LINGKUNGAN
BISNIS INTERNASIONAL
(International Business
Environment)
Kegiatan bisnis internasional tidak akan pernah lepas
dari lingkungan yang ada di sekelilingnya. Faktor
lingkungan berpengaruh cukup besar pada aktivitas
bisnis internasional. Ada beberapa lingkungan yang
melingkari bisnis internasional diantaranya adalah
lingkungan budaya, lingkungan politik dan hukum,
serta lingkungan teknologi. Peran dari lingkungan
tersebut dalam bisnis internasional adalah
membentuk sebuah etika dan tangung jawab sosial
yang nantinya akan diterapkan oleh pihak-pihak yang
berkecimpung didalamnya.
[Link] BUDAYA
Pada tahun 1870 seorang antropolog Edward Taylor
mendefinisikan budaya sebagai sesuatu yang kompleks
yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, seni, moral,
hukum, adat dan kemampuan lain yang diperoleh
manusia sebagai anggota masyarakat. Sosiolog Zvi
Namenwirth dan Robert Weber melihat budaya sebagai
sistem gagasan yang merupakan desain untuk hidup.
Kesimpulan: budaya adalah kumpulan nilai,
kepercayaan, perilaku, dan sikap yang membedakan
sebuah masyarakat dengan masyarakat lainnya.
Budaya berasal dari nilai dan norma yang berlaku
dalam sebuah masyarakat. Menurut Hill (2014) Nilai
adalah ide-ide abstrak tentang apa yang kelompok
percayai sebagai seuatu hal yang baik benar dan
diinginkan. Menurut Hill (2014) norma merupakan
aturan-aturan sosial dan pedoman yang
merumuskan perilaku yang tepat dalam situasi
tertentu, dan masyarakat merupakan sekelompok
orang yang berbagi seperangkat nilai dan norma.
Budaya dibentuk dari beberapa elemen yaitu:
1. Struktur Sosial
2. Nilai/Perilaku
3. Bahasa
4. Komunikasi
5. Agama
Ada beberapa karakteristik budaya yang mempengaruhi
organisasi internasional yaitu:
1. Jarak Kekuasaan
2. Menghindari Ketidakpastian
3. Individualisme dan Kolektivisme
B. LINGKUNGAN POLITIK DAN HUKUM
Bisnis Internasional merupakan kegiatan bisnis yang
berlangsung lintas negara. Kegiatan bisnis tentunya
bergantung pada lingkungan politik dan hukum sebuah
negara dalam hubungannya dengan negara lain.
Lingkungan politik dan hukum sangat berkaitan erat
karena sistem politik yang terapkan oleh sebuah negara
tentunya akan menghasilkan kebijakan-kebijakan
(hukum) tertentu.
Dalam bisnis internasional seorang pemimpin perusahaan
harus memiliki strategi yang bagus dalam menghadapi
lingkungan pasar dan lingkungan non pasar.
Gambar 2.1 Lingkungan Bisnis Internasional
Fungsi-fungsi proses politik yaitu:
1. Artikulasi Kepentingan
2. Agregasi Kepentingan
3. Pembuatan Kebijakan
4. Implementasi kebijakan dan pengadilan oleh hukum.
Spektrum politik memiliki dua titik ekstrim yaitu:
1. Demokrasi, dimana warga negara berpartisipasi secara
luas dalam proses pengambilan keputusan. Ciri-ciri
negara demokrasi diantaranya:
a. Kebebasan berpendapat, berekspresi, pers dan
berorganisasi
b. Ada pemilu dimana pemilih memilih wakil rakyat
yang mewakilinya
c. Waktu yang terbatas bagi para wakil rakyat
d. Sistem pengadilan yang independen dan adil
e. Birokrasi yang relatif tidak memihak
f. Adanya akses masyarakat dalam proses pembuatan
keputusan
2. Totaliterisme, dimana proses pembuatan keputusan
dikendalikan oleh sekelompok kecil orang. Ciri negara
totaliterisme diantaranya:
a. Partai politik yang tunggal
b. Individu ataupun kelompok individu yang memonopoli
kekuatan politik
c. Tidak memiliki ataupun mengenal dan mengijinkan
adanya oposisi
Hukum internasional dapat dibagi 2 (dua), yaitu:
1. Hukum internasional publik (public international law)
2. Hukum internasional swasta (privat international law)
Kategori sistem hukum:
1. Sistem hukum adat/kasus (common law) yang didasarkan
pada tradisi, teladan, dan kebiasaan dan pemakaian,
dimana pengadilan memiliki peranan yang penting dalam
menginterpretasikan hukum sesuai dengan karakteristik
2. Sistem hukum sipil yang didasarkan pada seperangkat
hukum-hukum yang terorganisir dalam kode-kode.
3. Sistem hukum teokratik yang didasarkan pada teladan
agama, misalnya Hukum Islam.
Isu-isu hukum dalam bisnis internasional:
1. Peraturan perdagangan dan investasi
2. Perlindungan kepemilikan intelektual
3. Peraturan arus keuangan
4. Perpajakan
5. Keperluan pelaporan
6. Peraturan kepemilikan
7. Hubungan kontrak
8. Perlakuan-perlakuan internasional
9. Resolusi perselisihan
C. LINGKUNGAN TEKNOLOGI
Dalam bisnis, teknologi merupakan salah satu faktor
untuk meraih keunggulan bersaing sebuah perusahaan.
Perubahan teknologi menimbulkan dampak yang penting
dalam keputusan bisnis. Persaingan yang ketat dalam
industri membuat teknologi memiliki manfaat yang besar.
Perubahan teknologi dapat menghasilkan inovasi dalam
proses produksi dan pengembangan produk baru.
Teknologi merupakan pengetahuan mengenai alat dan
metode dalam memproduksi barang dan jasa. Teknologi
telah menjadikan proses-proses bisnis lebih efektif, efisien
dan produktif.
Inovasi merupakan perubahan metode dan teknologi yang
bersifat positif dan berguna dari cara lama yang digunakan
untuk mengerjakan sesuatu. Inovasi memiliki dua tipe dasar,
yaitu:
1. Process Innovation
Perubahan yang mempengaruhi cara memproduksi suatu
output
2. Product Innovation
Perubahan yang mempengaruhi hasil output yang berupa
barang dan jasa
Cepat atau tidaknya sebuah inovasi diterima dan diaplikasikan
dalam sebuah perusahaan tergantung dari lima atribut di
bawah ini:
1. Inovasi ini memiliki keuntungan yang lebih di banding
teknologi sebelumnya
2. Inovasi ini sesuai dengan system, prosedur, infrastruktur
dan cara berfikir yang ada saat ini
3. Tidak lebih kompleks atau rumit di banding yang
sebelumnya
4. Dapat di uji cobakan degan mudah tanpa biaya yang besar
5. Dapat diteliti dan dicontoh dengan mudah.
Keunggulan teknologi tentunya merupakan tujuan kebenyakan
perusahaan, teknologi penting bagi perusahaan karena:
1. Keunggulan tekologi memungkinkan suatu perusahaan untuk
menjadi kompetitif atau bahkan memegang kepemimpinan di
dalam pasar dunia.
2. Keunggulan teknologi dapat dijual atau dapat dilembagakan dalam
produk-produk perusahaan
3. Keunggulan teknologi dapat memberikan kepercayaan kepada
perusahaan untuk memasuki pasar internasional
4. Keunggulan teknologi memungkinkan perusahaan untuk
memperoleh syarat-syarat investasi luar negeri yang lebih baik
dari biasanya karena pemerintah tuan rumah menginginkan
teknologi yang hanya dimiliki perusahaan itu.
5. Keunggulan teknologi dapa mengubah pembagian kerja
internasional
6. Keunggulan teknologi memungkinkan tiap-tiap mitra berbagi
teknologi
D. ETIKA DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL
Morf (1999) berpendapat: "Etika adalah prinsip moral
bahwa individu menyuntikkan ke mereka proses
pengambilan keputusan dan yang membantu ke arah hasil
terakhir untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma
mereka dalam masyarakat".
Banyak persoalan etika dan dilema dalam bisnis
internasional yang berakar pada sistem politik, hukum,
kemajuan ekonomi, dan budaya yang sangat berbeda antar
Negara. Akibatnya, apa yang dianggap baik di satu negara
belum tentu dianggap baik di negara lain.
Dalam berbisnis ada beberapa tanggung jawab yang di
emban oleh para pelaku bisnis antara lain:
Tanggung jawab pertama adalah tanggung jawab
kepada konsumen, karena suatu perusahaan harus
mampu memuaskan konsumen dengan memberikan
produk-produk baik berupa barang dan jasa yang bagus
serta berkualitas.
Tanggung jawab kedua adalah tanggung jawab kepada
investor. Dalam artian perusahaan wajib menjaga
kepercayaan investor yang telah menanamkan modalnya.
Tanggung jawab ketiga adalah tanggung jawab kepada
pegawai yang termanifestasi dengan menciptakan
pekerjaan sesuai dengan kompetensi para pegawai.
Tanggung jawab keempat adalah tanggung jawab
kepada masyarat sosial dan lingkungan. Dengan
memakmurkan masyarakat sekitar salah satunya melalui
pembukaan lapangan-lapangan pekerjaan.
E. ORGANISASI INTERNASIONAL
Organisasi internasional adalah suatu bentuk organisasi
dari gabungan beberapa negara atau bentuk unit fungsi
yang memiliki tujuan bersama mencapai persetujuan
yang juga merupakan isi dari perjanjian atau charter.
Personalitas hukum yang dimiliki oleh organisasi
internasional dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:
1. Personalitas hukum dalam kaitannya dengan hukum
nasional.
2. Personalitas hukum dalam kaitannya dengan hukum
internasional