0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan29 halaman

Teori Modifikasi Perilaku Kesehatan

Teori-teori modifikasi perilaku kesehatan yang dijelaskan dalam dokumen tersebut meliputi Teori Health Belief Model (HBM), Teori PRECEDE-PROCEDE dari L. Green, Teori Transteoritical, Teori Protection Motivation Theory, dan Teori Sistem/Schema. Teori-teori tersebut digunakan sebagai dasar dalam pengembangan instrumen penelitian tentang modifikasi perilaku kesehatan.

Diunggah oleh

Dicky Bae
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
33 tayangan29 halaman

Teori Modifikasi Perilaku Kesehatan

Teori-teori modifikasi perilaku kesehatan yang dijelaskan dalam dokumen tersebut meliputi Teori Health Belief Model (HBM), Teori PRECEDE-PROCEDE dari L. Green, Teori Transteoritical, Teori Protection Motivation Theory, dan Teori Sistem/Schema. Teori-teori tersebut digunakan sebagai dasar dalam pengembangan instrumen penelitian tentang modifikasi perilaku kesehatan.

Diunggah oleh

Dicky Bae
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tatap Muka 2

Teori modifikasi
perilaku kesehatan
Rr. Vita Nur Latif,
SKM.,[Link]
Alasan belajar teori modifikasi perilaku kesehatan dalam
pengembangan instrumen

 LANGKAH-LANGKAH MENYUSUN INSTRUMEN RISET :

• Masalah penelitian
• Tujuan penelitian
• Variabel penelitian
• Kerangka teori
• Kerangka konsep
• Definisi operasional
• Penyusunan instrumen
• Penyusunan instrumen
• Kisi-kisi instrumen
Pokok bahasan tatap muka 2
• Teori HBM
• Teori PRECEED-PROCEDE dari [Link]
• Transteoritical teori
• Teori Protection Motivation Theory
• Teori Sistem/Schema theory
Teori HBM (Health Believe
Model)
• Teori Health Believe model disebut juga dengan
teori keyakinan kesehatan YAITU sebuah teori
perubahan perilaku yang dicetuskan oleh Rosenstock
tahun 1966 yang menitik beratkan pada pola “mencari
sehat” dan “menjauhi sakit”. Elemen pada model
komunikasi keyakinan kesehatan adalah : persepsi
individu terhadap keparahan suatu penyakit,persepsi
individu terhadap kerentanan terhadap penyakit,
persepsi manfaat dan hambatan, dan adanya
petunjuk yang tersedia untuk menstimulasi individu
dalam melaksanakan tindakan pencegahan penyakit.
• Model ini dikembangkan dalam merespon kegagalan dari
program pemeriksaan kesehatan bebas dari tuberculosis
(TB).
• Karena kemudian, HBM sudah diadaptasi untuk menggali
beragam perilaku kesehatan jangka panjang dan pendek,
termasuk resiko perilaku dan penularan sexual dari
HIV/AIDS.
Basics of the Health Belief Model

Susceptibility

Severity

Demographic Benefits Likelihood


variabel of behavior

Costs

Cues To Action
Teori HBM modifikasi
Pada perkembangannya, teori HBM menyatakan
bahwa sesorang akan berubah perilakunya apabila ada
empat faktor utama baik yang berasal dari persepsi
internal individu, yaitu :
1. Apakah individu merasa rentan terhadap suatu
masalah ?
2. Apakah individu merasakan keparahan apabila tidak
melakukan perubahan perilaku tersebut ?
3. Apakah individu merasa perubahan tersebut
bermanfaat bagi dirinya ?
4. Apakah individu merasakan hambatan dalam
melakukan perubahan itu ?
Bagan teori HBM
kerentanan

keparahan
Perilaku X
manfaat

hambatan
Teori PRECEED-PROCEDE dari
[Link]
• Teori Preceed-Proceed dari Lawrence green, yang
ditulis dalam Notoatmodjo, (2005:27), menyatakan
bahwa promosi kesehatan sebagai pendekatan
terhadap faktor-faktor yang menentukan perilaku
tersebut. Dengan perkataan lain, kegiatan promosi
kesehatan harus disesuaikan dengan determinan
(factor yang mempengaruhi perilaku itu sendiri).
Menurut Lawrence green (1980), perilaku ini
ditentukan oleh tiga faktor utama, yakni :
 
Lanjutan teori [Link]
a. Faktor predisposisi (predisposing factors)

faktor-faktor yang dapat mempermudah atau mempredisposisi


(menjadi faktor pencetus)terjadinya perilaku pada diri
seseorang atau Masyarakat, adalah pengetahuan dan sikap
seseorang atau masyarakat tersebut terhadap apa yang
akan dilakukan. Misalnya perilaku ibu untuk memeriksakan
kandungannya akan dipermudah apabila ibu tersebut tahu
apa manfaat periksa hamil, tahu siapa dan dimana periksa
hamil tersebut dilakukan.
Lanjutan teori [Link]
B. faktor pemungkin (enabling factors)

faktor pemungkin atau pendukung (enabling) perilaku adalah


fasilitas, sarana, atau prasarana yang mendukung atau yang
memfasilitasi terjadinya perilaku seseorang atau
masyarakat. Misalnya, untuk terjadinya perilaku ibu periksa
hamil, maka diperlukan bidan atau dokter, fasilitas periksa
hamil, seperti Puskesmas, rumah sakit, klinik, posyandu dan
sebagainya. Agar seseorang atau masyarakat buang air
besar dijamban, maka harus tersedia jamban atau
mempunyai uang untuk membangun jamban sendiri.
Lanjutan teori [Link]
C. faktor penguat (reinforcing factors)
Pengetahuan, sikap dan fasilitas yang tersedia kadang-kadang
belum menjamin terjadinya perilaku sesorang atau
masyarakat. Sering terjadi, bahwa masyarakat sudah tahu
manfaat keluarga berencana (ber-KB), dan juga telah
tersedia dilingkungannya fasilitas pelayanan KB, tetapi
mereka belum ikut KB karena alasan yang sederhana, yakni
bahwa Pak Kyai atau tokoh masyarakat yang dihormatinya
tidak atau belum mengikuti KB. Dari contoh ini jelas terlihat
bahwa toma (tokoh masyarakat) merupakan faktor penguat
(reinforcing) bagi terjadinya perilaku sesorang atau
masyarakat. Disamping tokoh masyarakat, peraturan,
undang-undang, surat keputusan dari Para pejabat
pemerintahan pusat atau daerah, merupakan faktor
penguat perilaku.
Bagan teori [Link]

Predisposing
factors

Health
Promotion Enabling Health
factors Behavior

Reinforcing
factors
Teori Perubahan Perilaku

TRANSTHEORETIKAL MODEL OF
BEHAVIOUR CHANGE

Dikembangkan pertama kali oleh


Prochaska dan DiClemente pada tahun
1982 .
Merupakan perpaduan dari 18
pendekatan perubahan perilaku.
Teori Perubahan Perilaku

Apa & bagaimana : TRANSTHEORETIKAL MODEL


OF BEHAVIOUR CHANGE

• Merupakan model bertahap dalam perubahan perilaku


• Model perilaku yang disengaja
• Didasarkan pada pengambilan keputusan oleh individu
• Melibatkan kognisi, emosi & perilaku
• Digunakan sebagai dasar pengembangan intervensi
efektif bagi promosi kesehatan
Teori Perubahan Perilaku

TRANSTHEORETIKAL MODEL
OF BEHAVIOUR CHANGE

Tahapan Perubahan Perilaku :


1. Precontemplation (PRA KONTEMPLASI)
2. Contemplation (KONTEMPLASI)
3. Preparation (PERSIAPAN)
4. Action (TINDAKAN/PERLAKSANAAN)
5. Maintenance (PEMELIHARAAN)
Teori Perubahan Perilaku

TRANSTHEORETIKAL MODEL
OF BEHAVIOUR CHANGE

Penjelasan :
1. Precontemplation (PRA KONTEMPLASI)
• Individu belum berniat/berfikir untuk berubah

2. Contemplation (KONTEMPLASI)
• Individu mulai memikirkan perubahan tetapi
belum siap
• Mempertimbangkan untung rugi
Teori Perubahan Perilaku

TRANSTHEORETIKAL MODEL
FOR CHANGE BEHAVIOR

Penjelasan
:
3. Preparation (PERSIAPAN)
• Individu mulai melakukan perubahan2 kecil
• Kebiasaan lama masih dilakukan

4. ACTION (TINDAKAN/PELAKSANAAN)
• Individu sudah melakukan perubahan
• Kebiasaan lama sudah ditinggalkan
Teori Perubahan Perilaku

TRANSTHEORETIKAL MODEL
OF BEHAVIOUR CHANGE

Penjelasan
:
5. MAINTENANCE (PEMELIHARAAN)
• Individu melanjutkan perubahan dari waktu
ke waktu menjadi sebuah kebiasaan baru

Catatan :
Tahapan perubahan perilaku
bisa sangat dinamis, tidak
selalu berurutan
Ilustrasi Teori Perubahan Perilaku

TRANSTHEORETIKAL MODEL
Pra kontemplasi OF BEHAVIOUR CHANGE

Kontemplasi
1

Persiapan
2

Tindakan

Tahapan perubahan perilaku bisa sangat Pemeliharaan


dinamis, tidak selalu berurutan
Teori Perubahan Perilaku

TRANSTHEORETIKAL MODEL
OF BEHAVIOUR CHANGE

Relaps/
Kambuh
• Merupakan kembalinya perilaku seseorang
:
pada kebiasaan lama
• Revolving door schema
• Terjadi pada tahap action / maintenace
Teori Perubahan Perilaku
Revolving door schema TRANSTHEORETIKAL MODEL
OF BEHAVIOUR CHANGE

Pra kontemplasi

Kontemplasi

Persiapan
Relaps/
Kambuh Tindakan

Pemeliharaan
Apa yang bisa dilakukan Teori Perubahan Perilaku

TRANSTHEORETIKAL MODEL
dalam rangka PROMKES? OF BEHAVIOUR CHANGE

Pra kontemplasi PENYULUHAN

Kontemplasi PELATIHAN KETRAMPILAN

Persiapan KONSELING

Tindakan MONITORING

Pemeliharaan PENGUATAN
(REINFORCEMENT)
Teori protection motivation
(PMT)
 Rogers (1975, 1983, 1985) mengembangkan PMT yang merupakan
kelanjutan dari teori HBM dengan memasukkan memerapa faktor
tambahan.

 Teori PMT oleh Rogers tahun 1975, yang berisi teori untuk mencari
kejelasan konsep pemahaman menghadapi ancaman, teori ini
berdasarkan penemuan Lazarus(1966)dan Levental (1970) tentang
adaptif dan maladaptif dalam mengatasi ancaman kesehatan.

 Teori PMT dikembangkan menjadi suatu teori PMT (Rogers 1983) yang
diperluas pada suatu teori dengan pendekatan komunikasi persuasif
dan penekanan perubahan tingkah laku
Konsep teori PMT
 PMT adalah suatu proses penilaian ancaman dan
proses penilaian tanggapan yang mengakibatkan
niat untuk melaksanakan tanggapan adaptif
(motivasi perlindungan) atau maladaptif
(menempatkan seseorang pada resiko)

 PMT adalah teori perilaku yang berfungsi


mengembangkan intervensi untuk mengurangi
ancaman pada individu dengan penelitian dan
mengintegrasikan konsep psikologis, sosiologis dan
bidang lain yang terkait.
Model PMT
 Menjelaskan mengapa orang-orang melakukan perilaku
hidup tidak sehat (bahaya /ancaman dan kerentanan)

 Menawarkan untuk merubah perilaku hidup sehat dengan


pencegahan dan motivasi

 Menawarkan penilaian efektifitas perilaku yang


dianjurkan
 Meningkatkan kepercayaan pada kemampuan diri
 mempertimbangkan faktor lain yang
mendukung(contoh : biaya)
PMT menyatakan bahwa perilaku yang berhubungan dengan
kesehatan dibentuk dari 4 komponen :

 Severity (bahaya/kepelikan/ancaman
 Vulnerability (kerentanan)
 Response effectiveness (tingkat efektifitas
respon)
 Self-efficacy (keyakinan diri)

+ fifth component : Fear


PROTECTION MOTIVATION THEORY
Severity
(bahaya/ancaman)

Vulnerability
(kerentanan)
Behavioural
Behaviour
intentions
Response
effectiveness

Self-efficacy
(kemampuan diri)
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai