0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan20 halaman

Gaya Antar Molekul dalam Kimia Dasar

Dokumen tersebut membahas tentang gaya antar molekul dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Terdapat tiga jenis gaya antar molekul yaitu gaya Van der Waals yang terdiri dari gaya London dan gaya dipol-dipol, serta ikatan hidrogen. Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain keelektronegatifan atom, momen dipol, dan polaritas molekul.

Diunggah oleh

Layaalin Mutmainah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
107 tayangan20 halaman

Gaya Antar Molekul dalam Kimia Dasar

Dokumen tersebut membahas tentang gaya antar molekul dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Terdapat tiga jenis gaya antar molekul yaitu gaya Van der Waals yang terdiri dari gaya London dan gaya dipol-dipol, serta ikatan hidrogen. Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain keelektronegatifan atom, momen dipol, dan polaritas molekul.

Diunggah oleh

Layaalin Mutmainah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Gaya Antar Molekul

dan Faktor yang


Mempengaruhinya
Kelompok 5 – Kimia Dasar
KELOMPOK 5 – KIMIA DASAR B
Anggota :
 Layaalin Mutmainah (21060122140176)
 Sindi Octavia (21060122140149)
 Haya Zahwa Aqilah (21060122140145)
 Saniyya Aini (21060122140155)
 Hanari Rafina (21060122140158)

Mata Kuliah : Kimia Dasar B


Materi : Gaya Antar Molekul & Faktor yang Mempengaruhinya
Program Studi : Teknik Elektro
Tahun : 2022/2023

Materi yang akan dibahas:


VAN DER WAALS | GAYA DIPOL-DIPOL | IKATAN HIDROGEN | DLL
GAYA
ANTARMOLEKU
L
Gaya yang terjadi antara molekul yang satu
dengan molekul yang lain. Pada prinsipnya,
gaya ini merupakan gaya elektrostatik yang
terjadi diantara molekul-molekul saling
terpisah satu sama lain. Gaya antarmolekul ini
memiliki sifat tarik menarik dan juga tolak-
menolak antar molekul. Ketika dua
Alexis Clariaut
molekulnya berdekatan, gaya tolak antara
muatan yang sama akan timbul dan semakin Penelitian gaya antarmolekul bermula dari
tinggi energi tolaknya.  pengamatan makroskopik yang menunjukkan
adanya aksi gaya-gaya pada tingkat molekul atau
mikroskopik. Rujukan pertama mengenai gaya-gaya
mikroskopik didapati pada tulisan Alexis Clairaut
 yang berjudul "Theorie de la Figure de la Terre"
MACAM-MACAM
GAYA ANTARMOLEKUL

1 2
Gaya Van Der Waals Ikatan Hidrogen
Terjadi pada molekul-molekul yang Ikatan yang terbentuk akibat gaya antar
bersifat polar ataupun nonpolar yang molekul polar yang memiliki ikatan
diakibatkan oleh adanya tolakan timbal antara H dengan atom-atom yang sangat
balik antara awan elektron pada atom. elektronegatif seperi N, O, atau F.
1. GAYA VAN DER
WAALS
Gaya van der Waals merupakan gaya tarik menarik listrik yang
relatif lemah akibat kepolaran molekul yang permanen atau
terinduksi. Kepolaran permanen terjadi akibat kepolaran di dalam
molekul, sedangkan kepolaran tidak permanen terjadi akibat
molekul terinduksi oleh partikel lain yang bermuatan sehingga
molekul bersifat polar sesaat secara spontan.

Konsep gaya tarik menarik antar molekul ini digunakan untuk


menurunkan persamaan zat-zat yang berada dalam fase gas. Gaya
ini terjadi karena adanya gaya tarik menarik antara inti atom Gaya ini dikemukakan pertama
dengan elektron atom lain yang disebut gaya tarik menarik kali oleh Johannes van der
Waals (1837-1923).
elektrostatis (gaya coulomb) yang umumnya terdapat pada
senyawa polar. Pada molekul non polar gaya van der Waals timbul
karena adanya dipol-dipol sesaat atau gaya London.
MACAM-MACAM
GAYA Van Der Waals

A B
Gaya London Gaya Dipol-Dipol
Gaya yang terjadi akibat adanya Gaya yang terjadi antara molekul-
tarik-menarik terinduksi oleh molekul polar; yaitu molekul-
sebagai akibat dari adanya gaya molekul yang memiliki momen
dipol-dipol sementara dalam suatu dipol di dalamnya.
senyawa.
A. GAYA LONDON
Gaya London adalah gaya tarik-menarik dipol yang terjadi pada molekul
non-polar dan/atau berwujud gas. Gaya London terjadi akibat terbentuknya
dipol sesaat, dan memiliki daya tarik-menarik yang lemah, karena hanya
terjadi sesaat.

Contoh: Gaya antar molekul O2 Faktor-faktor yang Mempengaruhi:


1. Massa relative (Ar/Mr) -> Berbanding
lurus
2. Panjang rantai molekul ->
Berbanding lurus
3. Titik didih zat -> Berbanding lurus
Ki
Mi
A
A. GAYA LONDON
Kekuatan gaya london dipengaruhi oleh ukuran, bentuk molekul, dan kemudahan distorsi dari awan
elektron.

Ki
Mi
A
Neopentana lebih sperik dari molekul lain, maka bidang sentuhnya paling kecil sehingga peluang
terciptanya gaya london relatif kecil. akibatnya, gaya tarik antarmolekul lemah.
Butana memiliki jumlah elektron lebih rumit dibandingkan molekul lain sehingga gaya londonnya
lebih besar.
B. GAYA DIPOL-DIPOL
Molekul polar memiliki distribusi atau kerapatan elektron yang tidak merata
dikarenakan pada molekul polar memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar.
Perbedaaan keelektronegatifan ini menyebabkan suatu atom terbagi menjadi dua
muatan (dipol), satu ujung memiliki muatan positif dan ujung lainnya bermuatan
negatif. Terdapat kecenderungan bahwa ujung positif akan berdekatan dengan
ujung negatif atom lain yang berada di dekatnya.2 Keadaan ini disebabkan adanya
gaya tarik-menarik yang disebut dengan gaya tarik dipol–dipol.

Semakin rendah gaya tarik dipol-dipol antar molekul, maka titik didih maupun titik
leleh senyawa tersebut akan semakin tinggi. Kenyataan ini menyatakan bahwa gaya
tarik dipol-dipol bukan merupakan faktor utama penentu besarnya titik leleh
maupun titik didih suatu senyawa. Gaya dipol-dipol merupakan gaya yang bekerja
antara molekul-molekul polar, yaitu antara molekul yang memiliki momen dipol.
Semakin besar momen dipolnya, maka semakin kuat gayanya.
B. GAYA DIPOL-DIPOL
Tarikan dipol-dipol mempengaruhi sifat-sifat fisik senyawa, seperti titik leleh, kalor
peleburan, titik didih, kalor penguapan, dan sifat fisik lainnya.

Titik didih berhubungan dengan energi yang diperlukan untuk memutuskan gaya
antaraksi antarmolekul (bukan memutuskan ikatan antaratom). Semakin kuat gaya
antaraksi antarmolekul, semakin besar energi yang diperlukan untuk
memutuskannya.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi:

1. Beda keelektronegatifan
(Berbanding lurus)

2. Momen dipol
(Berbandanding lurus) Suatu contoh interaksi dipol dipol dapat dilihat padaas
am klorida (HCl): ujung positif suatu molekulpolar aka
n saling menarik dengan ujung negatif molekul lain da
n mempengaruhi posisinya. Molekul polar mempunyai
 gaya tarik resultan. Contoh-
contoh molekul polar adalah asam klorida (HCl)
dan kloroform (CHCl3).
2. IKATAN HIDROGEN
Ikatan hidrogen (hydrogen bond) adalah gaya tarik menarik antara suatu pasangan dari
sebuah atom elektronegatif dan sebuah atom hidrogen yang terikat
dengan nitrogen, oksigen, atau fluorin. Ikatan hidrogen sering digambarkan sebagai suatu
interaksi dipol-dipol elektrostatik yang kuat. Namun, juga memiliki sejumlah ciri ikatan
kovalen: mempunyai arah, lebih kuat dari interaksi van der Waals, menghasilkan jarak
antaratom yang lebih pendek dari jumlah jari-jari van der Waals, dan umumnya melibatkan
pasangan dalam jumlah terbatas, yang dapat ditafsirkan sebagai sejenis valensi.

Kekuatan tarikan pada


ikatan hidrogen
mempengaruhi titik
didih suatu senyawa; di
mana semakin kuat
ikatan hidrogen yang
terjadi maka semakin
tinggi titik didih pada
senyawa tersebut
2. IKATAN HIDROGEN
Semakin tinggi skala keelektronegatifan atom yang mengikat atom hidrogen, semakin besar
peluangnya untuk mengikat hidrogen. Dengan hadirnya ikatan hidrogen dalam suatu
senyawa menimbulkan pengaruh terhadapt sifat-sifat fisik senyawa tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi:

1. Elektronegativitas
Contoh: molekul H2 atau Cl2.
adalah suatu ukuran kecenderungan atom “semakin besar perbedaan keelektronegatifan
untuk menarik pasangan atom dalam suatu molekul atau
elektron ikatan. antarmolekul,maka semakin kuat ikatan
hidrogen”
 

2 . Polaritas
 

adalah kepolaran suatu unsur yang berikatan Contoh:


dengan unsur lain dan masihterdapat “Semakin banyak pasangan electron bebas
pasangan elektron bebas pada pusat (pasangan electron tak berikatan), maka
molekulnya Semakin mudah membentuk ikatan hydrogen” 
 
URUTAN KEKUATAN GAYA ANTAR
MOLEKUL:
Paling Lemah

Paling kuat
Gaya London
Ikatan Hidrogen
Gaya Dipol-dipol

Gaya antarmolekul dapat mempengaruhi sifat fisika zat, seperti entalpi penguapan, titik


lebur, titik didih, tekanan uap, dan kekentalan. Semakin besar kekuatan gaya antarmolekul,
titik lebur dan titik didih zat semakin meningkat.
SOAL
Dari molekul berikut:
(1) He
(2) Cl2
(3) CH4
(4) HCI
Molekul yang saling berinteraksi dengan gaya dipol-dipol adalah….
A. (1), (2), (3)
B. (2) dan (4)
C. (1) dan (3)
D. Hanya (4)
E. Semua benar

Jawaban: (D) Hanya (4)

Molekul (1), (2), dan (3) merupakan molekul nonpolar, sementara molekul (4) merupakan molekul
polar. Maka molekul yang memiliki interaksi berupa gaya dipol-dipol adalah molekul (4).
Gas mulia berikut ini yang memiliki titik didih terendah adalah ...
A. Xe
B. Ar
C. He
D. Ne
E. Kr

Jawaban : (C) He

Gaya antarmolekul yang terjadi pada gas mulia adalah gaya london. 
Semakin besar ukuran atom, maka gaya London antarmolekul juga semakin
kuat. 
Jika gaya london semakin kuat maka titik didihnya akan tinggi. 
Gas mulia yang ukuran atomnya paling kecil adalah Helium sehingga gas
Helium akan memiliki titik didih terendah
Titik didih HF lebih tinggi daripada HCl. Hal ini disebabkan karena
antara molekul-molekul HF terdapat ikatan....

A. Kovalen
B. Ion
C. Hidrogen
D. Van der waals
E. Kovalen koordinat

Jawaban : (C) Hidrogen

Antar molekul HF memiliki gaya antar molekul berupa ikatan hidrogen


yang tidak terjadi pada molekul HCl, artinya ikatan hidrogen ikatan
hidrogen membuat senyawa mempunyai titik didih tinggi.
TERIMA
KASIH

Anda mungkin juga menyukai