0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan35 halaman

MPS untuk Kesehatan Ibu dan Bayi

Dokumen tersebut membahas tentang strategi Making Pregnancy Safer (MPS) dan Millenium Development Goals (MDGs) yang bertujuan untuk mengurangi kematian ibu dan bayi baru lahir. Strategi ini mencakup empat program pokok yaitu persalinan yang ditolong tenaga kesehatan, penanganan komplikasi kehamilan, pencegahan kehamilan tak diinginkan, dan penanganan komplikasi abortus.

Diunggah oleh

Joya Utari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
72 tayangan35 halaman

MPS untuk Kesehatan Ibu dan Bayi

Dokumen tersebut membahas tentang strategi Making Pregnancy Safer (MPS) dan Millenium Development Goals (MDGs) yang bertujuan untuk mengurangi kematian ibu dan bayi baru lahir. Strategi ini mencakup empat program pokok yaitu persalinan yang ditolong tenaga kesehatan, penanganan komplikasi kehamilan, pencegahan kehamilan tak diinginkan, dan penanganan komplikasi abortus.

Diunggah oleh

Joya Utari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MPS DAN MDG’S

(MAKING PREGNANCY
SAVER AND SUSTAINABLE
DEVELOPMENT GOALS)
KELOMPOK 1

PRODI D3 KEBIDANAN BUKITINGGI


KELOMPOK 1

1. Adinda alisia putri


2. Aulia Raudhatul Jannah
3. Chavia raudatul janah
4. Dila putri utami
5. Dinda Sindu Utami
6. Elsa Fuji Hasfani
7. Fany Syamtia Gusti
8. Febriani Wulandari
9. Fikri Nur Zannah
10. Hanifatuzzahra
11. Hesti Arta Mefia
12. Joya Utari
13. Mutia Muharani
14. Nadia Chandra Wijaya
15. Nadia Yulianda
16. Nausta Dini Alhadis
17. Nur Hidayah
18. Nuri Qonitah Rahmah
19. Puti Rana Balqis
PENDAHULUAN
 Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir (BBL) saat ini masih
merupakan masalah, khususnya di negaranegara
berkembang.
 Sesuai komitmen global Indonesia telah menetapkan
penurunan AKI sampai 75 % dari keadaan 1990
(450/100.000 KH) atau sampai 125/100.000 KH pada tahun
2010. Sedangkan target penurunan AKB diharapkan
mencapai 35/1.000 KH pada tahun 2015.
 Karena itu Indonesia mengadopsi pendekatan Strategi MPS
yang dicanangkan WHO Th.2000 sebagai Gerakan
Persalinan Bersih dan Aman, yang telah dicanangkan
Presiden RI, pada tanggal 12 Oktober 2000.
KONSEP DASAR MPS (MAKING
PREGNANCY SAFER)
Making Pregnancy Safer (MPS) merupakan strategi sektor kesehatan yang
ditujukan untuk mengatasi masalah kembar kesehatan dan kesakitan ibu dan
[Link] MPS merupakan tonggak sejarah yang menandai komitmen baru
untuk memastikan hak ibu dan bayinya. Strategi MPS disusun berdasarkan
pengetahuan epidemiologi yang didapat sejak pencanangan Prakarsa Safe
Motherhood di Nairobi tahun 1987. Strategi ini disusun berdasarkan konsensus
yang dicapai pada International Conference on Population and Development
( I C P D - C a i r o , 1 9 9 4 ) , K o n f e r e n s i D u n i a k e - I V t e n t a n g Wa n i t a ( B e i j i n g , 1 9 9 5 ) d a n
p e r n y a t a a n b e r s a m a WH O / U NF PA / U NI C E F / Wo r l d B a n k .M P S m e n y e r u k a n k e p a d a
s e l u r u h p i h a k t e r k a i t , s e p e r t i p e m e r i n t a h , m a s y a r a k a t d a n o rg a n i s a s i i n t e r n a t i o n a l .
Pesan Kunci MPS Kompleksnya masalah kematian ibu memerlukan strategi
kesehatan yang memastikan bahwa :

a. Setiap persalinan harus diinginkan.


b. Setiap persalinan dilayani tenaga kesehatan terlatih.
c. Setiap komplikasi memperoleh pertolongan.
Kerangka Pikir MPS dalam Safe Motherhood dukungan yang
efektif untuk upaya Safe Motherhood nasional membutuhkan
pelaksanaan kegiatan dalam kerangka pikir MPS yang meliputi
area :

1. Membangun Kemitraan
2. Advokasi
3. Penelitian untuk Pengembangan
4. Penyusunan Standar dan Instrumen
5. Meningkatkan Dukungan Kapasitas, Teknis dan Kebijaksanaan
6. Monitoring dan Evaluasi
Tu j u a n M P S M e n u r u n k a n k e s a k i t a n d a n k e m a t i a n i b u d a n b a y i b a r u l a h i r d i
Indonesia. Strategi kegiatan yang akan dilakukan melalui kemitraan dengan

pemerintah dan mitranya:


1. M e n i n g k a t k a n k a p a s i t a s p e m e r i n t a h .
2. M e n y u s u n a t a u m e m p e r b a h a r u i k e b i j a k s a n a a n d a n s t a n d a r n a s i o n a l p e l a y a n a n
k e b i d a n a n u n t u k K e s e h a t a n l b u A n a k , KB , t e r m a s u k p e l a y a n a n p a s c a a b o r t u s ,
pelayanan aborsi bila dilegalkan) dan menyusun kombinasi perundangan
untuk mendukung kebijaksanaan dan standar ini.
3. M e m b a n g u n s i s t e m y a n g m e n j a m i n p e l a k s a n a a n s t a n d a r i n i d e n g a n b a i k .
4. M e n i n g k a t k a n a k s e s k e p a d a p e l a y a n a n k e s e h a t a n i b u - a n a k d a n p e l a y a n a n K B
yang efektif dengan memacu investasi sektor pemerintah dan swasta
sertamengembangkan pengaturan alternatif (seperti melalui kontrak) untuk
memaksimumkan kontribusi pihak swasta pada tujuan nasional.
5. M e n d o r o n g p e l a y a n a n d i t i n g k a t k e l u a rg a d a n m a s y a r a k a t y a n g
mendukungkesehatan ibu anak dan KB.
6. M e n i n g k a t k a n s i s t e m u n t u k m o n i t o r i n g p e l a y a n a n k e s e h a t a n i b u d a n a n a k .
7. g . M e n e m p a t k a n S a f e M o t h e r h o o d s e b a g a i p r i o r i t a s d a l a m a g e n d a
pembangunan kesehatan nasional dan internasional
Empat strategi utama ini yang merupakan strategi yang diadopsi langsung
oleh Depkes dari empat strategi MPS global:

1. Meningkatkan akses dan cakupan pelayanan berkualitas yang cost-


effective dan berdasarkan bukti-bukti.
2. Membangun kemitraan yang efektif melalui kerjasama lintas program,
lintas sektor dan kemitraan lainnya untuk melakukan advokasi guna
memaksimalkan sumberdaya yang tersedia serta meningkatkan
koordinasi perencanaan dan kegiatan MPS.
3. Mendorong pemberdayaan wanita dan keluarga melalui peningkatan
pengetahuan mereka untuk menjamin perilaku sehat dan pemanfaatan
pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.
4. Mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjamin penyediaan dan
pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.
3 (TIGA) PESAN KUNCI MPS :

Setiap kehamilan diinginkan


Setiap persalinan ditolong Nakes
terlatih
Setiap komplikasi memperoleh
pertolongan adequate
STRATEGI
Masing 2 dari kegiatan utama (3 pesan kunci) tsb, dicapai melalui 4
(empat) strategi :
1. Peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan :
persalinan oleh Nakes
pelayanan utk menangani komplikasi - mengurangi Kehamilan
tak diinginkan.
2. Kerjasama Lembaga Pem/ swadaya masyarakat & swasta
kemitraan [Link] pihak terkait
3. Pemberdayaan keluarga dan wanita
4. Pemberdayaan masyarakat diarahkan pada
kegiatan utk persiapan persalinan & persiapan
[Link] kondisi kegawat-daruratan
pemanfaatan fasilitas/tenaga kesehatan
SAFE MOTHERHOOD

[Link] Asasi Manusia


[Link] Perempuan
[Link] Kesehatan
[Link]
[Link] Ekonomi
MPS FOKUS SASARAN
 Persalinan oleh tenaga kesehatan
 Penanggulangan Komplikasi
 Pencegahan kehamilan tak diinginkan dan penanganan
komplikasi keguguran

Strategi
 Cakupan dan KS-LP/LS Pemberdayaan Pemberdayaan
Kualitas Yanbid Swasta Kel & Perempuan Masyaraka
FAKTOR PENGHAMBAT PENURUNAN
AKI
1. S t r a t e g i y a n g a d a t i d a k m u d a h d i m e n g e r t i d a n k u r a n g d i s o s i a l i s a s i k a n d g b a i k b e l u m
semua pihak memahami (termasuk para pengelola program)
2. K e r j a s a m a m a s i n g - m a s i n g s t a k e h o l d e r b e l u m m a k s i m a l
3. B a n y a k n y a p r o g r a m y g . d i i n t r o d u s i r o l e h p a r a d o n o r a g e n c i e s s e r i n g m e m b i n g u n g k a n
pengelola program
4. B e l u m a d a p r o g r a m p r i o r i t a s y a n g e f e k t i f y a n g d i s e p a k a t i o l e h s e m u a p i h a k t e r k a i t
5. P r o g r a m y g . a d a b e l u m d i l a k s a n a k a n s e s u a i d g . s t a n d a r p e l a y a n a n d a n c a k u p a n b e l u m
merata di seluruh Indonesia (krn sumber daya tidak mencukupi dibanding dg
banyaknya program).
6. U p a y a p e m b e r d a y a a n k e l u a rg a b l m . m e n d a p a t p e r h a t i a n c u k u p , b e l u m d i s e l a r a s k a n
dengan penyediaan pelayanan bermutu & belum dilaksanakan secara terintegrasi
(banyak sektor yg ikut melaksanakan upaya pemberdayaan)
7. M a s i h l e m a h n y a s i s t e m i n f o r m a s i ( y g . b e r k a i t a n d g . k e s e p a k a t a n i n f o r m a s i b a k u ,
akurasi data, ketepatan waktu pengiriman & pemanfaatan data/ informasi utk
perencanaan & pemantauan) mempengaruhi perencanaan.
PRINSIP DASAR PELAKSANAAN MPS
1. Dilaksanakan [Link] Indonesia Sehat 2010
2. Ditujukan utk semua sasaran(terutama [Link] di daerah
terpencil & penampungan).
3. Kab/kota merupakan unit pelaksana utama
4. Dilaksanakan dlm konteks sistem yankes yg ada, baik yankes
dasar maupun rujukan.
5. Kemitraan dg pihak terkait sangat diperlukan utk penyediaan &
pemanfaatan pelayanan
6. Partisipasi perempuan, keluarga dan masyarakat sangat
menentukan keberhasilan MPS, termasuk para suami
7. Penyediaan pelayanan keshtan diutamakan pada upaya yg Cost
effective berdasarkan evidence based (3 kegiatan pokok MPS)
dan berdasarkan masalah yang ada.
PROGRAM POKOK MPS
A. Persalinan hrs ditolong Nakes utk mencegah komplikasi kehamilan & kematian ibu
yg sering terjadi pada saat persalinan.
Intervensi kegiatan pertolongan persalinan yg aman dilakukan oleh Nakes terlatih,
sehingga

persalinan berjalan baik


komplikasi akibat penanganan yg salah dpt dicegah
komplikasi dpt cepat dideteksi & ditolong.
dpt segera dirujuK

Kegiatan difokuskan pada :


peningkatan kualitas pelayanan
penyediaan & pemanfaatan fasilitas/nakes
penempatan bidan desa terutama di desa terpencil,
dilaksanakan oleh pemerintah, sedangkan desa dg sosek
maju => swasta.
Utk cakupan pelayananpertolongan persalinan :

semua puskesmas menyediakan yankes utk


menolong persalinan
kemitraan dengan dukun bayi
penggalangan dana keluarga/[Link] persiapan
persalinan
Kegiatan jaminan mutu pelayanan
B . PE N A N G A N A N K E G AWAT- D A RU R ATA N

Penyebab utama kematian ibu :

 Penyebab langsung komplikasi obstetri : Perdarahan, Infeksi, Eklampsia,Partus lama & Abortus
penanganan difokuskan pada kelima penyebab utama tsb.

Masalah [Link] :
Ti d a k a d a d a t a y a n g a k u r a t d i d a e r a h S u m b e r d a y a b e r m u t u t i d a k t e r s e d i a 2 4 j a m . R e n d a h n y a a k s e s
masyarakat Kematian ibu sering terjadi pada saat segera setelah persalinan (24 jam I)Penanganan
komplikasi ditujukan terhadap penyediaan sumber daya, seperti
 Bidan yg mampu melakukan pelayanan penanganan gawat darurat (PPGD)
 P u s k e s m a s y g m a m p u m e l a k s a n a k a n p e l a y a n a n o b s t e t r i n e o n a t a l e m e rg e n s i d a s a r ( P O N E D )
 RS yg mampu melakukan Pelayanan obstetri neonatal emergensi komprehensif (PONEK) lgkp &
berfungsi
 Pelayanan ibu nifas, terutama nifas dini
 Persiapan dlm menghadapi kondisi kegawatdaruratan, meliputi aspek: tanda bahaya, biaya, rujukan
(bila di butuhkan).
C . M E N C E G A H / M E N A N G A N I K E H A M I L A N TA K D I I N G I N K A N
( K T D ) D A N K O M P L I K A S I A B O RT U S D G N 4 T E R L A L U :

Mencegah/menangani kehamilan tak diinginkan (KTD) dan komplikasi


abortus dgn 4 terlalu:
1. Terlalu muda
2. Terlalu tua
3. Terlalu sering
4. Terlalu banyak

Untuk itu dibutuhkan :


5. KIE / konseling KB selama kehamilan.
6. Pelayanan KB berkualitas (pasca bersalin & pasca keguguran)
7. Asuhan pasca keguguran
8. Meningkatkan partisipasi aktif pria dlm berKB
9. Sbg indikator : kejadian Unmet need & 4 terlalu
D. SOSIALISASI DAN ADVOKASI MPS
Keberhasilan pelaksanaan MPSperlu melibatkan
Lembaga Pem & swasta, NGO, LSM.

perlu sosialisasi & advokasi dgn substansi yg


cermat dg memperhatikan :
 permasalahan di daerah
 target sasaran utk menunjang terlaksananya 3
pesan kunci.
E . P E M A N TA PA N K E R J A S A M A D G . P I H A K T E R K A I T
T E R M A S U K O R G A N I S A S I P R O F E S I D A N S WA S TA

Pemantapan kerjasama [Link] terkait termasuk organisasi


profesi dan swasta.

1. kerjasama & kemitraan [Link] terkait sangat diperlukan


diarahkan agar kegiatan yg menjadi tgg jawab sektor terkait
shgg dpt menunjang pelaksanaan 3 pesan kunci sinergisme utk
penurunan AKI.

2. perlu diperhatikan [Link] :

 keterbukaan antar pihak terkait


 fahami peran & tupoksi
 saling menguntungkan
F. PENINGKATAN PARTISIPASI
KELUARGA DAN MASYARAKAT
Peningkatan partisipasi keluarga dan masy.

1. Masyarakat diharapkan berpartisipasi secara luas (dalam bidang


kesehatan), mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan
pemantauan/ penilaian (termasuk [Link] mutu yan)
2. Partisipasi diarahkan untuk :

pengetahuan dan awareness tanda bahaya


kesiapan keluarga & masyarakat dlm. menghadapi
persalinan dan bahaya yg. mungkin terjadi penyediaan &
pemanfaatan pelynan KIA penjagaan mutu pelayanan
PE N I N G K ATA N K A PA SI TA S M A N A J E ME N P EN G EL O L A
PR O G R A M

1. K e t e r b a t a s a n s u m b e r d a y a d a n p e m b i a y a a n ( t e r m a s u k K I A ) p e n e n t u a n k e g i a t a n
prioritas
2. P e n g e l o l a p r o g r a m d i d a e r a h m a m p u m e r e n c a n a k a n k e g i a t a n y g . c o s t - e ff e c t i v e
berdasarkan sumber daya yg ada, dan menggali sumber daya dari sektor lain, swasta
d a n m a s y.
3. P e r l u k e m a m p u a n m a n a j e m e n p a r a p e n g e l o l a p r o g r a m
4. P e r l u d u k u n g a n d a t a / i n f o r m a s i y g . a k u r a t .
5. K e g i a t a n y a n g d i b u t u h k a n :

 kapasitas pengelola program (Dinkes Prov) fasilitasi, supervisi, evaluasi


pelaksanaan MPS ke Kab/kota (termasuk fasilitas swasta)
 kapasitas Dinkes Kab/Kota & RSUD dlm pengelolaan (P1, P2, P3) kegiatan
utk AKI & kematian BBLR (termsk manajemen logistik)
 Rendahnya fasilitasi, supervisi, evaluasi pelaksanaan program MPS ke
Puskesmas.
INDIKATOR UTAMA MPS :
INDIKATOR UTAMA MPS :

1. Tersedianya fasilitas yankes yg mampu memberikan layanan


kegawat-daruratan obstetri & neonatal (bidan mampu PPGD,
Puskesmas, PONED dan RS PONEK)
2. Turunnya kejadian kehamilan tak diinginkan & unsafe abortion
3. Meningkatkan cakupan pertolongan oleh Nakes
4. Meningkatkan cakupan penanganan komplikasi
5. Turunnya kejadian kematian ibu
6. Turunnya kejadian kematian neonatal & lahir mati
KEBIJAKSANAAN DEPARTEMEN KESEHATAN DALAM
PENURUNAN AKI

 Kebijakan departemen kesehatan dalam upaya mempercepat


penurunan AKI, pada dasarnya mengacu pada intervensi
strategis “4 Pilar Safe Motherhood”.
 Mengupayakan agar setiap persalinan ditolong atau minimal
didampingi oleh bidan dan pelayanan obstetri sedekat
mungkin kepada semua ibu hamil.
4 pilar mps :

 Keluarga berencana

 Anc (antenatal)

 persalinan bersih dan aman

 Pelayana obstetri asensial


KESIMPULAN
 Safe motherhood merupakan suatu upaya untuk menurunkan
angka kematian ibu melalui beberapa pilar safe motherhood
yaitu Keluarga Berencana, pelayanan antenatal, persalinan
yang aman, dan pelayanan esensial obstetrik. Empat pilar
safe motherhood ini telah diimplementasikan di Indonesia
dengan menerapkan beberapa program yang harus
dilaksanakan oleh petugas kesehatan. Dalam
pelaksanaannya, bidan menjalankan upaya Safe Motherhood
melalui program P4K yaitu Program Perencanaan Persalinan
dan Pencegahan Komplikasi.
APA ITU SDG’S ???

SDGs (sustainable development goals)


yaitu sebuah dokumen yang akan
menjadi sebuah acuan dalam kerangka
pembangunan dan perundingan
negara-negara di dunia.
Sustainabale Development Goals (SDGs) didefinisikan sebagai
kerangka kerja untuk 15 tahun ke depan hingga tahun 2030. Berbeda
dengan MDGs yang lebih bersifat birokratis dan teknokratis,
penyusunan butir-butir SDGs lebih inklusif melibatkan banyak pihak
termasuk organisasi masyarakat sipil atau Civil Society Organization
(CSO). Penyusunan SDGs sendiri memiliki beberapa tantangan karena
masih terdapat beberapa butir-butir target MDGs yang belum bisa
dicapai dan harus diteruskan di dalam SDGs. Seluruh tujuan, target
dan indikator dalam dokumen SDGs juga perlu mempertimbangkan
perubahan situasi global saat ini.
Sustainable Development Goals (SDGs) adalah
kelanjutan dari global goals Melenium
Development Goals (MDGs) yang akan berakhir
tahun 2015. Secara formal, SDGs didiskusikan
pertama kali pada United Nations Conference on
Sustainable Development yang diadakan di Rio
de Janeiro bulan Juni 2012.
TIGA PILAR YANG MENJADI INDIKATOR DALAM
KONSEP PENGEMBANGAN SDGS, YAITU:
Indikator yang melekat pada pembangunan manusia (Human Development),
seperti pendidikan dan kesehatan.

Indikator yang melekat pada lingkungan kecil (Social Economic


Development), seperti ketersediaan sarana dan prasarana lingkungan serta
pertumbuhan ekonomi.

Indicator yang melekat pada lingkungan yang lebih besar (Environmental


Development), seperti ketersediaan sumber daya alam dan kualitas
lingkungan yang baik.
SDGs ini tidak terpisah Apabila MDGs terdiri dari
dari MDGs, SDGs 8 tujuan (goals), 18
merupakan bentuk sasaran (target) dan 58
penyempurnaan MDGs. indikator, sedangkan
SDGs merupakan SDGs terdiri dari 17
kelanjutan dari apa yang tujuan (goals) yang
sudah dibangun pada terbagi menjadi 169
MDGs (Millenium target dan 300 indikator.
Development Goals).
DIHARAPKAN PELAKSANAAN SDGS NANTINYA
AKAN LEBIH BAIK DARI MDGS, YAITU :

 SDGs lebih berkolaborasi secara global karena melibatkan seluruh negara


anggota PBB, baik negara berpenghasilan rendah dan menengah;
 sektor swasta dalam SDGs memiliki peran yang lebih besar untuk terlibat;
 MDGs tidak berakar pada standar hak asasi manusia, sementara SDGs
dinilai sudah didukung dengan dasar-dasar dan prinsip-prinsip HAM yang
lebih baik;
 SDGs bersifat inklusif;
 Indikator dalam SDGs memberikan kesempatan untuk keterlibatan
masyarakat sipil;
 PBB dapat menginspirasi dulia lewat SDGs; dan
 The 2015 United Nations Climate Change Conference adalah kesempatan
lain untuk membuat kemajuan.
SDG’s memiliki 5 pondasi yaitu manusia, planet,
kesejahteraan, perdamaian, dan kemitraan yang ingin
mencapai tiga tujuan mulia di tahun 2030 berupa
mengakhiri kemiskinan, mencapai kesetaraan dan
mengatasi perubahan iklim. Untuk mencapai tiga tujuan
mulia tersebut, maka disusunlah 17 Tujuan Global
17 TUJUAN GLOBAL (GLOBAL GOALS)

1. Tanpa Kemiskinan : Mengakhiri segala bentuk kemiskinan di seluruh penjuru dunia.


2. Tanpa Kelaparan : Tidak ada lagi kelaparan, mencapai ketahanan pangan, perbaikan nutrisi, serta mendorong budidaya
pertanian yang berkelanjutan.
3. Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan Seluruh masyarakat di segala umur.
4. Pendidikan Berkualitas :Menjamin pemerataan pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan keempatan belajar untuk
semua orang, menjamin pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta mendorong kesempatan belajar seumur hidup
bagi semua orang.
5. Kesetaraan Gender :Mencapai kesetaraan gender dn memberdayakan kaum ibu dan perempuan.
6. Air Bersih dan Sanitasi :Menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua orang.
7. Energi Bersih dan Terjangkau : Menjamin akses terhadap sumber energy yang terjangkau, terpercaya, berkelanjutan, dan
modern untuk semua orang.
8. Pertumbuhan Ekonomi dan Pekerjaan yang Layak : Mendukung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif,
lapangan kerja yang penuh dan produktif, serta pekerjaan yang layak untuk semua orang.
9. Industri, Inovasi dan Infrastruktur : Membangun infrastruktur yang berkualitas, mendorong peningkatan industri yang
inklusif dan berkelanjutan serta mendorong inovasi.
10. Mengurangi Kesenjangan : Mengurangi ketidaksetaraan baik di dalam sebuah Negara maupun di antara Negara-negara di dunia.
11. Keberlanjutan Kota dan Komunitas : Membangun kota-kota serta pemukiman yng inklusif, berkualitas, aman, berketahanan dan
berkelanjutan.
12. Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab : Menjamin keberlangsungan konsumsi dan pola produksi.
13. Aksi Terhadap Iklim : Bertindak cepat untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya.
14. Kehidupan Bawah Laut : Melestarikan dan menjaga keberlangsungan laut dan kehidupan sumber daya laut untuk perkembangan
pembangunan yang berkelanjutan.
15. Kehidupan Darat : Melindungi, mengembalikan, dan meningkatkan keberlangsungan pemakaian ekosistem darat, mengelola hutan
secara berkelanjutan, mengurangi tanah tandus, serta tukar guling tanah, memerangi penggurunan, menghentikan dan memulihkan
degradasi tanah, serta menghentikan kerugian keanekaragaman hayati.
16. Institusi Peradilan yang Kuat dan Kedamaian : Meningkatkan perdamaian termasuk masyarakat untuk pembangunan berkelanjutan,
menyediakan akses untuk keadilan bagi semua orang termasuk lembaga dan bertanggung jawab untuk seluruh kalangan, serta
membangun institusi yang efektif, akuntabel, dan inklusif di seluruh tingkatan.
17. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan : Memperkuat implementasi dan menghidupkan kembali kemitraan global untuk pembangunan
yang berkelanjutan.
PRINSIP-PRINSIP SDG’S

Adapun prinsip-prinsip dari MDG’s berdasarkan Outcome


Document Rio+20 adalah sebagai berikut :
 Tidak melemahkan komitmen internasional terhadap
pencapaian MDG’s pada tahun 2015;
 Mempertimbangkan perbedaan kondisi, kapasitas dan
prioritas nasional;
 Fokus pada pencapaian ketiga dimensi pembangunan
berkelanjutan secra berimbang, yaitu ekonomi, sosial, dan
lingkungan;
 Koheren dan terintegrasi dengan agenda pembangunan
pasca-2015.

Anda mungkin juga menyukai