Kebijakan Kurikulum Merdeka di MA/MAK
Kebijakan Kurikulum Merdeka di MA/MAK
Kebijakan
Implementasi Kurikulum Merdeka
Pada MA/MAK
oleh: Dr. Amiroh Ambarwati, [Link]., MA.
(Tim Pengembang Kurikulum Direktorat KSKK Madrasah)
MERUMUSKAN
TUJUAN
PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN BERPUSAT PADA
PARADIGMA PESERTA DIDIK
BARU
MENDESAIN
PEMBELAJARAN DAN
ASESMEN
PEMBELAJARAN PDBK
BERDIFERENSIASI
Tujuan
Pembelajaran
Profil Pelajar
SIKLUS Pancasila &
PEMBELAJAR Asesmen Profil Pelajar Pembelajaran
AN Rahmatal lil
Proses ‘Alamin
Proses
Asesmen Pembelajaran
Pada kelas yang terdapat PDBK, pendidik merancang pembelajaran yang akomodatif, baik dari sisi
materi, metode, media/alat, durasi waktu, dan pengelolaan lingkungan belajar
Pelaksanaan projek
pembentukan profil pelajar
Menyusun
Menyusun Alur
Alur Tujuan
Tujuan
Pancasila dan profil pelajar
Pembelajaran
Pembelajaran
rohmatan lil a’alamin
Pemerintah hanya menetapkan tujuan akhir per fase (CP) dan waktu tempuhnya (fase). Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk
menentukan strategi dan cara atau jalur untuk mencapainya. Agar bisa menentukan strategi yang sesuai, kita perlu tau titik awal
keberangkatan para peserta didik.
1 Keterampilan Abad 21
ruang lingkup madrasah - penyusunan tujuan pembelajaran (TP) dan alur tujuan
pembelajaran (ATP) atau silabus.
Dalam ruang lingkup madrasah, perumusan dan penyusunan tujuan pembelajaran (TP)
dan alur tujuan pembelajaran (ATP) atau silabus mata pelajaran berfungsi mengarahkan
madrasah dalam merencanakan, mengimplementasi, dan mengevaluasi pembelajaran
secara keseluruhan sehingga capaian pembelajaran diperoleh secara sistematis,
konsisten, dan terukur.
ruang lingkup kelas -penyusunan modul ajar atau rencana pelaksanaan pembelajaran.
Untuk dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran pada ruang lingkup kelas,
madrasah dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar
yang disediakan Pemerintah, dan cukup melampirkan beberapa contoh Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/modul ajar atau bentuk rencana kegiatan yang
mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran.
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
Secara strategis, Proses Perancangan Kegiatan
Pembelajaran dapat dipahami melalui skema berikut:
Pemerintah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yang ditargetkan. Namun demikian, CP tidak cukup konkret untuk
memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari.
CP perlu diurai menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret, yang dicapai satu persatu oleh peserta didik hingga
mereka mencapai akhir fase
Merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis
menurut urutan dari awal hingga akhir fase.
Tujuan pembelajaran yang dikembangkan perlu dicapai peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran, hingga
akhirnya pada penghujung Fase mereka dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase, pendidik
perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.
Pendidik dan satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai strategi untuk menyusun tujuan pembelajaran dan alur
tujuan pembelajaran. Harus dipastikan tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang dipetakan memenuhi
kriteria berikut ini:
Menggambarkan urutan pengembangan
Kompetensi kompetensi yang harus dikuasai secara utuh
dalam satu fase.
kemampuan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang dapat didemonstrasikan oleh peserta Kriteria
Tujuan didik yang menunjukkan telah berhasil mencapai tujuan Alur Tujuan ATP menggambarkan cakupan dan tahapan
Pembelajaran pembelajaran yang linear dari awal hingga akhir
pembelajaran. Pembelajaran fase.
(TP) (ATP)
terdiri atas: Lingkup materi ATP menggambarkan cakupan dan tahapan
pembelajaran yang menggambarkan tahapan
ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang perlu
perkembangan kompetensi dalam satu fase
dipahami di akhir satu unit pembelajaran
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Pendidik yang merancang alur tujuan pembelajarannya sendiri, tujuan-tujuan pembelajaran yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya akan
disusun sebagai satu alur (sequence) yang berurutan secara sistematis, dan logis awal hingga akhir fase.
Dalam menyusun alur tujuan pembelajaran, pendidik dapat mengacu pada berbagai cara yang diuraikan pada tabel di bawah ini:
Pengurutan dari Metode pengurutan dari konten yang konkret dan berwujud ke konten yang lebih abstrak dan simbolis. Contoh : memulai pengajaran
yang Konkret ke yang dengan menjelaskan tentang benda geometris (konkret) terlebih dahulu sebelum mengajarkan aturan teori objek geometris tersebut
Abstrak (abstrak).
Pengurutan Deduktif Metode pengurutan dari konten bersifat umum ke konten yang spesifik. Contoh : mengajarkan konsep database terlebih dahulu sebelum
mengajarkan tentang tipe database, seperti hierarki atau relasional.
Pengurutan dari Metode pengurutan dari konten paling mudah ke konten paling sulit. Contoh: mengajarkan cara mengeja kata-kata pendek dalam kelas
Mudah ke yang lebih bahasa sebelum mengajarkan kata yang lebih panjang.
Sulit
Pengurutan Hierarki Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan keterampilan komponen konten yang lebih mudah terlebih dahulu sebelum mengajarkan
keterampilan yang lebih kompleks. Contoh : siswa perlu belajar tentang penjumlahan sebelum mereka dapat memahami konsep perkalian.
Pengurutan Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur, kemudian membantu siswa untuk menyelesaikan
Prosedural tahapan selanjutnya. Contoh : dalam mengajarkan cara menggunakan t-test dalam sebuah pertanyaan penelitian, ada beberapa tahap
prosedur yang harus dilalui, seperti menulis hipotesis, menentukan tipe tes yang akan digunakan, memeriksa asumsi, dan menjalankan tes
dalam sebuah perangkat lunak statistik.
Scaffolding Metode pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi bantuan secara bertahap. Contoh : dalam mengajarkan
berenang, guru perlu menunjukkan cara mengapung, dan ketika siswa mencobanya, guru hanya butuh membantu. Setelah ini, bantuan
yang diberikan akan berkurang secara bertahap. Pada akhirnya, siswa dapat berenang sendiri.
(Creating Learning Materials for Open and Distance Learning, 2005; Doolittle, 2001; Morrison, Ross, & Kemp, 2007; Reigeluth & Keller, 2009)
PENYUSUNAN MODUL AJAR
Gaya
Kesiapan Belajar
Belajar
Minat
pada
Keragaman Peserta Didik Raudhatul Athfal
Elemen pembelajaran
berdiferensiasi
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
Contoh Diferensiasi Pembelajaran
Diferensiasi Diferensiasi Proses
Diferensiasi Produk Diferensiasi Lingkungan Belajar
Konten (Materi) (Metode/Strategi)
Materi pembelajaran Proses Pembelajaran Penyesuaian hasil dari kegiatan Diferensiasi lingkungan belajar
disesuaikan dengan disesuaikan dengan pembelajaran berdasarkan disesuaikan dengan minat peserta didik.
kesiapan peserta didik kemampuan peminatan peserta didik
berdasarkan penerimaan/keterampilan Misal:
kompleksitasnya. peserta didik. Misal: Pada pelajaran Bahasa Inggris Pendidik
Menceritakan ulang nilai-nilai dapat melakukan diferensiasi lingkungan
Misal: Misal: luhur yang didapatkan dalam belajar peserta didik, seperti:
Kompetensi yang akan Kompetensi memahami gaya teks narasi (dongeng nusantara)
dicapai yaitu dan tekanan. Peserta didik yang menyukai teknologi
mengurutkan dan Pendidik dapat melakukan disediakan computer atau tablet untuk
membandingkan Pendidik dapat melakukan diferensiasi produk hasil belajar membuat infografis, atau mendengarkan
bilangan bulat terkait diferensiasi berupa: peserta didik berupa: rekaman audio
dalam keseharian ● pendampingan pada ● Bahan tayang visual
praktik yang dilakukan (poster, slide paparan, dan Peserta didik yang gemar membaca
Pendidik dapat peserta didik secara sejenisnya) disediakan perpustakaan mini dengan
melakukan diferensiasi langsung ● Podcast buku-buku yang sesuai materi
terhadap pemahaman ● Modeling-praktik-kerja ● Review berbasis media
konsep bilangan bulat mandiri-review Audio-visual Peserta didik yang menyukai seni,
peserta didik di kelas ● Memberi pertanyaan ● Pagelaran drama disediakan berbagai media seni untuk
pemantik untuk belajar
mandiri pada
menginterpretasikan tulisan dalam
bentuk karya seni.
Raudhatul Athfal
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
“Diantara kunci keberhasilan implementasi Kurikulum
Merdeka di madrasah adalah kesungguhan guru
memberikan layanan pembelajaran berdiferensiasi pada
peserta didik yaitu memberikan hak belajar peserta
didik sesuai dengan level kemampuan mereka
(Teaching at the Right Level)” a pad
Raudhatul Athfal
Subdirektorat Kurikulum dan Evaluasi, Direktorat KSKK Madrasah
Sosialisasi dan Bimtek IKM pada Madrasah Tahun 2023
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia
Referensi dan Regulasi IKM
[Link]
[Link]
Terima Kasih