0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan20 halaman

Penyusunan APBDesa untuk Kampung KB

Dokumen tersebut membahas tentang perencanaan anggaran belanja desa (APBDes) dalam penganggaran dana kampung KB dan rumah data. Secara garis besar dibahas mengenai sumber pendapatan desa, pengelolaan keuangan desa, perencanaan pembangunan desa, pembagian belanja desa, serta koordinasi pembinaan pengelolaan dana desa.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan20 halaman

Penyusunan APBDesa untuk Kampung KB

Dokumen tersebut membahas tentang perencanaan anggaran belanja desa (APBDes) dalam penganggaran dana kampung KB dan rumah data. Secara garis besar dibahas mengenai sumber pendapatan desa, pengelolaan keuangan desa, perencanaan pembangunan desa, pembagian belanja desa, serta koordinasi pembinaan pengelolaan dana desa.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENYUSUNAN APBDES DALAM

PENGANGGARAN DANA KAMPUNG KB


DAN RUMAH DATA
BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH
PROVINSI JAMBI
Jambi, 02 Maret 2023
adalah desa dan desa adat atau yang
disebut dengan nama lain, selanjutnya
disebut Desa, adalah kesatuan
masyarakat hukum yang memiliki batas
wilayah yang berwenang untuk
mengatur dan mengurus urusan
pemerintahan, kepentingan masyarakat
setempat berdasarkan prakarsa
masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak

DESA
tradisional yang diakui dan dihormati
dalam sistem pemerintahan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
TUJUAN PEMBANGUNAN DESA
BERDASARKAN UU 6/2014 TENTANG
DESA
Meningkatkan 1
Kebutuhan Dasar
Pemenuhan
2
kualitas hidup
MANUSIA Pembanguna
n Sarana dan
(Kampung KB) Prasarana
Mengedepankan Kebersamaan,
Desa
Kekeluargaan, Kegotongroyongan
Melalui guna mewujudkan
Pengarusutamaan Perdamaian &
Meningkatkan Tahapan Keadilan Sosial
Kesejahteraa :• Perencanaa
n
n
Masyarakat • Pelaksanaan
• Pengawasan
3
Desa Pengembangan
Potensi
Ekonomi Lokal

MENGURANG
I
KEMISKINAN
4 Pengelolaan SDA dan Lingkungan
Hidup Berkelanjutan
PERENCANAAN KEGIATAN, ANGGARAN DAN
PELAKSANAAN PEMBANGUNAN
KESENJANGAN
MASA LALU: KONDISI SAAT MASA DEPAN:
Sejarah Desa dan INI: PERENCANAAN Kondisi yang
Kinerja Potensi dan Diharapkan
Pembangunan Masalah
Desa

REFLEKSI 2021 2022 2023 2024 2025 2026

RENCANA YANG BAIK Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa)


• Rumusan masalah jelas dan spesifik.
• Rumusan Tujuan dan Sasaran berkaitan langsung MUSDES
dengan pemecahan masalah. AGENDA
• Sasaran bersifat khusus, dapat diukur, dapat
• dicapai, masuk akal, dan mempunyai jangka TAHUNAN
RENCANA KERJA PEMERINTAH DESA (RKPDesa)
waktu (SMART: Specific, Measureable,
Achievable, Realistic, Time Limit). ANGGARAN PENDAPATAN & BELANJA DESA (APBDesa)
• Penyusunan rencana dilakukan secara partisipatif
dengan melibatkan masyarakat
• Anggaran disusun dengan memperhitungkan PELAKSANAAN KEGIATAN
kinerja
PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA
RENCANA JANGKA MENENGAH
DESA (RPJMDES) dan RKPDes
RPJMDes disusun untuk jangka waktu 6 (enam)
Tahun dan RKPDes jangka waktu 1 (satu) tahun
Prioritas Perencanaan Desa
RPJMDes dan RKPDes ditetapkan oleh Peraturan Kepala
Desa dengan Prioritas pembangunan desa yang
mencakup:
[Link] kualitas dan akses terhadap pelayanan dasar; b.
pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dan lingkungan
berdasarkan kemampuan teknis dan sumber daya lokal yang tersedia; c.
pengembangan ekonomi pertanian berskala produktif; d. pengembangan
dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi; dan e.
peningkatan kualitas ketertiban dan ketenteraman masyarakat Desa
berdasarkan kebutuhan masyarakat Desa.
PENGELOLAAN KEUANGAN DESA
AKUNTABEL

AZAS
PARTISIPATIF TRANSPARAN

APB DESA
ADALAH RENCANA KEUANGAN
TAHUNAN PEMERINTAHAN DESA
(Pasal 1 angka 10 PP 43 Tahun 2014)

DILAKSANAKAN DISELENGGARAKAN

1 Tahun Anggaran TERTIB DAN DISIPLIN


1 Januari sd. 31 Desember ANGGARAN
PENDAPATAN DESA

01 Sumber Pendapatan Desa


02 Dana Desa

7 (tujuh) sumber pendapatan Desa, yaitu: merupakan dana yang bersumber


1. Dana Desa dari Anggaran Pendapatan dan
2. Pendapatan Asli Desa (PADesa), Belanja Negara yang
3. Alokasi Dana Desa(ADD), diperuntukkan bagi Desa, yang
4. Dana Bagian dari Pajak dan Retribusi Daerah, ditransfer melalui Anggaran
5. Bantuan Keuangan dari APBD Prov, Kab/Kota, Pendapatan dan Belanja Daerah
6. Hibah dan Sumbangan Pihak ketiga, dan Kabupaten/Kota, dan digunakan
7. Lain-lain Pendapatan yang sah. untuk membiayai penyelenggaraan
Yang dalam pengelolaan dan pemanfaatannya pemerintahan, pelaksanaan
diadministrasikan dalam dokumen Anggaran pembangunan, pembinaan
Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa), sebagai kemasyarakatan, dan
satu kesatuan. pemberdayaan masyarakat
KOORDINASI PEMBINAAN
PENGELOLAAN DANA DESA

Kementerian Keuangan, fokus pada Kemendagri, fokus pada Pembinaan Pengelolaan Kemendes, PDT dan
pembinaan Pengelolaan Dana Desa, Keuangan Desa yang pelaksanaannya berdasarkan Transmigrasi, fokus pada
sebagai salah satu sumber pendapatan Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 yang ditindak- kebijakan Prioritas Penggunaaan
Desa yang berasal dari APBN yang lanjuti dengan Peraturan Kepala Daerah Kab./Kota. Dana Desa yang ditindaklanjuti
ditindaklanjuti dengan Permenkeu yang Secara singkat, Permendagri Nomor 20 Tahun penetapkan Permendesa, PDTT
ditetapkan setiap tahunnya. Untuk 2018 mengatur Pengelolaan Keuangan Desa, mulai setiap tahunnya. Untuk
pelaksanaan pengalokasian Dana Desa dari Tahap Perencanaan, Penganggaran, pelaksanaan Penggunaan Dana
Tahun 2020 telah diterbitkan Peraturan Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran, Desa tahun 2023 telah diterbit kan
Menteri Keuangan Nomor 222/PMK.07/ Penatausahaan, Pelaporan dan Pertanggungjawab Permendes PDTT Nomor 08 Tahun
2020 tentang Pengelolaan Dana Desa an, dapat dilaksanakan secara partisipatif, 2022 tentang Prioritas Dana Desa
yang ditindaklanjuti dengan Peraturan transparan, akuntabel, serta tertib dan disiplin Tahun 2023.
Kepala Daerah Kabupaten/Kota. anggaran dengan berbasis akuntansi kas.

Selain dari pada itu, bersama dengan Kementerian dan Lembaga terkait lainnya, dibawah koordinasi Kementerian Koordinasi
Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), melakukan pembinaan dan pengawasan pengelolaan Dana
Desa, termasuk mendorong percepatan penyaluran Dana Desa.
BELANJA PEGAWAI BELANJA DESA
Pasal 100 UU No.11
BELANJA BARANG/JASA /2019
BELANJA MODAL 70% 30%
BELANJA TAK TERDUGA 1. PENYELENGGARAAN 1. PENGHASILAN TETAP
PEMERINTAHAN DESA KEPALA DESA DAN
(termasuk Operasional PERANGKATNYA
Pemerintahan Desa,
Insentif RT/RW dan 2. TUNJANGAN KEPALA
Jaminan Sosial) DESA DAN PERANGKATNYA

2. PEMBANGUNAN DESA
3. KEMASYARAKATAN DESA 3. TUNJANGAN DAN
OPERASIONAL BPD
4. PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT DESA
PENGELOLAAN KEUANGAN DESA
PERTANGGUNG
PERENCANAAN PELAKSANAAN PENATAUSAHAAN PELAPORAN JAWABA
N

1 2 3 4 5
1. PERDES 1. DPA 1. BUKU KAS LAPORAN SMS. I LAPORAN KEUANGAN
2. PERKADES 2. DPPA 2. BUKU PB.  LAPORAN REALISASI 1. LRA dan CALK
3. DPAL BANK ANGGARAN 2. LAP. REALISASI
OKTOBER-DESEMBER 4. BUKU PB. 3. BUKU PB. PELAKSANAAN
SWADAYA PAJAK MINGGU II BULAN JULI KEGIATAN
1. SEKRETARIS DESA 3. LAPORAN KEGIATAN
1 (SATU) TAHUN TGL 10 BULAN
2. KEPALA DESA 1. KAUR KEUANGAN SEKTORAL
ANGGARAN BERJALAN
3. BPD  MUSY. BPD 2. SEKRETARIS DESA AKHIR TA. SD. BULAN
4. EVALUASI OLEH 1. KASI/KAUR 3. KEPALA DESA MARET
SISKEUDES
PEMKAB/KOTA 2. SEKRETARIS DESA
3. KEPALA DESA PEMUBLIKASIAN PEMUBLIKASIAN
4. KAUR KEUANGAN 1. KAUR
PEMUBLIKASIAN KEUANGAN 1. SEKRETARIS DESA
TPK 2. KEPALA DESA LAPORAN KONSOLIDASI 2. KEPALA DESA
1. SWAKELOLA PEMKAB/KOTA LAPORAN KONSOLIDASI
2. PENYEDIA PEMKAB/KOTA
PENENTUAN PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA
Penilaian terhadap daftar program/kegiatan pembangunan untuk difokuskan pada 1) upaya
pemulihan ekonomi nasional, 2) program prioritas nasional, dan 3) mitigasi dan penanganan
bencana alam dan nonalam yang mendukung SDGs Desa diantaranya:
1. berdasarkan permasalahan dan potensi penyelesaian masalah yang ada di Desa dipilih program/
kegiatan yang paling dibutuhkan masyarakat Desa dan yang paling besar kemanfaatannya untuk
masyarakat Desa, sehingga Dana Desa dilarang untuk dibagi rata;
2. program dan/atau kegiatan yang direncanakan harus lebih banyak melibatkan masyarakat Desa
khususnya Padat Karya Tunai Desa (PKTD);
3. program dan/atau kegiatan yang direncanakan harus dilaksanakan secara swakelola dengan
menggunakan sumberdaya yang ada di Desa;
4. program dan/atau kegiatan yang direncanakan harus dipastikan adanya keberlanjutan
manfaat
bagi generasi mendatang;
5. program dan/atau kegiatan yang direncanakan harus dikelola secara partisipatif, transparan dan
akuntabel.
6. Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa harus merujuk kepada data masalah dan potensi Desa sebagaimana
hasil pemutakhiran data berbasis SDGs Desa yang sudah dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Desa (SID). Dalam
hal SID belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena dalam proses transisi, maka dapat menggunakan data 11
IDM
PENANGGULANGAN KEMISKINAN
• Pembangkitbeban
Penurunan listrik tenaga mikrohidro
pengeluaran :
• Pembangkit
- Pemberian listrik
Bansos tenaga biodiesel
berupa BLT Desa dan
• Pembangkit
Jaminan Sosial listrik tenaga matahari
• Pembangkit listrik
Peningkatan tenaga :angin
pendapatan
• Instalasi biogas; UMKM;
- Pemberdayaan
• Jaringan distribusiEkonomi
- Pengembangan tenaga listrik
Lokal(bukan dari
-Perusahaan
PKTD Listrik Negara);
•• Meminimalkan
Kegiatan lainnya untuk kantong
wilayah mewujudkan penyediaan
kemiskinan :
listrik desa yang sesuai dengan kewenangan desa
-dan
Peningkatan
diputuskandan Pembangunan
dalam Musyawarah akses
Desalayanan
dasar
- Peningkatan konektivitas antar wilayah
18
PENCEGAHAN
STUNTING DI DESA

• Pengelolaan advokasi konvergensi pencegahan stunting di desa dengan menggunakan aplikasi


digital electronic-Human Development Worker (e-HDW);
• Tindakan promotif dan preventif untuk pencegahan stunting melalui rumah Desa sehat;
• Peningkatan layanan kesehatan, peningkatan gizi dan pengasuhan anak melalui kegiatan: 1)
kesehatan ibu dan anak; 2) konseling gizi; 3) air bersih dan sanitasi; 4) perlindungan sosial untuk
peningkatan askes ibu hamil dan menyusui serta balita terhadap jaminan kesehatan dan
administrasi kependudukan; 5) pendidikan tentang pengasuhan anak melalui Pendidikan Anak
Usia Dini (PAUD) dan BKB; 6) Upaya pencegahan perkawinan anak; 7) pendayagunaan lahan
pekarangan keluarga dan tanah kas Desa untuk pembangunan Kandang, Kolam dan Kebun (3K)
dalam rangka penyediaan makanan yang sehat dan bergizi untuk ibu hamil, balita dan anak
sekolah; 8) peningkatan kapasitas bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader posyandu dan
pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); dan, 9) pemberian insentif untuk Kader Pembangunan
Manusia (KPM), kader posyandu dan pendidik pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang
menjadi kewenangan Desa;
13
KAMPUNG KB
 Kampung KB
Program inovasi kependudukan berbasis wilayah, keluarga dan pemberdayaan
dilevel satuan wilayah setingkat desa dengan kriteria tertentu dimana terdapat
keterpaduan program KKBPK dan Pembangunan sektor terkait yang bertujuan
untuk mengendalikan kuantitas penduduk dan meningkatkan kualitas penduduk.
(wilayah Kumuh, Pesisir, Wilayah Miskin Perkotaan/Perdesaan, Terpencil,
Perbatasan, Kawasan Industri, Kawasan Wisata dan Padat Penduduk)
 Tujuan Inpres Nomor
Meningkatkan Kualitas Hidup Keluaga dan Masyarakat 3 Tahun 2022
Tentang
 Strategi Optimaliasasi
1. Mendekatkan Pelayanan KKBPK Penyelenggara
2. Penguatan 8 Fungsi Keluarga an Kampung
KB
3. Partisipasi Masyarakat
[Link] Terintegrasi Lintas Sektor
RUMAH DATA KEPENDUDUKAN
 RUMAH DATA KEPENDUDUKAN
Rumah/tempat yang difungsikan sebagai pusat data dan intervensi permasalahan
kependudukan yang mencakup system pengelolaan dan pemanfaatan data
kependudukan ditingkat mikro yang bersumber dari/oleh/ untuk masyarakat
sebagai basis data dalam intevensi pembangunan kampung KB dimana data
memegang peranan kunci dalam membangun strategi pembangunan dan
perencaaan kedepan.
 FUNGSI
1. Pusat data dan Informasi kependudukan
2. Pusat Intervensi Permasalahan Kependudukan, KB, Pembangunan Keluarga serta
Pembangunan sektor lainnya
3. Pusat Integrasi Aktivitas Kampung Keluarga Berkualitas (KB)
 Tujuan
Masyarakat melek data dan memudahkan pokja kampung KB, stakeholder dan
mitra kerja dalam memahami kondisi riil kampong KB sehingga akan mempemudah
intervensi apa yang bisa dilaksanakan lintas sektor terhadap Kampung KB
KAMPUNG KB & RUMAH DATA DALAM
APBDES
1) KAMPUNG & RUMAH DATA dimasukkan menjadi Prioritas
Penggunaan Dana Desa Tahun 2023 (Kolaborasi BBKBN Pusat,
Bappenas, Kemenkeu, KemendagriKemendes PDTT)
2) Advokasi Bupati/Walikota terkait Regulasi Daerah tentang
Pengembangan Kampung KB
RISK
3) Sinergi Program-program Kampung KB dan Rumah Data
Kependudukan dengan SDGs Desa
PENUTUP
TERIMA OFFICE

KASIH
Bappeda Provinsi Jambi

bappedasosbudjambi27@[Link]
We look forward to working with
you
Pertanyaan :
1. Ibu Napingah (Kota Jambi)
Melakukan kegiatan di lapangan belum pernah mendapatkan bantuan dari
Pemerintah desa, biasanya dari APBN, bagaimana cara mendapatkan bantuan
fisik untuk kampung kb dan rumah dataku dari pemerintah desa?

2. Bapak Ngatemin (Gunung Tujuh, Kayu Aro)


Tidak ada dana untuk kampung KB , bagaimana cara menyampaikannya?
sebenarnya Bapak kepala desa juga sebaiknya mengikuti orientasi ini

3. Bapak M. Zuhdi Arif (Buluran Kenali, Telanaipura)


Kegiatan yang dibuat selalu memerlukan dana, apresiasi untuk pemerintah yang
memfasilitasi anggaran untuk pembentukan kampung kb
4. Bapak Mahmudi (Merangin)
Baru terdapat 1 kampung KB , mohon penegasan untuk semua kepala desa
Rata-rata kepala desa di Batang Masumai baru dilantik, sehingga untuk pengelolaan
rumah dataku masih bingung. Mohon ada penegasan kepada seluruh Kades
untuk dikelola dengan baik karena Kampung KB dan Rumah Data adalah milik semua

5. Bapak Ngatemin
Bantuan ATK bagaimana?

6. Bapak Hadirin.
Masalah juknis

7. Bapak Kades
Penentuan kebijakan di desa harus didasari hasil musyawarah. Sering kalah saing dengan
pengusulan lembaga lain, 48% sudah ada penggunaan rutin, 52% untuk penggunaan lainnya. Yang
paling dekat dengan kepala desa adalah PLKB. Bangunan fisik Rumah DataKU belum dapat
dibangun, sehingga diupayakan biaya sewa. Anggaran dapat dibicarakan dengan Kades masing-
masing. Pelatihan kader tingkat bawah masih kurang untuk kegiatan pemberdayaan desa

Anda mungkin juga menyukai