0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan24 halaman

Evaluasi Gel Hand Sanitizer Alpukat

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Penelitian ini mengevaluasi formulasi dan aktivitas antibakteri gel hand sanitizer berbahan dasar ekstrak biji alpukat terhadap bakteri E. coli. 2. Hasilnya menunjukkan formula 3 (F3) dengan kandungan alkohol 20% memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dan karakteristik fisik terbaik. 3. Penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak biji alpukat sebagai bahan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
68 tayangan24 halaman

Evaluasi Gel Hand Sanitizer Alpukat

Ringkasan dokumen tersebut adalah: 1. Penelitian ini mengevaluasi formulasi dan aktivitas antibakteri gel hand sanitizer berbahan dasar ekstrak biji alpukat terhadap bakteri E. coli. 2. Hasilnya menunjukkan formula 3 (F3) dengan kandungan alkohol 20% memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dan karakteristik fisik terbaik. 3. Penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak biji alpukat sebagai bahan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Formulasi dan Evaluasi

Sediaan Gel Hand Sanitizer


Dengan Bahan Dasar
Ekstrak Biji Alpukat
Link :
[Link]

Kelompok 4 :
- Ella Fazilla (211FF04026)
- Millata Auliyaa Eka C(211FF04028)
- Nurasyfa Syaumi R (211FF04029)
- Najmi Aulia R (211FF04030)
- Nabila Putri (211FF04031)

Matrikulasi S1 2021
ABSTRAK
Pada masa pandemi Covid-19, masyarakat dituntut untuk lebih sering mencuci atau membersihkan
tangan baik dengan menggunakan sabun ataupun sediaan pembersih tangan lainnya. Umumnya
bahan aktif yang banyak digunakan adalah triklosan . Tetapi diharapkan dengan penggunan bahan
aktif alternatif seperti biji alpukat dapat lebih efektif dan ramah lingkungan. Pada jurnal ini
melakukan penelitian berupa penelitian eksperimental yaitu menentukan formula gel hand sanitizer
yang lebih efektif . Formula ekstrak biji alpukat yang digunakan berbagai konsentrasi alkohol
diantaranya F1 0%, F2 10%, F3 20%, F4 60%. Formula ini dilanjutkan dengan uji zona hambat
terhadap bakteri E. Coli. Sediaan hand sanitizer dengan bahan dasar ekstrak biji buah alpukat
formulasi 3 (F3) dengan kandungan alkohol 96% sebanyak 20%b/v mempunyai nilai diameter zona
hambat yang paling besar terhadap bakteri E. coli dan memiliki karakteristik fisik sediaan hand
sanitizer yg lebih baik.
RUMUSAN
MASALAH

1. Apakah ekstrak biji alpukat


mempunyai aktivitas antibakteri
terhadap E. coli?
2. Konsentrasi berapa yang efektif
sebagai hand sanitizer?
Pendahuluan

(Ozolua dkk., 2009)

Fitosterol Triterpen Asam lemak Asam furanoik Dimer flavonol Proantosianidin Asam absisat

(Leite et a.l, 2009)


Rerata kadar kolesterol total
tikus Wistar

125
18,1%
mg/kg
(Riadi, 2014)

250
31,2%
mg/kg
(Suhendra dkk, 2016)
Etanol
Alkohol
(60-90%)

Isopropil
alcohol N-propanolol
(60-70%)
(70-90%)
(WHO, 2009)

Triklosan
TINJAUAN PUSTAKA

SEDIAAN LIKUIDA
Sediaan dengan wujud cair, mengandung satu atau lebih zat aktif yang
terlarut stabil dalam medium yang homogen pada saat diaplikasikan
(larutan, suspensi, emulsi)

SEDIAAN SEMISOLIDA
Sediaan semisolid adalah sediaan setengah padat yang dibuat untuk
tujuan pengobatan topikal melalui kulit
(gel, pasta, krim, salep)
TINJAUAN PUSTAKA
Gel merupakan system semipadat yang terdiri dari
suspense yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil
atau molekul organik yang besar, terpenetrasi oleh suatu
cairan (Kemenkes RI, 2014)
Gel umumnya merupakan suatu sediaan semipadat yang
jernih, tembus cahaya dan mengandung zat aktif,
merupakan dispersi koloid mempunyai kekuatan yang
disebabkan oleh jaringan yang saling berikatan pada fase
terdispersi (Ansel, 2011)
Gel juga memiliki sifat yang lunak, lembut, mudah
dioleskan, serta tidak meninggalkan lapisan berminyak
pada permukaan kulit
METODE

Alat Bahan
● Timbangan ● Oven ● biji alpukat, ● Media muller
● Erlenmeyer ● Mikropipet ● etanol 96% Hinton agar,
● Gelas piala ● Tabung reaksi ● kertas saring, ● Bakteri [Link],
● Gelas ukur ● Sentrifuge ● aquades, ● NaCl 0,9%,
● Penggaris ● Viscometer ● gliserol, ● hand sanitizer
● Cawan uap Brookfield ● propilen glikol, dipasaran
● Cawanpetri ● pH meter ● NaCMC,
● Batang ● Hot plate
pengaduk ● Jarum ose
● Spatula ● lumpang
● Gelas arloji
PEMBUATAN EKSTRAK

STEP 3
Serbuk simplisia
diekstraksi menggunakan
pelarut etanol 96%
STEP 2
dengan metode maserasi
selama 3 x 24 jam
Biji alpukat yang telah
dengan sesekali dikocok
kering dihaluskan diayak
atau diaduk. Hasil dari
menggunakan ayakan mesh
STEP 1 perendaman disaring
40 (serbuk agak kasar)
dengan menggunakan
Biji alpukat dikeringkan dengan cara kertas saring
dirajang dan diangin-anginkan
terlindung dari cahaya matahari
langsung
Formula Gel Hand Sanitizer Ekstrak Biji Alpukat
Pembuatan Formulasi Gel Hand Sanitizer Ekstrak Biji Alpukat

Basis yang digunakan : CMC


Na dan PPG
3
1
Campuran dalam wadah B digerus bersamaan
CMC-Na dikembangkan dengan CMC-Na yang telah dikembangkan
menggunakan air panas dalam dalam wadah/mortir A
mortir (wadah A)

2 4
Ekstrak biji alpukat ditambahkan dengan Sisa air ditambahkan kemudian
etanol 96%, propilenglikol, dan gliserol lalu diaduk hingga terbentuk massa gel
diaduk hingga homogen (wadah B)
EVALUASI
DAN HASIL
HASIL

RENDEMEN EKSTRAK
Sebanyak 1200 gram simplisia kering
serbuk biji buah alpukat diperoleh
50,68 gram ekstrak kental atau 4,2%b/b

EKSTRAK YANG DIPEROLEH


Ekstrak kental yang didapat berwarna
coklat gelap yang berupa pasta kental
dan bagian atas ekstrak berupa cairan
kental (seperti minyak
HASIL
Uji Organoleptis

1 2

Sediaan gel dilihat secara fisik Gel merupakan sediaan jernih


meliputi bentuk, warna, dan bau dengan konsistensi setengah padat
dari gel yang dibuat
(Ansel, 2011)
HASIL PENGAMATAN
Dari hasil pengamatan terlihat sediaan hand sanitizer dengan formulasi 1, 2, 3 dan 4 yang diperoleh :
Bentuk : cairan agak kental
Warna : kuning kecoklatan berasal dari warna ekstrak yang digunakan
Aroma : khas dari ekstrak biji alpukat, pada formula 4 dengan kadar alkohol 40% tercium pula aroma
alkoholnya
Uji Homogenitas

1 2
Dilakukan dengan mengoleskan sediaan gel yang akan
diuji pada sekeping kaca atau bahan lain yang cocok, Persyaratan : tidak terdapat butiran
sediaan gel harus menunjukkan susunan yang homogen kasar dan homogen
dan tidak menunjukkan butiran kasar.

HASIL PENGAMATAN
Dari hasil pengamatan homogenitas pada sediaan hand sanitizer ekstrak biji buah alpukat formulasi 1 hingga 4
tampak sama terlihat sudah homogen tetapi masih tampak ada bintik kecil. Hal ini mungkin dikarenakan
CMC-nya belum melarut sempurna dalam sediaan hand sanitizer.
HASIL PENGAMATAN

Daya sebar Uji Derajat keasaman (pH)

Uji daya sebar untuk melihat kemampuan Derajat keasaman juga memiliki peranan yang cukup
penyebaran gel saat dioleskan pada kulit. penting, dimana sebagai parameter fisikokimia yang
Persyaratan daya sebar gel adalah 5-7cm. Pada harus diukur pada sediaan topikal. Ini dikarenakan
hasil pengamatan uji daya sebar sediaan hand akan mempengaruhi efektivitas zat aktif, kestabilan
sanitizer ekstrak didapatkan berkisar dari 7,15 zat aktif dan sediaan, serta kenyamanan sediaan saat
sampai dengan 8 cm. Sedangkan pada hand digunakan pada kulit. Persyaratan derajat keasaman
sanitizer kontrol positif, sebagai pembanding untuk sediaan topikal berkisar pada pH 4-8. Dari
daya sebarnya 7,8 cm. Sediaan dengan hasil pengukuran pH sediaan hand sanitizer ekstrak
formulasi 4, memiliki nilai daya sebar yang menggunakan alat pH meter, didapatkan nilainya
paling mendekati nilai 7 cm yakni 7,15 cm. berkisar 5,9 sampai dengan 6,2, sehingga ini masih
memenuhi syarat untuk sediaan topikal.
Uji Konsistensi
Tujuan : Untuk melihat terjadi atau tidak pemisahan
fase pada formula sediaan hand sanitizer

Dilakukan dengan mengamati perubahan konsistensi

Hasil Pengamatan :
Hari pertama pembuatan dan hingga 7 hari tidak terbentuk
pemisahan fase
Disentrifugasi
Diamati
Pengujian pada
perubahan
centrifugal kecepatan
fisik sediaan
test 3800 rpm
gel
selama 5 jam

Hasil Pengamatan :
Formulasi 1-5 Terdapat cairan berwarna coklat yang lebih
gelap di atas permukaan hand sanitizer ekstrak
Uji Viskositas

Viskositas gel diukur


Dimasukkan 100
dengan Viscometer
gram gel ke dalam
Brookfield yang Pengujian dilakukan
pot (wadah uji Dicatat data yang
dilengkapi dengan sebanyak tiga kali
khusus diperoleh
spindle no. 6 pada pengulangan.
viscometerBrookfield
kecepatan 20 rpm
).
(putaran per menit)

Hasil Pengamatan :
164-533 cp
Syarat :
20000-40000 cp
TIDAK MEMENUHI SYARAT
UJI ANTIBAKTERI
 Pengujian menggunakan metode difusi cakram terhadap bakteri
[Link]
 Konsentrasi alkohol yang dibuat yaitu
F1 0%,
F2 10%
F3 20%
F4 40% (-)
F5 gel hansanitizer di pasaran (+)
 Kertas cakram direndam kedalam sediaan gel
 Kertas cakram diletakkan pada media
 Inkubasi suhu 37°C (24 jam)
 Diamati zona hambat
Pembahasan Hasil Uji
Antibakteri
• Rata-rata diameter zona hambat handsanitizer berbahan aktif ekstrak biji alpukat berkisar 16-
19,5 mm, berdasarkan tabel klasifikasi respon hambatan pertumbuhan bakteri termasuk
kategori kuat (11-19 mm).
• Hasil uji fitokimia pada ekstrak biji alpukat memiliki kandungan senyawa flavonoid,
alkaloid, saponin, dan tanin. (Benget, 2016).
• Diduga adanya zona hambat tersebut karena kandungan metabolit sekunder pada ekstrak biji
buah alpukat memiliki aktifitas antimikroba yang mampu merusak sel dengan cara
menghambat pembentukan dinding dan membran sel yang menyebabkan terganggunya
permeabilitas sel atau mungkin menghambat sintesis protein dan asam nukleat sehingga sel
tidak dapat lagi melangsungkan hidupnya karena proses utama dalam hidupnya sudah
dirusak oleh ekstrak tersebut (Berdy, 2005).
• Ekstrak biji alpukat dapat bersifat bakteriosid terhadap Streptococcus mutans, dan semakin
besar konsentrasi ekstrak biji alpukat maka semakin besar pula daya hambatnya (Thalib dan
Nahar, 2018).
KESIMPULAN

Sediaan hand sanitizer dengan bahan dasar ekstrak biji


buah alpukat formulasi 3 (F3) dengan kandungan alkohol 96%
sebanyak 20%b/v mempunyai karakteristik fisik sediaan hand sanitizer
yang lebih baik dan nilai diameter zona hambat yang paling besar
terhadap bakteri E. coli.
Terima
Kasih!

Anda mungkin juga menyukai