0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan20 halaman

Perencanaan Jaringan Irigasi 140 Ha

Dokumen tersebut membahas perencanaan jaringan irigasi untuk area 140 hektar, meliputi perhitungan debit rencana, dimensi saluran tersier dan sekunder, serta tabel luas area petak dan kebutuhan airnya.

Diunggah oleh

Ignas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan20 halaman

Perencanaan Jaringan Irigasi 140 Ha

Dokumen tersebut membahas perencanaan jaringan irigasi untuk area 140 hektar, meliputi perhitungan debit rencana, dimensi saluran tersier dan sekunder, serta tabel luas area petak dan kebutuhan airnya.

Diunggah oleh

Ignas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PERENCANAAN JARINGAN

IRIGASI
DOSEN: RAHMAWATI, ST.,MT.

BY
IGNASIUS MA’DIKA
218190134
KELAS SIPIL D
SEMESTER V

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE
IRIGASI
 Secara umum pengertian irigasi adalah pemberian air
kepada tanah dengan maksud untuk memasok lenga
sesensial bagi pertumbuhan tanaman (Hansen,
dkk,1990).Dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.23/1982
Ps.1,pengertian irigasi, bangunan irigasi, dan petak irigasi
telah dibakukannya itu sebagai berikut:
 Irigasi usaha penyediaan dan penyediaan dan pengaturan
air untuk menunjang pertanian.
 Jaringan irigasi adalah saluran dan bangunan yang
merupakan satu kesatuan dan diperlukan untuk pengaturan
air irigasi mulai dari penyediaan, pengambilan, pembagian
pemberian dan penggunaannya.
 Daerah irigasi adalah kesatuan wilayah yang mendapat air
dari satu jaringan irigasi.
 Petak irigasi adalah petak tanah yang memperoleh air irigasi.
Perencanaan saluran pertama –tama di mulai dengan
menetukan debit rencana petak sawah yang akan di airi.
 Debit rencana Qt 
NFR . A
e
Keterangan :
 Q = Debit rencana L/dtk

 NFR= Kebutuhan bersih air di sawah L / dtk. Ha

 A = Luas daerah yang di airi ,140 Ha

 e = Efisiensi irigasi di petak sawah

Setelah debit rencana di tentukan, dimensi saluran dapat


di hitung dengan
2 /3 1/ 2
 Rumus Strickler V  K . R I
 Rumus Manning U  1 . R 2 / 3 .S 1 / 2
N
Dimana:
 V = kecepatan rata-rata (m/dt),

 R = jari-jari hidrolik (m),

 S = kemiringan saluran,

 n = kekasaran dari Manning.


SKEMA JARINGAN IRIGASI DI DAERAH IRIGASI AREA 140 HA

petak Luas area (ha) QA m3/detik

Petak tersier 1 38 0.190231193

Petak tersier 2 43 0.215261613

Petak tersier 3 30 0.15018252

Petak tersier 4 29 0.145176436


ANALISA
 Data Curah Hujan Tahunan
No Tahun Data Hujan
1 2011 98.08
2 2012 90.86
3 2013 105
4 2014 90
5 2015 102
6 2016 99
7 2017 90
8 2018 105.8
9 2019 113
10 2020 115.8
Penentuan Besar Kapasitas Saluran
Untuk kebutuhan air normal (a) diambil 1,5
lt/dt/ha dengan demikian kapasitas saluran
dapat di rumuskan, :
 Q = a . C . A

dimana:
 Q = debit kapasitas saluran (m³/dt) a =

Kebutuhan air normal (lt/dt/ha) A = Luas


daerah yang diari (ha)
 C = Koefisien lengkung tegal = 1
Pehitungan saluran tersier :
 1. Sal Tersier
 a = 1,5 lt/dt/ha
 C=1
 A = 59 dan 91 Ha
Maka :
Q =a.c.A
= 1,5 . 1 . 59 = 88,5 lt/dt
= 0,885 m³/dt
dan = 1,5 .1 . 91 = 136.5 lt/dt
= 1.365 m³/dt
Penentuan Dimensi Tiap Saluran
 Untuk menentukan perbandingan b/h kemiringan talud,kecepatan
rencana, cara ini disebut cara “Strickler” dengan menggunakan rumus
dan langkah- langkah sebagai berikut:
Mencari nilai nilai dari:
 Q=FxV
 F = (b + t h ) h
 O = b + 2 h √ (1 + t²)
 R=F/O
 i = V / ( K . R ^ (2/3))
 Dimana:
Q = Banyaknya air tiap detik ( m³ / dt )
F = Luas penampang basah ( m² )
V = kecepatan air dalam saluran ( m / dt )
h = tinggi muka air (m)
b = lebar dasar saluran ( m )
t = kemiringan talud -
O = Keliling basah (m)
R = jari-jari hidrolis (m)
i = kemiringan saluran
Bentuk Penampang berbentuk trapesium

 Perbandingan lebar Perhitungan Dimensi saluran


saluran dan tinggi air Debit saluran (m3/det) (B/h)
(B/h) Menurut buku < 0,30 1
Pedoman Kriteria
0,30 – 050 1,5
Perencanaan Teknis
0,50 - 1,50 2
Irigasi, 1980; lebar
dasar saluran minimum 1,50 - 3,00 2,5
30 cm. Perbandingan 3,00 - 4,50 3
lebar dasar saluran dan 4,50 - 6,00 3,5
tingi air (B/h) sangat
6,00 - 7,50 4
tergantung dari besar
debit yang akan 7,50 - 9,00 4,5

mengalir, seperti 9,00 - 11,00 5


terlihat pada Tabel. 11,00 - 15,00 6
 15,00 - 25,00 8
25,00 - 40,00 10
Saluran Tersier
 Kebutuhan air sawah: 1.59 L/dtk Luas Petak tersier
◦ 59 Ha
◦ 81 Ha
 Luas keseluruhan Lahan: 59 Ha + 81 Ha = 140 Ha Penyelesaian
Q = 25% - 50% Q ≤ 7,5 %
Qmax
◦ Tersier A = 59 Ha x 1.59 L/dtk = 93.81 L/dtk
◦ Tersier B = 81 Ha x 1.59 L/dtk = 144.69 L/dtk
Maka Qmax
= 93.81 L/dtk + 144.69 L/dtk = 238.5 L/dtk
Pembagian air = Q = 50% x Qmax
= 50% x 238.5 L/dtk = 119,25 L/dtk
Perhitung Q tiap saluran tersier dengan Q = 50 Maka
Tersier A = (59Ha/140Ha) x 119.25 = 50,2554 L/dtk
Tersier B = (81Ha/140Ha) x 119.25 = 77.5125 L/dtk
Jumlah Total kebutuhan air di Saluran Tersier
= (50,2554 L/dtk + 77.5125 L/dtk)x50% = 63.8839 L/dtk
Perhitungan Dimensi saluran Tersier A
59
Q  X 63 . 8839  0 . 026932 m 3 / dtk
140
Dari tabel De Vos di dapat :
V : 0.27
Q 0.026932
b/h: 1 h = b A    0.09975m 2
A 0.27
K :35
 Di rencanakan bentuk saluran trapezium Luas

Penampang saluran : A = ( b + mxh ) h


0.09975 = ( h + h )h 0,09975 = 2h2
Maka b = h = 0,24 = 0,25 m
2
 Keliling penampang basah: P= B  2h 1  m

p  b  0 . 25  2 x 0 . 25 1  1 2  1 . 2061 m
 Jari jari Hidrolis :
A 0 . 236
R    0 . 1955 m
P 1 . 2071
2/3 1/2
R  KxR xI
2/3
0 . 27  35 x 0 . 1955 xI 1 / 2
I=0.0004

Perhitungan Dimensi saluran Tersier B


81
Q x63.8839  41.525  0.041525m3 / dtk
140
Dari tabel De Vos di dapat :
V : 0.27
b/h : 1 h = b
K : 35
Q 0 .0415
A   0 .1537 m 2
V 0 .27
 Di rencanakan bentuk saluran trapezium Luas
Penampang saluran : A = ( b + mxh ) h 0.2366 = ( h
+ h )h 0,2366 = 2h2 Maka b = h = 0,24 = 0,25 m
 Keliling penampang basah
P  b  2h m 2  1

P  0 . 5  2 x 0 . 25 1 2  1  1 . 2071 m

 Jari jari Hidrolis :


A 0 . 1537
R   0 . 12733 m
P 1 . 2071
2/3 1/ 2
R  KxR xI
0.12777 35x0.12772/ 3 xI1/ 2
I=0.0003
Saluran Sekunder
 Debit rencana, Q = 3,684 m3/det.
Kecepatan standar, V = 0,50 m/det Perbandingan B/h = 3
Talud, 1 : m =0.5
Luas penampang basah,
A=Q:V
= 3,684 : 0,50
= 7, 368 m2.
Dari nilai B/h = 3, maka B = 3h dan m = 1,[Link] A = h (B+m.h)
7,368 = h (3h + 1,5h)
2
7,368 = 4,5 h
h 2  1 .637
h = 1,637 = 1,279 m. B = 3h
= (3)x(1,279)
= 3,837 m.
 Ambil lebar dasar saluran baru Bb = 4 m, maka tinggi air yang
baru dapat dicari sebagai berikut:
A = hb (Bb + [Link])
7,368 = hb(4 + 1,[Link])
1,5.hb2 + [Link] – 7,368 = 0
Dengan rumus abc, diperoleh hb = 1,[Link] jagaan,
fb = 0,50m
Tinggi saluran H = hb + fb
= 1,2531 + 0,50 = 1,7531 m.
Ambil H = 1.80 m
Kemiringan saluran , S
S = (n2V2) : (R4/2)
n = 0,022
R = hb (Bb + m . hb ) : (Bb + 2 . hb )

QSal  0 . 885 m 3 / dtdan 1 . 365 m 3 / dt


V = 0,301 m / dt
tabel : luas area perpetak dan kebutuhan air
SEKIAN DAN TERIMAH KASIH

Anda mungkin juga menyukai