0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan12 halaman

Proses dan Tujuan Audit Keuangan

Dokumen tersebut membahas tentang audit II, yang mencakup tujuan audit, jenis bukti audit, prosedur audit, dan situasi yang mengandung risiko besar bagi auditor. Dokumen juga membahas hubungan antara asersi manajemen, tujuan audit standar, dan pengujian substantif yang dilakukan auditor.

Diunggah oleh

Syafaat Fadhil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan12 halaman

Proses dan Tujuan Audit Keuangan

Dokumen tersebut membahas tentang audit II, yang mencakup tujuan audit, jenis bukti audit, prosedur audit, dan situasi yang mengandung risiko besar bagi auditor. Dokumen juga membahas hubungan antara asersi manajemen, tujuan audit standar, dan pengujian substantif yang dilakukan auditor.

Diunggah oleh

Syafaat Fadhil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PPTX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Auditing II

KELOMPOK 3
NURFADILLAH
MUH FADHIL SYAFAAT
POINT PEMBAHASAN
 Tujuan Audit

 Asersi manajemen dan tujuan audit standar pekerjaan lapangan ketiga

 Tipe bukti audit

 Prosedur audit

 Situasi audit yang mengandung resiko besar

 Keputusan yang diambil auditor berkaitan dengan bukti audit

 Hubungan asersi manajemen,tujuan khusus audit,dan pengujian substantive.


Tujuan Audit
Pada dasarnya, audit bertujuan agar perusahaan dapat menjadi lebih baik ke
depannya. Tujuan suatu perusahaan melakukannya adalah untuk memeriksa
kelengkapan, ketepatan, eksistensi, penilaian, klasifikasi, ketetapan, pisah batas
(cut off) dan pengungkapan dari perusahaan itu sendiri.

Sementara manfaat audit adalah untuk menambah integritas laporan keuangan


yang dapat dipercaya untuk kepentingan pihak eksternal, seperti pemegang
saham, pemerintah, kreditur, dan lainnya. 

Tindakan audit juga dapat mencegah terjadinya fraud yang dapat dilakukan


oleh manajemen perusahaan.
Asersi manajemen dan tujuan audit standar
pekerjaan lapangan ketiga
Asersi Manajemen Tujuan audit standa pekerjaan lapangan ketiga

Asersi merupakan pernyataan manajmen “bukti audit kompeten yang cukup harus
yang terkandung di dalam komponen laporan diperoleh melalui inspeksi,pengamatan
keuangan. pemintaan keterangan,dan konfirmasi sebagai

kukan dalam periode akuntansi


[Link] (accurence) transaksi dan yang telah
terbukukan telah terjadi dan berkaitan dengan
dasar memadai untuk menyatakan pendapat
atas laporan keuangan yang diaudit”

entitas. Sebagian besar pekerjaan auditor independen dalm


rangka memberikan pendapat atas laporan
[Link] (completeness) seluruh transaksi keuangan terdiri dari usaha untuk mendapatkan
dan peristiwa yang seharusnya terbukukan telah dan mengevaluasi bukti [Link] keabsahan
dicatat. (validity)bukti tersebut untuk tujuan audit
tergantung pada pertimbangan auditor independen
[Link](accuracy) jumlah-jumlah dan data dalam hal bukti audit (audit evidence)berbeda
lainnya yang berkaitan dengan transaksi dan dengan bukti hokum (legal evidence)yang diatur
peristiwa yang telah dibukukan telah di catat secara tegas oleh peraturan yang ketat.
dengan tepat.
TIPE BUKTI AUDIT
Tipe bukti audit dikelompokan menjadi 2 yaitu tipe data akuntansi dan tipe informasi penguat.
1. Tipe Data Akuntansi

 PengendalianInternSebagai Bukti
Pengendalian intern yang dibentuk dalam setiap kegiatan perusahaan dapat digunakan untuk mengecek ketelitian dan
keandalan data akuntansi. Auditor haurs mengetahui bahwa klien telah merancang pengendalian intern dan telah
melaksanakannya dalam kegiatan usahanya setiap hari, hal ini merupakan bukti yang kuat bagi auditor mengenai keandalan
informasi yang dicantumkan dalam laporan keuangan.

 Catatan Akuntansi Sebagai Bukti


Auditor melakukan verifikasi terhadap suatu jumlah yang tercantum dalam laporan keuangan, dengan melakukan penelusuran
kembali jumlah tersebut melalui catatan akuntansi. Dengan demikian, catatan akuntansi merupakan bukti audit bagi auditor
mengenai pengolahan transakasi keuangan yang telah dilakukan oleh klien.

2. Tipe Informasi Penguat

 Bukti Fisik
Bukti fisik adalah bukti audit yang diperoleh dengan cara inspeksi atau perhitungan aktiva berwujud. Pengamatan fisik terhadap
suatu aktiva merupakan cara untuk mengidentifikasi sesuatu yang diperiksa, untuk menentukan kuantitas, dan merupakan suatu
usaha untuk menentukan mutu atau keaslian kekayaan tersebut.
 Bukti Dokumenter
Bukti dokumenter adalah bukti yang terbuat dari kertas bertuliskan huruf dan atau angka atau symbol-simbol yang
lain. Menurut sumbernya, bukti dokumenter dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:
– Bukti yang dibuat oleh pihak luar yang bebas yang dikirimkan langsung kepada auditor.
– Bukti yang dibuat pihak luar yang bebas yang dismpan dalam arsip klien.
– Bukti yang dibuat dan disimpan dalam organisasi klien.
 Perhitungan Sebagai Bukti
Perhitungan yang dilakukan sendiri oleh auditor, dapat berupa:
Footing, yaitu pembuktian ketelitian penjmlahan vertikal.
Cross-footing, yaitu pembuktian ketelitian penjumlahan horizontal.
Pembuktian ketelitian perhitungan biaya depresiasi.
Pembuktian ketelitian penentuan taksiran kerugian piutang usaha, laba per saham yang beredar, taksiran pajak
perseroan, dan lain-lain.
 Bukti Lisan
Dalam rangka mengumpulkan bukti, auditor banyak meminta keterangan secara lisan dari klien terutama para
manajer. Jawaban lisan yang diperoleh dari permintaan keterangan tersebut merupakan tipe bukti lisan.
 Perbandingan
Untuk menentukan akun atau transaksi yang akan dipisahkan guna penyelidikan yang lebih intensif, auditor
melakukan analis terhadap perbandingan setiap aktiva, utang, penghasilan, dan biaya dengan saldo yang berkaitan
dalam tahun sebelumnya.
 Bukti dari Spesialis
Spesialis adalah seorang atau perusahaan yang memiliki keahlian atau pengetahuan khusus dalam bidang selain
akuntansi dan auditing. Pada umumnya spesialis yang digunakan oleh auditor bukan orang atau perusahaan yang
mempunyai hubungan dengan klien. Penentuan persyaratan keahlian dan nama baik spesialis sepenuhnya berada
ditangan auditor. Jika auditor menerima hasil penemuan spesialis sebagai bukti audit yang kompeten, hasil kerja
spesialis tersebut tidak perlu disebut dalam laporan auditor yang berisi pendapat wajar. Jika auditor puas dengan hasil
penemuan spesialis, dan jika ia memberikan pendapat selain pendapat wajar, maka ia dapat menunjukkan hasil
pekerjaan spesialis tersebut untuk mendukung alasan tidak diberikan pendapat wajar dalam laporan auditnya
PROSEDUR AUDIT
PROSEDUR AUDIT

•  Inspeksi

•  Pengamatan

•  Konfirmasi

•  Permintaan Keterangan

•  Penelusuran

•  Perhitungan

•  Pemeriksaan Bukti Pendukung

•  Pelaksanaan Ulang

•  Teknik Audit dengan Bantuan Komputer


Dalam situasi tertentu risiko terjadinya kesalahan dan penyajian yang salah dalam
akun dandidalam dilaporan keuangan jauh lebih besar dibandingkan dengan
situasi yang [Link], harus waspada jika menghadapi siatuasi audit yang
mengandung risiko besar seperticontoh berikut ini :
SITUASI  Pengendalian Intern yang lemahPengendalian intern menentukan jumlah dan

AUDIT YANG kualitas bukti, yang harus dikumpulkanoleh auditor. Dalam situasi yang
pengendalian intern dalam suatu bidang lemah,auditor harus waspada dan
MENGANDUNG mengumpulkan bentuk bukti audit yang rinci yang lainyang dapat mengganti
bukti-bukti yang dihasilkan oleh pengendalian intern yanglemah tersebut.
RESIKO BESAR  Kondisi keuangan yang tidak sehatSuatu perusahaan yang mengalami kerugian
atau dalam posisi yang sulit untukmelunasi hutangnya akan mempunyai
kecenderungan untuk menunda penghapusan piutangnya
yang sudah sulit untuk ditagih atau sediaan barang dagangan yang sudahtidak
laku dijual atau lupa mencatat utangnya. Hal ini tidak mungkin terjadi
dalam perusahaan yang keadaan keuangannya baik.

 Manajemen yang tidak dapat dipercayaSebelum menerima suatu perusahaan


sebagai klien, auditor publik harus memperolehinformasi mengenai latar
belakang atau riwayat para direktur dan para [Link] harus
waspada terhadap manajer yang pernyataan-pernyataan lisannyaternyata
sebagian atau seluruhnya tidak bena
 Penggantian auditor

 Klien yang mengganti auditornya tanpa alasan yang jelas, mungkin disebabkan olehketidakpuasan klien
terhadap jasa yang diberikan oleh auditor yang lama. Tetapi,sering kali terjadinya penggantian auditor
tersebut disebabkan adanya perselisihanantara klien dengan auditor publiknya mengenai penyajian laporan
keuangan dan pengungkapannya. Klien baru yang pernah mengganti auditornya merupakan klienyang
berisiko besar bagi auditor penggantinya.

 perubahan tariff atau perturan pajak atas laba.

jika pajak penghasilan tiba-tiba di catat sagat besar, maka resiko wajar perusahaannya yang terkena adalah
mencari cara meminimkanpenghasilan atas laba kena pajak.

 usaha yang bersifat spekulatif

auditor yang melaksanakan audit terhadap laporan keuangan yang kegiatannya dalam usaha yang sifatnya
spekulatif,akan menghadapi resiko yang lebih besar jika dibandingkan dengan auditor yang melakukan yang
melakukan audit terhadap perusahaan yang kegiatan usahanya relative stabil dalam jangka panjang.

 transaksi perusahaan yang kompleks

klien yang kegiatannya menghasilkan transaksi yag sangat rumit merupaka klien yang mengandung resiko
besar bagi auditor bila dibandingkan dengan klien yang kegiatannya bersifat criminal.
• [Link] prosedur audit yang akan digunakan
Unuk mengumpulkan bukti audit,auditor menggunakan prosedur [Link] prosedur audit
disajikan berikut.

a) hitung penerimaan kas yang belumdistor pada tanggal neraca dan awasi uang kas
tersebut sampai dengan saat penyetoran ke bank

Keputusan yang b) mintahlah cut-off bank statement dari bank kira- kira untuk jangka waktu dua minggu
setelah tanggal neraca
diambil auditor c) lakukan pengamatan terhadap perhitungan fisik sediaan yang diselenggarakan oleh klien.
berkaitan dengan [Link] besarnya sampel
bukti audit
Keputusan mengenai banyk unsur yang harus diuji diambil oleh auditor untuk setiap prosedur
Dalam mengambil [Link] sampel dan berbeda-beda di antara yang satu dengan audit yang lain dan dari
buktiauddit,auditor melakukan 4 prosedu yang satu ke prosedur udit yang lain.
pengambilan keputusan yang
saling berkaitan, yaitu: [Link] unsur-unsur yang dipilih sebagai anggota sampel

Setelah besarnya sampel ditentukan utnuk proseduraudit tertentu,auditor masih


harusmemutuskan unsur mana yang akan dipilih sebagaai anggota sampel untuk diperiksa.

[Link] waktu yang cocok untuk melaksanakan prosedur audit

Karena audit terhadap laporan keuangan meliputi satu jangka tertentu,biasanya 1 tahun,maka
auditor dapat mulai mengumpulkan bukti audit segera awal awal tahun umumnya,klien
menghendaki diselesaikan dalam jangka waktu sau minggu dengan tiga bulan setelah tanggal
neraca.
Hubungan asersi manajemen,dalam laporan
keuangan ,tujuan khusus audit,dan pengujian
substantive.
Asersi Tujuan audit Contoh Asersi Tujuan audit Contoh pengujian
khusus pengujian khusus subtantif
substantive [Link]
Keberadaan/ Persediaa yang [Link] Hak dan Perusahaan perhitungan fisik
kejadian dicantumkan perhitungan fisik kewajiban memiliki hak persediaan
dalam neraca [Link] kepemilikan [Link]
benar-benar ada konfirmasi yang sah atas konfirmasi fisik
secara fisik persediaandi perusahaan diluar gudang
luar gudang perusahaan
perusahaan dst [Link] faktur-
kelengkapan Jumlah faktur dari
persediaan [Link] pemasok telah
meliputi semua perhitungan fisik yang
produk,materi persediaan dibayar,perjanjia
dan supplies yang [Link] semua n
ada pada tanggal lebel dan berkas konsinyas,kontra
neraca perhitungan fisik k-kontrak.
persediaan
THANK YOU
“kedewasaan bukan dilihat dari
usia,tapi dilihat dari sikap tindakan &
tingkah laku”

Anda mungkin juga menyukai