0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
181 tayangan15 halaman

Pembinaan Kebugaran Jasmani di Sekolah

Dokumen ini membahas program kesehatan kerja dan olahraga di sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa melalui aktivitas fisik dan latihan teratur. Program ini mencakup pengukuran kebugaran, latihan fisik, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

Diunggah oleh

roby noprian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
181 tayangan15 halaman

Pembinaan Kebugaran Jasmani di Sekolah

Dokumen ini membahas program kesehatan kerja dan olahraga di sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani siswa melalui aktivitas fisik dan latihan teratur. Program ini mencakup pengukuran kebugaran, latihan fisik, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa.

Diunggah oleh

roby noprian
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Program

kesehatan kerja
dan olahraga
LATAR BELAKANG

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan


kemampuan hidup sehat bagi seluruh lapisan masyarakat agar terwujud derajat
kesehatan yang optimal. Salah satu upaya untuk mewujudkan visi dan misi melalui
strategi tersebut adalah melalui upaya kesehatan olahraga yang tertuang dalam Undang-
Undang RI nomor 36 tahun 2009 pasal 80 dan 81 yang menyatakan bahwa:

1. Peningkatan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat merupakan upaya


dasar dalam meningkatkan prestasi belajar, prestasi kerja, dan prestasi olahraga.
2. Upaya kesehatan olahraga dilaksanakan melalui aktivitas fisik, latihan fisik, dan
olahraga.
3. Upaya kesehatan olahraga lebih mengutamakan pendekatan preventif dan promotif,
tanpa mengabaikan pendekatan kuratif dan rehabilitatif.
4. Upaya kesehatan olahraga ditujukan untuk meningkatkan kesehatan dan kebugaran
jasmani masyarakat.
5. Penyelenggaraan upaya kesehatan olahraga diselenggarakan oleh pemerintah,
pemerintah daerah, dan masyarakat.
TUJUAN

Tujuan Umum :
Terwujudnya peserta didik yang sehat, bugar, berprestasi melalui pendidikan dan
pembudayaan aktivitas fisik, latihan fisik serta olahraga yang baik, benar,
terukur, teratur di sekolah.

Tujuan Khusus :
a. Meningkatnya pengetahuan, psikomotor, sikap, dan perilaku peserta didik
dalam meningkatkan kebugaran jasmani
b. Meningkatnya pengetahuan, psikomotor, sikap, dan perilaku peserta didik
untuk melakukan kegiatan aktivitas fisik, latihan fisik dan olahraga sehingga
menjadi budaya hidup sehari-hari.
c. Meningkatnya kemandirian peserta didik berperilaku hidup bersih dan sehat
dalam melakukan aktivitas fisik, latihan fisik serta olahraga yang baik, benar,
terukur dan teratur
SASARAN RUANG LINGKUP

Sasaran yang ingin dicapai 1. Kebugaran Jasmani


dalam menerapkan Pedoman
2. Peningkatan Kebugaran Jasmani
Pembinaan Kebugaran bagi Anak
Sekolah melalui UKS adalah : 3. Upaya Kesehatan Olahraga
1. Penanggung jawab upaya melalui UKS
kesehatan sekolah, upaya 4. Indikator Keberhasilan
kesehatan olahraga dan upaya
5. Pemantauan dan Evaluasi
kesehatan lain di Puskesmas
6. Pencatatan dan Pelaporan
2. Tim pelaksana UKS dan pendidik
di sekolah
3. Guru pendidikan jasmani
olahraga dan kesehatan
(penjasorkes)
4. Peserta didik dan warga sekolah
LANDASAN HUKUM

1. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 3 tentang Sistem Pendidikan


Nasional
2. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009, Pasal 79 tentang Kesehatan Sekolah
3. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009, Bab IX, Pasal 80 dan 81 tentang
Kesehatan Olahraga
4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 39 Tahun 2008, Pasal 3 tentang
Pembinaan Kesiswaan melalui Kegiatan Ekstrakurikuler dan Intrakurikuler
5. Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri
Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 1/U/SKB/2003,
1067/[Link]/SKB/VII/2003, MA/230A/2003, Nomor 26 Tahun 2003, tanggal 23
Juli 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1429/Menkes/SK XII/2006 tentang
Pedoman Penyelenggaraan Kesehatan Lingkungan Sekolah
MANFAAT KEBUGARAN
JASMANI
Kebugaran Jasmani yang baik
dapat dicapai dengan
menigkatkan aktivitas fisik dan
melakukan latihan fisik atau
olahraga terprogram secara
baik, benar, terukur, dan
teratur. Manfaat latihan fisik
terprogram tersebut dapat
dilihat dari aspek fisik, aspek
psikologis maupun aspek sosio-
ekonomi
MANFAAT ASPEK FISIK MANFAAT ASPEK
PSIKOLOGIS
a. Memperlancar aliran darah a. Meningkatkan rasa percaya diri
b. Memperkuat otot jantung b. Membangun rasa sportivitas
c. Meningkatkan kapasitas jantung
c. Memupuk tanggung jawab
d. Memperbaiki fl eksibilitas otot dan sendi
d. Membantu mengendalikan stres
e. Memperbaiki postur tubuh
e. Meningkatkan kemampuan untuk
f. Menurunkan risiko tekanan darah tinggi
beradaptasi dan mengkontrol
g. Menurunkan risiko kolesterol tinggi kecemasan dan depresi Manfaat
h. Menurunkan risiko kegemukan psikologis ini dapat terlihat khususnya
pada kegiatan yang dilakukan secara
i. Menurunkan risiko diabetes tipe 2
berkelompok.
j. Menurunkan risiko osteoporosis pada saat
tua
k. Menurunkan risiko penyakit menular
(misalnya influenza)
LATIHAN FISIK

Setelah dilakukan pengukuran kebugaran jasmani maka peserta diharapkan


mengikuti latihan fisik terprogram.
Tahapan Latihan Fisik
a. Pemanasan Pemanasan merupakan rangkaian latihan fisik yang ditujukan agar
tubuh siap melakukan latihan dan mencegah terjadinya cedera pada saat latihan.
Pemanasan dilakukan 5 – 10 menit, diawali dengan gerakan ringan, peregangan
dan diakhiri dengan berjalan kaki
b. Latihan Inti Latihan fisik yang dilakukan dalam upaya meningkatkan kesehatan
dan kebugaran tubuh. Jenis latihan inti dapat berupa latihan memperkuat
jantung paru, latihan latihan kekuatan otot, latihan keseimbangan, dan latihan
kelenturan.
c. Pendinginan Dilakukan 5 – 10 menit setelah melakukan latihan inti dengan
gerakan seperti pada pemanasan termasuk peregangan dilakukan secara
perlahan.
INDIKATOR KEBERHASILAN, PEMANTAUAN,
EVALUASI SERTA PENCATATAN DAN PELAPORAN

Indikator Input Indikator Proses


a. Kebijakan sekolah dalam a. Adanya kegiatan pembinaan
pelaksanaan pembinaan kebugaran
kesehatan olahraga dari
jasmani bagi peserta didik
Puskesmas
b. Ketersediaan petugas UKS di
Puskesmas b. Adanya kegiatan gerak ringan
sebelum masuk kelas
c. Ketersediaan petugas UKS di Sekolah
d. Ketersediaan Guru Pendidikan c. Adanya kegiatan peregangan di
Jasmani di Sekolah antara jam belajar
e. Ketersediaan sarana prasarana di d. Adanya kegiatan senam
Sekolah kebugaran jasmani
f. Ketersediaan dana/anggaran e. Adanya kegiatan pengukuran
g. Komunitas olahraga di sekolah kebugaran jasmani
Indikator Output
Cakupan/persentase anak sekolah
yang diukur kebugaran jasmani
(perbandingan antara jumlah yang
anak sekolah yang diukur dengan
jumlah anak sekolah pada kelas
yang sesuai)

Indikator Outcome
a. Persentase peningkatan
kebugaran jasmani anak sekolah
b. Menurunnya angka kesakitan
atau ketidakhadiran peserta didik
PEMANTAUAN

Pemantauan dilakukan dalam bentuk :


- Partisipasi aktif peserta didik selama melakukan aktivitas fisik dan latihan fisik
di sekolah.
- Mengukur denyut nadi (DN) selama senam kebugaran jasmani, Denyut nadi yang
dianjurkan untuk diukur adalah pada saat sebelum latihan (nadi istirahat),
setelah melakukan pemanasan (nadi pemanasan), setelah melakukan latihan inti
(nadi latihan) dan setelah melakukan pendinginan (nadi pendinginan).
- Melakukan pemeriksaan kondisi tubuh, denyut nadi istirahat dan tekanan darah
sebelum melakukan pengukuran kebugaran jasmani.
- Mencatat keluhan yang dirasakan peserta didik selama melakukan kegiatan.
- Pemantauan dilaksanakan sesuai dengan jenis kegiatan.
- Alat pemantauan dapat berupa kartu absensi yang diisi oleh guru pendidikan
jasmani atau guru kelas dan kartu individu untuk mencatat pencapaian dan
perkembangan hasil kegiatan peserta didik.
EVALUASI

1. Evaluasi hasil pengukuran kebugaran


jasmani terintegrasi diharapkan dapat
dilakukan minimal 3 bulan setelah
pengukuran pertama.
2. Evaluasi pengukuran kebugaran
jasmani terintegrasi dilakukan setelah
peserta melaksanakan latihan fisik
terprogram sesuai anjuran.
3. Seluruh hasil pengukuran kebugaran
jasmani terintegrasi dan latihan fisik
yang sudah diprogram sesuai dengan
rekomendasi latihan dituliskan ke dalam
buku saku monitoring kebugaran jasmani
terintegrasi dan KMB. Demikian juga
hasil pengukuran komposisi tubuh dan
faktor risiko penyakit tidak menular.
PENCATATAN DAN PELAPORAN

Pencatatan dan pelaporan pembinaan kebugaran jasmani merupakan


bagian dari pencatatan “Penjaringan Kesehatan Peserta Didik”.
Pencatatan hasil pengukuran kebugaran jasmani sebagai bagian dari
screening kesehatan pada awal tahun ajaran dapat diisikan pada bab VII
(Penjaringan Kesehatan Anak Sekolah Dasar) dan bab VIII (Penjaringan
Kesehatan Anak Sekolah Lanjutan) tentang Kebugaran Jasmani dalam
bentuk baterei tes (5 item tes) atau hanya 1 item tes saja (lari jarak
sedang). Pencatatan hasil pengukuran kebugaran jasmani sebagai bagian
dari monitoring pada akhir semester genap berupa 1 item tes (lari jarak
sedang) dapat dicatat pada kartu individu peserta didik
PENUTUP

Peningkatan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat


sekolah merupakan upaya dasar dalam meningkatkan prestasi belajar.
Pembinaan kebugaran jasmani bagi peserta didik melalui pendidikan
jasmani, olahraga, dan kesehatan yang meliputi tes kebugaran jasmani
dan latihan fisik/olahraga terprogram perlu diterapkan dalam kurikulum
sekolah. Peserta didik diharapkan tahu dan mau melakukan aktivitas
fisik, latihan fisik dan atau olahraga secara baik, benar, terukur, dan
teratur melalui pembudayaan peningkatan aktivitas fisik dalam
kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan derajat kesehatan dan
kebugaran jasmani yang optimal sehingga dapat meningkatkan prestasi
belajar. Puskesmas melalui UKS diharapkan dapat membantu sekolah dan
berkoordinasi dengan lintas program maupun lintas sektor terkait untuk
mengembangkan penyelenggaraan kesehatan olahraga di sekolah
THANK YOU

Anda mungkin juga menyukai