TES RORSCHACH
RACHMI ANGGRAINI, [Link],PSIKOLOG
SEJARAH & PERKEMBANGAN TES RORSCHACH
Tes /Teknik Rorschach merupakan tes proyeksi yang
menggunakan stimulus bercak tinta yang paling
popular diantara tes bercak tinta lainnya, baik
sebelum Rorschach melaporkan hasil penelitiannya
maupun sesudahnya
Sejarah perkembangan teknik bercak tinta Rorschach
terbagi menjadi tiga periode yaitu periode sebelum
Rorschach, periode Rorschach dan periode sesudah
Rorschach
PERIODE SEBELUM RORSCHACH
• Peneliti pertama yang tercatat mulai mendiskusikan tentang
ink blots ini adalah Justinus Kerner
• Dengan tulisannya yang berjudul Kleksographien yang
dipublikasikan pada tahun 1857, Kerner dipandang sebagai
pelopor dalam bercak tinta
• Kerner tidak secara langsung mengambil kemungkinan adanya
hubungan antara persepsi ink blots dan diagnosa kepribadian.
Dia melihat adanya kesulitan dalam mengintepretasi ink blots
berdasarkan kertelibatan material objek dan respon proyektif
dari individu.
• Setahun kemudian Dearborn dari
• Pada tahun 1895, Harvard mempublikasikan artikel
Alfred Binet juga mengenai bagaimana membuat
mengatakan bawah ink blots hitam-putih maupun
penggunaan ink blots berwarna untuk dipergunakan
dapat digunakan dalam psikologi eksperimen. Dari
sebagai metode untuk eksperimennya disimpulkan
investigasi imajinasi bahwa pengalaman masa lalu
visual pada studi trait terutama pengalaman masa kecil
kepribadian mempunyai pengaruh terhadap
persepsi ink blots
Pada tahun 1910, Whipple mempublikasikan Satu decade selanjutnya F.C Bartlett (1916)
untuk yang pertama kali sebuah seri/set ink menggunakan ink blots dalam studi
blots yang terstandarisasi dan dilengkapi dengan mengenai persepsi dan imajinasi. Dari hasil
buku petunjuk (manual) namun alat tersebut studinya ditemukan bahwa isi jawaban dari
hanya dapat digunakan untuk mengetahui bercak tinta dapat digunakan untuk
imajinasi subjek, belum ada perhatian kearahan mengetehui minat (interest) subyek dan
hubungan anatara karakteristik kepribadian memungkinkan juga dapat mengetahui
dengan respon yang diberikan pekerjaan apa yang diinginkan
Tahun 1917 Cicely Parsons membuat studi 97 anak-anak dengan menggunakan blots Whipple. Dari studi
dengan blots ini, ia menemukan persentase yang tinggi respon binatang dan manusia, perbedaan jenis
kelamin, tingkatan kualitas dan tipe dari hasil deskripsi subyek bergantung pada usia. Hal ini
mengindikasikan adanya kemungkinan untuk melihat perbedaan individu.
Analisa konten dari respon yang dihasilkan baik dari penelitian Bartlett dan Parsons menjadi arah untuk
formulasi yang kemudian dikembangkan oleh Herman Rorschach.
PERIODE RORSCHACH Dalam Psychodiagnostik tersebut Rorschach
menulis bahwa dia telah menyeleksi satu
seri bercak tinta yang terdiri dari 10 kartu
Ketertarikan Rorschach terhadap ink dari ribuan kartu yang telah dicobakan
blots ini dimulai dari tahun 1911.
selama 10 tahun bekerja dibeberapa RS,
10 kartu terpilih ini telah distandardisasi
Rorschach terus mengadakan penelitian
dengan menggunakan populasi dari rumah
dengan menggunakan bercak tinta.
sakit tempat ia bekerja sebagai kepala
Hasil penelitiannya itu kemudian ditulis
psikiatris.
dalam sebuah monograph dengan judul
Psychodiagnostik, terbit pada tahun
1921
Penelitian melibatkan metode untuk melihat gambar visual yang di imajinasikan melalui persepsi
individu, dan dianalisa lewat konten atau gambar yang dipersepsikan oleh individu. Gambar atau
symbol yang dipersepsikan individu di percaya merupakan proyeksi dari kepribadian dasarnya
Monograph pertama yang dipubilikasikan oleh Rorschach menjadi saat terakhir
kemunculan dirinya di depan public. Herman Rorschach meninggal pada 2
April 1922. Sebelum meninggal, ia sedang menyempurnakan karyanya dalah
hal teknik-teknik sehingga lebih luas dan mampu menampilkan perbedaan.
Hasilnya ini dipublikasikan oleh rekan kerjanya, Emil Oberholzer.
Menurut Kloper (1962) Teknik bercak tinta yang di susun Rorschach merupakan titik
puncak keberhasilan dari penelitian-penelitian yang mengunakan bercak tinta
selama 20 tahun di Eropa dan Amerika. Rorschach berhasil menerobos aspek-aspek
yang belum pernah dijangkau peneliti-peneliti lain. Jika hampir semu peneliti lain
mengatakan bahwa bercak tinta adalah tes imajinasi, namun menurut Rorschach
yang paling berperan adalah fungsi persepsi.
Perbedaan lain hasil penelitian Rorschach dengan ahli-ahli sebelumnya adalah
bukan aspek isi jawaban subjek yang dipentingkan Rorschach, tetapi aspekformil
dan strukturil. Ia lebih menekankan memahami bagaimana subjek memandang
bercak tinta itu bukan apa isi dari responnya
PERIODE SESUDAH RORSCHACH
Pada tahun 1924 tulisan Rorschach bersama asistennya, Emil Obelholzer, pertama kali
diterbitkan dalam bahasa inggris. Dalam tulisan itu dijelaskan mengenai analisis yang
dilakukan dalam teknik Rorschach dan juga didemonstrasikan cara penyekoran serta
interpretasinya.
David Levy memperkenalkan tes Rorschach di Amerika. Samuel Beck, menerbitkan bercak tinta untuk
tes Rorschach dan juga mengembangkan metode interprestasi yang masih dipakai sampai sekarang.
Hertz banyak mengadakan penelitian tentang aspek-aspek metodologis dalam tes Rorschach.
Tahun 1934 Bruno Klopfer mengembangkan tes Rorschach dalam kelompok studinya. Pada tahun 1936
Klopfer dkk mendirikan Rorschach Institute sebagai lembaga melatih para para ahli untuk
menggunakan tes Rorschach. Pada tahun 1948 Rorschach Institute berubah menjadi The Society for
Projective Technique, yang menerbitkan TAT (Thematic Apperception Test) dan tes proyektif lainnya.
DASAR PEMIKIRAN TEKNIK RORSCHACH
Asumsi dasar yg digunakan
dalam tes Rorschach adalah Gambar tinta (Ink Blots ) pada kartu
merupakan gambar yang cocok sebagai
hubungan antara persepsi
stimulus karena gambar tersebut bersifat
seseorang dengan ambigu atau tidak terstruktur. Hal ini
kepribadiannya. membuat individu memberikan respon yang
Jika seseorang melihat benda tidak ia pelajari terlebih dahulu atau
yg tidak pasti bentuknya, memiliki pengalaman sebelumnya karena
maka ia akan cenderung memang tidak ada jawaban “benar” atau
memberi interpretasi “salah” dalam respon yang diberikan
berdasarkan apa yang ada individu.
didalam dirinya
Tujuan utama dalam Teknik
Rorschach bukanlah memberikan
prediksi perilaku seseorang secara
atomistic (bagian demi bagian),
melainkan memberikan suatu
Test Rorschach deskripsi tentang kepribadian secara
melibatkan “proyeksi” keseluruhan (gestalt) yang
kebutuhan, pengalaman, mempunyai arti klinis
dan pola kebiasaan pada
saat individu
memberikan respon
disetiap kartu yang
diberikan.
ASPEK KEPRIBADIAN YANG DIUNGKAP TES RORSCHACH
Dalam memahami kepribadian, Rorschach berusaha melihat secara menyeluruh
(global approach). Suatu fungsi psikologis tertentu selalu dilihat dalam kaitannya dengan
fungsi psikologis yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa tes Rorschach dapat mengungkap
seluruh kepribadian seseorang
Menurut Klopfer (1962) kepribadian manusia itu adalah sedemikian kompleksnya, sehingga
tidak akan mungkin dapat dilihat secara utuh hanya dengan menggunakan satu alat tes saja.
Hasil tes Rorschach hanyalah salah satu frame of reference dalam melihat kepribadian
Hasil tes Rorschach juga dapat melengkapi hasil dari tes objektif, misalnya tes intelegensi.
Karena tes Rorschach juga dapat memprediksikan taraf dan fungsi intelegensi seseorang, maka
hasil tes objektif akan dapat menjadi referensi yang perlu diperhatikan.
TES RORSCHACH
DAPAT DIBAGI DALAM
TIGA ASPEK POKOK,
YAITU:
1. Aspek Kognitif
Yang diungkap dalam aspek ini antara lain :
Status dan fungsi Kekuatan observasi : apakah seseorang mampu
intelektual: melihat sesuatu secara jelas
bagaimana kapasitas
intelektual
seseorang, Pemikiran orisinil (originality
Pendekatan terhadap of thinking): apakah seseorang
masalah : bagaimana mampu berpikir orisinal dan
proses berpikir menunjukan kreatifitasnya
seseorang dalam
menghadapi masalah
dan lain-lain
2. Aspek Afektif atau Emosional
Yang diungkap dalam aspek ini antara lain :
Responsiveness to people : bagaimana
General emotional responsifitas seseorang terhadap orang
tone : bagaimana lain. Apakah mampu menjalin hubungan
suasana emosi secara sosialnya dengan baik atau sebaliknya
umum, apakah Feeling about self :
spontan, depresif, bagaimana respon
kaku, cemas, menarik seseorang terhadap
diri dll tuntutan dalam Reaction to emotional
dirinya stress : Dalam kondisi
tertekan, apakan individu
dapat memberikan respon
dengan baik, mampu
mengontrol diri, ataupanik,
cemas dll
3. Aspek Fungsi Ego.
Yang termasuk dalam aspek fungsi ego ini adalah :
Kekuatan ego (ego Pertahanan (defenses):
strength) : bagaimana Daerah konflik (conflict Bentuk pertahanan diri
hubungan seseorang area): apa yang sering
dengan realita. Apakah Apakah seseorang dapat digunakan seseorang,
persepsinya jelas? mengadakan penyesuaian diri apakah represi,
Bagamana penilaian dengan baik terhadap penolakan, rasionalisasi
dirinya, apakah dia dorongan seksualnya? Apakah dll. Apakah seseorang
cukup percaya diri dsb ia bingung dengan perasaan cukup fleksibelatau kaku
dan identitas seknya? Apakah terhadap defensesnya
ada konflik dalam hal sikap
terhadap otoritas dll
BEBERAPA KRITIK TERHADAP TES RORSCHACH
• Sering dikatakan tes Rorschach tidak efektif dan efisien. Administrasinya
memakan waktu yang cukup lama dan membutuhkan kemampuan khusus untuk
dapat menyajikan tes dengan baik
• Skoringnya sangat kompleks dan unsur subjektivitas cukup besar, sehingga sangat
sulit untuk dapat menjadi ahli interpreter yang mumpuni dalam tes Rorschach
• Di pihak testee, suasana yang bebas justru menimbulkan kesulitan terutama
bagi mereka yang terbiasa mendapatkan petunjuk-petunjuk dalam melakukan
suatu tugas.
• Validitas tes Rorschach agak berbeda dengan pengertian umum, tes Rorschach
menghasilkan validitas klinis yang mungkin tidak sejalan dengan validitas secara
statistik
Thanks!