PERILAKU
ORGANISASI
Semester Genap
◦ Referensi Buku:
1. James L. Gibson, John M. Ivancevich, James H. Donelly, Jr. 2000, Organizations: Behavior, Structure, and Process,
Burr Ridge, H: Irwin.
2. Greenberg, J., & Baron, R.A. 2004. Behavior in Organizations: Understanding and Managing the Human Side of
Work, 9th edition. Upper Saddle River, NJ: Prentice-Hall.
3. Robins, Stephen P, 1996, Organizational Behavior : Concepts, Controversies, Aplication, 7th, PrenticeHall.
4. Robbins, Stephen P.1994. Teori Organisasi Struktur, Desain dan Aplikasi. Edisi 3.
5. Organizational Behavior, 15th edition, by Robbins & Judge, Prentice-Hall Publishing. (buku 1)
6. Organizational Behavior: 5th edition, Steve McShane and Mary Ann Von Glinow, Mc Grawhill. (buku 2)
7. Organizational Behavior. 12th edition, Hellriegel, D., and Slocum, J. SouthWestern/Cengage, 2009 (buku 3)
8. Core Concepts of Organizational Behavior. by John R. Schermerhorn, Jr., James G. Hunt, Richard N. Osborn,
Publisher: Wiley and Sons (buku 4)
9. Mangkunegara, Anwar P. 2005. Perilaku dan Budaya Organisasi. Bandung: Refika Aditama.
[Link], Budi W. & Firmanzah. 2006. The Spirit of Change: Dinamika Perubahan PT Perkebunan Nusantara III
(Persero). Jakarta: Lembaga Manajemen FEUI
Definisi
• Studi yang menyangkut aspek-aspek tingkah laku manusia
dalam suatu organisasi, atau kelompok tertentu.
• Mencakup tentang aspek yang ditimbulkan dari pengaruh
organisasi terhadap manusia yang bekerja di dalamnya
aspek yang ditimbulkan dari pengaruh manusia terhadap
organisasi dimana mereka berada.
• Tujuan perilaku organisasi memperlancar upaya pencapaian
tujuan organisasi.
Perilaku Organisasi vs Psikologi Industri
• Fokus pada penjelasan tentang perilaku manusia
dalam organisasi.
• Psikologi Industri psikologi.
• Perilaku Organisasi multidisiplin.
• Beda pada basis keilmuan dan lingkup kajian
Perilaku Organisasi & Teori Organisasi
• Perilaku organisasi mempelajari perilaku individu /
kelompok dalam organisasi dan aplikasinya
(analisis Mikro).
• Teori organisasi mempelajari struktur, proses dan
performansi organisasi (analisis Makro).
• Perbedaan : pada unit analisis dan objek kajian.
PERILAKU ORGANISASI & MSDM
• Perilaku organisasi dianggap lebih mendasar (teoritis,
berdasar pada konsep).
• Manajemen sumber daya manusia lebih terapan
fokusnya pada teknik pengelolaan sumber daya manusia.
• Perbedaan : pendekatan yang digunakan.
PENDEKATAN STUDI PERILAKU
1. Pendekatan KOGNITIF Edward Tolman
Berdasarkan pemahaman seseorang terhadap informasi
2. Pendekatan BEHAVIORISTIC I.P. Pavlov dan J.B. Watson
Berdasarkan Response yang muncul apabila diberi stimulus tertentu
3. Pendekatan Social Learning A. Bandura
Berdasarkan penggabungan pendekatan Cognitif dan behavioristic
LINGKUP PERILAKU ORGANISASI
Model 3 Level (S.P. Robin) mempelajari perilaku manusia dalam
organisasi melalui tiga tingkatan analisis:
1. Tingkatan Individu karakteristik bawaan individu dalam organisasi.
2. Tingkatan Kelompok dinamika perilaku kelompok dan faktor-faktor
determinannya
3. Tingkatan Organisasi faktor-faktor organizational yang
mempengaruhi perilaku.
ORGANIZATIONAL ICEBERG
METAFORA ORGANISASI
Morgan metafora-metafora kontras dibawah ini membantu memahami sifat kompleks
dari kehidupan berorganisasi dan sebagai evaluasi kritis terhadap fenomena organisasi:
• Mesin
Dengan melihat organisasi sebagai mesin dapat menyediakan basis untuk operasi yang
efisien, rutin, reliable dan dapat diprediksi.
• Organisme
Organisasi dilihat sebagai system yang hidup sehingga organisasi sebagai suatu open
system dapat beradaptasi terhadap lingkungan yang berubah-ubah.
• Otak
Melihat organisasi sebagai otak melibatkan pemikiran mengenai organisasi sebagai sesuatu
yang inventif dan rasional dan memiliki fleksibilitas dan dapat bertindak secara kreatif.
• Budaya
Melihat organisasi sebagai system yang kompleks yang terdiri atas ideologi, nilai-nilai,
ritual, system kepercayaan dan praktik.
• Sistem politik
Organisasi dilihat sebagai sesuatu yang dapat menciptakan aturan dan mengarahkan orang-
orang.
• Penjara mental
Melihat organisasi sebagai fenomena mental menciptakan dan menjaga proses sadar dan
tidak sadar.
• Aliran dan Transformasi
Semesta secara constant ada didalam suatu aliran, yang memiliki karakteristik permanent
dan cenderung berubah.
• Instrumen untuk mendominasi
Organisasi dilihat berhubungan dengan proses terkait dominasi sosial
• Budaya
Melihat organisasi sebagai system yang kompleks yang terdiri atas ideologi, nilai-nilai,
ritual, system kepercayaan dan praktik.
• Sistem politik
Organisasi dilihat sebagai sesuatu yang dapat menciptakan aturan dan mengarahkan orang-
orang.
• Penjara mental
Melihat organisasi sebagai fenomena mental menciptakan dan menjaga proses
sadar dan tidak sadar.
• Aliran dan Transformasi
Semesta secara constant ada didalam suatu aliran, yang memiliki karakteristik
permanent dan cenderung berubah.
• Instrumen untuk mendominasi
Organisasi dilihat berhubungan dengan proses terkait dominasi sosial
Dasar memahami perilaku
◦ Pengamatan manajer dan analisis kinerja dan perilaku individual mempersyaratkan pertimbangan mengenai
variable-variable yang langsung mempengaruhi perilaku individual atau apa yang seorang pekerja kerjakan.
◦ Variabel individual termasuk kemampuan dan kecakapan, latar belakang, dan variable demografis.
◦ Karena banyak pekerja mungkin kurang mempunyai keahlian yang dibutuhkan, maka para manajer harus
benar-benar menyediakan lebih banyak waktu untuk mendiidk, melatih, dan menciptakan suasana dorongan
yang positif pekerja.
◦ Para manajer harus memutuskan membuat kerja yang baik, lebih banyak penghargaan dan tantangan.
◦ Karena perilaku pekerja menentukan hasil dimana mereka dapat menghasilkan prestasi jangka panjang
yang positif dan pertumbuhan diri atau sbealiknya, prestasi jangka panjang yang jelek atau kurang
berkembang.
Kerangka Perilaku Individu
Kesepakatan mengenai Teori Perilaku
1. Perilaku adalah akibat
2. Perilaku diarahkan oleh tujuan
3. Perilaku yang bisa diamati dapat diukur
4. Perilaku yang tidak dapat secara langsung diamati
(misalnya berfikir)
5. Perilaku dimotivasi atau didorong
Pertanyaan yang dapat membantu manajer
memfokuskan diri pada masalah kinerja
1. Apakah pekerja mempunyai keterampilan dan kemampuan untuk bekerja?
2. Apakah pekerja sadar akan masalah kinerja?
3. Kapan masalah kinerja timbul?
4. Bagaimana reaksi teman pekerja atas masalah kinerja?
5. Apa yang dapat saya lakukan sebagai manajer untuk memunculkan
masalah prestasi?
Perbedaan Individual
◦ Kemampuan dan keterampilan
◦ Kemampuan: sifat biologis dan yang bisa dipelajari yang
memungkinkan seseorang melakukan sesuatu baik
bersifat mental ataupun fisik.
◦ Keterampilan: kompetensi yang berhubungan dengan
pekerjaan.
Ilmu demografi
◦ Perbedaan jenis kelamin/gender
◦ Perbedaan dari segi pekerjaan, gaya kepemimpinan, atau komitmen, kemampuan
belajar, daya ingat, kemampuan penalaran, kreativitias, dan kecerdasan.
◦ Meskipun hasil data riset cukup memastikan, beberapa peneliti masih percaya adanya
perbedaan kreativitas, penalaran dan kemampuan belajar antara pria dan Wanita.
◦ Keragaman ras dan budaya
◦ Belum ada studi yang mengungkapkan perbedaan nyata kinerja dalam pekerjaan antara
kelompok keragaman.
◦ Para manajer belum seberagam seperti halnya tenaga kerjanya.
Persepsi
◦ Individu menggunakan panca indera untuk mengenal lingkungan:
pandangan, sentuhan, pendengaran, pengecapan, dan pembauan.
◦ Mengorganisasikan informasi dari lingkungan dinamakan persepsi.
◦ Berikut terdapat beberapa contoh bagaimana persepsi mempengaruhi
perilaku:
◦ Manajer yakin bahwa seorang pekerja telah diberi kesempatan untuk
menggunakan penilaiannya mengenai bagaimana mengerjakan pekerjaan,
sementara pekerja merasa sama sekali tidak ada kebebasan untuk
melakukan penilaian.
◦ Tanggapan seorang bawahan atas permintaan seorang supervisor
didasarkan pada apa yang dia pikir dia dengar dari penyelia, bukan pada
permintaan sebenarnya.
◦ Manajer mengira produk yang sudah dijual bermutu tinggi, tetapi
pelanggan mengeluh produknya jelek.
◦ Seorang pekerja dipandang oleh seorang rekannya sebagai pekerja keras
yang telah memberikan usaha yang baik dan oleh rekan lain sebagai
pekerja yang malas dan tidak mau berusaha.
◦ Seorang penjual melihat kenaikan gajinya sangat tidak adil, sementara
manajer penjualan sebagai kenaikan yang wajar.
◦ Operator memandang kondisi kerjanya tidak memadai, seorang rekan kerja
yang tepat di sebelahnya merasa kondisi kerjanya tidak nyaman.
Proses Persepsi
Pengorganisasian Persepsi
◦ Pengorganisasian adalah sebuah aspek penting dari persepsi.
◦ Beberapa penjelasan dibawah ini menggambarkan pengorganisasian dari persepsi:
◦ Stereotipe cara manajer menggolongkan orang lain sering mencerminkan
penyimpangan persepsi. Istilah stereotipe terlalu digeneralisasikan, terlalu
disederhanakan dan dipersepsikan sendiri tentang karakteristik diri seseorang.
Misalnya: para pekerja tua distereotipkan tidak seproduktif pekerja yang muda.
◦ Persepsi selektif konsep persepsi selektif penting untuk para manajer yang sering
menerima banyak informasi dan data dan mungkin cenderung memilih informasi yang
mendukung pandangannya. Misalnya: manajer hanya memperhatikan hasil akhir dari
pekerja.
◦ Faktor situasional tekanan waktu dapat membuat manajer melihat
beberapa rincian dengan mempercepat aktivitas tertentu dan
mengabaikan rangsangan seperti permintaan dari manajer lain atau dari
atasannya.
◦ Kebutuhan persepsi dipengaruhi secara nyata oleh kebutuhan dan
keinginan. Seperti cermin dalam rumah hiburan, kebutuhan dan
keinginan dapat mendistorsi dunia yang dilihat manajer.
◦ Perasaan atau emosi emosi yang kuat seperti tidak senang dengan
kebijakan perusahaan dapat mempengaruhi persepsi. Oleh karena itu,
para manajer perlu membedakan topik atau praktik-praktik yang memicu
emosi kuat para bawahannya.
Sifat Kelompok
◦ Kelompok dari sisi persepsi
Banyak ahli perilaku percaya bahwa untuk suatu kumpulan individu dianggap sebagai satu
kelompok, anggotanya harus memperhatikan hubungan mereka dengan yang lainnya. Misalnya
ketika adanya tatap muka dan serangkaian pertemuan, dimana masing-masing anggota menerima
kesan atau persepsi dari masing anggota yang cukup berbeda dan memberikan reaksi terhadap satu
sama lain.
◦ Kelompok dari sisi organisasi
Menurut definisi sosiologis suatu kelompok adalah suatu system yang terorganisir terdiri dua atau
lebih individu yang saling berhubungan sehingga system menunjukkan beberapa fungsi,
mempunyai standar dari peran hubungan diantara anggotanya, dan mempunyai set norma-norma
yang mengatur fungsi kelompok dan masing-masing anggota.
◦ Kelompok dari sisi motivasi
Kelompok yang gagal membantu anggotanya dalam memuaskan kebutuhan mereka akan
mengganggu semangat mereka. Karyawan yang tidak mendapatkan kepuasan dari kebutuhan
mereka dalam kelompoknya akan mencari kelompok lain guna membantu dalam memuaskan
kebutuhan yang penting.
◦ Kelompok dari sisi interaksi
Beberapa teori menyatakan bahwa interaksi dalam bentuk interdependensi adalah inti dari
pengelompokkan. Sedangkan butir ciri utama dari kelompok:
1. Termotivasi untuk bergabung
2. Menganggap kelompok sebagai suatu kesatuan unit dari orang yang berinteraksi
3. Berkontribusi dalam berbagai jumlah proses kelompok
4. Mencapai kesepakatan dan ketidaksepakatan melalui berbagai bentuk interaksi.
Tipe Kelompok
◦ Kelompok formal
◦ Kelompok komando: dispesifikasikan oleh bagan organisasi, terdiri dari
bawahan yang melapor langsung kepada seorang penyelia tertentu.
Wewenang antara perawat senior dan bawahannya.
◦ Kelompok tugas: terdiri atas karyawan yang bekerja sama untuk
menyelesaikan tugas tertentu atau proyek. Misalnya: perawat yang
ditugaskan di ruang gawat darurat rumah sakit biasanya merupakan
kelompok tugas, karena beberapa aktivitas tertentu diperlukan bila
seorang pasien ditangani.
◦ Kelompok informal merupakan pengelompokkan alamiah dari orang yang
bekerja karena adanya kebutuhan social.
◦ Kelompok minat: sasaran kelompok ini tidak dikaitkan dengan organisasi,
tetapi spesifik pada masing-masing kelompok. Karyawan yang saling
berkumpul Bersama untuk membentuk satu kesatuan guna menghadapi
manajemen untuk maslahat yang lebih besar dan pramusaji yang
mengumpulkan tip mereka adalah contoh kelompok minat.
◦ Kelompok persahabatan: kelompok persahabatan ini acap kali menyatakan
interaksi mereka dan aktivitas komunikasi di luar kerja. Meski kelompok
persahabatan ini bersifat informal, manajer harus menyadari bahwa secara
positif, ini dapat mempengaruhi kelompok sebagai upaya mencapai tujuan
organisasi.
Alasan manusia membentuk kelompok
◦ Pemuasan kebutuhan
◦ Keamanan
◦ Sosial
◦ Harga diri (self-esteem)
4 tahap pengembangan kelompok
1. Penerimaan Bersama
2. Komunikasi pembuatan keputusan
3. Motivasi dan produktivitas
4. Pengendalian organisasi
Karakteristik Kelompok
1. Struktur
2. Status hierarki
3. Peran
4. Norma-norma
5. Kepemimpinan
Norma-Norma
Norma positif Norma negatif
1. Merupakan tradisi disini agar orang melindungi 1. Di perusahaan kita, mereka selalu mencoba
perusahaan bila pihak lain mengkritik dengan tidak mengambil keuntungan dari kita.
adil.
2. Di perusahaan kita, orang selalu meningkatkan diri, 2. Di sekitar sini, tidak ada alasan untuk bekerja
bahkan mereka melakukan dengan baik. keras.
3. Di sekitar sini, manajer dan penyelia sangat peduli 3. Di perusahaan kita, lebih baik menyimpan masalah
dengan pihak lain yang mereka supervisi. dan hindari penyelia.
4. Di sekitar sini, manajer dan penyelia betul-betul 4. Di perusahaan lain, yang terbaik menyembunyikan
peduli pada orang yang mereka supervisi. masalah dan mengindari penyelia anda.
Kekompakkan atau Kohesivitas
◦ Kelompok informal dan formal dapat memiliki kedekatan atau kesamaan
dari sikap, perilaku, prestasi yang rata-rata sama.
◦ Kedekatan ini disebut dengan kekompakkan.
◦ Kelompok kohesif ini melibatkan individu yang memperhatikan satu
sama lain.
◦ Kelompok yang tingkat kohesivitasnya rendah tidak memiliki hubungan
interpersonal bagi anggotanya.
◦ Suatu kelompok mungkin menarik bagi seseorang karena:
1. Tujuan kelompok dan anggota sesuai dan jelas dipaparkan.
2. Kelompok memiliki pimpinan karismatik.
3. Reputasi kelompok menunjukkan bahwa kelompok berhasil
menjalankan tugas-tugasnya.
4. Kelompok yang kecil cukup memungkinkan anggota
didengarkan pendapatnya dan dievaluasi rekan lain.
5. Anggota tertarik bergabung dan mereka mendukung satu sama
lain.
QUEST
Apa yang dimaksud dengan Perilaku.
Terima Kasih