PENGETAHUAN DASAR EMPLASEMEN
STASIUN DAN STABLING
(E10PDE01)
KULIAH MINGGU KE V
Prinsip2 Disain Stasiun
C. Layout Stasiun
@ Stasiun akhir (Terminal / Terminus)
- tempat dimana ka memulai dan mengakhiri
perjalanan
- terdapat dipo perawatan lok/kereta, tempat
pencucian ka, penginapan kru ka
- ada fasilitas penyiapan restorasi ka
- ada fasilitas penanganan barang bagasi
- terdapat fasilitas jalur/fasilitas utk
membalik lokomotif
Prinsip2 Disain Stasiun
@ Stasiun terusan (Through station)
- sebagian besar stasiun adalah Stasiun
terusan
- terletak diantara 2 stasiun terminal
- sebagian utk naik/turun penumpang dan yang
lain hanya utk persilangan/penyusulan ka
@ Stasiun persimpangan ( Junction station)
- tempat perpindahan penumpang dari satu
rute ke rute yang lain
Prinsip2 Disain Stasiun
- dari satu jalur pada stasiun tsb bercabang
menjadi dua/lebih jalur
- juga merupakan pertemuan dari dua/lebih
jalur menjadi satu jalur
@ Stasiun persilangan rute ( Route crossing)
- tempat perpindahan penumpang dari satu
rute ke rute yang lain (secara vertikal)
- jalur pada stasiun tsb bersilang tidak
pada satu level
Prinsip2 Disain Stasiun
- stasiun merupakan satu bangunan multilevel
atau dua bangunan terpisah yang dihubungkan
dng akses road
@ Stasiun layang (Elevated station)
- terletak pada jalur ka layang
(LRT,MRT,Monorel)
- disain bangunan tertutup utk menghindari
hembusan angin yang kuat
- ada akses vertikal (tangga/escalator/lift)
Prinsip2 Disain Stasiun
@ Stasiun permukaan tanah (Sub-surface station)
- stasiun dengan perbedaan level antara area
pelayanan penumpang ada di level ground
sedangkan peron ada di level under ground
@ Stasiun bawah tanah (Underground station /
Deep tube station)
- terletak di dibawah tanah (under ground)
atau di jalur terowongan
Prinsip2 Disain Stasiun
- dibuat akses vertikal menuju level ground
(tangga/eskalator/lift)
- memerlukan sitem tata udara dan tata cahaya
yang baik
- dilengkapi dengan jalur penyelamatan/escape
akses jika terjadi kondisi bahaya
- sebagian dibuatkan akses horisontal
(terowongan) antar setasiun yg berbeda rute
Prinsip2 Disain Stasiun
D. Pelayanan titik balik (Reversing point)
@ Single track station
- tidak disediakan
- biasanya menggunakan jenis sarana
push-pull sehingga kru ka tinggal
berpindah kabin utk membalik arah ka
@ Double track (Low density) station
- terdapat crossover antara kedua jalur
yg diletakan di kedua ujung stasiun
Prinsip2 Disain Stasiun
@ Double track (High density) station
- terdapat jalur simpang (side track)
yang dihubungkan dengan wesel di kedua
ujung stasiun
@ Double track (Very high density) station
- jalur simpang (side track) dibuat di
kedua jalur, dan kalau diperlukan
dilengkapi dengan peron
Prinsip2 Disain Stasiun
@ Untuk lahan stasiun yang terbatas (tidak
memungkinkan dibuat sidding bisa dibuat:
- Reversing sidding on the far of station
peron stasiun diperpanjang hingga
diperoleh lahan yg cukup utk membuat
sidding
- Divided platform into 2 using scissors
crossover
peron dibagi menjadi 2 bagian dan di
letakan wesel inggris di antaranya.
Prinsip2 Disain Stasiun
@ Untuk lahan stasiun yang cukup luas bisa
dibuatkan :
- putaran lokomotif (turn table)
- jalur segitiga pembalik
(trianggular junction)
- jalur memutar (looping track)