100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
76 tayangan12 halaman

Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Sensori

Terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori adalah terapi psikososial yang dilakukan secara berkelompok dengan memberikan stimulus sensori seperti suara musik, menggambar, dan menonton video untuk meningkatkan interaksi sosial dan mengurangi isolasi pada pasien gangguan interaksi sosial. Terapi ini terdiri dari 3 sesi yaitu mendengarkan musik, menggambar, dan menonton TV/video.

Diunggah oleh

Nadia Triviana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
76 tayangan12 halaman

Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Sensori

Terapi aktivitas kelompok stimulasi sensori adalah terapi psikososial yang dilakukan secara berkelompok dengan memberikan stimulus sensori seperti suara musik, menggambar, dan menonton video untuk meningkatkan interaksi sosial dan mengurangi isolasi pada pasien gangguan interaksi sosial. Terapi ini terdiri dari 3 sesi yaitu mendengarkan musik, menggambar, dan menonton TV/video.

Diunggah oleh

Nadia Triviana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TERAPI

AKTIVITAS
KELOMPOK
(TAK)
STIMULASI
Dosen Pengampu : SENSORI
Primasari Mahardhika Rahmawatii, S. Kep, Ners, M. Kep
Nama anggota

1. Putri Febri Nur Hidayah (212303101060)


2. Ristia Ningsih (212303101061)
3. Wahyu Rizqi Adyatma R. (212303101062)
4. Nadia Triviana (212303101064)
5. Muhammad Nur Viki (212303101064)
6. Putri Ayu Agustina (212303101069)
7. Dhienand Agung Asfahany (212303101072)
8. Aulia Izza Afkarina (212303101075)
9. Dewi Hamidatus Sholehah (212303101076)
10. Putri Anggraini (212303101084)
definisi

Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) merupakan salah


satu terapi modalitas sebagai bentuk psikoterapi yang
dilakukan oleh sekelompok klien dengan jalan berdiskusi
satu sama lain yang dipimpin dan diarahkan seorang terapis
atau petugas kesehatan jiwa yang terlatih. Salah satu jenis
terapi aktivitas kelompok untuk klien gangguan interaksi
sosial : menarik diri adalah terapi aktivitas kelompok
stimulasi sensori. Terapi aktivitas kelompok stimulasi
sensori adalah upaya menstimulasi semua pancaindra
(sensori) agar memberi respon yang adekuat.(Kelliat B.A &
Akemat,2004).
Aktifitas dan indikasi
Hal yang harus diperhatikan :
1. Jika klien pergi atau
meninggalkan ruangan terapis
mengingatkan kontrak yang
telah disepakati.
Klien yang mempunyai indikasi 2. Jika pasien diam fasilitator
TAK-Stimulasi Sensori adalah klien membujuk klien untuk
isolasi sosial, berbicara jika klien tetap tidak
menarik diri, harga diri rendah yang mau
disertai dengan kurang komunikasi berbicara terapis atau leader
verbal. Aktivitas meningkatkan motivasi klien
Stimulasi sensori dapat berupa dengan mengatakan “ Yang
stimulus terhadap penglihatan, lain bisa pasti Bapak bisa “
pendengaran dan lain-lain, 3. Jika klien melakukan hal-hal
seperti gambar, video, tarian, dan yang tidak di inginkan (amuk,
nyanyian. Mengganggu pasien lain,
ribut ) terapis mengingatkan
tentang aturan permainan.
Jenis Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Sensori
TAK stimulasi sensori memiliki 3 sesi yaitu :

01 02
Sesi 1 : mendengarkan musik Sesi 2 : Menggambar

03

Sesi 3 : Menonton TV/video


Terapi Stimulasi Sensori Suara Mendengar Musik

Sesi 1 : mendengar musik


I. Pengertian
TAK yang diberikan dengan memberikan stimulus suara pada pasien
sehingga terjadi
perubahan perilaku.
II. Tujuan
1. Klien mampu mengenali musik yang didengar
2. Klien mempu memberii respon terhadap music
3. Klien mampu menceritakan perasannya setelh mendengarkan
music
III. Alat
1. Tape recorder
2. Kaset lagu dangdut, slow music, rohani (religius)
SOP Stimulasi Sensori Suara Mendengar Musik
a) Terapis mengajak klien untuk saling memperkenalkan diri ( nama, dan
nama panggilan ) dimulai dari terapis secara berurutan searah jarum jam.
b) Setiap kali seorang klien selesai memperkenalkan diri, terapis mengajak
semua klien untuk bertepuk tangan.
c) Terapis dan klien memakai papan nama.
d) Terapis menjelaskan bahwa akan diputar lagu, klien boleh tepuk tangan
atau berjoget sesuai dengan irama lagu. Setelah lagu selesai klien akan
diminta mencritakan isi dari lagu tersebut dan perasaan klien setelah
mendengan lagu.
e) Terapis memutar lagu, klien mendengar boleh berjoget, tepuk tangan
(kira-kira 15 menit) music yang diputar boleh diulang beberapa kali.
Terapis mengobservasi respon klien terhadap musik.
f) Secara bergiliran, klien diminta menceritakan isi lagu dan perasaannya.
Sampai semua klie mendapat giliran.
g) Terapis memberiikan pujian, setiap klien menceritakan perasaannya, dan
mengajak klien lain bertepuk tangan
Terapi Stimulasi Sensori Menggambar
Sesi 2 : Menggambar
I. Pengertian
TAK yang diberikan dengan memberikan stimulus menggambar pada pasien
sehingga
terrjadi perubahan perilaku.
II. Tujuan
1. Klien dapat mengekspresikan perasaan melalui gambar
2. Klien dapat memberii makna gambar
III. Alat
1. Kertas HV A
2. Pensil 2B (bila tersedia krayon juga dapat digunakan)
SOP Stimulasi Sensori Suara Mendengar Musik
a) Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu menggambar dan
menceritakan hasil gambar kepada klien lain.
b) Terapis membagikan kertas dan pensil untuk tiap klien
c) Terapis meminta klien menggambar apa saja sesuai dengan yang diinginkan saat ini
d) Sementara klien mulai menggambar, terapis berkeliling, dan memberii penguatan kepada
klien untuk terus menggambar. Jangan mencela klien.
e) Setelah semua klien selesai menggambar, terapis meminta masingmasing klien untuk
memperlihatkan dan menceritakan gambar yang telah dibuatnya pada klien lain. Yang harus
diceritakan adalah gambar apa dan apa makna gambar tersebut untuk klien.
f) Kegiatan point e dilakukan sampai semua klien mendapat giliran.
g) Setiap kali klien selesai menceritakan gambarnya, terapis mengajak klien lain bertepuk
tangan.
Terapi Stimulasi Sensori Menonton TV/Video
Sesi 3 : Menonton TV / Video
I. Pengertian
TAK yang diberikan dengan memberikan stimulus suara dan
melihat pada pasien sehingga terjadi perubahan perilaku.
II. Tujuan
1. Klien dapat memberii respons terhadap tontonan
TV/Video (jika menonton
TV, acara tontonan hendaknya dipilih yang positif dan
bermakna terapi untuk klien).
2. Klien menceritakan makna acara yang ditonton.
III. Alat
1. Video/CD player dan video tape/CD
2. Televis
SOP Stimulasi Sensori Menonton TV/Video

a) Terapus menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu menonton


TV/video petikan film “laskar pelangi” dan menceritakan makna yang telah
ditonton.
b) Terapis memutar TV/VCD yang telah disiapkan.
c) Terapis mengobservasi klien selama menonton TV/video
d) Setelah menonton, masing-masing klien diberi kesempatan menceritakan isi
tontonan dan maknanya untuk kehidupan klien. Berurutan searah jarum jam,
dimulai dari klien yang ada disebelah kiri terapis. Sampai semua klien
mendapat giliran.
e) Setelah selesai klien menceritakan persepsinya, terapis mengajak klien lain
bertepuk tangan dan memberiikan pujian.
DAFTAR PUSTAKA
Aris, A. (2016). Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Stimulasi Sensori
terhadap
Tingkat Depresi pada Lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan
Berlokasi di Babat Kabupten Lamongan. Surya, 8(2), 6-12.
Tumanggor, J. A. (2021). Perceptual Stimulation Group Activity Therapy on
Hallucination
Patients at the Pemenang Jiwa Sumatra Foundation.
Hidayah. (2019). Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi-
Sensori Terhadap
Kemampuan Mengontrol Halusinasi Pada Pasien Di RSJD Dr. Amino
Gondohutomo
Semarang. Jurnal Nasional : Jurnal Keperawatan Universitas Muhamadiyah
Semarang.
Erviana, I., & Hargiana, G. (2018). Aplikasi Asuhan Keperawatan Generalis Dan
Psikoreligius Pada Klien Gangguan Sensori Persepsi: Halusinasi Penglihatan
Dan Pendengaran. Jurnal Riset Kesehatan Nasional, 2(2), 114.
[Link]

Common questions

Didukung oleh AI

Sensory Stimulation sessions follow a structured approach that includes preparing the session's material (e.g., selecting music or video themes), engaging participants in predefined activities (e.g., listening or drawing), and encouraging each participant to share their responses and insights. This structure supports consistent delivery and evaluation of therapy outcomes .

The specific goals of the music session in Sensory Stimulation Group Therapy include helping the client recognize the music they listen to, respond to the music, and articulate their feelings after listening to it .

Sensory Stimulation group therapy encourages clients to articulate their feelings by engaging them in creative tasks such as music listening, drawing, and video watching. These activities stimulate emotions and thoughts, providing opportunities to articulate feelings during group discussions guided by therapists who use specific prompts to facilitate expression .

The drawing session in Sensory Stimulation Group Therapy involves clients expressing their feelings through drawing, thereby attributing meaning to their drawings. The process includes a therapist explaining the activity, distributing paper and pencils, and encouraging clients to draw freely. Clients then describe the content and significance of their drawings to others, promoting self-expression and mutual understanding .

Therapeutic tools used in music listening sessions include a tape recorder, and various music tapes like dangdut, slow music, and religious songs. These tools aim to engage clients in auditory stimulation to elicit emotional and cognitive responses .

Watching TV or videos as part of Sensory Stimulation Group Therapy is intended to engage clients in both audio and visual stimulation, leading to behavioral changes. The therapy aims for clients to respond to therapeutic content positively, derive meaning for their lives, and discuss their interpretations, thereby enhancing engagement and comprehension .

Therapists might face challenges such as clients leaving the session, remaining silent, or engaging disruptively. Therapists remind clients of agreed contracts or use motivational strategies to encourage participation. They must also manage disruptions by reinforcing session rules and providing encouragement to maintain a therapeutic environment .

Social interaction plays a crucial role in Therapeutic Activity Groups for sensory stimulation. It mitigates social isolation by providing group engagement where clients share experiences and perceptions, which can improve communication and cognitive responses. This setting allows clients to learn from others' feedback and grow through collective therapeutic activities .

Sensory stimulation activities within group therapy settings have significant implications for managing depression in the elderly. They promote social interaction and cognitive engagement, which can alleviate symptoms of depression by reducing isolation and improving mood through structured, stimulating activities .

Sensory Stimulation Group Therapy, or Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Stimulasi Sensori, is categorized as a form of psychotherapy designed for groups directed by a trained therapist or mental health professional. Its primary purpose is to stimulate all five senses (sensori) of clients, especially those with social isolation or withdrawal issues, to elicit an adequate response .

Anda mungkin juga menyukai