MATA KULIAH BAHASA INDONESIA BAB
5
TERAMPIL MENULIS KALIMAT EFEKTIF
UNIVERSITAS AIRLANGGA
DEFINISI
Kalimat efektif merupakan kalimat yang komunikatif,
mampu menyampaikan pesan, gagasan, perasaan, maupun
pemberitahuan sesuai dengan maksud si pembicara atau
penulis.
PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF
MENURUT BEBERAPA SUMBER
Badudu (1984: 188) menyatakan bahwa kalimat efektif ialah kalimat yang baik karena
apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh si pembicara (si penulis dalam bahasa tulis)
dapat diterima dan dipahami oleh pendengar (pembaca dalam bahasa tulis) sama
benar dengan apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh si penutur atau penulis.
Arifin & Tasai, 1993: 111 menyatakan bahwa kalimat efektif ialah kalimat yang
memiliki kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan pada pikiran
pendengar atau penulis.
Parera (1983: 39) menyatakan bahwa kalimat efektif adalah kalimat atau bentuk
kalimat yang dengan sadar dan sengaja disusun untuk mencapai daya informasi
yang tepat dan baik.
Widjono (2007: 160) mengungkapkan bahwa kalimat efektif adalah kalimat yang
singkat, padat, jelas, lengkap dan dapat menyampaikan informasi secara tepat.
Beberapa pendapat diatas dikuatkan lagi oleh Nasucha, dkk. (2009: 21) yang
menyatakan bahwa kalimat efektif dipahami sebagai kalimat yang dapat
menyampaikan informasi dan informasi tersebut mudah dipahami oleh
pembaca.
Rozak, 1985: 2 menyatakan bahwa kalimat efektif adalah kalimat yang
mampu membuat proses penyampaian dan penerimaan berlangsung
dengan sempurna, mampu membuat isi datau maksud yang
disampaikannya tergambar lengkap dalam pikiran si penerima (pembaca),
persis seperti apa yang disampaikan oleh pembicara (penulis).
Keraf, 1997: 36 menyatakan bahwa kalimat efektifadalah kalimat yang
memenuhi syarat (1) secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan
pembicara atau penulis; dan (2) sanggup menimbulkan gagasan yang sama
tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca sepertiyang dipikirkan
pembicara atau penulis.
KARAKTERISTIK DAN CIRI-CIRI
KALIMAT EFEKTIF
1. Kesepadanan
Kesatuan gagasan bertujuan agar informasi yangdisampaikan tidak terpecah-pecah.
Kalimat tidak bertele-tele dan harus sistematis. Kasatuan kalimat ditandai oleh
adanya kesepadanan struktur dan makna kalimat. Kesatuan ini dapat dicirikian oleh
empat hal berikut.
a. Hadirnya subjek (S) dan predikat (P)
contoh kalimat tidak efektif:
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu
keselamatan umum.
contoh kalimat efektif:
Keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan
umum.
b. Tidak hadirnya subjek ganda
contoh kalimat tidak efektif:
Raihan pergi ke kampus, kemudian Raihan pergi ke perpustakaan.
contoh kalimat efektif:
Riahan pergi ke kampus, kemudian ke perpustakaan.
c. Tidak hadirnya kata hubung intrakalimat pada kalimat tunggal
contoh kalimat tidak efektif:
Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara
pertama.
contoh kalimat efektif:
Kami datang agak terlambat sehingga kami tidak dapat mengikuti acara
pembukaan
• Tidak hadirnya kata yang di depan predikat
contoh kalimat tidak efektif:
Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu.
contoh kalimat efektif:
Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.
2. Kesejajaran
adalah penggunaan bentuk-bentuk yang sama pada kata-kata
yang pararel dan memiliki kesamaan bentukan atau imbuhan.
Contoh kalimat tidak efektif:
Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes .
contoh kalimat efekif:
Harga minyak dibekukan dan dinaikan secara luwes.
[Link]
merupakan suatu penekanan atau penegasan pada ide
pokok kalimat.
[Link] kata yang ditonjolkan didepan kalimat (di awal
kalimat).
contoh kalimat tidak efektif:
Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa
dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
contoh kalimat efektif:
Harapan presiden ialah agar rakyat membangun bangsa
dan negaranya.
b. Membuat urutan kata yang bertahap
contoh kalimat tidak efektif:
bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah
disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
contoh kalimatt efektif:
bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah telah
disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
c. Melakukan pengulangan kata (repetisi)
contoh:
Saya suka kecantikan Anda, saya suka akan kelembutan Anda.
d. Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan.
contoh:
Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan
menyeluruh.
e. Menggunakan partikel. Penekanan bagian kalimat dapat menggunakan
partikel –lah, -pun, dan –kah.
contoh:
Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
4. Kehematan
adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lainnya
yang dianggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
a. Penghilangan subjek yang sama pada anak kalimat
contoh kalimat tidak efektif:
karena ia tidak diajak, ia tidak ikut belajar bersama dirumahku.
contoh kalimat efektif:
karena tidak diajak, ia tidak ikut belajar bersama dirumahku.
4. Menghindari pemakaian superordinat pada hiponimi kata
contoh:
Kata biru sudah mencakup kata warna
Kata merpati sudah mencakup kata burung
contoh kalimat tidak efektif:
ia memakai baju warna biru.
contoh kalimat efektif:
ia memakai baju biru.
c. Menghindari pemakaian sinonim dalam satu kalimat
contoh kalimat tidak efektif:
Dia hanya membawa pakaiannya saja.
contoh kalimat efektif:
Dia hanya membawa pakaiannya.
d. Tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak
contoh kalimat tidak efektif:
Bunga-bunga mawar, anyelin, dan melati sangat disukainya.
contoh kalimat efektif:
Mawar, anyelin, dan melati sangat disukainya.
5. Kelogisan
artinya hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki
hubungan yang logis atau masuk akal.
contoh kalimat tidak efektif:
Waktu dan tempat saya persilahkan.
Kalimat ini tidak logis karena waktu dan tempat adalah benda mati
yang tidak dapat dipesilahkan.
Kalimat tersebut seharusnya diubah menjadi seperti kalimat berikut.
Bapak penceramah, saya persilahkan untuk naik ke podium.
6. Kecermatan
ialah kalimat yang dihasilkan tidak menimbulkan penafsiran
ganda dan harus tepat dalam penggunaan diksi.
Contoh kalimat tidak efektif:
Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah.
Kalimat ini memiliki makna ganda, yaitu siapa yang terkenal,
mahasiswa atau perguruan tinggi.
Contoh kalimat efektif:
Mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu
mendapatkan hadiah.
Dalam penggunaan tanda baca, bandingkan makna kalimat-
kalimat berikut.
Kakak kami belum menikah.
Kakak, kami belum menikah.
Kakak kami, belum menikah.
Kakak, kami, belum menikah.
Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat
yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).
7. Kevariasian
Kevariasian kalimat dapat dilakukan dengan variasi truktur, diksi, dan
gaya asalkan variasi tersebut tidak menimbulkan perubahan makna
kalimat yang dapat menimbulkan perubahan makna kalimat yang dapat
menimbulkan salah pemahaman atau salah komunikasi.
a. Kalimat berimbang (dalm kalimat majemuk setara)
Contoh:
Kedua orang tuanya berkerja sebagai seniman, dan pengusaha.
b. Kalimat melepas
Contoh:
Kedua orang tuanya berkerja di perusahaan ketika anak mereka belajar
disekolah.
7. Kalimat berklimaks
Contoh:
Ketika ketiga anak itu belajar di sekolah, kedua orang tua mereka berkerja
di perpustakaan.
PENYEBAB KETIDAKEFEKTIFAN KALIMAT
1) Ketidaklengkapan unsur kalimat
2) Kalimat dipengaruhi bahasa Inggris
3) Kalimat mengandung makna ganda
4) Kalimat bermakna tidak logis
5) Kalimat mengandung gejala pleonasme
6) Kalimat dengan struktur rancu
1. KETIDAKLENGKAPAN UNSUR KALIMAT
Kalimat efektif harus mengandung unsur subjek dan predikat. Jika
salah satu atau kedua unsur itu tidak terdapat dalam kalimat maka
disebut kalimat yang tidak lengkap. Perhatikan contoh berikut.
[Link] laporan ini menggunakan metode kualitatif.
[Link] yang dibahas dalam penelitihan ini.
Kalimat di atas terlihat bahwa kalimat (a) tidak memiliki subjek karena
didahului oleh kata depan dalam; kalimat (b) tidak memiliki predikat,
hanya memiliki subjek. Berikut contoh kalimat lengkap.
[Link] ini menggunakan metode kualitatif.
[Link] yang dibahas dalam penelitian ini adalah pengertian dan
ciri-ciri kalimat efektif.
2. KALIMAT DIPENGARUHI BAHASA
INGGRIS
Menurut Ramlan (1994: 35), penggunaan bentuk-bentuk di mana,
dalam mana, di dalam mana, dari mana, dan yang mana sebagai
penghubung kemungkinan besar dipengaruhi oleh bahasa asing,
khususnya bahasa Inggris. Karena bentuk-bentuk itu lazim digunakan
sebagai penghubung sebagaimana seperti contoh berikut.
“The house where he live very large”
Pemakaian bentuk-bentuk tersebut sering ditemui dalam contoh
berikut.
Kantor di mana dia berkerja tidak jauh dari rumahnya.
Kalimat di atas harusnya diubah menjadi berikut.
Kantor tempat dia bekerja tidak jauh dari rumahnya.
3. KALIMAT MENGANDUNG MAKNA
GANDA
Agar kalimat tidak menimbulkan tafsiran ganda, kalimat tersebut haus
dibuat selengkap mungkin atau memanfaatkan tanda baca tertentu.
Contoh:
Dari keterangan masyarakat daerah itu belum pernah diteliti.
Kalimat diatas terdapat dua kemungkinan hal yang belum pernah
diteliti, yaitu masyarakat di daerah itu atau daerahnya. Oleh karena itu
tanda baca koma harus digunakan sesuai dengan konsep seperti berikut.
Dari keterangan yang diperoleh, masyarakat daerah itu belum pernah
diteliti.
4. KALIMAT BERMAKNA TIDAK LOGIS
Berikut adalah kalimat yang tidak logis.
Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah selesailah makalah
ini.
Kalimat diatas tidak masuk akal karena seseorang untuk
menyelesaikan makalah harus bekerja dahulu dan tidak mungkin
makalah akan selesai hanya dengan membaca alhamdulillah. Jadi
supaya kalimat itu dapat diterima, maka diubah menjadi sebagai
berikut.
Syukur alhamdulillah penulis panjatkan ke hadirat Allah yang
Mahakuasa karena dengan izin-Nya jualah makalah ini dapat
diselesaikan.
5. KALIMAT MENGANDUNG PLEONASME
Kalimat pleonasme adalah kalimat yang tidak ekonomis karena
terdapat kata-kata yang sebetulnya tidak perlu digunakan. Contoh
pemakaian kata yang tidak perlu digunakan dapat sebagai berikut.
•para hadirin (hadirin sudah jamak, tidak perlu para)
•para bapak-bapak (bapak-bapak sudah jamak)
•banyak siswa –siswa (banyak siswa)
•saling pukul-memukul (pukul-memukul sudah bermakna ‘saling’)
•agar supaya (agar bersinonim dengan supaya)
•disebabkan karena (sebab bersinonim dengan karena)
•lukisan itu sangat bagus sekali (sudah cukup dengan sangat bagus
atau bagus sekali)
6. KALIMAT DENGAN STRUKTUR RANCU
Kalimat rancu adalah kalimat yang kacau susunannya.
Contoh kalimat tidak efektif:
Dalam masyarakat Minangkabau mengenal sistem
matriakat.
Kalimat tersebut disebut kalimat rancu karena tidak
memiliki subjek. Seharusnya diubah menjadi “Masyarakat
Minangkabau mengenal sistem matriakat”.
IMPLEMENTASI KALIMAT EFEKTIF
Kesalahan Struktur
Kesalahan Diksi
Kesalahan Ejaan
KESALAHAN STRUKTUR
a. Kalimat aktif tanpa subjek.
b. Menempatkan kata depan di depan subjek. Dengan kata depan tersebut
subjek berubah fungsi menjadi keterangan.
c. Tanpa unsur predikat. Menepatkan kata yang di depan predikat sehingga
predikat berubah fungsi menjadi perluasan subjek.
d. Menempatkan kata deppan di depan objek. Seharusnya kata kerja
transitif langsung diikuti objek dan tidak disisipi kata depan.
e. Menempatkan kata penghubung intrakalimat tunggal pada awal kalimat.
f. Berupa anak kalimat atau klausa atau penggabungan anak kalimat
g. Salah urutan. Salah urutan adalah penempatan subjek, predikat, onjek,
dan keterangan yang kurang tepat.
KESALAHAN DIKSI
a. Diksi kalimat salah
1)Menggunakan dua kalimat bersinonim dalam satu frasa, seperti
agar supaya, adalah merupakan, bagu untuk, demi untuk, naik
ke atas, turun ke bawah, dan lain-lain.
contoh:
Ia selalu bekerja keras agar supaya mampu membiayai
ketiga anaknya yang kuliah di perguruan tinggi. (salah)
Ia bekerja keras agar mampu membiayai ketiga anaknya
yang kuliah di perguruan tinggi. (benar)
Ia bekerja keras supaya mampu membiayai ketiga
anaknya yang kuliah di perguruan tinggi. (benar)
2) Menggunakan kata tanya yang tidak menanyakan sesuatu.
Contoh:
Kampung di mana kami bertempat tinggal sepuluh tahun yang
lau, kini telah menjadi kota. (salah)
Kampung tempat kami bertempat tinggal sepuluh tahun yang
lau, kini telah menjadi kota. (benar)
3) Menggunakankata berpasangan yang tidak sepadan.
Contoh:
Ia tidak hanya pandai, melainkan juga rajin. (salah)
Ia bukan hanya pandai, melainkan juga rajin. (benar)
Ia tidak hanya pandai, tetapi juga rajin. (benar)
4) Menggunakan kata berpasangan secara idiomatik yang tidak
bersesuaian.
Contoh:
Pekerjaan itu sesuai bagi minat orang tersebut. (salah)
Pekerjaan itu sesuai dengan minat orang tersebut. (benar)
b. Diksi atau kalimat kurang baik (kurang santun)
1)Menonjolkan akunya dalam suasana formal, misalnya aku dan
saya,
2)Pilihan kata yang mengekspresikan data secara subjektif,
misalnya menurut pendapat saya … sebaiknya menggunakan
data menunjukkan bahwa …, penelitian membuktikan bahwa …,
pengalaman mebuktikan bahwa …
3)Menggunakan kata yang tidak jelas maknanya.
4)Diksi tidak sesuai dengan situasi yang dihadapi.
5)Penolakan dan pembuktian tanpa makna kata yang pasti
(eksak).
KESALAHAN EJAAN
Jenis kesalahan ejaan antara lain sebagai berikut.
[Link] huruf kapital, huruf kecil, huruf miring, dan huruf
tebal.
[Link] kata.
[Link] kata baku.
[Link] unsur serapan.
[Link] kata asing tidak dicetak miring.
[Link] tanda baca, seperti titik, koma, tanda petik, titik
dua, titik koma, tanda petik satu (‘…’), tanda penyingkatan (…),
dan lain-lain.
g. Penulisan kalimat atau paragraf, seperti induk kalimat, dan
anak kalimat, kutipan langsung, dan kutipan tidak langsung.
h. Penulisan keterangan tambahan dan aposisi.
i. Penulisan judul buku, makalah, skripsi, disertasi, tesis,surat
kabar, majalah, dan jurnal.
j. Penulisan judul bab, subab, bagian, dan subbagian.
k. Penulisan data pustaka dalam teks, catatan kaki, dan
biografi.
WACANA PENUTUP
Implementasi penulisan kalimat efektif harus dilakukan
dalam berbagai kegiatan untuk mewujudkan keterampilan
menulis kalimat efektif dan karya ilmiah. Keterampilan
menulis dapat dimiliki olehsetiap orang dengan berlatih
terus-menerus.
TERIMA KASIH