Laporan Kasus
Otitis Eksterna Sirkumskripta Aurikula
Sinistra
Disusun oleh:
Berthi Nelson Arfajan (2020086016366)
Nelson Yosias Arenu (0130840177)
Teminus Kogoya (0130840297)
Pembimbing:
dr. Agustina, Sp. THT-KL
dr. Rosmini, [Link]-KL
SMF THT RSUD JAYAPURA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS
CENDERAWASIH
2022
BAB I
LAPORAN KASUS
Identitas Pasien
Nama : Ny. A Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 28 Tahun Kebangsaan : Indonesia
No. RM : 10 89 31 Agama : Muslim
Status Perkawinan : Belum Menikah Suku : Buton
Pekerjaan : Belum Bekerja Tanggal anamnesis : 03/10/2022
Alamat : APO Bukit Barsian, Jayapura
ANAMNESIS
Pasien datang ke Poliklinik THT RSUD Jayapura dok 2
Diambil dari : Autoamnesis
Tanggal : 03-10-2022
dengan keluhan nyeri pada telinga kirinya sejak 5 hari yang
Jam :10.10 WIT lalu. Sebelumnya pasien merasa gatal pada bagian telinga luar
KU : Nyeri telinga sebelah kiri hingga belakang, setelah itu ke esokan harinya pasien
mengeluh telinga kiri terasa bengkak dan pasien mencoba
mengkorek telinga menggunakan cotton bud, terdapat cairan
seperti nanah yang menempel pada kapas tusuk telinga,
Riwayat Penyakit
sedikit berbau. Sakit dirasakan sesekali dan disertai dengan
Sekarang (RPS)
rasa pusing. Sakit makin terasa saat telinganya dipegang dan
saat mengunyah. Sekitar 1 minggu sebelum keluhan ini
muncul, Pasien mengatakan telinga kiri sesekali berdenging
sedikit dan juga terasa pada telinga kanan namun tidak terlalu
mengganggu. Riwayat kemasukan air saat mandi dan wudhu
diakui oleh pasien. Tidak ada keluhan batuk, pilek, Demam
Riwayat Penyakit Dahulu (RPD)
Riwayat
Riwayat alergi Riwayat trauma
penyakit
Tidak ada Tidak ada hipertensi (-), DM (-),
kolesterol(-) asma (-),
TBC (-)
Pemeriksaan fisik
-Pemeriksaan Umum-
Kesadaran : Compos Mentis
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Tekanan Darah : 120/87 mmHg
Denyut Nadi : 98x/menit
Telinga
KANAN KIRI
Bentuk daun telinga Normotia Normotia
Kelainan kongenital Bat ear (-), fistula (-), mikrotia (-), atresia (-) Bat ear (-), fistula (-), mikrotia (-), atresia (-)
Hiperemis (-), nyeri (-), hipertermi (-), oedema (-), Hiperemis (-), nyeri (-), hipertermi (-), oedema (-),
Radang, tumor
massa (-) massa (-)
Nyeri tekan tragus Tidak Ada Ada
Penarikan daun Nyeri tarik daun telinga (-) Nyeri tarik daun telinga (+)
telinga
Fistula (-), Abses (-) Fistula (-), Abses (-)
Kelainan pre, infra,
Hiperemis (-), Massa (-) Hiperemis (-), Massa (-)
retroaurikuler
Nyeri tekan (-), Oedema (-) Nyeri tekan (-), Oedema (-)
Abses (-), Hiperemis (-), Massa (-), Nyeri tekan (-), Abses (-), Hiperemis (+), Massa (-), Nyeri tekan (+),
Region Mastoid Nyeri Ketuk (-), Oedema (-) Nyeri Ketuk (-), Oedema (-)
Lapang, furunkel (-), jaringan granulasi (-), serumen Sempit, furunkel (+), jaringan granulasi (-),
Liang telinga (+), sekret (-), darah (-), hiperemis (-), edema (-) serumen (-), sekret (-), darah (-), hiperemis (+),
Perbandingan Telinga Normal Dan OE
Telinga dengan Otitis Sirkumskripta
Telinga Normal
Sinistra
KANAN KIRI
Bentuk Normal, deformitas (-)
Tanda peradangan Hiperemis (-), oedema (-), Nyeri tekan (-), massa (-)
Sinus frontalis (Nyeri tekan dan ketuk) Hiperemis (-), Nyeri tekan (-), nyeri ketuk (-)
Sinus maksilaris (Nyeri tekan dan ketuk) Hiperemis (-), Nyeri tekan (-), nyeri ketuk (-)
Pemeriksaan Hidung
Vestibulum Tampak bulu hidung Tampak bulu hidung
Sekret(-) Sekret (-)
Furunkel (-) Furunkel (-)
Krusta (-) Krusta (-)
Cavum nasi Lapang Lapang
Sekret (-) Sekret (-)
Konka inferior Hiperemis (-) Hiperemis (-)
Edema (-) Edema (-)
Hipertrofi (-) Hipertrofi (-)
Sekret (-) Sekret (-)
Konka medius Tidak tampak Tidak tampak
Sulit dinilai Sulit dinilai
Meatus nasi medius Tidak tampak Tidak tampak
Sulit dinilai Sulit dinilai
Sinus frontalis Tidak ada Tidak ada
(nyeri tekan + nyeri ketuk)
Sinus maksilaris Tidak ada Tidak ada
( nyeri tekan + nyeri ketuk)
Septum nasi Simetris , tidak ada deviasi Simetris, tidak ada deviasi
WORKING DIAGNOSIS
Otitis Eksterna Sirkumskripta Auricular
Sinistra
DASAR DIAGNOSIS
Anamnesis Pemeriksaan Fisik
1. Rasa nyeri pada telinga kiri sejak 5 hari
yang lalu
1. Nyeri tekan tragus, nyeri tarik
daun terlinga, nyeri saat
2. Rasa gatal pada bagian telinga luar membuka mulut atau mengunyah
hingga belakang, kemudian bengkak dan serta nyeri tekan daerah
pasien mencoba mengkorek telinga mastoid telinga kiri
menggunakan tusuk telinga, terdapat
cairan seperti nanah yang menempel pada 2. Membran timpani pada telinga
kapas tusuk telinga. Sakit dirasakan
kiri sulit dinilai
sesekali dan disertai dengan rasa pusing.
3. Riwayat kemasukan air saat mandi dan 3. Tampak adanya furunkel di 1/3
wudhu luar liang telinga kiri, hiperemis
(+)
PENATALAKSANAAN
MEDIKAMENTOSA NON – MEDIKAMENTOSA
Ciprofloksasin 2x500 mg tab Pasien sebaiknya menjaga kebersihan
telinga untuk mencegah terjadinya
Natrium Diclofenac 2x50mg tab kekambuhan.
Cetirizine 2x10mg tab Pasien diberitahu untuk tidak mengulangi
sering mengorek telinga.
Pasien diminta untuk menghindari paparan
air berlebihan pada telinga
Antibiotik harus diminum sampai habis
selama 7 hari..
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
ANATOMI TELINGA
telinga dibagi atas :
[Link] luar
[Link] tengah
[Link] dalam
Telinga Luar
• Telinga luar terdiri dari daun telinga dan liang
telinga sampai membran timpani.
• Daun telinga terdiri dari tulang rawan elastin dan
kulit. Liang telinga berbentuk huruf S, dengan
rangka tulang rawan pada sepertiga bagian luar,
sedangkan dua pertiga bagian
dalam rangkanya terdiri dari tulang
• Pada sepertiga bagian luar kulit telinga terdapat
banyak kelenjar serumen dan rambut.
Telinga Tengah
Telinga tengah merupakan bangunan berbentuk kubus
yang terdiri dari:
1. Membran timpani; yaitu membran
fibrosa tipis yang berwarna kelabu
mutiara.
2. Tulang pendengaran; yang terdiri dari
maleus, inkus dan stapes. Tulang
pendengaran ini dalam telinga tengah
saling berhubungan.
3. Tuba eustachius; yang menghubungkan
rongga telinga tengah dengan
nasofaring.
Telinga Dalam
1. Telinga dalam terdiri dari koklea yang
berupa dua setengah lingkaran dan
vestibuler yang terdiri dari 3 buah
kanalis semisirkularis.
2. Ujung atau puncak koklea disebut
helikotrema, yang berfungsi
menghubungkan perilimfa skala timpani
dengan skala vestibule
OTITIS EKSTERNA
1. Otitis eksterna merupakan suatu peradangan atau infeksi pada
kanalis auditorius eksternal dan atau daun telinga.
2. Individu dengan kondisi alergi, seperti eczema, rhinitis alergi, atau
asma, memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena otitis eksterna.
3. Peradangan Otitis eksterna akut (<6 minggu), kronis (> 3 bulan), dan
nekrosis merupakan bentuk ganas.
4. Otitis eksterna akut dapat muncul sekali atau mungkin terjadi
kekambuhan, hal ini menyebabkan nyeri dengan aural discharge dan
berkaitan dengan gangguan pendengaran.
OTITIS EKSTERNA SIRKUMSKRIPTA
Otitis Eksterna Sirkumskripta merupakan peradangan pada
kanalis auditorius eksternal yang disebabkan oleh infeksi
bakteri, jamur dan virus. Kondisi ini ditandai dengan nyeri,
nyeri tekan, kemerahan, dan pembengkakan pada saluran
telinga eksternal dan terkadang ada eksudat purulen. Otitis
eksterna akut dikaitkan dengan paparan air (kegiatan rekreasi
air, mandi, dan berkeringat berlebihan), trauma lokal, keadaan
yang hangat dan lingkungan lembab
PATOFISIOLOGI
1. Otitis eksterna sirkumskripta merupakan infeksi folikel rambut,
bermula sebagai folikulitis kemudian biasanya meluas menjadi
furunkel.
2. Organisme penyebab biasanya Staphylococcus.
3. Umumnya kasus-kasus ini disebabkan oleh trauma garukan pada
liang telinga.
4. Kadang-kadang furunkel disebabkan oleh tersumbat serta
terinfeksinya kelenjar sebasea di liang telinga.
5. Panas dan lembab dapat menurunkan daya tahan kulit liang telinga,
sehingga frekuensi penyakit ini agak meningkat pada musim panas
1. Perubahan pH kulit kanalis
yang biasanya asam
menjadi basa
FAKTOR 2. Perubahan lingkungan
terutama gabungan
PREDISPOSISI peningkatan suhu dan
kelembaban
3. Suatu trauma ringan
seringkali karena berenang
atau membersihkan telinga
secara berlebihan.
GEJALA KLINIS
Nyeri hebat yang diikuti otore purulen, meatus nyeri tekan,
tampak pembengkakan
Nyeri tekan pada tragus dan pada tarikan daun telinga
Gangguan pendengaran bila furunkel besar dan menyumbat liang
telinga.
DIAGNOSIS
anamnesis Pemeriksaan Pemeriksaan
fisik penunjang
Dari anamnesa dapat Otoskopi, endoskopi:
ditanyakan berupa gejala • Liang telingga sempit, Biakan dan tes sensitivitas dari
klinis yang dirasakan • Eritema sekret.
penderita • Edema
• Sekret telinga berbau
DIAGNOSIS BANDING
Otitis Eksterna Difusa
● Pada otitis eksterna difusa, biasanya mengenai kulit liang telinga
duapertiga dalam.
● Tampak kulit liang telinga hiperemis dan edema yang tidak jelas
batasnya.
● Kuman penyebab biasanya golongan Pseudomonas.
● Keluhan utama pasien biasanya berupa gatal, keluhan nyeri biasanya
jarang dialami pasien..
DIAGNOSIS BANDING
Otomikosis
● Infeksi jamur di liang telinga dipermudah oleh kelembaban yang tinggi di daerah
tersebut. Yang tersering ialah pityrosporum, Aspergilus. Kadang-kadang ditemukan
juga kandida albikans atau jamur lain.
● Pityrosporum menyebabkan terbentuka sisik yang menyerupai ketombe dan
merupakan predipossisi otitis eksterna bakterialis.
● Gejala biasanya berupa rasa gatal dan rasa penuh ditelinga, tetapi sering pula tanpa
keluhan.
● Pengobatannya ialah dengan membersihkan liang telinga. larutan asam asetat 2%
dalam alkohol, larutan iodin povidon 5% atau tetes telinga yang mengandung
campuran antibiotik dan steroid yang diteteskan keliang telinga biasanya dapat
menyembuhkan.
● Kadang-kadang diperlukan juga antijamur (sebagai salep) yang dibersihkan secara
topikal yang mengandung nistatin, klotrimazol.
Penatalaksanaan
Prinsip-prinsip penatalaksanaan yang dapat diterapkan
pada semua tipe otitis eksterna antara lain:
Membersihkan liang telinga dengan pengisap
01kapas dengan berhati-hati
atau
Penilaian terhadap sekret, edema dinding kanalis, dan
membrana timpani
Pemilihan pengobatan local
03
Penatalaksanaan
Otitis eksterna sirkumskripta harus diobati dalam keadaan dini sehingga dapat menghilangkan edema yang
menyumbat liang telinga.
1. tampon berukuran ½ x 5 cm kedalam liang telinga mengandung obat agar mencapai kulit yang terkena
menggunakan forsep alligator.
2. Tampon dimasukkan secara perlahan yang sebelumnya dibasahi obat. Pasien diinstruksikan untuk
mengaplikasikan obat cair menggunakan kapas sekali atau dua kali sehari. Selama 48 jam tampon diletakkan
di kanal untuk melebarkan ukuran lumen. Kemudian obat dapat diaplikasikan langsung ke dalam kanal
3. Pengobatan ditujukan untuk menjaga agar liang telinga tetap bersih dan kering dan melindunginya dari
trauma. Kotoran harus dibersihkan dengan dari liang telinga dengan irigasi secara lembut.
4. Antibiotika topikal yang dikombinasikan dengan kortikosteroid dalam bentuk tetes telinga sangat penting.
Berikan antibiotika sistemik (biasanya penisilin) dalam dosis penuh dalam 10 hari jika terdapat tanda-tanda
penyebaran infeksi di luar kulit liang telinga (demam, adenopati, atau selulitis daun telinga).
5. Kalau dinding furunkel tebal dapat dilakukan insisi, kemudian dipasang salir (drain) untuk mengalirkan
nanahnya. Selama fase akut, hindari berenang bila memungkinkan .
PENCEGAHAN
1. Edukasi bertujuan untuk meminimalkan trauma kanal telinga dan
menghindari paparan air.
2. Hindari membersihkan liang telinga terlalu sering trauma.
PROGNOSIS
1. Otitis eksterna sirkumskripta dapat diobati biasanya sembuh
dengan cepat dengan pengobatan yang tepat
2. Otitis eksterna kronis memerlukan perawatan intensif.
3. Otitis eksterna biasanya tidak memiliki komplikasi jangka panjang.
BAB III
PEMBAHASAN
TEORI KASUS
1. gambaran klinis dari Otitis Eksterna Anamnesis :
Sirkumskripta berupa nyeri pada liang telinga
1. Rasa nyeri pada telinga kiri sejak 5 hari yang
dan nyeri tekan tragus.
lalu
2. otitis eksterna sirkumskripta merupakan
infeksi bakteri pada kanal yang disebabkan
2. rasa gatal pada bagian telinga luar hingga
oleh hilangnya serumen sebagai proteksi
karena peningkatan kelembapan dan belakang, kemudian bengkak dan pasien mencoba
temperatur. mengkorek telinga menggunakan tusuk telinga.
3. Pasien dengan otitis eksterna sirkumskripta
memiliki gejala utama berupa nyeri yang 3. Sakit dirasakan disertai dengan sedikit
hebat tidak sesuai dengan besar bengkak pusing
yang dirasa.
TEORI KASUS
4. Nyeri dapat juga timbul spontan pada saat 4. Pasien semakin merasa sakit saat telinganya
dipegang dan saat mengunyah.
membuka mulut (sendi temporomandibula).
5. Selain itu terdapat juga gangguan pendengaran, 5. Pasien mengatakan telinga kiri sesekali
berdenging serta sedikit mengalami pada
bila furunkel besar dan menyumbat liang telinga telinga kanan namun tidak terlalu mengganggu
seminggu yang lalu.
tatalaksana
TEORI KASUS
• Ciprofloksasin merupakan antibiotik golongan Pasien diberikan ciprofloksasin 2x500 tab
fluoroquinolone yang memiliki daya anti bakteri
lebih kuat dibandingkan dengan quinolone.
• Ciprofloksasin aktif terhadap bakteri gram
negatif. Contoh bakteri gram negatif berupa
pseudomonas, salmonella, shigella, neisseria,
campylobacter.
• Namun kurang efektif terhadap bakteri gram
positif.
• Efek samping : mual, muntah, sakit perut, sakit
kepala, pusing.
TEORI KASUS
1. Natrium diklofenak termasuk dalam obat 1. Pasien diberikan Natrium diklofenak 2 x 50 mg
antiinflamasi nonsteroid (OAINS). Obat ini bekerja
dengan cara menghentikan produksi zat penyebab
rasa sakit. OAINS seperti natrium diklofenak juga
memiliki efek lain seperti pereda demam
(antipiretik).
TEORI KASUS
• Cetirizine merupakan obat golongan antihistamin 1. Pasien diberikan cetirizine 2x10 mg
yaitu anti histamin AH1 yang berperan penting dalam
reaksi anafilaksis, alergi, trauma dan syok.
• Histamin bekerja terhadap reseptor tertentu pada
sel yang terdapat pada permukaan membran.
• AH1 menghambat efek histamin pada pembuluh
darah, bronkus dll.
Efek samping cetirizine : menyebabkan kantuk,
mengganggu konsentrasi.
Terima Kasih