ANALISIS BIAYA PEMASARAN
MENURUT DAERAH PEMASARAN
FAISAL H. BATUBARA
Analisis Biaya Pemasaran Menurut Daerah
pemasaran bermanfaat untuk :
1. Pengedalian biaya pemasaran yang terjadi
dalam tiap-tiap daerah pemasaran.
2. Mengarahkan pemasaran produk pada daerah-
daerah pemasaran yang memberikan laba yang
tertinggi.
• Analisis biaya pemasaran menurut daerah pemasaran
hanya dapat diterapkan dalam perusahaan yang
mempunyai daerah pemasaran yang luas yang dibagi
menjadi daerah-daerah pemasaran, dimana tiap-tiap
daerah tersebut dipimpin oleh seorang manajer.
• Jika tiap-tiap manajer daerah pemasaran diserahi
tanggung jawab untuk mengarahkan biaya
pemasaran, maka analisis menurut daerah
pemasaran ini memberikan hasil yang penting.
• Oleh karena itu jika sebagian besar biaya pemasaran
masih dikendalikan langsung oleh kantor pusat, maka
analisis biaya pemasaran menurut daerah pemasaran
tidak begitu bermanfaat.
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam
memilih batas-batas daerah pemasaran
1. Daerah pemasaran hendaklah tidak terlalu luas, agar supaya
tidak terjadi biaya pemasaran terlalu tinggi di daerah tertentu
dikompensasi dengan biaya rendah di daerah pemasaran yang
lain. Contoh : pulau jawa yang dipilih sebagai daerah
pemasaran. Hal ini jelas daerah pemasaran ditentukan terlalu
luas, karena di pulau jawa terdapat beberapa propinsi atau kota
besar yang kemungkinan mempunyai pasar yang berbeda.
2. Daerah pemasaran yang ditentukan hendaknya memungkinkan
dilakukannya analisis hasil penjualan dan biaya. Bila daerah
pemasaran terlalu kecil, akan menyebabkan adanya proporsi
biaya tidak langsung yang besar, tetapi jika terlalu luas akan
menyebabkan adanya biaya langsung yang besar.
3. Daerah pemasaran yang dipilih hendaknya menunjukkan
potensi pemasaran.
Contoh soal analisis biaya pemasaran
menurut daerah pemasaran
PT. Lion Sari menjual satu jenis produk di dua
daerah pemasaran : jawa barat dan jawa timur.
Biaya pemasaran yang dikeluarkan dalam bulan
juli 20X1 disajikan dalam data sebagai berikut :
ANALISIS BIAYA PEMASARAN MENURUT DAERAH PEMASARAN
PT. LION SARI MENJUAL SATU MACAM PRODUK DI DUA DAERAH PEMASARAN : JAWA BARAT DAN JAWA TIMUR, DATA2 DISAJIKAN
DALAM GAMBAR 2.1
DIMINTA : BERDASARKAN DATA TERSEBUT BUATLAH TARIF ALOKASI BIAYA PEMASARAN DAN LAPORAN LABA RUGI MENURUT
DAERAH PEMASARAN ?
Gbr. 2.1 Biaya pemasaran menurut fungsi pemasaran dan dasar alokasi
FUNGSI PEMASARAN JUMLAH DASAR ALOKASI BIAYA
Penjualan 57,600 Hasil penjualan
Pergudangan 30,600 Berat produk yang terjual
pembungkus dan
pengiriman 25,600 Unit produk yang terjual
advertensi 54,400 Unit produk yang terjual
kredit dan penagihan 9,840 Frekuensi pemesanan dari ppelanggan
Frekuensi produk tercantum dalam faktur
akuntansi pemasaran 27,840 penjualan
205,880
Gbr 2.2. Dasar Alokasi Biaya
DASAR ALOKASI BIAYA JATIM JABAR
Harga jual per unit Rp. 12 Rp. 12
Harga pokok produks per unit Rp. 8 Rp. 8
berat produk per unit 2,25 Kg 2,25 Kg
Frekuensi produk tercantum dalam faktur
penjualan 4,000 2,400
Frekuensi pemesanan dari ppelanggan 1,800 600
jumlah produk yang terjual 55,000 25,000
Jawaban :
Gambar 2.3 Tarif Alokasi Biaya Pemasaran
DASAR ALOKASI BIAYA Jumlah Biaya Jlh dasar alokasi Tarif Alokasi
1 2 1:2
Penjualan 57,600 960,000 6%
Pergudangan 30,600 180,000 0.17
pembungkus dan pengiriman 25,600 80,000 0.32
advertensi 54,400 80,000 0.68
kredit dan penagihan 9,840 2,400 4.10
akuntansi pemasaran 27,840 6,400 4.35
Gambar 2.4 Laporan Laba Rugi menurut Daerah Pemasaran
PT. LION SARI
LAPORAN LABA RUGI MENURUT DAERAH PEMASARAN
BULAN JULI 20X1
URAIAN DAERAH PEMASARAN
JUMLAH JATIM JABAR
HASIL PENJUALAN 960,000.00 660,000.00 300,000.00
HARGA POKOK PENJUALAN 640,000.00 440,000.00 200,000.00
LABA KOTOR 320,000.00 220,000.00 100,000.00
BIAYA DISTRIBUSI
Penjualan 57,600.00 39,600.00 18,000.00
Pergudangan 30,600.00 21,037.50 9,562.50
pembungkus dan pengiriman 25,600.00 17,600.00 8,000.00
advertensi 54,400.00 37,400.00 17,000.00
kredit dan penagihan 9,840.00 7,380.00 2,460.00
akuntansi pemasaran 27,840.00 17,400.00 10,440.00
JUMLAH 205,880.00 140,417.50 65,462.50
LABA (RUGI) BERSIH 114,120.00 79,582.50 34,537.50
Kesimpulan : dari perhitugan Laba Rugi menurut daerah pemasaran diatas, terlihat ke dua daerah
menghasilkan keuntungan, keuntungan yang paling besar adalah daerah Jawa Timur.
PERHITUNGAN
HASIL PENJUALAN
JATIM : 55.000 X 12 660,000
JABAR : 25.000 X 12 300,000
960,000
HARGA POKOK PENJUALAN
JATIM = 55.000 x Rp. 8 440,000
JABAR = 25.000 x Rp. 8 200,000
640,000
LABA KOTOR 320,000
JAWA TIMUR
HASIL PENJUALAN
Jatim = 55.000 x Rp. 12 660,000
HARGA POKOK PENJUALAN
Produk A = 55.000 x Rp. 8 440,000
LABA KOTOR 220,000
BIAYA PRODUKSI DAERAH JATIM
Penjualan 6% X (55.000 x12) 57,600.00 39,600.00
Pergudangan : 0,17 ( 55.000 X 2,25) 30,600.00 21,037.50
pembungkus dan pengiriman : 0,32 X 55.000 25,600.00 17,600.00
advertensi : 0,68 X 55.000 54,400.00 37,400.00
kredit dan penagihan : 4,10 X 1800 9,840.00 7,380.00
akuntansi pemasaran : 4,35 X 4000 27,840.00 17,400.00
JUMLAH 205,880.00 140,417.50
LABA (RUGI) BERSIH 114,120.00 79,582.50
UNTUK DAERAH JAWA BARAT PERHITUNGANNYA SAMA DENGAN DAERAH JAWA TIMUR DENGAN
MENYESUAIKAN DATA PADA WILAYAH JAWA TIMUR