengkomunikasikan perubahan kepada tim
Manajemen Perubahan dan end user terkait dengan penerapan sistem ERP ini serta
melakukan pelatihan terhadap end user mengenai penerapan sistem
ERP dan penggunaan software ERP

5
Tim Implementasi Struktur tim implementasi, pemilihan anggota tim
implementasi dan peran serta tanggung jawab tiap
& Eksekutif anggota tim implementasi
Critical Failure
1

konsultan yang memiliki kendala dengan bahasa dan yang kurang


berpengalaman dengan sistem ERP seperti tidak memberikan service
Lemahnya Efektivitas Konsultan
yang profesional, tidak melakukan BPR (Business Process
Reengineering), tidak memberikan perencanaan yang jelas dalam
testing, dll.

2
Masalah tim proyek implementasi ERP yang bingung dengan visi dari BPR
dan bingung bagaimana melakukan BPR. Tidak ada BPR maka akan
Lemahnya Kualitas BPR menimbulkan ketidaksesuaian antara konfigurasi sistem ERP dengan
sistem ERP yang akan dimplementasikan, konfigurasi sistem ERP dapat
memakan waktu lebih lama
3

Kegagalan dalam merencanakan, memimpin, mengatur dan mengawasi


mplementasi ERP, Hal ini dapat terjadi akibat kekurangan sumber daya
manusia dalam tim tersebut dan jadwal aktivitas dalam implementasi
Lemahnya Efektivitas Manajemen
yang terlalu ketat dan tidak realistis
Proyek
THANK YOU
Case Study
Sistem Informasi Pemerintahan Daerah

Sistem Informasi yang dibangun dan dikembangkan untuk


menghasilkan layanan informasi Pemerintahan Daerah yang saling
terhubung dan terintegrasi dengan berbasis elektronik
Sistem Informasi digunakan untuk pengelolaan data dan informasi,
penyusunan, monitoring dan evaluasi dokumen rencana
pembangunan daerah secara elektronik

dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah secara nasional


RUANG LINGKUP
SIPD

SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH

Informasi Informasi Informasi


Pembangunan Keuangan Pemerintahan
Daerah Daerah Daerah Lainnya

Paling sedikit memuat : Paling sedikit memuat :


[Link] perencanaan pembangunan [Link] perencanaan anggaran daerah; Memuat :
daerah; [Link] pelaksanaan dan penatausahaan keuangan daerah; [Link] LPPD (Laporan Penyelenggaraan
[Link] dan Profil Pembangunan [Link] akuntansi dan pelaporan keuangan daerah; Pemerintahan Daerah);
Daerah; dan [Link] pertanggungjawaban pelaksanaan keuangan daerah; [Link] EPPD (Evaluasi Penyelenggaraan
[Link] perencanaan [Link] barang milik daerah; dan Pemerintahan Daerah); dan
pembangunan daerah [Link] Keuangan Daerah lainnya. [Link] Perda.
PENGELOLAAN E-DATABASE SIPD

Dilaksanakan oleh
Produsen Data dan
Dilaksanakan oleh dikoordinasikan
Walidata bersama oleh Bappeda
Dilaksanakan oleh dengan Bappeda bersama Wali Data
Produsen Data dan dan BPS dan BPS
Dilaksanakan oleh dikoordinasikan
Produsen Data dan oleh Wali Data dan
dikoordinasikan oleh Bappeda Produsen Data  Perangkat Daerah
Dilaksanakan oleh Wali Data
Produsen Data dan Wali Data  Perangkat Daerah yang
dikoordinasikan membidangi urusan statistik
oleh Bappeda
PENGELOLA SIPD

NO JABATAN TIM PEJABAT TUGAS


1 Penanggung Jawab Sekretaris Daerah Kabupaten mengambil kebijakan, keputusan dan
pembinaan dalam penerapan SIPD
2 Ketua/ Koordinator Kepala Bappeda Kabupaten administrator seluruh aplikasi yang
ada
dalam SIPD.
3 Wakil Ketua/ Walidata Kepala Perangkat Daerah yang Mengkoordinasikan pengumpulan dan
membidangi urusan statistik; validasi data
4 Sekretaris Pejabat Administrator pada mengelola fungsi kesekretariatan
Bappeda Kabupaten yang melaksanakan dalam penerapan SIPD
tugas di bidang pengelolaan data
5 Anggota Seluruh Kepala Perangkat Daerah mengkoordinasikan pengelolaan
Kabupaten seluruh aplikasi yang ada dalam SIPD
di lingkungan perangkat daerahnya.
1. Ditetapkan Dengan Keputusan Bupati
2. Ditetapkan setiap tahunnya paling lambat pada minggu pertama bulan
Desember
KEBUTUHAN DATA
1 PERTUMBUHAN EKONOMI 12 PERSENTASE PERTUMBUHAN PENDUDUK
2 LAJU INFLASI 13 PERSENTASE PERTUMBUHAN NILAI INVESTASI
3 PDB / PDRB PER KAPITA 14 PERSENTASE PERTUMBUHAN NILAI REALISASI HASIL
OBYEK WISATA
4 INDEKS GINI 15 INDEKS RESIKO BENCANA
5 INDEKS WILLIAMSON 16 PERSENTASE PENANGANAN GANGGUAN STABILITAS
DAN KETERTIBAN SOSIAL
6 TINGKAT KEMISKINAN
7 INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) 17 INDEKS KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP (IKLH)
 Usia Harapan Hidup (UHH) • Indeks Kualitas Air
 Harapan Lama Sekolah (HLS) • Indeks Kualitas Udara
 Rata-rata Lama Sekolah (RLS) • Indeks Tutupan Lahan
 Pengeluaran Perkapita
8 INDEKS PEMBANGUNAN GENDER (IPG) 18 INDEKS PEMBANGUNAN PEMUDA
9 INDEKS PEMBERDAYAAN GENDER (IDG) 19 SKOR PPH
10 TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA (TPT) 20 INDEKS DESA MEMBANGUN
11 INDEKS REFORMASI BIROKRASI 21 INDEKS INFRASTRUKTUR
• Nilai SAKIP • Persentase Aksesibilitas Pusat Kegiatan Wilayah
• Indeks Persepsi Anti Korupsi • Persentase Ketersediaan Air Baku
• Nilai PMPRB • Rasio Pemanfaatan Tata Ruang
• Indeks Kepuasan Masyarakat • Indeks Akses Transportasi
• Indeks Pelayanan Publik • Persentase RT Yang Dapat Akses Layanan Dasar
• Indeks Profesionalitas ASN
• Nilai SPBE
INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH TELAH TERINTEGRASI UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
DENGAN KEMENTERIAN/LEMBAGA BAPPENAS (KRISNA 3.0), BPS, ATR/BPN (GISTARU), SIAK (PROGRESS) DAN
DAERAH

BERDASARKAN PASAL 31
PERMENDAGRI NO 70/2019
INFORMASI PEMBANGUNAN DAERAH TELAH TERINTEGRASI DENGAN SISTEM INFORMASI JAGA KPK
UNTUK RKPD SESUAI SURAT PIMPINAN KPK NO. B/7474/PJK.02.02/30-33/09/2019
Download Jaga KPK v.5.2 di Play Store atau Applestore atau akses ke [Link]
JUMLAH DAERAH YANG SUDAH TERINTEGRASI ANTAR SISTEM PERENCANAAN
DENGAN SIPD

JUMLAH DAERAH YANG MEMILIKI AKUN SIPD PERENCANAAN DAN SDH TERINTEGRASI PERENCANAAN
DENGAN SIPD SEBANYAK 31 ( 91,18 % ) PROVINSI , 220 (53,01 %) KABUPATEN DAN 49 (52,69 %) KOTA TOTAL
300 DAERAH (STATUS TANGGAL 26 JANUARI 2020)

Anda mungkin juga menyukai