Panduan Penggunaan Huruf dalam Penulisan
Panduan Penggunaan Huruf dalam Penulisan
1
Huruf Kapital
1. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.(cukup jelas)
2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan.
Misalnya: Susilo Bambang Yudoyono Markus Sasi
Rudolf Diesel Mujair
Dewa Pedang Ayam Jantan dari Timur
Catatan:
Jika nama orang seperti Diesel, Mujair, dan Ampere dipakai untuk nama
benda atau satuan, maka ditulis dengan huruf kecil, misalnya mesin diesel,
ikan mujair, dan lima ampere.
Huruf kapital tidak dipakai untuk menuliskan huruf pertama kata yang bermakna
‘anak dari’, seperti bin, binti, boru, dan van, atau huruf pertama kata tugas.
Misalnya:
Abdul Rahman bin Zaini Siti Fatimah binti Salim
Indani boru Sitanggang Charles Adriaan van Ophuijsen
Ayam Jantan dari Timur 2
3. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan
langsung.
Misalnya:
Misalnya:
Katolik Alkitab
Yang Mahakuasa Yang Maha
Pengasih
Allah akan menunjukkan jalan kepada
hamba-Nya.
4
5. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama
gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang
diikuti nama orang termasuk gelar akademik yang
diikuti nama orang.
Misalnya:
Sultan Hasanuddin, Haji Agus, Raden Ajeng Kartini,
Doktor Mohammad Hatta
Bandingkan!
Tahun ini ia pergi naik haji.
Bandingkan!
Tugas presiden tidak ringan.
Siapakah kepala desa yang baru dilantik itu?
6
[Link] kapital dipakai sebagai huruf pertama nama
bangsa, suku bangsa, dan bahasa
Misalnya:
bangsa Indonesia, suku Sunda, bahasa Inggris
Bandingkan!
mengindonesiakan, keinggris-inggrisan
7
[Link] kapital dipakai sebagai huruf pertama nama
tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah (yang
dipakai sebagai nama).
Misalnya:
bulan Agustus, hari Jumat, hari Natal,
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Perang Dunia II.
Bandingkan!
Misalnya:
Para pendaki itu berhasil sampai ke puncak Gunung
Mutis.
Mobil itu terseret banjir di Kali Noemuti.
Salah satu tempat wisata di TTU yang
direkomendasikan untuk didatangi adalah Pantai
Wini.
Bandingkan!
Kami berjalan-jalan di pantai.
Mereka mandi di kali.
9
[Link] kapital dipakai sebagai huruf pertama
semua unsur nama negara, lembaga, badan
organisasi atau dokumen kecuali kata
tugas seperti, di, ke, dari, dan, yang, dan untuk.
Misalnya:
Republik Indonesia,
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16
Bandingkan!
Negara Ibdonesia berbentuk republik.
Beberapa badan hukum telah menangani kasusnya.
10
11. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua
kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di
dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul
karangan kecuali kata seperti di, ke, dari, dan, yang,
untuk yang tidak terletak pada posisi awal.
Misalnya:
Saya telah membaca buku Dari Ave Maria ke
Jalan Lain ke Roma.
Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
11
12. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur
singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan.
Misalnya:
Dr.
S. H.
S. Pd.
Tn.
Ny.
Sdr.
12
[Link] kapital dipakai sebagai huruf pertama kata
penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu,
saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam
penyapaan dan pengacuan.
Misalnya:
“Kapan Bapak berangkat?” tanya Harto.
Adik bertanya, “Itu apa Bu?”
Surat Saudara sudah saya terima.
Besok Paman akan datang.
Mereka pergi ke rumah Pak Camat.
Para ibu mengunjungi Ibu Hasan.
Bandingkan!
Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.
13
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata
ganti Anda.
Misalnya:
Sudahkah Anda tahu?
Siapa nama Anda?
Surat Anda telah kami terima.
14
Huruf Miring
• Misalnya:
• Saya memiliki majalah Bahasa dan Kesusastraan.
• Berita itu dimuat di surat kabar Pos Kupang.
• Pusat Bahasa. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia
• Pusat Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
15
2. Huruf miring dipakai untuk menegaskan atau
mengkhususkan huruf, bagian kata, kata, atau
kelompok kata dalam kalimat.
Misalnya:
Huruf terakhir kata abad ialah d bukan t.
Ia bukan menipu, tetapi ditipu.
Dia tidak diantar, tetapi mengantar.
16
3. Huruf miring dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah
atau ungkapan asing kecuali yang telah
disesuaikan ejaannya.
Misalnya:
Nama ilmiah buah manggis ialah Carnicia mangostana.
Politik devide et impera pernah merajalela di negeri ini.
Catatan:
- Dalam tulisan tangan atau ketikan, huruf atau kata yang akan dicetak miring
diberi satu garis di bawahnya.
- Nama diri, seperti nama orang, lembaga, atau organisasi, dalam bahasa asing
atau bahasa daerah tidak ditulis dengan huruf miring.
- Kalimat atau teks berbahasa asing atau berbahasa daerah yang dikutip secara
langsung dalam teks berbahasa Indonesia ditulis dengan huruf miring.
17
HURUF TEBAL
18
2. Huruf tebal dapat dipakai untuk menegaskan
bagian- bagian karangan, seperti judul buku, bab, atau
subbab. Misalnya:
BAB I
PENDAHULUAN
19
SELESAI
20
Kaidah
Penulisan Kata
(PUEBI)
21
[Link] Dasar (cukup jelas)
[Link] Turunan
1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai
dengan kata dasarnya.
Misalnya:
22
2. Bentuk terikat ditulis serangkai dengan kata yang
mengikutinya.
Misalnya:
adibusana infrastruktur proaktif
antarkota antibiotik biokimia
ekabahasa kosponsor mancanegara
multilateral narapidana nonkolaborasi
pascasarjanaprasejarah transmigrasi
subbagian semiprofesional mahasiswa
23
Catatan:
1) Jika bentuk terikat diikuti oleh kata dengan huruf awal huruf
kapital, di antara kedua unsur itu dituliskan tanda hubung (-).
Misalnya:
non-Indonesia, non-Jepang, anti-PKI
24
C. Kata Ulang
Bentuk ulang ditulis menggunakan tanda hubung (-) di
antara unsur-unsurnya.
Misalnya:
anak-anak biri-biri buku-buku
cumi-cumi hati-hati kupu-kupu kuda-kuda
kura-kura
Catatan:
Bentuk ulang gabungan kata (kata majemuk) ditulis dengan
mengulang unsur pertama.
Misalnya:
surat kabar → surat-surat kabar
rumah sakit → rumah-rumah sakit
kereta api → kereta-kereta api 25
D. Gabungan Kata
26
[Link] kata, termasuk isilah khusus, yang
mungkin menimbulkan kesalahan pengertian dapat
ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan
pertalian unsur yang bersangkutan.
Misalnya:
buku sejarah-baru, ibu-bapak kami
Bandingkan!
27
3. Gabungan kata yang mendapat awalan atau akhiran
tetap ditulis terpisah.
Misalnya:
bertepuk tangan, menganak sungai, garis bawahi.
4. Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran
sekaligus, ditulis serangkai.
Misalnya:
menggarisbawahi, menyebarluaskan
5. Gabungan kata yang sudah padu ditulis serangkai.
Misalnya:
sukarela, daripada, kacamata, kepada, segitiga,
matahari, olahraga, sukacita, manasuka.
28
[Link] Kata
29
c. Jika di tengah kata dasar terdapat huruf konsonan
(termasuk gabungan huruf konsonan) di antara dua
huruf vokal, pemenggalannya dilakukan sebelum huruf
konsonan itu.
Misalnya:
ba-pak la-wan de-ngan
ke-nyang mu-ta-khir mu-sya-wa-rah
d. Jika di tengah kata dasar terdapat dua huruf konsonan
yang berurutan, pemenggalannya dilakukan di antara
kedua huruf konsonan itu.
Misalnya:
Ap-ril cap-lok makh-luk man-di
30
e. Jika di tengah kata dasar terdapat tiga huruf konsonan atau
lebih yang masing-masing melambangkan satu bunyi,
pemenggalannya dilakukan di antara huruf kon- sonan yang
pertama dan huruf konsonan yang kedua.
Misalnya:
ul-tra in-fra ben-trok in-stru-men
Catatan:
Gabungan huruf konsonan yang melambangkan satu bunyi
tidak dipenggal.
Misalnya:
bang-krut bang-sa ba-nyak ikh-las kong-res makh-
luk masy-hur sang-gup
31
2. Pemenggalan kata turunan sedapat-dapatnya dilakukan
di antara bentuk dasar dan unsur pembentuknya.
Misalnya:
ber-jalan mem-pertanggungjawabkan
mem-bantu di-ambil
per-buat me-rasakan
makan-an pergi-lah
32
Catatan:
Pemenggalan kata berimbuhan yang bentuk dasarnya
mengalami perubahan dilakukan seperti pada kata dasar.
Misalnya:
me-nu-tup me-ma-kai me-nya-pu
Pemenggalan kata bersisipan dilakukan seperti pada
kata dasar.
Misalnya:
ge-lem-bung ge-mu-ruh ge-ri-gi
si-nam-bung te-lun-juk
33
Pemenggalan kata yang menyebabkan munculnya satu huruf di
awal atau akhir baris tidak dilakukan.
Misalnya:
Beberapa pendapat mengenai masalah itu
telah disampaikan ….
Walaupun cuma-cuma, mereka tidak mau
mengambil makanan itu.
Di bawah ini contoh kesalahan.
Beberapa pendapat mengenai masalah i-
tu telah disampaikan ….
Walaupun cuma-cuma, mereka tidak ma-
u mengambil makanan itu.
34
3. Jika sebuah kata terdiri atas dua unsur atau lebih dan
salah satu unsurnya itu dapat bergabung dengan unsur
lain, pemenggalannya dilakukan di antara unsur-unsur
itu. Tiap unsur gabungan itu dipenggal seperti pada kata
dasar.
biografi bio-grafi / bi-o-gra-fi
bio-data bio-data / bi-o-da-ta
pascapanen pasca-panen / pas-ca-pa-nen
pascasarjana pasca-sarjana / pas-ca-sar-ja-na
35
4. Nama orang yang terdiri atas dua unsur atau lebih pada
akhir baris dipenggal di antara unsur-unsurnya.
Misalnya:
Lagu “Indonesia Raya” digubah oleh Wage Rudolf
Supratman.
5. Singkatan nama diri dan gelar yang terdiri atas dua huruf
atau lebih tidak dipenggal.
Misalnya:
Ia bekerja di DLLAJR.
Proses validasi dilakukan oleh Drs. Jack Parmin,
M. Hum.
Di bawah ini contoh kesalahan.
Proses validasi dilakukan oleh Drs. Jack Parmin, M.-
Hum.
36
F. Kata Depan
Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata
yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata
yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata
seperti kepada dan daripada.
Misalnya:
di mana, di dalam, dari mana ke belakang, ke mana
Bandingkan!
38
[Link] pun ditulis terpisah dari kata yang
mendahuluinya.
Misalnya:
Jika ayah pergi, adik pun ingin pergi.
Jangankan dua kali, sekali pun ia belum pernah
datang ke rumahku.
Bandingkan!
39
Catatan:
Kelompok yang lazim dianggap padu berikut ini
ditulis serangkai, misalnya adapun, andaipun,
ataupun, bagaimanapun, kendatipun, maupun,
meskipun, sungguhpun, walaupun.
42
c. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih
diikuti satu tanda titik.
Misalnya:
dsb. hlm.
sda. Yth.
Misalnya:
Cu kuprum
cm sentimeter
l liter
kg kilogram
Rp rupiah
44
[Link] ialah singkatan yang berupa gabungan huruf
awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan
huruf dan suku kata dari deret kata yang
diperlakukan sebagai kata.
Misalnya:
ABRI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia
LAN Lembaga Administrasi Negara
45
[Link] nama diri yang berupa gabungan suku kata
atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata
ditulis dengan huruf awal huruf kapital.
Misalnya:
Kalteng Kalimantan Tengah
Suramadu Surabaya-Madura
Bulog Badan Urusan Logistik
[Link] yang bukan nama diri yang berupa
gabungan
huruf, suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku
kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf
kecil.
Misalnya:
pemilu tilang
46
I. Angka dan Bilangan
Angka arab atau angka romawi lazim dipakai
sebagai lambang bilangan.
Angka Arab : 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
Angka Romawi : I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, dst
47
1. Bilangan dalam teks yang dinyatakan dengan satu
atau dua kata ditulis dengan huruf, kecuali jika
dipakai secara berurutan seperti dalam perincian.
Misalnya:
48
2. Bilangan (terdiri tiga kata) pada awal kalimat ditulis dengan
huruf.
Misalnya:
Lima puluh satu siswa teladan mendapat beasiswa dari
pemerintah daerah.
Bandingkan!
49
3. Angka yang menunjukkan bilangan besar dapat
ditulis sebagian dengan huruf supaya lebih mudah
dibaca.
Misalnya:
50
4. Angka dipakai untuk menyatakan (a) ukuran panjang, berat,
luas, isi, dan waktu serta (b) nilai uang.
Misalnya:
51
[Link] lazim dipakai untuk menomori alamat
seperti jalan, rumah, apartemen, atau kamar.
Misalnya:
Jalan Tanah Abang I/15
Hotel Mahameru, Kamar 169
Gedung Samudra, Lantai II, Ruang 201
52
[Link] lambang bilangan tingkat dapat dilakukan
dengan cara berikut ini.
Misalnya:
pada awal abad XX
pada awal abad ke-20
pada awal abad kedua puluh
55
J. Kata Ganti ku-, kau-, -ku, -mu, dan –nya
Kata ganti ku- dan kau- ditulis serangkai dengan kata yang
mengikutinya, sedangkan -ku, -mu, dan -nya ditulis serangkai
dengan kata yang mendahuluinya.
Misalnya:
Rumah itu telah kujual.
Majalah ini boleh kaubaca.
Bukuku, bukumu, dan bukunya tersimpan di perpustakaan.
Rumahnya sedang diperbaiki.
56
K. Kata Sandang si dan sang
Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Misalnya:
Surat itu dikembalikan kepada si pengirim.
Ibu itu menghadiahi sang suami kemeja batik.
Catatan:
Huruf awal sang ditulis dengan huruf kapital jika sang merupakan unsur nama Tuhan.
Misalnya:
Kita harus berserah diri kepada Sang Pencipta.
Pura dibangun oleh umat Hindu untuk memuja Sang
Hyang Widhi Wasa.
57
[Link] Tanda Baca
A. Tanda Titik (.)
1. Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan
pertanyaan atau seruan. (cukup jelas)
58
Catatan:
59
[Link] titik dipakai untuk memisahkan angka jam,
menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
Misalnya:
pukul 1.35.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik)
[Link] titik dipakai untuk memisahkan angka jam,
menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
Misalnya: 0.20.30 (20 menit, 30 detik)
60
5. Tanda titik dipakai di antara nama penulis, tahun,
judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya
dan tanda seru, dan tempat terbit dalam daftar
pustaka.
Misalnya:
Siregar, Merari.1920. Azab dan Sengsara. Jakarta:
Balai Pustaka.
61
[Link] titik dipakai untuk memisahkan bilangan
ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.
Misalnya:
Desa itu berpenduduk 24.200 orang.
[Link] titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan
ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan
jumlah.
Misalnya:
Lihat halaman 2345 dan seterusnya.
Dia lahir pada tahun 1996.
62
7. Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang
merupakan kepala karangan atau ilustrasi, tabel, dan
sebagainya.
Misalnya:
Acara Kunjungan Adam Malik
Salah Asuhan
Tabel 5 Sikap Bahasa Generasi Muda
8. Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat
pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat
penerima surat. 63
Misalnya:
1. Kefamenanu, 15 Maret 2018 (tanpa titik)
2. Yth. Sdr. [Link] (tanpa titik)
Jalan Arif 43 (tanpa titik)
Palembang (tanpa titik)
B. Tanda Koma (,)
1. Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam
suatu perincian atau pembilangan.
64
Misalnya:
Saya memerlukan pakaian seragam, tas, dan buku.
Saya membeli map, kertas, pena dan tinta.
Satu, dua, … tiga! ,
2. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat
setara berikutnya yang didahului oleh kata seperti
tetapi, melainkan, dan sedangkan.
Misalnya:
Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
Ini bukan milik saya, melainkan milik ayah saya.
Saya memasak, sedangkan adik mencuci piring. 65
3a. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak
kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu
mendahului induk kalimatnya.
Misalnya:
Kalau diundang, saya akan datang.
Karena sibuk, dia lupa akan janjinya.
3b. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak
kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu
mengikuti induk kalimatnya.
Saya akan datang kalau diundang.
Dia lupa akan janjinya karena sibuk.
66
4. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan
penghubung antarkalimat yang terdapat pada awal
kalimat, termasuk di dalamnya oleh karena itu, jadi,
lagi pula, meskipun begitu, akan tetapi, dengan
demikian, sehubungan dengan itu.
Misalnya:
Mahasiswa itu rajin dan pandai. Oleh karena itu, dia
memperoleh beasiswa belajar di luar negeri.
69
8. Tanda koma dipakai untuk menceraikan bagian nama
yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka.
Misalnya:
Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949. Tatabahasa Baru
Bahasa Indonesia. Djakarta: PT Pustaka Rakjat.
9. Tanda koma dipakai di antara bagian-bagian dalam
catatan kaki.
70
Misalnya:
W.J.S. Poerwadaminta, Bahasa Indonesia untuk
Karang-Mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia,
1967), hlm. 4.
73
[Link] titik koma (;)
[Link] titik koma dapat dipakai sebagai kata
penghubung untuk memisahkan bagian-bagian
kalimat yang sejenis dan setara.
Misalnya:
Malam makin larut; pekerjaan belum selesai juga.
Ayah menyelesaikan pekerjaan; ibu menulis makalah;
adik membaca cerita pendek.
74
[Link] titik koma dipakai pada akhir perincian yang berupa klausa.
Misalnya:
Syarat penerimaan pegawai di lembaga ini adalah
(1) berkewarganegaraan Indonesia;
(2) berijazah sarjana; dan
(3) bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
3. Tanda titik koma dipakai untuk memisahkan bagian-bagian
pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda
koma.
Misalnya:
Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaus;
pisang, apel, dan jeruk.
75
[Link] Titik Dua (:)
[Link] titik dua dapat dipakai pada akhir suatu
pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau
pemerian .
Misalnya:
Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga:
kursi, meja, dan lemari.
2. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan
yang memerlukan pemerian.
Misalnya:
Hari : Senin
Waktu : 09.00 WIB 76
3. Tanda titik dua tidak dipakai jika perincian atau penjelasan itu
merupakan pelengkap yang mengakhiri pernyataan.
Misalnya:
77
[Link] titik dua dipakai dalam naskah drama sesudah
kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Misalnya:
Ibu : “Bawa koper ini, Nak!”
Amir: “Baik, Bu.”
Ibu : “Jangan lupa, letakkan baik-baik!”
78
5. Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan
halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab suci, (iii)
di antara judul dan anak judul suatu karangan, serta (iv)
nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
Misalnya:
Horison, XLIII, No. 8/2008: 8
Matius 2: 1—3
Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara
79
E. Tanda Hubung (-)
1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang
terpisah oleh pergantian baris. (jelas)
81
5. Tanda hubung dipakai untuk merangkai
a. se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf
kapital (se-Indonesia, se-Jawa Barat);
b. ke- dengan angka (peringkat ke-2);
c. angka dengan –an (tahun 1950-an);
d. kata atau imbuhan dengan singkatan yang berupa huruf
kapital (ber-KTP, di-SK-kan);
e. kata dengan kata ganti Tuhan (ciptaan-Nya, atas rahmat-
Mu);
f. huruf dan angka (D-3, S-1, S-2); dan
g. kata ganti -ku, -mu, dan -nya dengan singkatan yang
berupa huruf kapital (KTP-mu, SIM-nya, STNK-ku).
82
[Link] hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa
Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing.
Misalnya:
di-smash
di-sowan-i
7. Tanda hubung digunakan untuk menandai bentuk terikat yang
menjadi objek bahasan.
Misalnya:
84
2. Tanda pisah menegaskan keterangan aposisi atau
keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih
jelas.
Misalnya:
Soekarno-Hatta—Proklamator Kemerdekaan RI—diaba-
dikan menjadi nama bandar udara internasional.
[Link] pisah dipakai di antara dua bilangan atau
tanggal dengan arti ’sampai ke’ atau ’sampai dengan’.
Misalnya:
1910−1945
Jakarta−Bandung
85
[Link] Elipsis (…)
Misalnya:
“Menurut saya … seperti … bagaimana, Bu?” 86
Catatan:
Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah
kalimat, perlu dipakai empat buah titik; tiga buah untuk
menandai penghilangan teks dan satu untuk
menandai akhir kalimat.
Misalnya:
Dalam tulisan, tanda baca harus digunakan dengan
hati hati….
H. Tanda Tanya (?)
[Link] tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.(jelas)
87
2. Tanda tanya dipakai di dalam tanda kurung untuk
menyatakan bagian kallimat yang disangsikan atau yang
kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
Misalnya:
Ia dilahirkan pada tahun 1683 (?).
Uangnya sebanyak 10 juta rupiah (?) hilang.
I. Tanda Seru (!)
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan
yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan
kesungguhan, ketidakpercayaan, atupun rasa emosi yang
kuat.
88
Misalnya:
89
J. Tanda Kurung ((…))
1. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau
penjelasan.
Misalnya:
Dia mempertpanjang Surat Ijin Mengemudi (SIM).
90
3. Tanda kurung mengapit huruf atau kata yang
kehadirannya di dalam teks dapat dihilangkan.
Misalnya:
Pejalan kaki itu berasal dari (kota) Surabaya.
Misalnya:
Bacalah “Bola Lampu”dalam buku Dari Suatu Masa,
dari Suatu Tempat.
Sajak “Berdiri Aku” terdapat pada halaman 5 buku
itu.
94
3. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal
atau kata yang mempunyai arti khusus.
Misalnya:
“Tetikus” komputer ini sudah tidak berfungsi.
Dilarang memberikan “amplop” kepada petugas!
95
M. Tanda Petik Tunggal (‘…’)
1. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di
dalam petikan lain.
Misalnya:
Tanya Basri, ”Kau dengar bunyi ’kring-kring’ tadi?”
“Kita bangga karena lagu ‘Indonesia Raya’ berkuman-
dang di arena olimpiade itu,” kata Ketua KONI.
2. Tanda petik tunggal mengapit makna, terjemahan, atau
penjelasan kata atau ungkapan asing.
Misalnya:
Feed-back ‘balikan’
96
[Link] Garis Miring
[Link] garis miring dipakai di dalam nomor surat dan
nomor pada alamat dan penandaan masa satu tahun yang
Misalnya:
No. 7/PK/1973
Jalan Kramat III/10
Tahun anggaran 1985/1986
kali.
Dia sedang menyelesaikan /h/utangnya di bank.
98
O. Tanda Penyingkat atau Apostrof ( ′ )
Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian
kata atau bagian angka tahun.
Misalnya:
Ali ′ kan kusurati. ( ′ kan = akan )
1 Januari ′ 88 ( ′ 88 = 1988 )
99
Kuis
100