RUBELLA
dr. FARIDA ZAHRHA
PUSKESMAS SIDAMULYA
RUBELLA
Rubella (campak jerman) penyakit menular yg disebabkan oleh virus rubella.
menginfeksi melalui sistem pernapasan seperti hidung dan tenggorokan.
Demam ringan dan bintik dan berkas merah pada seluruh badan mirip dg campak.
Congenital Rubella Syndrome terjadi pada kehamilan katarak, micropthamia,
microchepaly, retardasi mental, hepatomegali (pembesaran hati), glaucoma, kelainan katup
jantung, tuli kongenital, tulang dan kematian.
CARA PENULARAN
Melaluisekret nasofaring dari org yg terinfeksi droplet infection / kontak
langsung
Pada ibu hamil rubella juga bisa menularkan ke bayi nya melalui aliran
darah.
GEJALA
Pembengkakkan kelenjar getah bening
Demam > 38
Mata merasa nyeri
Muncul bintik2 merah hampir seluruh tubuh
Mulut kering
Sakit pada persendian
Sakit kepala
Nafsu makan hilang
Wajah pucat dan lemas
Terkadang disertai pilek
Ruam erimatosa, mukopapular dan pruritik mulai dari wajah menyebar ke
ekstremetas.
Congenital Rubella Syndrome (CRS)
• Kumpulan gejala berupa cacat fisik akibat infeksi rubella pada ibu hamil yg
ditularkan ke janin melalui placenta (melalui vena/arteri umbilical).
• CRS meliputi 4 defect utama :
a. Gangguan pendengaran tipe neurosensorik
b. Gangguan jantung meliputi PDA, VSD dan stenosis katup pulmonal.
c. Gangguan mata meliputi katarak dan glaukoma
d. Retardasi mental dan beberapa kelainan lain : purpura trombositopeni,
hepatosplenomegali, meningoenchepalitis, pneumonitis.
• Bayi dg CRS berisiko besar terkena DM, gangguan tiroid, gangguan
pencernaan, dan gangguan saraf (pan-enchepalitis) karena virus menetap
atau karena respon autoimun.
PENGENDALIAN RUBELLA
Menambahkan imunisasi rubella ke dalam imunisasi rutin nasional dalam
bentuk vaksin kombinasi dengan campak (Measles/Rubella).
PENCEGAHAN RUBELLA
Imunisasi MMR di usia 12-15 bulan dan dosis kedua 4-6 tahun.
WUS bisa menjalani pemeriksaan serologi untuk rubella bila tidak memiliki
antibodi diberikan imunisasi dan baru boleh hamil 3 bulan setelah
penyuntikan.
Vaksin tidak dapat diberikan kepada ibu hamil, gangguan sistem kekebalan
akibat kanker, terapi kortikosteroid maupun terapi penyinaran.
PATOFISIOLOGI
Manusia adalah faktor penjamu untuk togavirus RNA yg menyebabkan
rubella
Transmisi melalui penyebaran nasofaring, udara/droplet.
Pasien bersifat infeksius selama 5 – 7 hari sebelum dan sampai 2 minggu
setelah onset gejala.
Bayi yg terinfeksi secara kongenital dapat tetap infeksius selama beberapa
bulan setelah lahir.
Infeksi ringan pada anak2 dan bersifat subklinis pada org dewasa.
Masa inkubasi 1-21 hari
DIAGNOSA RUBELLA
Kultur tenggorokan dan tes darah (IgG dan IgM Rubella)
KOMPLIKASI RUBELLA
Padawanita artritis pada jari2, pergelangan tangan dan lutut umumnya 1
bulan.
Kasus yg jarang infeksi telinga (otitis media) atau radang otak
(ensefalitis)
Yg
berbahaya ketika wanita hamil terinfeksi rubella 90% bayi akan
mengidap Congenital Rubella Syndrome
PENGOBATAN RUBELLA
Tidak ada pengobatan khusus untuk mempercepat masa infeksi rubella
Pengobatan hanya obat simtomatik
TERIMA KASIH