Physiological Responses to Injury: Muscle
Immobilization and Remobilization the Training Muscle
Kelompok 3
Injury
Cedera merupakan rusaknya struktur dan fungsi anatomis
normal diakibatkan karena keadaan patologis (Potter & Perry,
2005).
Cedera adalah kerusakan fisik yang terjadi ketika tubuh
manusia tiba-tiba mengalami penurunan energi dalam jumlah
yang melebihi ambang batas toleransi fisiologis atau akibat dari
kurangnya satu atau lebih elemen penting seperti oksigen 2
(WHO, 2014).
Penyembuhan cedera sebelumnya yang
1
tidak sempurna (habitualis)
2 Overuse atau Overstretch
Gerakan berulang yang terlalu banyak dan
3
Cedera Otot dapat cepat
terjadi karena: 4 Dislokasi
5
Subluksasi
6 Fraktur
3
Add an image
1
Tingkat 1 (Ringan)
2
Tingkat 2 (sedang)
Klasifikasi Cedera
Otot
3 Tingkat 3 (berat) : lebih dominan
ruptur bahkan sampai komplit
ruptur dan memerlukan tindakan
bedak
Proses healing
Cedera otot
Menurut Dandy (1993) yang dikutip oleh
Injury Hanssenkam (1999),
Inflamasi
Repair
The Power of PowerPoint | [Link] 6
Dandi (1993) menguraikan proses
Setelah injury terjadi pendarahan akibat
dan reaksi penyembuhan jaringan
robeknya pembuluh darah kapiler dan akan 1
menginfiltrasi ruang ( space ) antar jaringan dan lunak
membeku ( clot )
. Pada 2-3 hari kemudian mulai nampak garis2 luka dan sel-sel
2 macrophage menggantikan jaringan yang [Link]
darah kapiler mulai terbentuk dan secara bersamaan
fibroblast akan menyusup pada bekuan darah ( clot ) dan
Antara 3-14 hari fibroblast akan membentuk berubah menjadi jaringan granulasi
jaringan fibrous,vaskularisasi pada daerah tersebut 3
mulai berkurang ,garis/ bekas luka pada
jaringanmulai mengkerut sampai dengan 80 % dari
bentuk semula
4 Setelah 14 hari luka membaik dan secara anatomis
jaringan lunak tersebut telah pulih sehingga toleransi
terhadap pembebanan minimal sampai moderate
Setelah 3 bulan dari cedera jaringan
5
tersebut mampu terhadap pembebanan
maksimal ( penguluran ) dan siap
beraktifitas seperti semula 7
Immobilisasi
Imobilisai merupakan sebagai suatu keadaan ketika individu
mengalami atau beresiko mengalami keterbatasan gerak
fisik ,perubahan dalam tingkat mobilisasi fisik dapat
mengakibatkan instruksi pembatasan gerak dalam bentuk
tirah baring ,pembatasan gerak fisik selama penggunaan alat
bantu eksternal ( misalnya : gips atau traksi rangka )
pembatasan gerakan volunter atau kehilangan fungsi
8
motorik ( Potter & Perry 2006 )
Jenis Immobilisasi
Immobilisasi Emosional
Immobilsasi Immobilisasi Intelektual Immobilisasi Sosial
Fisik
Pembatasan untuk bergerak Keadaan ketika keadaan individu yang
secara fisik dengan tujuan seseorang mengalami
mengalami hambatan
mencegah terjadinya gangguan pembatasan secara
komplikasi pergerakan, seperti emosionalkarena dalam melakukan
pada pasien dengan hemipiegia Imobilisasi intelektual,merupakan adanya perubahan interaksi sosial karena
yang tidak mampu keadaan ketika seseoran secara tiba- tiba keadaan penyakitnya
mempertahankan tekanan di mengalami keterbataan daya fikir dalam menyesuaikan
daerah paralisis sehingga tidak
sehingga dapat
seperti pada pasien yang diri.
dapat mengubah posisi mengalami kerusakn otak akibat
memengaruhi perannya
tubuhnya untuk mengurangi dari suatu penyakit 9
dalam kehidupan sosial.
Efek Immobilisasi
Mengurangi nyeri Proses perbaikan Mempertahankan posisi
jaringan lebih cepat pasca reposisi.
Mengurangi cedera Rekontsruksi Mencegah komplikasi
berulang deformitas
10
Penyebab
Istirahat di tempat tidur
lama dan inaktivitas
menurunkan aktivitas 1. Cedera tulang: penyakit reumatik
metabolisme umum. Hal ini seperti pengapuran tulang atau
mengakibatkan penurunan patah tulang (fraktur) tentu akan
kapasitas fungsional sistem
menghambat pergerakan.
tubuh yang multipel, dengan
manifestasi klinis sindrom 2. Penyakit saraf: adanya stroke,
imobilisasi. Konsekuensi penyakit parkinson, paralisis, dan
metaboliknya tidak gangguan saraf tapi juga
tergantung penyebab untuk menimbulkan gangguan pergerakan
apa imobilisasi diresepkan. dan mengakibatkan imobilisasi.
Hal ini bisa disebabkan oleh ;
11
3. Penyakit jantung dan pernapasan
penyakit jantung dan pernapasan akan
menimbulkan kelelahan dan sesak napas
ketika beraktivitas. Akibatnya pasien
dengan gangguan pada organ – organ
Lanjutan tersebut akan mengurangi mobilisasinya.
Ia cenderung lebih banyak duduk dan
berbaring.
4. Gips ortopedik dan bidai.
5. Penyakit kritis yang memerlukan istirahat.
6. Menetap lama pada posisi gravitasi
berkurang, seperti saat duduk atau
berbaring.
7. Keadaan tanpa bobot diruang hampa,
yaitu pergerakan tidak dibatasi, namun
tanpa melawan gaya gravitasi.
12
Dampak Immobilisasi
(Bob Mangine,Joseph T. Rauch, W. Andrew Middendorf : 2012)
Otot
Penurunan ukuran otot (muscle fiber) 0,5-1% setiap hari
Penurunan kekuatan 0,5-2% setiap hari
Penurunan jumlah dan ukuran mitokondria
Penurunan total massa otot
Menurunkan kadar glykogen dan ATP
Meningkatkan konsentrasi asam laktat
Menurunkan syntesa protein
13
Tujuan intervensi Fisioterapi
selama Imobilisasi
Mengurangi oedem, hal ini sangat Memelihara fungsi otot Memelihara beberapa
penting dilakukan secepat dengan kontraksi aktive/ gerak fungsional lainnya
mungkin untuk mencegah statis
pembentukan [Link] ini juga
dapat membantu mengurangi
rasa nyeri
Membantu menjaga sirkulasi, Mengajar pasien Memelihara jarak sendi
latihan aktif antara aktifitas bagaimana untuk yang memungkinkan
otot statik / isotonic akan
membantu menjaga suplai darah menggunakan alat
yang baik ke jaringan lunak dan khusus
membantu menurunkan
pembengkakan dan mencegah
pembentukan adhesi The Power of PowerPoint | [Link] 14
Immobilitazion TOOLS
A wide image and texts
HEAD
The Power of PowerPoint | [Link] 15
Cervical Thoracal
16
Lumbal RIBS
17
Shoulder Elbow
18
Wrist Finger
19
Hip Ankle Knee
20
Remobilization
Remobilzation adalah menggerakkan kembali otot yang
sebelumnya cedera dengan tujuan untuk meminimalisir terjadinya
atrofi otot dan melatih kembali agar seperti sedia kala.
21
Dampak Remobilzation
terhadap Cedera Otot
Mepercepat proses
penyembuhan otot
Dapat meningkatkan
kekuatan otot
Mencegah Atrofi otot
22
Tujuan intervensi Fisioterapi setelah imobilisasi
1. Untuk mengurangi pembengkakan 2. Untuk mendapatkan kembali jarak
: Bengkak tidak akan menjadi gerak sendi : Sebelum mencoba
masalah yang besar jika latihan dan untuk mengembalikan jarak gerak
aktivitas secara umum di perhatikan sendi, yang berkurang, physio harus
selama periode imobilisasi. Akan menentukan penyebabnya. Apakah
tetapi dapat menjadi sebuah masalah disebabkan oleh edema, adhesi atau
pada tungkai bawah jika otot-ototnya kelemahan otot. Selain itu, jika
sangat lemah karena menyebabkan terdapat gangguan pada permukaan
vena tidak mampu memompa darah sendi hal ini memungkinkan
secara adekuat. menghalangi penurunan pada jarak
gerak sendi
23
Lanjutan
3. Untuk mendapatkan kembali 4. Untuk melatih kembali gerakan
kekuatan otot: Memperoleh kekuatan fungsional secara penuh: Sebagian
otot bergantung pada aktivitas besar dari kasus ini seharusnya
maksimal dari penggunaan otot disetiap
memungkinkan untuk mendapatkan
gerakan- gerakan utama dan juga
gerakan tambahan pada beberapa grup kembali gerak fungsional penuh
otot antagonis dan fixator. tetapi jika tidak, physio harus
mengembalikan fungsi optimum,dan
besarnya pengembalian fungsi penuh
ini bergantung pada komplikasi-
komplikasi yang menghambat
pemulihan sepenuhnya. 24
Thank You
Any Questions?